Assalamu'alaykum Wr Wb,
Sebenarnya, Mesjid itu tidak dibangun di atas kubur, tapi krn adanya perluasan, 
jadi makam Rosullalllah Sallallahialaihiwasallam, menjadi bagian dari area 
mesjid itu, tidak tepat sekali ditengah, agak kepinggir, yg ada kubah hijau 
nya, di jaga ketat sekali, sehingga orang2 yg datang tidak jatuh ke Syirik.
Sayang waktu saya kesana gak terlalu perhatian sama makam itu. jadi gak bisa 
ngejelasin kaya apa sebenarnya. ini ada artikel dari majalah Asyariah ttg 
kuburan Rosullallah Sallallahialaihiwasalam.


Penulis : Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari
HUKUM SHALAT DI MASJID NABAWI DI MANA TERDAPAT KUBURAN NABI N DI DALAMNYA

Setelah membaca pembahasan "Problema Anda" tentang larangan shalat di area 
pekuburan (termasuk masjid yang dibangun di atas kuburan) dan shalat menghadap 
kuburan, banyak pembaca setia majalah Asy Syariah yang menanyakan hukum shalat 
di masjid Nabawi di Madinah mengingat kuburan Rasulullah n berada di dalam 
masjid.

Alhamdulillah wabihi nasta'in. Permasalahan ini telah dikaji oleh beberapa 
ulama besar diantaranya Syaikhul Islam, Asy-Syaikh Al-Albani, dan Asy-Syaikh 
Ibnu 'Utsaimin rahimahumullahu.
Kata Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin t : "Jika ada yang mengatakan: kita sedang 
diliputi problem terkait dengan kuburan Rasulullah n yang ada sekarang, karena 
berada di tengah masjid Nabawi, bagaimana jawabannya? Kami katakan, jawabannya 
ditinjau dari beberapa sisi sebagai berikut:

1. Masjid tersebut tidak dibangun di atas kuburan, bahkan dibangun pada masa 
hidup beliau n

2. Nabi n tidak dikuburkan di dalam masjid sehingga dikatakan bahwa ini adalah 
penguburan orang-orang shalih di dalam masjid, bahkan beliau dikuburkan di 
dalam rumahnya.1

3. Perbuatan memasukkan rumah-rumah Rasulullah n termasuk rumah 'Aisyah x ke 
dalam masjid (ketika perluasan masjid) bukan dengan kesepakatan para shahabat 
g, bahkan hal itu terjadi setelah meninggalnya kebanyakan shahabat dan tidak 
tersisa dari mereka kecuali sedikit, yaitu sekitar tahun 94 H. Dengan demikian 
berarti hal itu bukan termasuk di antara perkara-perkara yang dibolehkan oleh 
para shahabat atau yang disepakati oleh mereka. Bahkan sebagian mereka (yang 
mendapati kejadian itu) mengingkarinya, dan juga diingkari oleh Sa'id bin 
Al-Musayyib2 dari kalangan tabi'in.

4. Kuburan tersebut tidak dikategorikan berada dalam masjid meskipun setelah 
perluasan dan dimasukkan di dalamnya, karena kuburan tersebut berada di dalam 
kamar tersendiri terpisah dari masjid, jadi masjid Nabawi tidak dibangun di 
atasnya. Oleh karena itu dibuatkan 3 dinding yang mengelilingi kuburan tersebut 
dan dindingnya dijadikan menyimpang dari arah kiblat yaitu dengan bentuk 
segitiga, sudutnya ditempatkan pada sudut utara masjid, dimana seseorang yang 
shalat tidak akan menghadap ke kuburan tersebut karena posisi dindingnya yang 
menyimpang (dari arah kiblat). (Al Qaulul Mufid 'ala Kitabittauhid, 1/398-399).

Dengan demikian jelas bagi kita bahwa masjid Nabawi tidak termasuk dalam 
kategori masjid yang dibangun di atas kuburan yang dilarang shalat di dalamnya. 
Begitu pula orang yang shalat di dalamnya tidak akan jatuh dalam kategori 
shalat menghadap ke kuburan yang dilarang, karena bentuk dinding yang 
mengelilinginya sebagaimana dijelaskan di atas.
Kalaupun seandainya masih tersisa kejanggalan mengingat bahwa bagaimanapun juga 
kuburan tersebut telah menjadi bagian dari masjid maka jawabannya sebagaimana 
kata Asy-Syaikh Al-Albani t pada pasal terakhir dari kitabnya yang berjudul 
Tahdzirus Sajid min Ittikhadzil Quburi Masajid (hal. 133-137): "Kemudian 
ketahuilah bahwa hukum yang telah lewat3 mencakup seluruh masjid baik yang 
besar maupun yang kecil, yang lama maupun baru, berdasarkan keumuman 
dalil-dalil yang ada. Maka tidak diperkecualikan dari larangan shalat di masjid 
yang ada kuburannya kecuali masjid Nabawi yang agung, karena keutamaannya yang 
khusus yang tidak didapatkan pada masjid-masjid lain yang dibangun di atas 
kuburan. Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah n




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives
http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke