assalamu'alaikum Ika ykh, masalah jodoh adalah masalah yang sangat prinsipil. mengapa? karena ia bukan cerita tentang hari ini. akan tetapi ia adalah cerita tentang hari esok, lusa dan sampai hari kiamat. ika, berbicara tentang saudara kita yang di PKS, kita sepakat kalau mereka adalah muslim. akan tetapi ada banyak prinsip2 baik akidah dan manhaj mereka yang melenceng dari apa yang telah di pegang oleh para salaf. ketika membaca tulisan ika, saya jadi teringat tulisan seorang akhwat dalam majalah NIKAH menceritakan pengalamannya ketika dilamar seorang ikhwaniyin. Dengan argumentasi yang sangat memukau dia berkata (sebatas ingatan saya)," boleh saja ikan dan burung saling mencinta, akan tetapi dimana mereka akan tinggal?"
Ika, dalam mengatur sebuah negara hanya dibutuhkan satu kepala yang cerdas yaitu presiden. apatah lagi dalam sebuah rumah tangga, siapa yang akan mengatur siapa?" apakah ika yang akan mengarahkan suami ika kelak atau sebaliknya? bisakah ika menjawabnya? sudah banyak sebenarnya contoh2 yang bisa kita petik pelajaran dari perkawinan lintas keyakinan ini. kalau tidak yang satunya futur, atau kedua-duanya. tapi yang sering terjadi adalah yang wanitanya yang mengikut kepada keyakinan suaminya. jarang ada lelaki yang tulus mengikuti keyakinan istrinya kecuali sebelum mereka menikah, dan itupun hanya sekedar untuk menarik simpati dari calon isteri. dan kadang-kadang ika, kalau mereka bertahan diatas keyakinan masing2, yang sering terjadi adalah rumah tangga itu akan selalu diwarnai dengan pertengkaran dan saling merebut pengaruh tentang siapa nantinya yang paling dominan dalam mempengaruhi siapa. dan saya sudah pernah mengalaminya. salam. ika mutahayiroh <[EMAIL PROTECTED]> menulis: Assalamualaikum wr. wb Ikhwanifillah yg dirahmati 4JJI, salam kenal untuk antum smua, ana seorang akhwat baru beberapa bulan ini ana mengenal ttg manhaj salaf. Saat ini ana sedang dilanda suatu masalah ana bingung, ana sedang menjalani ta'aruf dengan seorang ikhwan, tp dia moderat dan masih ikut pergerakan2 seperti PKS. ana akui agamanya memang bagus dibanding dg ana, latar belakang keluarganya juga bagus. tapi ana masih ragu apakah ana akan menerima dia atau tidak. ana sudah istikhoroh, dan entah kenapa sampai saat ini ana masih blm mendapatkan jawaban yg meyakinkan. ana tidak tau apa memang ana yg kurang yakin karena dia bukan salafy. tapi apa salah kalo kita (akhwat salafy) mendapatkan imam (suami) yg bukan salafy? apa yg sebaiknya ana lakukan? padahal ana selama ini memimpikan imam seorang salafusholeh. Apakah benar dalam ta'aruf kita boleh memperlihatkan aurat (rambut/minimal tangan) kita kepada calon suami kita? mohon ikhwanifillah memberi solusi atas permasalahan yg sedang ana hadapi Syukron Wassalamualaikum wr. wb __________________________________ Apakah Anda Yahoo!? Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam http://id.mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Home is just a click away.� Make Yahoo! your home page now. http://us.click.yahoo.com/DHchtC/3FxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG TERPERCAYA -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
