Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,

Anti sebaiknya membaca kitab yang berjudul Rapor Merah Aa Gym, disana 
dijelaskan dengan jelas siapa sebenarnya Aa Gym itu dan bisa diperkuat dengan 
buku Talbis Iblis karya Ibnu Jauzi.

Dan ini ana sertakan email dari al akh Agung Priadi beberapa waktu lalu 
mengenai Aa Gym.

Semoga bermanfaat.

Syamsul.
--------

IBNU JAUZI berkata : "TASAWUF adalah mazhab (golongan) yang dikenal melebihi 
zuhud. Bukti bahwa antara ZUHUD dan TASAWUF berbeda adalah, yakni ZUHUD tidak 
dicela oleh siapapun, sedangkan TASAWUF telah dicela oleh para ulama,.." (al 
Muntaqa an Nafsis min Talbis Iblis: 214)

Maka cukuplah kiranya nasihat dari Syaikh Abubakar Jabir al Jazairi :
"Sesungguhnya, bisa saja tasawuf itu berasal dari sebagian Islam, tetapi bisa 
pula ia bukan dari ajaran Islam. Apabila tasawuf benar berasal dari sebagian 
ajaran Islam, maka ISLAM itu sendiri sudah cukup bagi kita. Sedangkan bila 
tasawuf bukan dari ajaran Islam, maka kita tidak pernah butuh kepada ajaran 
seperti itu."

---------------------------------------------
BERTASAWUFLAH BILA MAU RUWET
Oleh : Hartono Ahmad Jaiz
Majalah Media Dakwah Rajab 1424/september 2003 hal 33-46
---------------------------------------------

IMAM As-syafi'i berkata: "Seandainya seseorang menjadi sufi pada pagi hari, 
maka siang sebelum dhuhur ia menjadi orang yang dungu". Dia (Imam asSyafi'i) 
juga pernah berkata: "Tidaklah seseorang menekuni tasawuf selama 40 hari, lalu 
akalnya (masih bisa) kembali normal selamanya." [1]

Ungkapan Imam As Syafi'i rahimahullahu itu apakah masih bisa dirasakan langsung 
sampai kini??? Coba kita buktikan dengan menelusuri contoh sebagai berikut:

Sebuah buku yang isinya membela tasawuf sengaja ditulis oleh Tengku Zulkarnaen 
dengan judul "Salah Faham Penyakit Umat Islam Masa Kini—jawaban atas buku 
Raport Merah Aa Gym". Buku ini diterbitkan Yayasan al-Hakim, Jakarta Agustus 
2003 setebal 236 halaman. Ini merupakan bantahan terhadap buku Raport Merah Aa 
Gym, MQ di Penjara Tasawuf, tulisan Abdurrahman al-Mukaffi, Darul Falah, 
Jakarta April 2003.

Ada kejanggalan-kejanggalan yang kalau kita merujuk kepada perkataan Imam 
AsSyafi'I seperti tersebut barulah ketemu jawabnya. Di sana kejanggalan isi 
buku membela tasawuf dan Aa Gym ini bisa dikutip langsung sebagai berikut:

Kutipan:

"Untuk lebih jelasnya bagi pembaca sekalian kami ingin mencontohkan sebuah 
ungkapan orang-orang sufi: "Ketika ku kenal Allah maka leburlah daku". Ahli 
dzahir akan melihat kalimat ini sebagai ungkapan yang aneh dan sesat. Bagaimana 
mungkin Allah menjadikan hambanya lebur, bagaikan timah panas yang dibakar 
api,..? Memangnya Allah itu panas?! Kalau begitu i'tiqadnya, "telah kafirlah 
dia". Sebab menuduh Allah memberi mudharat. Demikian kira-kira pemahaman ahli 
zhahir yang buta ilmu tasawuf.

Para ahli tasawuf mengungkapkan ucapan di atas dengan jalan sebagai berikut: 
"Ketika aku belum kenal Allah, kurasakan aku orang yang hebat. Mampu beli ini, 
itu. Berbuat ini, berbuat itu. Aku berkuasa menjalankan mau-ku dan menyetop 
mau-nya orang. Tiba-tiba sakit kakiku, kena penyakit tetanus. Kata dokter 
kakiku harus dipotong, sebab telah membusuk. Kukatakan pada sang dokter bahwa 
aku punya uang 50 milyar, kesemuanya milikku. Ambil berapa engkau mau, asal 
kakiku jangan dipotong. Kemudian, ..barulah aku sadar, ternyata aku tak hebat. 
mempertahankan dan menjaga kakiku saja, aku tak mampu. Oh Allah,.. Engkau 
menguasai seluruh alam semesta alam. Betapa kuasa-Nya Engkau,.. Betapa hebatNya 
Engkau,.. Ketika kukenal Allah maka leburlah aku,.. Hilanglah aku dan seluruh 
kehebatanku ketika berhadapan dengan Allah." (Tengku Zulkarnaen, Salah Faham 
hal 63)

KOMENTAR

Begitulah,.. contoh langsung yang diungkapkan oleh seorang pembela tasawuf 
sekaligus pembela Aa Gym dalam bukunya untuk membantah buku Raport Merah Aa 
Gym, MQ di Penjara Tasawuf. Sepotong ungkapan orang tasawuf, "Ketika ku kenal 
Allah maka leburlah daku,",.. ternyata untuk memahaminya harus mutar-muter 
sana-sini dengan mengemukakan duitnya 50 milyar, kakinya busuk, enggan 
diamputasi oleh dokter. Cerita itu diputus begitu saja, apakah jadi dipotong 
atau tidak, atau duitnya diberikan betul ke dokter atau tidak, tak jadi 
diceritakan. Kemudian baru sadar dirinya tidak hebat. (Lha dari tadi sudah 
kesakitan). Lalu digambarkan kesadaran itu dengan ungkapan: Ternyata aku tak 
hebat, Oh Allah,.. Engkau menguasai seluruh alam semesta, mempertahankan dan 
menjaganya, tidak tidur siang dan malam. Betapa kuasaNya Engkau,.. betapa 
hebatNya Engkau,.. ketika kukenal Allah leburlah aku,.. hilanglah aku dan 
seluruh kehebatanku ketika berhadapan dengan Allah."

Kenapa harus mengatakan: "Ketika kukenal Allah maka leburlah aku"??? Tidak 
cukupkah ungkapan Islami dan wajar sebagai hamba Allah dengan mengucapkan 
Allahu Akbar, Allah Maha Besar, lalu disertai taubat, mohon ampunan kepada 
Allah atas kesombongan ataupun perasaan-perasaan hebat yang selama ini melekat 
dihatinya, lalu disertai dengan sikap tawadhu' terhadap Allah dan juga di dalam 
pergaulan sesama mahluk?? Kenapa perlu-perlunya mengatakan: "Ketika kukenal 
Allah maka leburlah aku"?? Yang disamping ungkapan itu rancu, masih pula 
mengandung macam-macam ketidaksesuaian dengan kenyataan dan aqidah???? Wong 
legan golek momongan (orang bebas dari kerepotan malah cari repot), kata orang 
Jawa. Itu cari kerjaan saja, hasilnya belum tentu ada, bahayanya sudah jelas.

Masih menyalah-nyalahkan orang yang dianggap sebagai ahli zahir lagi. Masih 
mengatakan orang yang tidak mampu memahami kata orang tasawuf yang rancu itu 
sebagai orang yang buta ilmu tasawuf lagi. Dan masih pula mengatakan bahwa para 
ahli tasawuf akan memahami ungkapan aneh itu dengan jalan ibarat-ibarat atau 
cerita konyol jadi-jadian. Yang duitnya 50 milyar-lah, yang kakinya busuk kena 
tetanus-lah, Yang pamer duit 50 milyar ke dokter lah. Lha kalau ahli tasawufnya 
orang yang tidak punya duit, kakinya busuk, orang-orang menyingkirinya, 
bagaimana??? Tentu harus  mutar cerita yang lain lagi. Sulit amat jalan yang 
harus ditempuh hanya untuk memahami ungkapan rancu orang tasawuf saja.

Itulah ulah orang tasawuf. Maka benarlah ungkapan Imam AsSyafi'i: "Seandainya 
seseorang menjadi sufi pada pagi hari, maka siang sebelum dhuhur ia menjadi 
orang yang DUNGU.": "Tidaklah seseorang menekuni tasawuf selama 40 hari, lalu 
akalnya (masih bisa) kembali normal selamanya."

Untuk menyadari kesalahan, mengakui kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala dan 
bertaubat memohon ampunanNya, tidak perlu ada ibarat-ibarat yang ruwet seperti 
digambarkan oleh pembela tasawuf itu, yang akhirnya harus muter-muter untuk 
membela ungkapan yang tidak nggenah-nya (tak karuannya) itu, yaitu ..."ketika 
kukenal Allah maka leburlah aku,... Sejak jaman Nabi Adam alaihi salam pun 
sudah dicontohkan dengan baik, sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanahu wa 
ta'ala tentang penyesalan Adam alaihi salam dan Hawa setelah melakukan 
pelanggaran, tidak taat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan tergoda syaitan.

Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan 
jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya 
pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi". (QS Al A'raaf :23)

Al Qur'an adalah perkataan yang paling baik, paling benar, dan menjadi pedoman 
untuk sepanjang masa. Di sini tidak ada keraguan sama sekali. Dan ternyata 
untuk menyadari kesalahan ataupun mengakui kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala 
tidak perlu mengucapkan ucapan-ucapan yang rancu dan merusak aqidah seperti 
yang dikemukakan orang tasawuf yaitu : ..ketika ku kenal Allah maka leburlah 
aku,.. TIDAK. (Akan) tetapi adalah ucapan wajar, benar dan penuh ketawadhu'an: 
"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak 
mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk 
orang-orang yang merugi."

Betapa jauhnya antara benarnya ungkapan dalam Al Qur'an dan sesatnya ungkapan 
orang sufi.

Nabi Ibrahim tentu lebih mengenal Allah dibanding orang sufi, hingga Allah 
mengisahkan ucapannya dalam Al Qur'an:

"(yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku dan 
Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, 
Dialah Yang menyembuhkan aku, dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan 
menghidupkan aku (kembali), dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni 
kesalahanku pada hari kiamat". (Ibrahim berdoa): "Ya Tuhanku, berikanlah 
kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh 
(QS Asy Syua'ara:78-83)

Itulah Nabi Ibrahim alaihi salam dia mengenal Allah Subhanahu wa ta'ala dan 
mengucapkan beberapa pernyataan, tidak ada pernyataan tentang "Ketika kukenal 
Allah , leburlah aku,..!!!!!!!!!!!!!"

Mana yang lebih bisa dipegangi, ucapan Nabi Ibrahim alaihi salam yang 
diabadikan Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Al Qur'an ataukah cerita khayalan 
tengku zulkarnaen pembela tasawuf, jama'ah tabligh dan Aa Gym yang punya konsep 
manajemen qalbunya saja hasil kontemplasi dan perenungan itu ??? Mana yang 
lebih selamat untuk diikuti, ungkapan Allah Subhanahu wa ta'ala dalam al Qur'an 
ataukah cerita picisan model sufi dalam buku tengku zulkarnaen selaku pembela 
Aa Gym yang tanpa mengaca diri berani-beraninya mengecam Syaikh Ibnu Taimiyyah, 
Ibnu Qayyim al Jauziyyah, dan faham Salaf itu?? Betapa jauhnya antara kebenaran 
yang ditunjukkan Allah dalam Al Qur'an dengan BUALAN orang sufi serta 
orang-orang yang dibelanya. Betapa jauhnya kerusakan mereka.

Mari kita lanjutkan penyimakan buku yang membela Aa Gym ini.

Kutipan

Tuan Abdurrahman selanjutnya mengatakan bahwa perlakuan The New York Times dan 
Time menyanjung Aa Gym tiada lain untuk membentuk publik figur yang pada 
akhirnya membentuk opini publik, bahwa demikianlah sesungguhnya Islam yang 
benar itu. Mereka menganggap metode manajemen qolbu (MQ) yang Aa Gym kembangkan 
itu memungkinkan dan memberi peluang besar terseretnya orang-orang muslim ke 
dalam agama Yahudi dan Nasrani. (Raport Merah hal 4)

Alangkah kejinya tuduhan tersebut, sebuah tuduhan yang hanya muncul dari 
orang-orang penderita sakit kejiwaan berupa "religios phobia" (salah satu 
penyakit jiwa, dimana sang penderita senantiasa membenci agama lain 
disekitarnya. Dan dia cenderung ingin menghancurkan seluruh agama lain yang ada 
kecuali agamanya sendiri. hal ini amat bertentangan dengan ajaran Islam yang 
tetap memberi kebebasan pada semua pemeluk agama lain, dan terlarang memaksa 
mereka masuk Islam) (Salah Faham hal 8-9)

KOMENTAR

Benar-benar tragis. Apakah memang benar Abdurrahman Al Mukaffi sakit kejiwaan?? 
Dan apakah Abdurahman ingin memaksa agar orang non Islam masuk Islam?? Dan 
salahkah pernyataan Abdurahman itu??

Tengku Zulkarnaen sendiri mengutip satu pernyataan dalam buku itu dibagian 
lainnya, mengutip wawancara dengan Ramadhan Pohan (yang sudah hampir 5 tahun 
bermukim di Washington DC, Amerika Serikat) ditulis oleh Ulil Abshar Abdala di 
Harian Indo Post, ahad 29 juni 2003, hal 4, diantaranya: ,...sentimen anti 
Islam bermunculan di kalangan masyarakat Amerika. Bahkan, misalnya, surat kabar 
semacam The New York Times tampak sekali bias dalam mengutip ungkapan 
insituatif. Misalnya, berbunyi: "Mari kita habiskan saja Arab-arab barbar 
itu"!! (Salah Faham hal 20)

Nah, lembaga besar yang sudah jelas mengidap sentimen anti Islam, tahu-tahu 
menyanjung Aa Gym. Apa makna dibalik itu?? Apakah demi kejayaan dan ketinggian 
Islam? Coba jelaskan!!!

Salahkah ungkapan Abdurrahman yang mengingatkan umat agar hati-hati dengan 
pernyataan bahwa perlakuan The New York Times dan Time menyanjung Aa Gym tiada 
lain untuk membentuk publik figur, bahwa demikianlah sesungguhnya Islam yang 
benar itu. Mereka menganggap metode manajemen qolbu (MQ) yang Aa Gym kembangkan 
itu memungkinkan dan memberi peluang besar terseretnya orang-orang muslim 
kedalam agama yahudi dan Nasrani ??

Tidak. Bukti-bukti pun bermunculan. Lembaga besar yang jelas anti Islam 
sebagaimana Pak Tengku kutip sendiri itu, jelas faham betul. Dari sisi tasawuf 
secara umum begitu saja, orientalis pada umumnya sejak zaman penjajahan sudah 
faham betul bahwa itu JALAN YANG SANGAT MEMBERI PELUANG RUSAKNYA ISLAM. Maka 
sampai kini ditempuh oleh Barat dengan mendirikan pusat-pusat kajian Islam di 
perguruan-perguruan tinggi terkemuka di Barat, tak lain misinya adalah 
menyuntikkan tasawuf atau sufisme ke anak-anak cerdas Muslimin sedunia agar 
jadi alat mereka. Hal itu sudah diteliti secara seksama dan diseminarkan secara 
internasional oleh pakar-pakar Islam di London tahun 1990-an bahwa apa yang 
disebut-sebut studi-studi Islam di universitas-unversitas barat itu hanyalah 
mementingkan sufisme (tasawwuf). Islam dipandang sebagai sub-budaya Timur, dan 
tidak sebesar Kong Hucu atau Hindu Budha. Dan yang disebut Islam itu hanyalah 
sufisme (Tasawwuf).[2] Maka tak mengherankan alumni-alumni barat yang mereka 
kirim untuk belajar Islam kepada orang-orang kafir itu ketika pulang mereka 
ramai-ramai menjajakan tasawuf dan suara-suara aneh yang merusak atau 
menginterupsi Islam.

Mengenai dakwahnya Aa Gym, jelas apa yang dikemukakan Abdurahman Al Mukaffi 
boleh diuji. Abdurahman tidak mudah disebut sebagai pengidap sakit kejiwaan. 
Dan kalau Abdurahman itu sakit jiwa, saya kasihan kepada Pak Tengku Zulkarnaen 
yang menulis buku khusus membantah buku Aburahman Al mukaffi dengan membela Aa 
Gym setebal 236 halaman. Capai-capai dan payah-payah menulis buku hanya 
menanggapi orang yang dianggap sakit jiwa. Apa tidak rugi??

Dakwah Aa Gym itu landasannya apa?? Itulah yang sangat penting. Ternyata 
menurut pengakuan Aa Gym, dakwahnya selama ini yang disebut manajemen Qolbu 
(MQ) itu berlandaskan hasil kontemplasi dan perenungan selama bertahun-tahun 
yang ia gali dari kedalaman dirinya sendiri. Untuk lebih jelasnya, mari kita 
simak kutipan berikut ini:

Seperti dikatakan Aa Gym sendiri, dirinya memang telah bertahun-tahun berusaha 
untuk menemukan konsep-praktis Manajemen Qalbu ini. Yang menarik, Aa gym 
berusaha menggali konsep ini bukanlah dari kekuatan diri orang lain, melainkan 
dari kedalaman dirinya sendiri. Proses introspeksi diri yang dilakukannya, baik 
bersama seluruh keluarga, santri, dan para sahabat maupun dengan dirinya 
sendiri –terutama ketika berada sendirian di keheningan malam atau saat 
terpojok oleh masalah-masalah duniawi- terasa cukup efektif untuk merumuskan 
konsepnya ini.
Ternyata, setelah melewati proses kontemplasi atau perenungan yang dalam konsep 
Manajemen Qalbu menunjukkan bahwa manusia mampu mengendalikan dirinya. (Hernowo 
& Deden Ridwan ed, Aa Gym dan Fenomena Daarut Tauhid, Mizan, Bandung cet X 
februari 2003,halaman 25)

Lebih jauh lagi Aa Gym menulis sendiri dengan menyatakan:

"Berdasarkan Manajemen Qalbu, saya kemudian memiliki prinsip bahwa apabila 
seseorang hatinya bersih (dalam hal ini mampu dibuat bersih oleh diri orang 
itu), maka dia akan menjadi 'pusat' segala aktifitas di bumi. Dia akan menyedot 
seluruh perhatian orang. Baik orang yang suka berbisnis, orang yang suka 
berdakwah, orang yang suka mengembangkan SDM, maupun siapa saja. Orang yang 
hatinya dapat dibuat bersih secara otomatis akan membuat geraknya memiliki 
magnet yang luar biasa. Kata-katanya akan meyakinkan lawan bicaranya,.. 
(Hernowo & Deden, idem , hal 227)

Pertanyaan yang perlu dikemukakan, apakah memang Islam memerlukan kontemplasi 
dan perenungan terhadap kedalaman diri sendiri yang kemudian diyakini bahwa 
nantinya kalau hatinya bersih lalu akan mengeluarkan magnet hingga menyedot 
perhatian seluruh orang di bumi? Tak cukupkah Al Qur'an dan As-Sunnah untuk 
mengatur manusia di dunia ini?Dan apakah tujuan orang untuk menjalankan Islam 
itu agar berhasil menyedot perhatian seluruh orang di bumi ini?

Betapa jauhnya antara ajaran Islam dengan konsep Aa Gym. Maka tidak 
mengherankan bila lembaga besar seperti The New York Times yang oleh bukunya 
Tengku Zulkarnaen pun dikutip sebagai anti Islam itu, melihat celah-celah bahwa 
dakwah Aa Gym sebenarnya tidak persis dengan Islam. Hingga model yang seperti 
itulah yang justru mereka dukung untuk dibesarkan, agar umat Islam tidak 
terbina secara Islam yang benar-benar sesuai dengan Islam. Itulah bahasa 
gamblangnya diungkapkan oleh Abdurrahamn al Mukaffi bahwa perlakuan The New 
york times dan Time menyanjung Aa Gym tiada lain untuk membentuk publik figur 
yang pada akhirnya membentuk opini publik, bahwa demikianlah sesungguhnya Islam 
yang benar itu. Mereka menganggap metode manajemen Qalbu (MQ) yang Aa Gym 
kembangkan itu memungkinkan dan memberi peluang besar terseretnya orang-orang 
muslim ke dalam agama Yahudi dan Nasrani.

Bayangkan, ketika Aa Gym berpidato di Masjid Istiqlal Jakarta dan disiarkan TV 
swasta ditonton oleh jutaan orang, tau-tau mencontohkan orang yang baik itu 
mukanya pun sudah tampak, contohnya Bunda Theresa (orang non Muslim). Apakah 
itu merupakan dakwah yang sesuai dengan Islam? Padahal Al Qur'an sudah 
menegaskan:

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik 
bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari 
kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Qs Al Ahzab 21)

Bagaimana pula ketika umat Islam belum lama dibantai oleh orang-orang Nasrani 
dibakar di dalam masjid hingga mati ratusan muslimin di Indonesia Timur, 
tau-tau kemudian Aa Gym berpidato di Gereja Morio Poso (Sulawesi) dihadapan 500 
jemaat dengan berkata:

"Saudara-saudara, kita memang berbeda agama. Tapi kita mempunyai kesamaan, 
sama-sama mempunyai hati!! (menjaga Hati hal 32, dikutip dalam Raport Merah hal 
5)

Sehabis itu khabarnya Aa Gym juga bergabung dalam apa yang disebut do'a bersama 
antara berbagai agama di Bali setelah kasus letusan bom di Legian Kuta Bali.

Ini yang perlu dipertanyakan, apa landasan Aa Gym berbuat seperti itu? 
Sedangkan dalam agama Islam, zaman Nabi Shalallahu alaihi wa sallam yang saat 
itu orang Nasrani tidak membantai Muslimin saja, justru para utusan Nasrani 
dari Najran (60) orang dibantah keras oleh nabi Shalallahu alaihi wa sallam. 
Dua pendetanya langsung dinyatakan Nabi Shalallahu alaihi wa sallam: "Kalian 
berdua berdusta". Bahkan Allah Subhanahu wa ta'ala menurunkan wahyu yang isinya 
agar Nabi Shalallahu alaihi wa sallam mengajak mubahallah (saling do'a agar 
dilaknat oleh Allah atas orang bohong dari keduanya, lihat tafsir Ibnu Katsir 
dalam menafsirkan surat Al Imran 59-63).

Lha umat Islam sudah dibantai, dipecundangi, dimana-mana dimurtadkan, dihamili 
agar masuk kristen dan aneka cara pemurtadan, tahu-tahu Aa Gym berbuat seperti 
itu. Salah sasarankah bidikan lembaga luar negeri yang anti Islam itu dalam 
menjujung Aa Gym? Dan salahkah Abdurahman Al Mukaffi yang mengingatkan Aa Gym 
dan umat Islam agar waspada akan kelicikan kelompok yang anti Islam itu? Dan 
salahkah Abdurahman Al Mukaffi yang mengingatkan kepada Aa Gym dan umat Islam 
bahwa dakwahnya tidak sesuai dengan Islam.

Dimana ayat Lakum dinukum waliyadiin (bagimu agamau dan bagiku agamaku) 
diletakkan?

Menurut Tafsir Ibnu Katsier, ayat itu ada penegasan di ayat lain: Sesungguhnya 
telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang 
bersama dengan dia ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami 
berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami 
ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan 
kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja" (QS Al 
Muntahanah : 4)

Rupanya Aa Gym dan juga Pak Tengku Zulkarnaen yang sama-sama pembela Tasawuf 
ini menganggap ada sifat buruk dari sebagian umat Islam (Kalau Pak Tengku 
langsung menunjuk Abdurahman Al Mukaffi) yang mengidap "religious phobia" 
(salah satu penyakit jiwa, dimana sang penderita senantiasa membenci agama lain 
disekitarnya. Dan dia cenderung ingin menghancurkan seluruh agama lain yang ada 
kecuali agamanya sendiri. Hal ini amat bertentangan dengan ajaran Islam yang 
tetap memberi kebebasan pada semua pemeluk agama lain, dan terlarang memaksa 
mereka masuk Islam).

Mengenai tuduhan ini, pertama, apakah memang orang mengingatkan perbuatan yang 
menguntungkan non Muslim seperti tersebut termasuk memaksa agar orang lain 
masuk agama Islam? Kedua, definisi "religious phobia" itu dari mana, dan apakah 
sesuai dengan Islam?

Bagaimana kalau penganut definisi itu berhadapan dengan ayat-ayat Al Qur'an 
diantaranya :

"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) 
janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai 
orang-orang yang melampaui batas" (QS al Baqarah :190)

"Jika mereka merusak sumpah (janji) nya sesudah mereka berjanji, dan mereka 
mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, 
karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang 
janjinya, agar supaya mereka berhenti" (at Taubah:12)

"...dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi 
kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang 
bertakwa" (Qs at taubah :36)

"Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar 
kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, 
bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa" (Qs at taubah :123)

"Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) 
ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi 
kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang 
lalim" (QS al Bagqarah :193)

"Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu 
semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka 
sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan" (QS Al Anfaal:39)

Pertanyaaan yang perlu diajukan: kalau konsejuen, apakah berani Pak tengku 
bermodalkan definisi "religious phobia" itu kemudian mengalamatkannya kepada 
pelaksana-pelaksana ayat-ayat Al Qur'an itu secara konsekuen yaitu Nabi 
Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam dan para shahabatnya yang setia?? Haruskah 
ayat-ayat itu tidak diberlakukan bahwa kalau ada yang mau memberlakukan perlu 
dituduh sebagai orang yang "religious phobia" ??

Benarlah ucapan Imam AsSyafi'i tersebut di atas.
--------------------------------------------------------------------------------
Foote Note

[1]. Ibnul Jauzi,Tablis Iblis, Darul Fikr,Beirut 1368H hal 71, lih. Tasawuf 
Belitan Iblis oleh Hartono Ahmad Jaiz, Darul falah ,Jakarta hal 26-27)

[2]. (lih. Bila hak Muslimin dirampas, Hartono Ahmad Jaiz, Pustaka Al Kautsar, 
Jakarta 1994)



On 6/5/06, Ninil <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>  Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
>
>  Saya mohon dengan sangat pendapat dan bantuan dari ikhwah semua:
>
>  Ada teman saya akhwat yang awam dengan agama
>  beliau ingin sekali belajar di Daarut Tauhid pimpinan Aa Gym.
>  Dulu sebelum saya kenal manhaj ini, saya adalah santri disana,
>  sekarang ini teman saya ini ingin sekali (dengan semangat membara)
>  belajar disana dan mencari informasi dari saya. (kemungkinan
>  beliau akan ikut pelatihan MQ bulan Juli)
>  bingung......saya harus gimana, smentara saya tahu disana banyak
>  bidahnya sprti (mohon dikoreksi jika salah):
>
>  1. Dzikir berjamaah
>  2. Nasyid Islami plus musik
>  3. Tahajjud berjamaah + muhasabah
>  4. tadarus berjamaah
>  5. Perayaan hari besar islam
>  6. Sholat goib untuk orang yang meninggal di daerah yg ada yang
> menyolatinya
>  7. Kirim surat al fatiha untuk jamaah lain yang sakit atau meninggal
>  8. Mengkhususkan membaca Al-Quran setiap malam jumat dengan surat Yaasin,
> Al-Mulk,Al-Waqiah
>  9. membaca asmaul husna dengan dilagukan
>  10.Dzikir dengan lafaz tunggal Allah.
>
>  Sementara kalau saya jelaskan ini bidah dan sesat, saya takut beliau smakin
>  tidak mengerti dan malah kapok belajar islam. gimana ya enaknya?
>  soalnya beliau udah mantep mau kesana.
>
>  saya amat sangat mengharap saran dari ikhwah semua, dan pendapat mengenai
>  ajaran di DT apakah sebaiknya dihindari, soalnya jujur, DT mengenalkan
> Islam
>  dengan mudah dan indah, dan saya sendiri jatuh cinta pertama kali untuk
> belajar
>  islam ya disini. Dan sampai saat ini saya juga masih beberapa kali
>  datang kesana, karena suasananya memang menyenangkan.
>
>  Jazakumullahu khair
>
>  Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
>
>  - Ninil -





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Everything you need is one click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke