Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Saya mau saran
dan sangat perlu nasihat ikhwan semua
kalau saya salah

Jadi saya sarankan kepada siapa pun yg hendak menulis buku
atau menterjemahkan
Pilihlah judul dengan kata-kata yg:
"tidak membuat orang, enggan membaca duluan"

artinya pilih judul yg menarik
sehingga isi dan ilmu yg terkandung didalamnya
tersampaikan kepada para calon pembaca

Jangan memberi judul yg terlalu 'bombastis'
tetapi enggak ada orang (kecuali sedikit) yg hendak membacanya
kan sayang ilmu yg terkandung didalamnya
tidak termanfaatkan secaramaksimal

Contoh saja:
Dalam kasus Syeikh Qardhawi dan IM
sebagai manusia tidak ada yg luput dari kesalahan
dan kita tahu para Ulama sudah memperingatkan umat
tentang beberapa kesalahan2 pikirannya

maka judul seperti:
1. "Yusuf Qorodhowi dalam timbangan"
2. "Kekeliruan pemikiran Sayyid Qutbh"
3. "Menyingkap Syubhat dan Kerancuan IM"
saya pikir lebih mudah diterima calon pembaca secara umum
(bahkan buku ke-2 saya punya
dan pernah dipinjam orang yg dia aktif di IM)

dibanding judul seperti:
4. "Membongkar kedok ..."
seakan-akan ... 'gimanaaa gitu' ....
(kedok itu kan topeng, alat untuk menyembunyikan wajah asli
dan kesannya peyoratif, mengalami pemburukan arti)

padahal mungkin isinya antara buku 1, 2, 3, 4 hampir sama
yaitu nasihat2 para Ulama tentang beberapa kekeliruan mereka
agar ummat (termasuk saudara2 kita yg di IM) bisa mengetahui
dan menghindarinya

Singkatnya
jangan sampai judul buku
malah membuat orang tidak mau membaca bukunya duluan
padahal buku tsb mengandung ilmu yg banyak dan mendalam

Wallahu'alam

nb:
Jangan samakan 'judul yg bombastis' dgn 'jenggot'

1. jenggot, walaupun membuat sebagian kecil orang lari sebelum didakwahi
namun kita tetap harus memeliharanya, krn sunnahnya demikian.

tapi

2. Judul, tentu saja kita boleh (bahkan harus) memvariasikannya
agar menarik calon pembaca.
Selain agar ilmu yg terkandung didalamnya tersampaikan
keuntungan yg didapat pun lebih besar :D


----- Original Message -----
From: "aditya syarief" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, May 23, 2006 1:06 AM
Subject: Re: [assunnah] Qordhowi & IM

silahkan baca buku "Yusuf Qorodhowi dalam timbangan"


akh ahmad ridha nulis ini:

Yusuf al-Qardhawi adalah tokoh al-Ikhwan al-Muslimin yang cukup
terkenal. Bahkan ada pujian bagi beliau sebagaimana disebutkan al-Akh
adi_sg1 dari Syaikh al-Albani dan Syaikh Ibn Baz rahimahumallah. Namun
jika kita baca  "Ghayatul Maram fii Takhrij Hadits Halal wal Haram",
di dalamnya Syaikh al-Albani mengkritik kesalahan al-Qardhawi dalam
masalah musik misalnya. Kesalahan memang sifat manusia, namun apakah
al-Qardhawi menerima kritik itu dan menyadari kesalahannya? Bukankah
hingga hari ini kita ketahui bahwa pembolehan musik oleh beliau itu
tidak berubah?

Juga masalah yang lebih besar adalah ketika beliau membolehkan
demokrasi. Hal ini kita lihat secara nyata betapa besar pengaruhnya.
Sampai-sampai demokrasi dianggap sebagai "berdekatan dnegan ruh syara'
dalam Islam".

Yang bahkan lebih besar lagi adalah dalam masalah manhaj. Inilah yang
menjadi sumber keganjilan-keganjilan beliau. Allahul musta'aan.

Dalam melihat komentar ulama juga perlu berhati-hati. Misalnya saja
Jama'ah Tabligh. Mereka juga sempat dipuji oleh Syaikh Ibn Baz karena
beliau memberikan keterangan sesuai yang beliau ketahui. Namun ketika
beliau mengetahui kekeliruan dakwah mereka, beliau pun mengkritiknya.

Berikut fatwa dari Syaikh Bin Baz rahimahullah mengenai Jama'ah
Tabligh dan al-Ikhwan al-Muslimin disebutkan oleh al-Akh Andi Abu
Thalib al-Atsary dalam bukunya Menyingkap Syubhat dan Kerancuan
Ikhwanul Muslimin (Darul Qolam, 2004; Jilid 1 hal. 165-166). Fatwa itu
dikeluarkan oleh Syaikh di kota Tha'if ketika memberikan durus Syarh
Muntaqa, yang mana majlis itu adalah majlis sebelum wafatnya beliau,
yang juga dimuat di majalah As Salafiyah no. 7 tahun 1422 H, di
halaman 47 di artikel Al Fatawa Syaikhain (Syaikh Bin Baz dan Syaikh
Al Albani rahimahumallahu). Fatwa tersebut juga dibukukan dengan judul
Ta'liq Fawa'id Fatawa Bazziyah ala Ikhwanul Muslimin, yang fatwa
Syaikh tersebut di-syarh oleh Abu Abdullah Al Atsary.

Fatwa Syaikh Bin Baz rahimahullah selengkapnya adalah demikian:

Tanya:

Telah Syaikh ketahui tentang hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam
tentang perpecahan umat, maka saya tanyakan, apakah Jama'ah Tabligh
dengan kesyirikan dan bid'ah mereka dan juga Jama'ah Ikhwanul Muslimin
dengan ke-hizbi-an mereka termasuk dalamnya (firqah yang tersesat)?

Jawab:

Termasuk dalam tujuh puluh dua, dan barang siapa menyelisihi akidah
Ahlus Sunnah (perhatikan alasannya adalah masalah aqidah -ARD), maka
akan masuk dalam tujuh puluh dua tersebut yang disebut oleh Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa Sallam sebagai (...umatku...). Yakni golongan
yang masih menjadi umat beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam.

Tanya:

Yakni apakah keduanya termasuk dalam tujuh puluh dua golongan tersebut?

Jawab:

Ya !!! termasuk dalam keumuman tujuh puluh dua golongan tersebut. Juga
Murji'ah dan Khawarij. Sebagian ahli ilmu melihat bahwa Khawarij
termasuk dalam golongan kafir yang telah keluar (dari Islam) tetapi
termasuk keumuman tujuh puluh dua golongan.  - selesai fatwa Syaikh
Bin Baz rahimahullahu -.

Semoga dapat bermanfaat. Kebenaran hanyalah dari Allah Ta'ala dan
kesalahan datang dari diri ana dan syaithan. Allahu Ta'ala a'lam.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
--
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)


On 5/16/06, henri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> setahu saya Syaikh albani pernah diminta utk mentakhrij hadits kitab
> beliau
> Al HALA WAL HARAM FIL ISLAM..
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: "TM-Kuala Tanjung" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Monday, May 15, 2006 7:36 PM
> Subject: [assunnah] Qordhowi & IM
>
> > Assalamu'alaikum..
> >
> > Ikhwan fillah ...
> >
> > Dilingkungan saya sedang heboh membicarakan Yusuf Qordhowi dan mereka
> memuji2xnya dikarenakan SBY baru2x ini bertemu beliau meminta nasehat
> beliau. Setahu saya Yusuf Qordhowi adalah salah satu pentolan IM yg telah
> dicap sesat oleh para Ulama, namun saya tidak punya data yg lengkap dari
> Ulama dimana letak kesesatannya untuk saya berikan penjelasan kepada
> teman2x
> dilingkungan saya (sampai2x ada yg mengatakan syaikh albani & syaikh bin
> baz
> berteman dekat dengan Qordhowi, apakah benar...??).
> >
> > Mohon bagi siapapun ikhwan yg mau menjelaskan keterangan dari Ulama
> tentang Qordhowi agar diterangkan di milist ini, jazakumullah khoiron..
> >
> > NB :
> > Mohon infonya tentang pentolan2x IM lainnya serta fatwa Ulama tentang
> mereka





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
You can search right from your browser? It's easy and it's free.  See how.
http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke