Tentang Tsalabah dan hadist ahli perang badar, berikut
tulisan yang ana copy dari www.assunnah.or.id

-ummu thufail-

--------------
http://www.assunnah.or.id/artikel/masalah/27tsalabah.php

Tsa'labah Bin Hathib

Yazid bin Abdul Qadir Jawas
------------------------------------------
KATA PENGANTAR
Ibnu Abbas berkata : "Janganlah kalian mencaci maki
atau menghina para shahabat Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam. Sesungguhnya kedudukan salah
seorang dari mereka bersama Rasulullah sesaat itu
lebih baik dari amal seorang dari kalian selama 40
(empat puluh tahun)". (Hadits Riwayat Ibnu Batthah
dengan sanad yang shahih. Lihat Syarah Aqidah
Thahawiyah hal. 469, Takhrij Syaikh Al-Albani).

Menjunjung tinggi nama baik shahabat Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam merupakan kewajiban syar'i dan
merupakan tuntunan agama. Memberikan penghormatan,
keridhaan, serta pujian kepada mereka adalah salah
satu prinsip dasar dari prinsip-prinsip aqidah Ahlus
Sunnah wal Jama'ah.

Tulisan di bawah ini sengaja kami angkat dengan maksud
untuk Meluruskan Cerita Tentang Tsa'labah bin Hathib,
dimana sebagian dari kaum muslimin sering membawakan
riwayat Tsa'labah untuk contoh kebakhilan, tanpa
berusaha untuk merujuk atau memeriksa kembali
kebenaran dari riwayat tersebut.

HADITS TSA'LABAH BIN HATHIB

"Artinya : Celaka engkau wahai Tsa'labah ! Sedikit
engkau syukuri itu lebih baik dari harta banyak yang
engkau tidak sanggup mensyukurinya. Apakah engkau
tidak suka menjadi seperti Nabi Allah ? Demi yang
diriku di tangan-Nya, seandainya aku mau gunung
mengalirkan perak dan emas, niscaya akan mengalir
untukku".
Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bawardy, Al-Baghawy,
Ibnu Qani', Ibnu Sakan, Ibnu Syahiin, Thabrany,
Dailamy dan Al-Wahidi dalam Asbabun Nuzul (hal.
191-192). Semua meriwayatkan dari jalan Mu'aan bin
Rifa'ah As-Salamy dari Ali bin Yazid dari Al-Qasim bin
Abdur Rahman dari Abu Umamah Al-Baahiliy, ia berkata :
"Bahwasanya Tsa'labah bin Hathib Al-Anshary datang
kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu
ia berkata : 'Ya Rasulullah, berdo'alah kepada Allah
agar aku dikaruniai harta'. Lalu Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "(Ia
menyebutkan lafadz hadits di atas)".
Kemudian ia berkata, demi Dzat yang mengutusmu dengan
benar, seandainya engkau memohonkan kepada Allah agar
aku dikaruniai harta (yang banyak) sungguh aku akan
memberikan haknya (zakat/sedekah) kepada yang berhak
menerimanya. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam berdo'a : 'Ya Allah, karuniakanlah harta kepada
Tsa'labah'.

Kemudian ia mendapatkan seekor kambing. Lalu kambing
itu tumbuh beranak sebagaimana tumbuhnya ulat. Kota
Madinah terasa sempit baginya. Sesudah itu, ia menjauh
dari Madinah dan tinggal di satu lembah (desa). Karena
kesibukannya, ia hanya berjama'ah pada shalat Dhuhur
dan Ashar saja, dan tidak pada shalat-shalat lainnya.
Kemudian kambing itu semakin banyak, maka mulailah ia
meninggalkan shalat berjama'ah sampai shalat Jum'ah
pun ia tinggalkan.

Suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
bertanya kepada para shahabat : "Apa yang dilakukan
Tsa'labah ?" Mereka menjawab : "Ia mendapatkan seekor
kambing, lalu kambingnya bertambah banyak sehingga
kota Madinah terasa sempit baginya ...." Maka
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus dua
orang untuk mengambil zakatnya seraya berkata :
"Pergilah kalian ke tempat Tsa'labah dan tempat fulan
dari Bani Sulaiman, ambillah zakat mereka berdua".
Lalu keduanya pergi mendatangi Tsa'labah untuk meminta
zakatnya. Sesampainya di sana dibacakan surat dari
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Serta merta
Tsa'labah berkata : "Apakah yang kalian minta dari
saya ini pajak atau sebangsa pajak ? Aku tidak tahu
apa yang sebenarnya yang kalian minta ini !.

Lalu keduanya pulang dan menghadap Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam. Tatkala beliau melihat keduanya
(pulang tidak membawa hasil), sebelum berbicara,
beliau bersabda : "Celaka engkau, wahai Tsa'labah !
Lalu turun ayat :

"Artinya : Dan diantara mereka ada yang telah berikrar
kepada Allah : 'Sesungguhnya jika Allah memberikan
sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan
bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang
shalih. Maka setelah Allah memberikan kepada mereka
sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan
karunia itu dan berpaling, dan mereka memanglah
orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran)".
(At-Taubah : 75-76).
Setelah ayat ini turun, Tsa'labah datang kepada Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam, ia mohon agar diterima
zakatnya. Beliau langsung menjawab : "Allah telah
melarangku menerima zakatmu". Sampai Rasul shallallahu
'alaihi wa sallam wafat, beliau tidak mau menerima
sedikitpun dari zakatnya. Dan Abu Bakar, Umar, serta
Usman-pun tidak mau menerima zakatnya di masa khilafah
mereka.
KETERANGAN :

Hadits ini sangat Lemah Sekali.

Dalam sanad hadits ini ada dua rawi yang lemah :

Ali bin Yazid, Abu Abdil Malik, seorang rawi yang
sangat lemah.

Imam Al-Bukhari dalam kitabnya berkata : "Ali bin
Yazid, Abu Abdil Malik Al-Alhany Ad-Dimasyqy adalah
rawi munkarul hadits". (Lihat : Adh Dhu'afaa'us
Shaghiir No. 255).

Imam Nasa'i berkata : "Ia meriwayatkan dari Qasim (bin
Abdur Rahman), ia matrukul hadits". (Lihat :
Adh-Dhua'faa wal Matrukiin No. 455).

Imam Daruquthny berkata : "Ia seorang matruk (yang
ditinggalkan)".

Imam Abu Zur'ah berkata : "Ia bukan orang yang kuat".
(Periksa : Mizanul I'tidal 3:161, Taqribut Tahdzib
2:46, Al-Jarhu wat Ta'dil 6:208, Lisanul Mizan 7
:314).

Mu'aan bin Rifaa'ah As-Salamy, seorang rawi yang
lemah.

Ibnu Hajar berkata : "Ia rawi lemah dan sering
memursalkan hadits". (Periksa : Taqribut Tahdzib
:258).

Kata Imam Adz-Dzahabi : "Ia tidak kuat haditsnya".
(Periksa Mizanul I'tidal 4:134).

Para Ulama yang melemahkan hadits-hadits ini
diantaranya ialah :
Ibnu Hazm, ia berkata : "Riwayat ini Bathil".
(Al-Muhalla 11:207-208).
Al-Iraqy berkata : "Riwayat ini Dha'if". (Lihat
Takhrij Ahadist Ihya Ulumudin 3:272)
Ibnu Hajar Al-Asqalany berkata : "Riwayat tersebut
Dha'if dan tidak boleh dijadikan hujjah". (Lihat :
Fathul Bari 3 :266).
Ibnu Hamzah menukil perkataan Baihaqi : "Dha'if".
(Lihat Al-Bayan wat Ta'rif 3:66-67).
Al-Manawi berkata : "Dha'if" (Lihat : Faidhul Qadir
4:527).
RIWAYAT YANG BENAR
Tsa'labah bin Hathib adalah seorang shahabat yang ikut
dalam perang Badar sebagaimana disebutkan oleh :

Ibnu Hibban dalam kitab Ats-Tsiqaat 3:36.
Ibnu Abdil Barr dalam kitab Ad-Durar. halaman 122.
Ibnu Hazm dalam kitab Al-Muhalla 11:208
Ibnu Hajar Al-Asqalany dalam kitab Al-Ishaabah fil
Tamyiizis Shahaabah I:198
Dalam buku At-Tasfiyah wat Tarbiyah wa Atsarihima
Fisti'nafil Hayat Al-Islamiyyah (hal. 28-29) oleh Ali
Hasan Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsary disebutkan
pembelaan terhadap shahabat Tsa'labah bin Hathib, ia
berkata : "Tsa'labah bin Hathib adalah shahabat yang
ikut (hadir) dalam perang Badr".
Sedangkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda tentang ahli Badar.

"Artinya : Tidak akan masuk Neraka seseorang yang ikut
serta dalam perang Badar dan perjanjian Hudaibiyah".
(Hadits Riwayat Ahmad 3:396).
SIKAP KITA
Sesudah kita mengetahui kelemahan riwayat ini maka
tidak halal bagi kita membawakan riwayat Tsa'labah bin
Hathib untuk contoh kebakhilan, karena bila kita
bawakan riwayat itu berarti :

Kita berdusta atas nama Rasulullah shallallahu 'alaihi
wa sallam.
Kita menuduh shahabat ahli Surga dengan tuduhan yang
jelek.
Kita berdusta kepada orang yang kita sampaikan cerita
tersebut kepadanya.
Ingat, kita tidak boleh sekali-kali mencela, memaki
atau menuduh dengan tuduhan yang jelek kepada para
shahabat Rasululluh shallallahu 'alaihi wa sallam.
Beliau bersabda :

"Artinya : Barangsiapa mencela shahabatku, maka ia
mendapat laknat dari Allah, malaikat dan seluruh
manusia".
(Hadits Riwayat Thabrani).
Wallaahu a'lam bish shawaab.
------------------------------------------
Created at 18 June 2000 | Masalah Penting



--- Evans Jimmy Margana Wullur
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Ana mau tanya :
>
> 1. Adakah yang tahu matan dan sanad hadits tentang
> jaminan bagi para
> ahli badar dengan Surga ? Bagaimana kah redaksi
> haditsnya? Bagaimana
> pula sanadnya?
>
> 2. Apakah shahabat Tsalabah juga ikut dalam oerang
> Badar tersebut?
> Jika iya, siapa Tsalabah yang dimaksud tersebut?
>
> 3. Adakah yang tahu tentang Ibnu Muqlah? Bagaimana
> pandangan ulama
> terhadapnya? Apakah dia termasuk seorang ulama?
>
> Terima kasih atas jawaban nya...


___________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
You can search right from your browser? It's easy and it's free.  See how.
http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke