Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh, terimakasih sebelumnya atas bantuan dan saran dari para sahabat. Akan saya sampaikan semua saran ke teman saya. 1. setahu saya si anak laki2 tsb (nama A) sudah mengambil tindakan dgn cara memindahkan ibunya tsb. ke tempat lain. entah bagaimana caranya ternyata si pengemis tsb. tahu tempat tinggal yg baru. 2. Dan si A sudah melarang ibundanya untuk tidak memberi uang tsb ke pengemis, dgn mengatakan bahwa ini penipuan, dan tidak masuk akal. 3. Dan sepertinya karena si ibu tidak mau ribut sama anak, dia berbohong sama si A dgn mengatakan dia sudah tidak lagi memberi uang sama si pengemis tsb, padahal di balik itu dia masih ngasih. Si A tahu hal tsb. karena anak2nya si C & D yg tinggal dg ibundanya tsb. bilang ke papanya. 4. Si A sendiri belum pernah bertemu dgn si pengemis tsb. 5. Perceraian terjadi kebetulan karena adanya tekanan dari 2 pihak. sang ibu si suami dan ibu sang istri. ibu sang istri ingin anaknya kembali ke agamanya, kalau tidak dia tidak mau mengaku dia lagi sbg anaknya, dan kebetulan terjadi peristiwa si suami dgn ibunya bersamaan, jadilah tambah pertikaian, apalagi yg dikarenakan tidak dilandasi iman yg kuat saya rasa. 6. Dikarenakan sanak familinya yg berjauhan, jadi tidak ada yg bisa mengawasi ibu si A. 7. Si A sudah berusaha meminta orang lain untuk mengurus hal tsb. untuk diurus dg polisi, tapi entah apa yg terjadi, orang yg disuruh tadi jadi tidak mau, karena takut kena guna2 dari pak tua tsb. disamping itu waktu yg cuma sedikit dia peroleh untuk menjenguk anak2nya karena dia harus kembali ke tempat dia kerja di luar negri, membuat urusan jadi belum selesai sampai sekarang. 8. saya sendiri ingin menampung anak2 tsb. tapi dikarenakan saya sendiri tidak tinggal di indo, jadi agak sulit untuk membawa anak2 tsb. Dan ibu kandungnya tidak mau lagi mengurus anak2nya. 9. dan dikarenakan si A sudah lama meninggalkan indonesia, dia tidak punya teman lagi yg bisa dipercaya yg tinggal dekat dg ibundanya untuk membantu mengurus sementara masalah ibundanya dan anak2nya tsb. 10. Atau adakah diantara para sahabat yg mungkin bersedia membantu yg kebetulan tinggal di daerah sekitar kuta bali? 11. Dimanakah kiranya tempat untuk bisa membawa ibu tsb untuk di ruqyah syariyah atau untuk melakukan therapi psikologis?
Sebelumnya terimakasih banyak atas bantuan dan perhatiannya, semoga Allah SWT membalas kebaikan para sahabat. Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh aqila ----- Original Message ----- From: "siti komariyah ahmad" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Wednesday, May 24, 2006 2:03 PM Subject: Re: [assunnah] mohon bantuan - sang ibu terkena hipnotis? > Waalaikum salam warahmatullohiwabarokatuh wa almaghfirotu wa ridwaanu, > Menyimak kisah yang diceritakan di bawah, saya ikut prihatin dengan > kejadian tersebut. Hanya saja ada beberapa keterangan yang menurut saya > kurang tersentuh. Saya ingin menanyakan beberapa fakta seperti: > 1. Tentu si ibu tersebut banyak cerita tentang pengemis tua tersebut > sehingga teman saudara itu tahu apa yang diminta pengemis tua kepada bunda > nya seperti jumlah uang dengan bilangan 2 (dua), Kapan waktunya pengemis > itu datang, menurut saya dengan bercerita tersebut si ibu ada dalam > kondisi sadar. > 2. Kapankah cerita itu diketahui oleh teman saudara itu sehingga tak ada > sesuatupun yang dilakukan oleh anak maupun menantu dalam menyikapi > perbuatan aneh bunda nya itu malah perceraian yang dipilihnya. > 3. Apakah teman saudara itu pernah berhadapan dengan pengemis tua aneh > itu? mungkin menanyakan apa maksud kedatangan atau lainnya, dan coba > rasakan pengaruhnya kepada orang lain selain bunda nya. > 4. Jika benar si ibu kena pengaruh pak tua, mengapa tidak coba pindahkan > bunda nya ke tempat lain untuk sementara, lalu perhatikan apakah pak tua > itu masih bisa tahu dan mengikuti kemana bunda teman saudara dipindahkan. > 5. Jika memang demikian, cobalah minta bantuan polisi untuk menyiapkan > perangkap untuk pak tua tersebut, dan untuk bunda nya coba lakukan therapi > psikologis. > 6. Jika tercium ada campur tangan Jin, maka bunda anda harus di ruqyah > syariyah. > Mungkin itu saja tanggapan dari teman anda yang awam > > Wassalamu'alaikum > > > > aqila nuha <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh, > Mohon bantuan pak Ustadz atau para sahabat yang lainnya. Ada seorang > sahabat muslim kita yang sedang punya masalah dgn ibundanya. Dia sudah > menikah dgn wanita yang dulunya beragama Budha, dan sudah masuk Islam. > Ayahandanya sudah meninggal dunia. Dan tidak meninggalkan warisan > sedikitpun. Jadi dia sekarang yang memberi nafkah ibunya. Sang ibu tidak > mau bekerja atau usaha apapun untuk membantu mencari nafkah. Karena dia > merasa inilah saatnya anakku harus berbakti kepada orang tua dan membalas > kebaikan orang tua dgn menafkahinya. Sang ibu dulunya terkenal sbg > seorang yang angkuh, sombong, pelit, dan merasa selalu benar (tidak > pernah mengakui kesalahan). > > Kejadiannya kira2, 1 tahun yang lalu. Pada suatu hari, sang ibu > kedatangan seorang pengemis yang mengaku sbg seorang wali, entah apa yang > terjadi pada saat itu, semenjak itu sang ibu merasa ketakutan kepada sang > pengemis. apa yang pak tua itu katakan selalu dia turuti. Pak tua > mengajarkan kepada sang ibu, kalo mau ngasih duit kepadanya harus selalu > bilangan 2, semakin banyak ngasih semakin dia akan ditolong masuk sorga > kata pak tua. Jadi sang ibu sekarang jika mendapat kiriman uang dari > anaknya hampir semua dikasihkan ke pak tua itu. Jadi untuk urusan uang > sewa rumah, bayar listrik, uang makan dsb. terbengkalai. Jadi karena > tidak ada uang buat mengurus biaya hidup, dia minta lagi, dan minta lagi > kepada anaknya dgn berbagai alasan. Pertama2 diturutin aja sama sang > anak. Tapi lama kelamaan kok jadi semakin merongrong. Dan karena sang > istri mengetahui bahwa dia selalu kirim uang banyak buat ngurusin > ibundanya akhirnya terjadi pertikaian, dan akhirnya mereka > cerai. Dan dia sudah mempunyai 2 orang anak dari hasil pernikahan tsb. > Dikarenakan dia takut kalo anak2 tsb. nantinya akan terjerumus jika hidup > dgn istri dan orang tua sang istri yang non muslim, maka dia memutuskan > untuk memelihara anak2 tsb. dan dititipkan ke ibundanya tadi, karena dia > harus mencari nafkah yang tempatnya cukup jauh, di luar negri . Jadi dia > hanya menengok anak2nya setahun 2 kali. > > Tapi masalahnya, si ibu tsb. masih terkena pengaruh (atau hipnotis > barangkali) dari pak tua tsb. Yang ditakutkan ibunda tsb. terjerumus ke > dalam menyekutukan Allah. Karena semenjak dia ketemu dgn pak tua tsb. si > ibu membuat peraturan yang aneh2 dirumah. Antara lain, anak tidak boleh > keluar dan masuk rumah sebelum jam2 tertentu. Jika melanggar walaupun 1 > menitpun, akan dimarahin. Atau setiap mau Maghrib, sang ibu tsb. keluar > dan berada didepan rumah sambil menggerak2kan tangannya dgn aneh sambil > berkomat kamit. anak2 tidak boleh makan beras lain, kecuali yang dari > pemberian pak tua. Dan dia mengatakan bahwa dirinya sekarang adalah orang > yang suci, karena dia pernah bermimpi menikah dgn orang ghaib, dan > mempunyai anak dari kaum ghoib tsb. Dan dia membuat peraturan2 yang > lainnya yang aneh dan tidak masuk akal. > > Yang lebih parah lagi, setiap kali dikirimin uang anaknya untuk biaya > makan dan biaya sekolah cucunya tsb, selalu dikasihkan ke pak tua tsb, > dgn bilangan 2, yaitu 2 ratus ribu, atau 2 juta, dan itu setiap hari > jum'at dia harus menyediakan uang buat pak tua. Dan juga keluarga pak tua > yang juga datang pada hari2 lainnya. Jika dia kehabisan uang, dia akan > jual semua perabotan rumah, atau uang sekolah anak2 tidak terbayarkan, > hutang dimana2 dan menumpuk. Terkadang anak2 sampai kelaparan karena > tidak ada makanan. Anak2 jadi suka mencuri, dan berbohong. Sang ibu juga > sering memfitnah anaknya dgn cucunya (anak dia sendiri) jadi jika uang > habis, cucunya difitnah dan disalahkan, padahal anak2 tsb. masih kecil. > Sang ibu juga pernah berkata kepada anaknya, bahwa tiap malam dia sudah > rela bangun malam untuk melakukan sholat tahajud, hanya karena ingin > menebus dosa2 anaknya. Jadi sudah sewajarnya jika dia membalas jasa sang > ibu tsb. dgn membahagiakannya dan menafkahinya > tanpa banyak komentar. Juga ketika anak2 (cucu2 tsb) sedang sakit, uang > yg dikirim untuk berobat, tidak dipergunakan untuk berobat, dia kasihkan > lagi uang itu kpd si pengemis tsb, dg mengatakan, penyakitnya akan dibawa > oleh si pengemis tsb, oleh karena itu uangnya harus dikasihkan ke dia. > > Yang saya sedihkan, waktu itu ada seorang tetangga sang ibu, yang > kebetulan lagi sakit, dan minta pinjaman uang untuk berobat, tapi sang > ibu menolak menolong, padahal dia ada uang, tapi uang itu dia khususkan > untuk jatah si pengemis kalo dia datang nanti. Dan ternyata, si tetangga > tsb. akhirnya meninggal dunia. Astaghfirullah,... Saya sudah coba untuk > membantu membuatkan surat, yang isinya memperingatkan sang ibu agar tidak > jatuh kedalam syirik dgn kata2 yang sangat halus sekali, serta saya > sertakan juga beberapa petikan ayat suci Al-Qur'an dan beberapa hadits > serta contoh2 agar sang ibu tidak menjadi marah. Dan juga berbagai cara > telah dilakukan, tapi tidak membawa hasil. Hubungan sang anak tsb. > akhirnya semakin memburuk dgn ibundanya. Setiap kali ditelpon akhirnya > berujung ke kemarahan Dia sudah tidak tahu lagi apa yang harus > diperbuatnya. Saya bilang dia harus sabar dan banyak berdoa, mungkin ini > salah satu cobaan. Tapi dia sudah benar2 tidak kuat lagi. > Dan dia takut jika dia akhirnya berkata2 atau berbuat sesuatu kepada > ibundanya yang akhirnya melahirkan dosa besar. > > Sang ibu sepertinya sudah tidak mempan nasehat dari siapapun apalagi dari > anak yang lebih muda darinya. Termasuk sindiran2 ayat suci Al-Qur'an pun > spt-nya tidak menggugah / merubah hatinya. Yang agak menyulitkan karena > jarak yg berjauhan, jadi dia kurang bisa mengambil tindakan, mungkin > mengajak sang ibu ke ulama untuk mendapat wejangan atau yg lainnya agar > sang ibu bisa berubah. Dan saudara2 dia lainnyapun juga sudah angkat > tangan dan menjauh dari si ibu, karena tidak tahan dg perlakuan dan > cemoohan si ibu yg merasa lebih baik dan tahu dari yg lainnya. Mohon > bantuan pak Ustadz atau para sahabat.apa yang sebaiknya dilakukan. Ma'af > jika terlalu panjang nulisnya. terimakasih atas bantuannya. Jazakumullah > khairan katsiran. > > Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh; > > Aqila ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Protect your PC from spy ware with award winning anti spy technology. It's free. http://us.click.yahoo.com/97bhrC/LGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG TERPERCAYA -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
