ADANYA SEBAGIAN ORANG YANG BERSIKAP EKSTRIM DAN TIDAK MELETAKKAN 
PERMASALAHAN PADA TEMPATNYA

Oleh
Syaikh Shalih bin Ghanim As-Sadlan.
sumber http://www.almanhaj.or.id


Pertanyaan.
Syaikh Shalih bin Ghanim As-Sadlan ditanya : Bagaimanakah hukumnya 
masyarakat yang didalamnya masih ditegakkan shalat dan syiar-syiar Islam 
lainnya, namun tidak berhukum dengan hukum-hukum Allah sekalipun mayoritas 
individunya menghendaki ditegakkannya hukum syar'i. Sebagai catatan, 
penggunaan istilah jahiliyah terhadap masyarakat Islam tersebut dijadikan 
sebagai alasan oleh sebagian orang untuk menjauhkan diri dari masyarakat dan 
membangkang pemerintah, serta dijadikan sebagai alasan untuk menggunakan 
kekerasan dan tindakan-tindakan lainnya sebagai konsekuensi vonis kafir yang 
dijatuhkan, seperti penghalalan darah, harta dan kehormatan orang lain !

Jawaban.
Seorang insan hendaknya selalu memperhatikan dampak dari setiap ucapan dan 
tindakannya terhadap orang lain. Jika istilah masyarakat jahiliyah yang 
diucapkannya lebih dari sekedar julukan biasa dan bermaksud untuk 
menjatuhkan vonis tertentu atas masyarakat tersebut yaitu vonis kafir dan 
wajib keluar dan menjauhkan diri dari masyarakat tersebut, maka jelas tidak 
benar dan merupakan maksud yang jelek. Dikhawatirkan amal pelakunya akan 
terhapus jika yang ia maksudkan adalah seperti diatas.

Dia ingin menetapkan bahwa istilah jahiliyah ini sama dengan jatuhnya vonis 
kafir. Sebagai konsekwensinya ia membangkang pemerintah dan berusaha 
menjatuhkan, menyerang dan menekan penguasa. Saya tandaskan : "Cara seperti 
ini bukanlah cara yang Islami, akan tetapi cara yang rusak yang disusupi 
maksud dan i'tikad jelek. Hal itu kelihatan dari beberapa sisi :

Pertama : Oknum-oknum yang melakukan perbuatan seperti itu dan yang 
menganggap masyarakat yang dijuluki sebagai masyarakat jahiliyah adalah 
masyarakat kafir yang wajib menjauhkan diri darinya walau apapun akibatnya, 
sangat jelas kelihatan bahwa mereka adalah :

Orang yang dikenal tidak punya hikmah, ilmu dan pengkajian tentang akibat 
buruk tindakan mereka.

Orang-orang yang mengasingkan diri dari masyarakat yang mayoritas atau 
bahkan seluruh penduduknya kaum muslimin. Sebenarnya tiada kuasa bagi mereka 
untuk menindak pelanggaran yang terjadi. Setelah menarik diri dari 
masyarakat merekapun menumpahkan darah kaum muslimin demi mewujudkan satu 
tujuan, yaitu menekan pengusa.

Merekapun menghalalkan darah kaum muslimin yang masih loyal kepada penguasa 
tersebut dan masih bekerja dalam jajaran pemerintahannya kendatipun mereka 
adalah kaum muslimin yang taat menegakkan shalat !

Mengapa mereka menghalalkan darah kaum muslimin ? Jawab mereka karena 
penguasa mereka tidak berhukum dengan hukum Allah dan memakai undang-undang 
buatan manusia. Dan disebabkan pemerintah membiarkan khamar dan zina 
terang-terangan tersebar di wilayah mereka.

Boleh jadi realita tersebut benar! Akan tetapi apakah penguasa itu yang 
memerintahkannya ? Apakah ia memaksa rakyatnya berbuat demikian ? Dari sisi 
lain, apa hasilnya membunuh dan menumpahkan darah kaum muslimin ? Padahal 
dalam hadits disebutkan.

"Artinya : Binasanya dunia dan seluruh isinya lebih ringan ketimbang 
tertumpahnya darah seorang muslim"

Orang-orang yang bertindak demikian tentunya tidak mempertimbangkan akibat 
tersebut.

Sebagaimana yang sudah dimaklumi bersama, pembangkangan tidak menghasilkan 
maslahat apapun. Kami menyarankan mereka supaya memperhatikan akibat 
perbuatan mereka, mulai mereka melakukannya hingga detik ini. Bukankah hasil 
yang dapat dilihat hanyalah kerusakan dan mudharat yang besar bagi umat dan 
bagi mereka sendiri ? Jelaslah mereka tidak memiliki kekuatan dan kemampuan 
yang seimbang dengan kekuatan yang mereka lawan !

Akibat perbuatan mereka, penguasa berubah memusuhi orang-orang shalih, para 
da'i dan yayasan-yayasan Islamiyah yang tidak ada hubungannya dengan tindak 
kekerasan tersebut.

Akan tetapi dalam hal ini penguasa tidak bisa mendeteksi dan membedakan niat 
masing-masing orang, mana yang bersalah dan yang tidak.

Yang jelas, bagi siapa saja yang memperhatikan dengan seksama tentunya 
mengetahui bahwa mudharat yang timbul akibat cara-cara seperti itu lebih 
besar daripada maslahat yang diharapkan !

Dan juga salah satu dampak negatifnya adalah terganggunya aktifitas dakwah. 
Pemerintah punya alasan untuk mengusir dan menekan para da'i disebabkan 
perbuatan orang-orang pandir yang memerangi menteri dan militer atau aparat 
pemerintah lainnya. Sehingga mereka menjadi bahan pembicaraan masyarakat dan 
menjuluki mereka sebagai teroris. Secara tidak sengaja mereka telah 
membangunkan musuh untuk melawan mereka. Dengan demikian musuh pun bebas 
membuat perangkap dan makar untuk menumpas setiap kebaikan yang ada pada 
mereka.


[Disalin dari kitab Muraja'att fi fiqhil waqi' as-sunnah wal fikri 'ala 
dhauil kitabi wa sunnah, edisi Indonesia Koreksi Total Masalah Politik & 
Pemikiran Dalam Perspektif Al-Qur'an & As-Sunnah, hal 24-38 Terbitan Darul 
Haq, penerjemah Abu Ihsan Al-Atsari]

_________________________________________________________________
FREE pop-up blocking with the new MSN Toolbar - get it now! 
http://toolbar.msn.click-url.com/go/onm00200415ave/direct/01/






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Protect your PC from spy ware with award winning anti spy technology. It's free.
http://us.click.yahoo.com/97bhrC/LGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke