Wa'alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh .... Tentang hadits tersebut, terdapat juga di Kitab Riyadhus Shalihin Bab Orang Yang Pertama Kali Melakukan Kebaikan atau Kejahatan. Hadits tersebut adalah hadits yang panjang, ketika seorang Sahabat Anshar bersedekah dalam jumlah besar, kemudian sahabat yang lain menirunya. Sehingga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Siapa saja yang pertama memberi contoh perilaku yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahala kebaikannya dan mendapatkan pahala orang orang yang meniru perbuatannya itu tanpa dikurangi sedikitpun. Dan siapa saja yang pertama memberi contoh perilaku yang jelek dalam Islam, maka ia akan mendapatkan dosa kejahatan itu dan mendapatkan dosa orang orang yang meniru perbuatannya tanpa dikurangi sedikitpun." (HR. Muslim). Contoh yang baik (Sunnatan hasanatan) yang dimaksud adalah yang ada asalnya dalam Islam. Seperti bersedekah, dll. Adapun bid'ah maka ini tidak ada asalnya dalam Islam. Oleh karena itu tidak tepat berargumentasi dengan dasar hadits tersebut untuk melakukan sesuatu yang baru dalam Islam. Bila pada suatu masa, orang orang tidak antusias lagi bersedekah, kebanyakan orang bakhil / kikir. Kemudian ada seorang yang memulai bersedekah, dan diikuti oleh orang orang yang bersedekah meniru perbuatan orang pertama tersebut. Maka hal seperti inilah yang dimaksudkan dalam hadits tersebut. Demikian juga, semisal pada suatu masa tidak ada suatu jenis kejahatan. Kemudian ada orang yang memulainya sebagai 'pelopor' atau sebagai 'innovator' dari kejahatan tersebut. Dan kemudian kejahatan itu menjadi populer dan merajalela, maka hal seperti inilah yang disinggung dalam hadits tersebut. Oleh karena itu Al Imam An Nawawi dalam hadits berikutnya di Riyadhush Shalihih memuat hadits (yang artinya), Dari Ibnu Mas'ud Radhiyallahu'anhu ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda : "Tiap tiap jiwa yang terbunuh dengan penganiayaan, maka putra Adam yang pertama (Qabil), mendapat bagian dari dosa pertumpahan darah, karena dialah orang pertama yang melakukan pembunuhan." (HR. Bukhari dan Muslim). Maka dari itu kita harus berhati hati sekali jangan sampai kita menjadi pelopor dalam hal kejahatan. Termasuk memulai sebagai pelopor dalam masalah bid'ah. Karena kalau bid'ah yang kita buat kemudian 'memasyarakat', maka kita pun akan mendapat bagian juga. Dan sangat beruntung sekali bila kita menghidupkan amalan amalan kebaikan semisal Sunnah yang telah hilang, kemudian ditiru oleh orang lain. Semoga Allah menjadikan ini sebagai menolong Agama Allah, yang dengan itu Allah Yang Bersemayam Di Atas Arsy berkenan menolong urusan saya juga. Amiin. Wassalamu'alaikum Chandraleka Independent IT Writer ----- Original Message ----- From: "Ananda Setiyo Ivannanto" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Tuesday, May 16, 2006 12:21 AM Subject: Re: [assunnah] Tanya Mengadzankan anak yang baru lahir > Assalaamualaikum warahmatullah wabarakatuh > > Ada sebuah hadis: > "Barangsiapa yang membuat sunnatan hasanatan (contoh yang baik) dalam Islam, maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkan setelahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Barangsiapa yang memberikan contoh jelek dalam Islam, maka ia mendapat dosanya dan dosa orang yang mengamalkan setelahnya, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka" (HR. Muslim) [1]. > ([1] http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?Doc=1&Rec=6216) > > Bagaimana jikalau seseorang melakukan hal tersebut dengan diperkuat oleh hadis ini? > > salam, > iVto > Beppu, Jepang > > > > Chandraleka <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Wa'alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh ... > > Suatu amal ibadah itu tidak kita lakukan kecuali ada dalilnya baik dari Al > Qur'an atau hadits. Dan untuk hadits itu, hadits yang digunakan adalah > hadits yang sah, yaitu yang derajatnya / statusnya shohih atau hasan. Kalau > haditsnya dho'if maka tidak bisa digunakan. > Maka, sepanjang tidak ada hadits hadits yang shohih atau hasan, maka tidak > perlu dilakukan suatu amalan ibadah. > > Kaum muslimin sekarang ini harus dipahamkan dengan metode yang ilmiyah ini. > Sehingga kaum muslimin tidak beramal ibadah kecuali dengan adanya hadits > hadits yang shohih atau sekurang kurangnya hasan. > > Untuk masalah mengadzankan anak yang baru lahir, seperti yang kebanyakan > orang Indonesia lakukan, maka perlu kita koreksi ulang. Kita lihat apakah > ada dasarnya dari hadits yang shohih atau hasan? Ataukah perbuatan tersebut > disandarkan pada hadits yang dho'if atau bahkan maudhu' ? > > Saya dan Anda bukanlah orang orang yang ahli dengan masalah hadits, maka > dari itu mari kita lihat apa perkataan orang yang ahli tentang hadits dalam > masalah ini. Saya kutipkan buat Anda. > > "Dari Ubaidillah bin Abi Rafi', dari bapaknya (Abu Rafi') ia berkata : Aku > pernah melihat Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam azan (seperti azan) > shalat di telinga Hasan bin Ali ketika dilahirkan oleh Fatimah." (HR. Abu > Dawud no. 5105) > > Berkata Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat tentang hadits ini, DHA'IF. (Abdul > Hakim bin Amir Abdat, Hadits Hadits Dha'if dan Maudhu', Jilid I, Darul > Qalam, Jakarta, Cet. I, hal.76). > > Ada lagi hadits yang lain (yang artinya) > > "Barang siapa yang mendapat anak, lalu dia azan di telinganya yang kanan dan > qamat di telinganya yang kiri, niscaya tidak akan membahayakan dia ummu > shibyan." (Diriwayatkan oleh Ibnu Sunniy, di 'Amalul Yaum wal Lailah no. > 628) > > Berkata lagi Ust. Abdul Hakim Abdat tentang hadits ini, MAUDHU' (Idem, hal. > 77). > > Lebih tegas lagi Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat memasukkan adzan dan qomat > untuk anak yang baru lahir sebagai bid'ah. (Abdul Hakim bin Amir Abdat, > Risalah Bid'ah, Yayasan At Tauhid, Cet. I, 2001, hal. 84). > > Dengan demikian tidak perlulah kita bersusah payah dengan mengadzankan atau > mengiqomatkan anak anak kita yang baru lahir. Karena tidak diperintah oleh > agama kita, Islam. > > Wassalamu'alaikum > > Chandraleka > Independent IT Writer ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
