saya mau ikut sumbang suara
1.setahu saya boleh membantu sesama muslim selama bantuan itu jelas2 tidak ke kegiatan bidah atau kekafiran atau permusuhan terhadap sesama muslim. misalnya bantuan ekonomi dan pendidikan bagi rakyat palestina, bukan membantu untuk kegiatan pemilu atau tegaknya demokrasi di palestina. dalilnya mudah, firman Allah: betolongtolonganlah dalam kebajikan dan takwa, dan jangan bertolongtolongan dalam kekejian dan keburukan.

2.syarat negara islam adalah
- penduduknya mayoritas muslim
- pemerintah/penguasanya (raja/presiden) seorang muslim, meskipun fajir/fasik
- syariat islam dijalankan, meski cuma sebagian, misalnya azan, shalat berjamaah, shalat jumat, dll

maka dari itu termasuk negara muslim adalah indonesia, malaysia, arab saudi, dll

yang jelas2 negara kafir misalnya amerika, jepang, inggris, perancis

konsekuensi bila suatu negara bukan negara islam adalah penduduknya wajib hijrah dari negara tersebut ke negara muslim, bila mampu.

konsekuensi bila negara itu negara islam adalah kita wajib taat kepada penguasa meskipun ia memukul punggung kita dan mengambil harta kita, meskipun ia budak hitam legam, meskipun ia memerintah dengan penuh kezaliman (seperti hajaj bin yusuf), selama ia tidak meninggalkan shalat dan selama kita tidak menyaksikan kekufuran yang nyata (yaitu bukan karena klejahilan dan syubhat, untuk itu harus ditegakkan hujah oleh ulama yang tsiqoh).
kita harus memenuhi hak penguasa tersebut (yaitu untuk ditaati selama bukan maksiat kepada Allah), sedangkan hak kita (terhadap penguasa) kita mita kepada Allah.
kita tidak boleh membongkar aib penguasa di muka umum, baik di mimbar, di forum kajian, di tempat umum, di koran, di majalah, di televisi, di radio...
terhadap kexzalimannya kita harus sabar, sebagaimana sabarnya sahabat di hadapan hajaj bin yusuf yang memerintah dengan zalim, sampai datangnya pertolongan Allah berupa penguasa yang adil sebagaiman Allah telah menggantikan kesabarab sahabat terhadap hajaj dengan penguasa yang adil yaitu umar bin abdul aziz. tidak pernah sahabat mengungkit aib hajaj bin yusuf kecuali setelah ia tidak berkuasa lagi. bahkan sahabat2 yang menemui abdullah bin masud dengan maksud mengadukan hajaj kepada beliau sebagai ulama maka ibnu masud menasihati mereka dengan kesabaran dan berita bahwa zaman yang akan datang akan semakin buruk dan semakin buruk, lebih buruk dari yang terjadi saat itu, sampai Allah berikan kemenangan dengan penguassa yang adil.

kalau kita mampu menasihati penguasa, maka lakukanlah dengan 4 mata, dengan sembunyi sembunyi. ini lebih menegakkan izzah penguasa dan menundukkan hatinya untuk menerima kebenaran. kalau penguasa menerima nasihatmu maka itu adalah kebaikan baginya dan bagimu, kalau penguasa tidak menerima nasihatmu maka engkau telah berlepas diri dari keburukannya (karena telah menasihatinya).
kalau tidak mampu menasihatinya (karena tidak punya ilmu, atau karena tidak punya kesempatan dan kemampuan untuk mengajaknya berbicara empat mata) maka ingkarilah kemungkaran yang ia perbuat dengan hati, karena Allah tidak pernah membebani seseorang di luar kemampuannya.
barangsiapa memaksakan diri untuk melakukan apa yang ia tidak mampu (termasuk dalam hal menasihati penguasa) maka sungguh ia telak takalluf (memaksakan diri),  barang siapa berlebih-lebihan dalam beragama ini, maka sunggung ia akan dikalahkan.

coba pelajari ayat dan hadits tentang hak-hak penguasa dan kewajiban taat kepada penguasa, tata cara bermuamalah dengan penguasa, dan janji kemenangan Allah dengan kekuasaan kaum muslimin di muka bumi dan penguasa yang adil.

3. upaya mencapai kekhalifahan adalah membuat penduduk negeri kita dengan iman yang benar dan takwa berupa menjalankan perintah Allah (yaitu menegakkan tauhid dan sunnah ) dan menjauhi larangan Allah berupa syirik dan bidah.
lihat tafsir ibnu katsir tentang tafsir surah annur ayat 55 yangberisi janji Allah tentang orang2 yang beriman dan bertaqwa dengan kekuasaan di muka bumi

dan sebagaimana nasihat syaikh albani bahwa kita tidak patut menyerah dengan menunggu-nunggu kemenangan tersebut dengan kedatangan imam mahdi, adalah sepatutnya bagi setiap kita untuk mempersiapkan diri untuk menyambut janji Allah.
memang semua dalil menunjukkan kemenangan kaum muslimin pada zaman imam mahdi, namun tidak ada dalil bahwa kemenangan tersebut tidak akan datang sebelum zaman tersebut, maka tidak pantas kita berpangku tangan.


On 5/18/06, Fachruddin Muhammad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarkatuh

Mohon bantuan ikwan fillah untuk menjelaskan masalah palestina dan Hamas
1.Saat ini Palestina dengan pemerintahan Hamasnya memperoleh Boikot dari negara2 barat, apakah hukumnya bagi kita muslim seiman untuk membantu mereka keluar dari krisis, terlepas dari apakah jemaah mereka IM,HT atau apapun jemaah lainnya, Karena mereka juga bersyahadatain seperti kita.
2.Apakah palestina bisa dikategorikan negara Islam?
3.Bagaimana usaha untuk tercapainya kekhilafahan Islam, menurut faham salafushshalih

Demikian dari saya
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarkatuh

M.Fachruddin



--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------




SPONSORED LINKS
Islam Beliefs Religion


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke