----- Original Message -----
From: <
[EMAIL PROTECTED]>
To: <
[email protected]>
Sent: Sunday, May 28, 2006 8:36 AM
Subject: [assunnah] Definisi hadits & Sunnah
>
> Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh
 
wa`alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh
 
> Saya saat samapi sekarang mendapatkan definisi sebagai perkataan, perbuatan,
> takrir dan sifat nabi Muhammad Sallahu alaihi wassalaam
 
Definisi yg antum sebutkan itu bukanlah definisi hadits, tapi definisi "AsSunnah"
 
As-Sunnah menurut ulama Salaf adalah petunjuk yang dilaksanakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para Shahabatnya, baik tentang ilmu, i'tiqaad (keyakinan), perkataan maupun perbuatannya.[Lihat buku Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah oleh Ust.Yazid AbdulQdir Jawwas, hal.10]
 
sunnah menurut istilah para ulama aqidah Islam adalah petunjuk yang dijalani oleh Rasulullah dan para sahabat beliau ; dalam ilmu, amalan, keyakinan, ucapan dan perbuatan.[Mabahits Fi Aqidah Ahlus Sunnah, oleh Doktor Nashir Al-Aql, hal.15]
 
sedangkan hadits adalah riwayat, bisa berasal dari siapa saja, jika berasal dari Nabi maka hadits tsb adalah hadits marfu', jika berasal dari perkataan shahabat maka hadits tsb adalah hadits mauquf. Bisa juga berasal dari perkataan Ulama dan para Imam dari kalangan tabi'in yg biasa disebut dgn istilah "atsar".
 
> akan tetapi definisi
> tersebut sekarang sedang diuji karena teman ana seorang SUSI (Sunnah Syiah),
> menurut mereka hadits-hadits di bukhori dan mungkin di muslim adalah ada
> yang tidak benar dalam artian jika menilik definisi di atas kenapa ada kisra
> ?? padahal bukan nabi??? atau seperti riwayat berikut
 
Teman antum itu adalah syi'ah rafidhoh! tidak ada yg namannya SUSI (Sunnah Syiah)! istilah tsb hanya kedok yg digunakan oleh orang2 syi'i untuk menipu kaum Ahlussunnah.
Sunni adalah Sunni, dan Syi'i adalah Syi'i, tidak mungkin keduanya bercampur, karena keduanya bagaikan air dan minyak yg tidak akan mungkin bisa bercampur selamanya.
 
Teman antum itu sendiri sebenarnya dia belum memahami apa makna sunnah secara bahasa dan secara istilah, begitu juga makna hadits. Maka tidak heran dgn pemahamannya yg dangkal itu dia malah menyalahkan hadits2 bukhori dan muslim atau hadits dari imam yg lainnya. Sebenarnya yg dia inginkan adalah menolak hadits2 dari Ahlussunnah, maka dia mencari-cari alasan untuk menolak hadits2 tsb dgn berbagai macam alasan.

> Dalam Shahih Bukhari no. 1660, 1662 dan 1663 disebutkan bahwa sahabat
> 'Abdullah bin Umar radhiyallaHu 'anHu pernah shalat dengan bermakmum kepada
> al Hajjaj bin Yusuf ats Tsaqafi. Padahal al Hajjaj adalah seorang yang fasik
> dan bengis, sementara Abdullah bin Umar radhiyallaHu 'anHu adalah seorang
> sahabat yang sangat hati - hati dalam menjaga dan mengikuti sunnah Nabi
> ShallallaHu 'alaiHi wa sallam.
>
> Al Hajjaj adalah seorang amir yang zhalim, dia menjadi amir di Irak selama
> 20 tahun dan dialah yang membunuh Abdullah bin Zubair bin 'Awam di Makkah.
> Hajjaj mati tahun 95 H (Taqribut Tahdzib no. 1144 dan Tahdzibut Tahdzib
> II/184-186 oleh al Hafizh Ibnu Hajar al Asqalany)
Ini membuktikan bahwa manhaj Ahlussunnah adalah mengikuti manhaj para shahabat, yaitu tetap ta'at dan shalat dibelakang penguasa muslim sekalipun penguasa tsb adalah penguasa yg zhalim.
Jika itu bukan manhaj yg diajarkan oleh Rasulullah, mana mungkin seorang shahabat mulia seperti 'Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma mau shalat dibelakang imam yg zhalim?!?!?
 
Dari Ummul Mukminin Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah ra dari Nabi ShalallaHu alaiHi wa sallam beliau bersabda,

"Sesungguhnya akan diangkat untuk kalian beberapa penguasa dan kalian akan mengetahui kemunkarannya. Maka siapa saja yang benci bebaslah ia, dan siapa saja yang mengingkarinya, maka selamatlah ia, tetapi orang yang senang dan mengikutinya maka tersesatlah ia" Para sahabat bertanya, "Apakah tidak sebaiknya kita memerangi mereka ?" Beliau bersabda, "Jangan ! Selama mereka masih mengerjakan shalat bersamamu" (HR. Muslim)

Rasulullah ShalallaHu alaiHi wa sallam juga telah bersabda,

"Patuh dan taatilah pemimpinmu walaupun dia memukul punggungmu dan mengambil hartamu, patuhilah dan taatilah" (HR. Muslim)

Rasulullah ShalallaHu alaiHi wa sallam juga bersabda: "Tidak ada ketaatan dalam bermaksiat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu hanyalah dalam kebaikan" (HR. Bukhari)
 
menjadi makmum dalam shalat dibelakang penguasa bukanlah ketaatan dalam bermaksiat kepada Allah!

> dalam hadits di atas pelaku utama (atau yang dinisbatkan kepada
> Rasulullahnya tidak ada) berarti bukan hadits.........
> Mohon juga penjelasan perbedaan tentang sunnah
perhatikan lagi definisi sunnah diatas.

> Wassalamu alaikum warmatullahi wabaraktuh


SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------




SPONSORED LINKS
Sunnah Islam Islam empire of faith
Islam music Islam video Islam for child


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke