Mungkin Kisah ini dapat membantu bu Melda dalam mengambil pelajaran berharga

http://muslim.or.id/?p=7
--------------------------
JALAN BERLIKU MENUJU KEBENARAN YANG DIRINDU

Diceritakan oleh : Ibnu Abdi Robbihi

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam tercurah kepada Rasulullah.
Amma ba'du.

"Dan di bumi terdapat tanda-tanda kekusaaan Allah bagi orang-orang yang yakin, 
bahkan dalam dirimu sendiri terdapat tanda-tanda itu apakah engkau tidak 
memperhatikannya" (Adz Dzariyaat : 20-21).

Saudaraku, sejenak aku akan bercerita kepadamu sekilas perjalanan hidupku, 
semoga engkau bisa mengambil pelajaran darinya.

Masa Kecil
Dahulu aku adalah seorang anak kecil yang memiliki hobi menggambar, 
mendengarkan musik dan menyaksikan film kartun. Aku memang bukan anak gaul yang 
suka main bersama teman-teman yang lain pergi kesana dan kemari.

Ketika menginjak usia SD, orangtuaku memasukkan aku di sekolah Muhammadiyah di 
sebuah dusun di dekat rumah kakekku. Menjelang usia SMP aku telah dididik oleh 
kakakku untuk membenci Amerika, yah tepatnya ketika itu terjadi perang teluk. 
Saat itu ketertarikanku kepada dunia politik mulai tumbuh, berita-berita radio 
BBC pun ikut terserap di telingaku. Memang ayahku adalah seorang anggota TNI 
Angkatan Udara, namun ayahku adalah orang yang kritis kepada perilaku pejabat 
pemerintahan. Secara tidak langsung hal itupun mendorongku untuk bersikap 
kritis pula terhadap pemerintahan. Walaupun begitu, bukan berarti dunia militer 
tidak menarik bagiku. Di usia SMP itu aku berkeinginan untuk menjadi tentara 
yang berjuang membela tanah air. Sehingga akupun turut serta mendaftarkan diri 
dalam seleksi calon siswa SMA Taruna. Dengan taqdir Alloh, alhamdulillah aku 
tidak diterima di sana. Setelah itu harapan untuk menjadi tentara menjadi sirna.

Allah Ta'ala berfirman, "Bisa jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik 
bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu padahal sebenarnya itu buruk 
bagimu, Allahlah yang maha tahu sedangkan kalian tidak mengetahui" (Al Baqoroh 
: 216)

Masa Remaja
Lulus SMP aku menuruti saran ayahku untuk memilih sebuah sekolah unggulan di 
kota kami, dan alhamdulillah aku lolos seleksi dan bisa diterima di situ 
mengikuti jejak kakakku. Ternyata di sana pun aku termasuk siswa yang dipilih 
untuk masuk dalam tim peleton inti yang hobinya baris-berbaris, maklumlah SMA 
kami adalah sekolah yang sudah berulang kali menggaet juara baris-berbaris.

Sampai di sini aku masih menyenangi isu-isu politik apalagi yang berbau Islam, 
sehingga ketertarikanku untuk ikut berdakwahpun muncul melalui pekerjaan yang 
aku sukai yaitu membuat dekorasi. Nah, di lingkungan rohis (kerohanian Islam) 
SMA inilah aku mulai berkenalan dengan teman-temanku yang begitu bersemangat 
mengaji, mereka sangat aktif mengikuti kajian salaf yang diadakan di sebuah 
masjid di dekat SMA kami. Aku salut dengan komitmen mereka yang tinggi untuk 
menegakkan sunnah Nabi, dengan memelihara jenggot walaupun cuma beberapa helai, 
dengan mengenakan celana panjang yang tidak melampaui mata kaki walaupun masih 
dilipat, dan dengan semangat berapi-api menghalangi terjadinya pacaran dan 
kholwat di lingkungan sekolah kami.

Dan di situ pulalah aku mulai mengenal bahwa menggambar makhluk bernyawa itu 
dilarang, musik itu haram dan demokrasi itu buruk. Dengan taqdir Alloh, di 
kelas 2 SMA, aku mendapat bagian sebagai salah seorang pengurus harian OSIS di 
sekolah kami. Walaupun jika dilihat dari latar belakangnya sebenarnya 
pengalaman organisasiku tidak banyak.

Problematika Dakwah Di Sma
Menjelang akhir kepengurusan aku mulai menghadapi masalah yang cukup pelik, 
yaitu timbulnya perselisihan antara teman-teman kami dari kubu Rohis yang anti 
musik dengan sebagian aktifis OSIS yang pro musik. Hal itu semakin memuncak 
dengan adanya penyelenggaraan acara malam tutup buka tahun yang untuk menyambut 
siswa baru dan perpisahan kelas tiga yang sudah lulus, tentu saja acaranya 
sarat dengan musik, sehingga konflik ini pun terangkat ke forum guru bahkan 
kepala sekolah. Sementara aku berada di pihak yang serba salah, karena ketika 
itu aku adalah seorang sekretaris bidang I (Ketuhanan Yang Maha Esa) yang 
membawahi Rohis sekaligus sebagai salah seorang Steering Committee dari acara 
malam tutup buka tahun itu, konflik pun memanas, terjadilah aksi pembakaran dan 
perobekan tiket, bahkan hampir terjadi bentrok fisik di antara sesama siswa 
muslim, bahkan sampai terjadi ketegangan antara kubu Rohis dengan guru.

Disitulah aku merasakan betapa susahnya mengatasi permasalahan semacam ini. 
Bisakah anda bayangkan, musik yang sudah seolah-olah mendarah daging di 
sebagian besar kaum muslimin di negeri ini terutama di kalangan para pemuda 
harus berhadapan dengan fatwa haram yang disampaikan oleh para remaja yang 
masih baru mengaji ini, apalagi sikap mereka sangat keras dalam menolak acara 
semacam ini. Aku yang sangat miskin ilmu tentu bingung mencari solusi 
permasalahan ini. Sampai-sampai teman-teman yang anti musik itu seolah-olah 
menjadi musuh kami. Sehingga di ruang guru aku sempat sampaikan usul kepada 
pembina OSIS agar mendatangkan Ustadz yang mengajari anak-anak yang 'ekstrim' 
itu. Tapi usulku seperti angin lalu, akupun tidak habis pikir, bagaimana 
masalah ini selesai kalau akar permasalahannya tidak dipecahkan yaitu apakah 
musik itu benar-benar haram. Itulah pertanyaan besar yang tersisa di benakku, 
dan akhirnya dengan pertolongan Alloh membawaku bergabung dengan 
sahabat-sahabatku sesama pembenci musik.

Hidupku berubah, aku yang dulunya suka menggambar, suka musik dan menyenangi 
isu-isu demokrasi setelah masa-masa itu meninggalkan gambar, musik dan 
demokrasi.

Allah Ta'ala berfirman, "Tidaklah pantas bagi orang yang beriman baik laki-laki 
maupun perempuan apabila Allah dan Rasul-Nya telah memutuskan suatu perkara ada 
bagi mereka pilihan yang lainnya dalam urusan mereka, dan barangsiapa yang 
durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya sunguh dia telah tersesat dengan kesesatan 
yang nyata" (Al Ahzab : 36)

Saudaraku, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan 
menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik"

Beliau juga bersabda, "Kelak akan benar-benar ada beberapa kelompok manusia 
dari kalangan umatku yang berusaha menghalalkan kemaluan (zina), sutera, khamr 
dan al ma'aazif (alat-alat musik)" (HR. Bukhori).
Beliau juga bersabda, "Sesungguhnya termasuk orang yang paling pedih adzabnya 
di hari kiamat nanti adalah para perupa/tukang gambar" (HR. Bukhori).

Imam Ahmad mengatakan, "Barangsiapa yang menolak hadits Nabi shollallohu 
'alaihi wa sallam maka dia berada di tepi jurang kebinasaan".

Saudaraku, Alloh Ta'ala berfirman, "Barangsiapa yang memutuskan hukum tidak 
dengan hukum yang diturunkan Allah maka mereka itulah orang-orang kafir" (Al 
Ma'idah : 44)

Tentu hadits-hadits dan ayat-ayat ini akan terasa sangat berat diterima oleh 
orang yang sudah bertahun-tahun dididik untuk menyukai musik, menggambar dan 
asyik dengan demokrasi. Tapi ketahuilah, kalau akidah anda masih bersih niscaya 
firman Allah dan sabda Rasul-Nya itulah yang justeru anda pilih dan anda 
pegang, bukan pendapat akal kebanyakan manusia.

Bukankah Allah Yang mahatahu telah berfirman, "Sungguh jika engkau mengikuti 
kebanyakan manusia yang ada di muka bumi ini niscaya mereka akan menyesatkanmu 
dari jalan Allah" (Al An'aam : 116).

Oleh karena itu daripada sibuk ngobrol atau nge-game mengapa anda tidak memilih 
untuk menghadiri majelis-majelis ilmu syar'i yang membimbing anda menuju 
kebahagiaan yang sejati dan bukan sementara, kenikmatan abadi di surga nanti ?

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa menempuh suatu 
jalan dalam rangka menuntut ilmu syar'i niscaya Allah akan memudahkan baginya 
jalan menuju surga" (HR. Muslim).

Imam Ahmad mengatakan, "Manusia itu lebih membutuhkan ilmu jauh lebih banyak 
daripada kebutuhannya terhadap makan dan minum, karena makan dan minum paling 
sekali atau dua kali saja dalam sehari, akan tetapi ilmu selalu dibutuhkan 
sepanjang tarikan nafas".

Ingatlah saudaraku, waktu adalah pahala, kalau waktumu bisa kau habiskan 
berjam-jam untuk perkara dunia padahal dunia itu cuma sementara, kemudian untuk 
akhirat engkau sangat bakhil (kikir), sehingga sholatmu pun kilat laksana petir 
menyambar, mushaf Al Qur'an pun berdebu di atas rak jarang dibuka apalagi 
dibaca dan dipahami maknanya, majelis ilmu pun kau sia-siakan, sholat jama'ah 
pun kau tinggalkan, waktu pagi dan sore pun berlalu tanpa dzikir di lisan.

Allah Ta'ala berfirman, "Maka bersegeralah kembali menuju ketaatan kepada 
Allah" (Adz Dzariyat : 50).

Allah Ta'ala berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada 
Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang sudah dipersiapkannya 
untuk menghadapi hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, 
sesungguhnya Allah maha mengetahui semua yang kamu kerjakan" (Al Hasyr : 18).

Tahun Terakhir Di Bangku Sma
Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kau 
sampai mereka mau merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri" (Ar Ra'd : 11).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidaklah suatu kaum 
berkumpul dalam salah satu rumah di antara rumah-rumah Allah (masjid) mereka 
membaca kitabullah dan saling mempelajarinya di antara mereka kecuali pasti 
akan turun kepada mereka ketenangan, mereka akan diliputi kasih sayang, 
malaikat pun mengelilingi mereka dan Allah pun menyebut-nyebut mereka di 
hadapan para malaikat yang ada di sisi-Nya" (HR. Muslim).

Setelah sekian lama aktif di baris berbaris, mendekorasi, mengurusi OSIS maka 
di tahun terakhir bangku SMA, Allah membukakan hatiku untuk menekuni 
kajian-kajian salaf yang ada di sekitar SMA kami, alhamdulillah sejak itulah 
ketenteraman dan kesejukan majelis ilmu mulai mewarnai kehidupanku, kesejukan 
yang belum pernah aku temukan sebelumnya, begitu indahnya mendengarkan untaian 
firman Allah dan sabda Rasul-Nya disertai nasehat dan bimbingan dari para 
ulama', aku duduk di sebuah majelis dimana ustadz yang mengajarnya adalah 
Ustadz yang membina teman-temanku yang kebablasan tadi, akhirnya ustadz yang 
dulunya menjadi orang yang tidak aku senangi gara-gara musik itu kini menjadi 
orang yang kucintai karena Alloh -semoga Allah menjaga beliau- karena jasanya 
yang sangat besar membina dakwah salaf di sekolah kami walaupun itu 
dilakukannya dari luar pagar sekolah.

Setelah kejadian itu pula sahabat-sahabat kami pun meyadari kesalahan mereka 
yang terlalu keras dalam menyikapi persoalan musik ini, sehingga memunculkan 
konflik yang berkepanjangan di sekolah kami. Inilah akibat sikap yang tidak 
hikmah dalam mengingkari kemungkaran, dampak negatif yang kembali menyerang 
dakwah itu sendiri.

Allah Ta'ala berfirman, "Serulah (manusia) agar kembali kepada jalan Rabbmu 
dengan penuh hikmah serta nasehat yang baik, dan (bila perlu) berdebatlah 
dengan mereka dengan cara yang lebih baik" (An Nahl : 125).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga pernah bersabda : "Sesungguhnya 
kelembutan itu tidaklah ada pada sesuatu kecuali pasti menghiasinya, dan 
tidaklah dicabut dari sesuatu kecuali pasti menghancurkannya" (HR. Muslim).

Berpetualang Mencari Kebenaran
Disamping itu perlu aku sebutkan pula bahwa sebelumnya aku pernah pula tertarik 
mendengarkan pengajian padang bulan cak Nun dan acara kajian ala filsafat 
Damardjati, aku juga sempat menjadi pengagum Amien Rais yang menggerakkan 
reformasi dan bahkan bergabung dalam demonstrasi besar-besaran yang 
digalakkannya sehari sebelum lengsernya Pak Harto dari kursi Presiden.

Masih tersimpan dalam ingatanku, sebuah nyanyian sadis yang selalu menghiasi 
mulut para demonstran di sekitarku ketika itu, "Gantung, gantung Soeharto..." 
(semoga Allah mengampuni kesalahan beliau dan menjaganya) Wallohul musta'an, 
bukankah ucapan itu modelnya kaum takfiri (yang suka mengkafirkan orang karena 
dosa besar). Hari itu demo besar-besaran terjadi dimana-mana, demokrasi yang 
menuhankan pendapat mayoritas rakyat seolah-olah menjadi raja.

Allah berfirman, "Sungguh jika engkau mengikuti kebanyakan manusia yang ada di 
muka bumi ini niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah" (Al An'aam : 
116).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Tidak halal menumpahkan 
darah seorang muslim kecuali karena salah satu dari tiga alasan ; Seorang yang 
sudah beristeri berzina, seorang muslim yang membunuh saudaranya, atau seorang 
yang meninggalkan agamanya memisahkan diri dari jama'ah" (HR. Bukhari dan 
Muslim).

Selain itu aku juga pernah beberapakali merekam pengajian Aa' Gym yang disetel 
di radio karena sangat tertarik dengan metode penyampaiannya yang menyentuh 
hati. Itu terjadi sebelum nama Aa' Gym mencuat besar-besaran di televisi dan 
media masa lainnya. Semoga Allah mengembalikannya ke jalan yang lurus. Selain 
itu dunia sufi pernah mewarnai kehidupanku ketika para pemuda dari kampung kami 
diajak untuk ikut dzikiran dan pengajian di sebuah kampung santri Mlangi, yang 
di sekeliling mesjidnya full dengan kuburan yang diziarahi oleh para pengunjung 
dari berbagai daerah yang jauh. Sesudah itu pula aku pernah menggalakkan dzikir 
model sufi ini di masjid kampung kami dengan alasan untuk menghidupkan 
aktivitas agama bagi pemuda di mesjid, sehingga akhirnya akupun menyesal atas 
tindakanku yang hanya berdasar semangat saja dan miskin ilmu syar'i ini.

Memang hati adalah bagian terpenting dari amal lahiriyah kita, kalau hati baik 
maka seluruh amalan pun menjadi baik, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam 
bersabda : "Ketahuilah di dalam jasad ada segumpal daging, jika ia baik maka 
baiklah seluruh anggota badan tapi jika dia rusak maka rusak pulalalah seluruh 
anggota badan ketahuilah segumpal daging itu adalah jantung" (HR. Muslim). Akan 
tetapi cara memanajemen hati agar baik bukanlah hasil rekaan sendiri, sebab 
Nabi juga diutus untuk mengajari ummatnya tentang bagaimana mensucikan hati.

Allah Ta'ala berfirman, "Sebagaimana Kami telah mengutus kepada kalian seorang 
Rasul dari kalangan kalian yang membacakan kepada kalian ayat-ayat Kami, dan 
mensucikan (jiwa) kalian serta mengajarkan kepada kalian Al Kitab dan Al Hikmah 
(As Sunnah) dan mengajarkan segala sesuatu yang dulu tidak kalian ketahui" (Al 
Baqoroh : 151).

Imam Ibnu Katsir mengatakan mengenai firman Allah, "Dan mensucikan kalian" 
yaitu membersihkan kalian dari akhlaq yang rendah, jiwa yang kotor dan 
perbuatan-perbuatan jahiliyah.." (Tafsir Ibnu Katsir jilid 1). Syaikh As Sa'di 
mengatakan dalam tafsirnya terhadap firman Allah "Dan mensucikan kalian" yaitu 
membersihkan akhlak dan jiwa kalian dengan membimbingnya dengan akhlak yang 
indah dan membersihkannya dari akhlak-akhlak yang rendah, hal itu dilakukan 
dengan membersihkan mereka dari kotoran syirik menuju tauhid, membersihkan diri 
dari riya' menuju ikhlash, dari dusta menjadi jujur, dari khianat menjadi 
amanat, dari sombong menjadi tawadhu', dari akhlak yang jelek menjadi berakhlak 
baik..." (Taisir Karim Ar Rahman).

Kita tidak boleh mensucikan jiwa dengan cara-cara bid'ah yang dibenci oleh 
agama. Rasul bersabda, "Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak 
ada dasarnya dari kami maka tertolak" (HR. Muslim).

Tidakkah kita ingat kisah Abdullah bin Mas'ud rodhiallahu'anhu yang menjumpai 
sekumpulan orang yang berdzikir dengan berjama'ah, salah seorang memimpin dan 
yang lainnya mengikutinya, karena mereka mengerjakan sesuatu yang baru dalam 
agama maka Abdullah bin Mas'ud pun menegur mereka dengan keras. Tapi mereka 
mengelak dengan alasan "Wahai Abu Abdirrahman, tidaklah kami bermaksud kecuali 
kebaikan" Maka Ibnu Mas'ud pun menjawab, "Betapa banyak orang yang menginginkan 
kebaikan tapi tidak mendapatkannya".

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam saja manusia paling mulia yang pernah 
ada di muka bumi ini melarang kuburannya dijadikan sebagai tempat perayaan yang 
dikunjungi atau sebagai tempat beribadah, apalagi kuburan orang selain beliau !.

Nabi berdo'a, "Ya Allah, janganlah jadikan kuburku sebagai berhala yang 
disembah, sungguh besar murka Allah kepada kaum yang menjadikan kubur-kubur 
Nabi mereka sebagai tempat beribadah" (HR. Malik dan lain-lain).

Pemikiran Hizbut Tahrir juga sempat menarik perhatianku, sehingga aku sempat 
membaca sebuah buku karya Abdul Qodim Zallum yang berjudul Demokrasi Sistem 
Kufur yang dipinjamkan seorang teman kepadaku ketika mengikuti acara pembekalan 
menjelang UMPTN di sebuah Masjid terkenal di Kotabaru, memang semangat 
mendirikan khilafah adalah sesuatu yang paling menarik bagiku dari gerakan ini, 
namun itu tidak mengendap lama karena keyakinanku tentang kebenaran manhaj 
ahlus sunnah sudah mulai kuat. Bagaimana mungkin negara Islam tegak jika kaum 
muslimin saja masih berpecah belah cara hidupnya, bahkan jauh dari nilai-nilai 
agama.

Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum 
sampai mereka merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri" (Ar Ra'd : 11). Di 
dalam ayat ini Allah tidak mengatakan ..sampai mereka merubah apa yang ada pada 
diri para pemimpin pemerintahan mereka.. tentu saja Allah lebih tahu dan lebih 
bijaksana.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Jika kalian berjualbeli 
dengan cara 'inah (salah satu jenis riba), dan kalian pegang ekor-ekor sapi, 
kalian senang dengan tanaman-tanaman kalian, lantas kalian pun meninggalkan 
jihad, maka Allah pasti akan menimpakan kehinaan kepada kalian, Allah tidak 
akan mencabutnya dari kalian sampai kalian kembali kepada agama kalian" (HR. 
Abu Dawud, Silsilah Ash Shohihah karya Syaikh Al Albani hadits no 11).

Bersentuhan Dengan Lingkungan Kampus
Begitulah hari demi hari kulalui dengan pencarian terhadap nilai-nilai 
kebenaran yang hakiki, sampai UMPTN pun berlalu dan aku sudah duduk di bangku 
kuliah.

Di lingkungan baru ini aku berusaha mencari tempat-tempat kajian yang bisa aku 
ikuti, pengajian yang diadakan orang-orang Ikhwanul Muslimin (IM) pun pernah 
aku datangi, tapi sayang ilmu syar'i sangat minim kudapatkan di sana, karena 
yang ada adalah semangat pergerakan yang sarat dengan muatan politis dan 
kekuasaan. Tidak berhenti di situ, Risalah Pergerakan Hasan Al Banna pun sempat 
aku baca dan aku kaji, walaupun sedikit banyak aku sudah tahu penyimpangan yang 
ada pada beliau. Demikian pula buku Yusuf Al Qaradhawi yang ada di perpustakaan 
fakultas kami aku baca dan aku bandingkan dengan kritikan ulama Ahlu Sunnah 
yang diarahkan kepada beliau, dan memang ternyata Syaikh Yusuf Al Qaradhawi 
memiliki pendapat-pendapat yang amat menyimpang dalam bukunya Ash Shohwah Al 
Islamiyah bainal ikhtilaf al masyru' wa tafarruq al madzmum (yang diterjemahkan 
oleh Robbani Press dengan prinsip-prinsip Gerakan Islam) terutama yang 
berkaitan dengan masalah hadits perpecahan ummat. Suatu saat seorang aktifis IM 
ketika berdialog dengan seorang ikhwan pernah ditanyakan mengenai pembelaannya 
terhadap Yusuf Qaradhawi, apakah dia pernah membaca bukunya Yusuf Qaradhawi 
yang itu, maka dia menjawab belum pernah ??. Allohu akbar (dalam hati saya 
bertanya-tanya lalu darimana dia bisa membela pemikiran Yusuf Al Qaradhawi 
sementara bukunya saja belum pernah baca). Memang perdebatan dengan orang-orang 
yang keras kepala adalah perbuatan membuang-buang energi.

Saudaraku, ketahuilah jalan kebenaran cuma satu, Allah Ta'ala berfirman, "Dan 
sesungguhnya ini adalah jalanku yang lurus maka ikutilah dia dan janganlah 
kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena itu akan mencerai-beraikan 
kalian dari jalan-Nya, itulah yang diwasiatkan Allah kepada kalian agar kalian 
bertakwa" (Al An'aam : 153)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda, "Sesungguhnya agama ini 
akan berpecah menjadi 73 golongan, 72 di neraka dan satu di surga yaitu al 
jama'ah" (HR. Abu Dawud), dalam riwayat lain beliau ditanya siapakah yang 
selamat itu ? maka beliau menjawab, "yaitu yang beragama sebagaimana aku dan 
para sahabatku pada hari ini". Inilah manhaj salaf (cara beragamanya kaum 
salaf), manhajnya para sahabat, tabi'in dan tabi'ut tabi'in serta para imam 
yang empat.

Imam Malik mengatakan, "Tidak ada yang mampu memperbaiki keadaan generasi akhir 
dari umat ini kecuali dengan sesuatu yang telah memperbaiki generasi awalnya"

Dakwah Salafiyah Versus Dakwah Hizbiyyah
Sekarang alhamdulillah, perkembangan dakwah salaf di lingkungan kampus kami 
cukup bagus walaupun bila dilihat dari kuantitas mungkin masih relatif kecil. 
Dakwah Ikhwanul Muslimin pun (yang sekarang lebih ngetrend dengan nama 
Tarbiyah) sebenarnya sudah tidak diminati kecuali oleh orang-orang yang hobinya 
berpolitik dan demonstrasi, serta kalangan akhwat yang terlalu mengedepankan 
perasaan. Orang yang bijak pasti bisa menilai bahwa dakwah salafiyah merupakan 
dakwah terbaik, dan satu-satunya jalan keselamatan dari perpecahan di dunia dan 
kebinasaan di akhirat. Kami tidak perlu repot-repot membawakan bukti karena 
masih ada saksi hidup tokoh-tokoh mantan aktifis yang pernah berkecimpung dalam 
pergerakan yang kini sudah insaf dan menemukan jalan kembali, yaitu manhaj 
salaf yang mulia ini.

Allah Ta'ala berfirman, "Dan barangsiapa yang menentang Rasul setelah petunjuk 
jelas baginya, dan dia mengikuti selain jalannya orang-orang yang beriman Kami 
akan biarkan dia leluasa dalam kesesatannya dan Kami akan memasukkannya ke 
dalam Jahannam, sesungguhnya Jahannam itu adalah seburuk-buruk tempat kembali" 
(An Nisaa' : 115).

Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Orang-orang yang terdahulu masuk Islam 
dari kalangan Muhajirin dan Anshor serta orang-orang yang mengikuti mereka 
dengan baik, Allah ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada-Nya, Allah 
telah memepersiapkan bagi mereka surga-surga yang di bawahnya mengalir 
sungai-sungai mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, itulah kemenangan yang 
besar" (At Taubah : 100).

Rasulullah bersabda, "Barangsiapa diantara kalian yang masih hidup sesudahku 
niscaya di akan melihat perselisihan yang banyak, maka berpegang teguhlah 
dengan sunnah (jalan hidup)ku dan sunnah khulafa'ur rasyidin yang berpetunjuk 
gigitlah sunnah itu dengn gigi geraham, serta jauhilah perkara-perkara yang 
diada-adakan, karena setiap yang diada-adakan adalah bid'ah dan setiap bid'ah 
itu sesat" (HR. Abu Dawud dan lain-lain).

Biarlah mereka yang tidak percaya dengan kenyataan ini merasakan betapa 
susahnya menempuh kejayaan yang mereka cita-citakan dengan terjun di parlemen, 
dengan gerakan rahasia menghasut massa, memompa semangat para pemuda untuk 
menggulingkan penguasa dengan cara mereka atau menyibukkan mereka dengan 
dzikir-dzikir bid'ah dan pemikiran-pemikiran liberal, atau yang menyibukkan 
para pemuda yang tidak becus berpakaian dengan politik internasional, karena 
cepat atau lambat mereka akan merasakan pahitnya buah kesesatannya sendiri, 
sebagaimana yang dikatakan oleh Ar Razi setelah menyadari kekeliruannya yang 
sekian lama bergelut dengan ilmu kalam, "Barangsiapa menempuh cara sebagaimana 
apa yang pernah aku tempuh niscaya merasakan apa yang sudah aku rasakan".

Namun kami akan mengingatkan disini, bahwa kematian pasti datang dan anda tidak 
tahu kapan malaikat maut datang, seandainya Allah masih memberikan umur bagi 
anda untuk bertaubat dari manhaj yang menyimpang maka bersyukurlah, tapi jika 
ternyata malaikat maut menjemput sementara anda belum bisa menikmati indahnya 
manhaj salaf, maka janganlah mencela kecuali diri anda sendiri.

Allah Ta'ala berfirman, "Demi masa, sesungguhnya seluruh manusia berada dalam 
kerugian kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling mewasiatkan 
dalam kebenaran dan saling mewasiatkan dalam kesabaran" (Al 'Ashr : 1-3).

Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Orang-orang yang terdahulu masuk Islam 
dari kalangan Muhajirin dan Anshor serta orang-orang yang mengikuti mereka 
dengan baik, Allah ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada-Nya, Allah 
telah mempersiapkan bagi mereka surga-surga yang di bawahnya mengalir 
sungai-sungai mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, itulah kemenangan yang 
besar" (At Taubah : 100).

Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Barangsiapa yang dibebaskan dari neraka 
dan dimasukkan ke surga maka sungguh dia telah menang, dan tidaklah kehidupan 
dunia itu kecuali hanya sekedar kesenangan yang menipu" (Ali Imran : 185).




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Home is just a click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/DHchtC/3FxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke