Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

JIKA WANITA PERNAH MEMILIKI DUA SUAMI

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
sumber http://www.almanhaj.or.id

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Jika seorang wanita
pernah memiliki dua orang suami di dunia, siapa di antara keduanya
yang menjadi suaminya di akhirat ? Allah menyebutkan "istri-istri"
bagi kaum laki-laki, namun tidak pernah menyebutkan adanya
"suami-suami" bagi kaum wanita. Kenapa ?

Jawaban.
Jawabannya dapat diambil dari keumuman firman Allah Ta'ala.

"Artinya : Di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan
memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan
(bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"
[Fushilat : 31-32]

"Artinya : Di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh
hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya"
[Az-Zukhruf : 71]

Seorang wanita, jika ia termasuk ahli jannah dan belum pernah menikah
atau suaminya menjadi ahli naar, maka ketika ia telah masuk surga
disanapun terdapat kaum laki-laki yang belum pernah menikah di dunia.
Mereka akan mendapatkan pasangan dengan bidadari dan juga pasangan
dengan wanita gadis dari dunia jika mereka mau. 

Demikian juga dengan wanita yang belum pernah memiliki suami atau
punya suami di dunia namun tidak ikut masuk jannah bersamanya, maka
jika ia ingin berpasangan, ia akan memperoleh apa yang ia inginkan
sesuai dengan keumuman ayat diatas.

Saya belum pernah mendapatkan nash yang secara khusus mempersoalkan
masalah ini. Hanya Allah saja yang tahu.


[Disalin dari kitab Fatawa Anil Iman wa Arkaniha, yang di susun oleh
Abu Muhammad Asyraf bin Abdul Maqshud, edisi Indonesia Soal-Jawab
Masalah Iman dan Tauhid, Pustaka At-Tibyan]


KAUM LAKI-LAKI MEMPEROLEH BIDADARI DI JANNAH, LALU WANITANYA ?

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Disebutkan bahwa kaum
laki-laki akan memperoleh bidadari di jannah, lalu bagi kaum wanitanya ?

Jawaban.
Allah Tabaraka Wa Ta'ala berfirman mengenai nikmat yang diperoleh bagi
ahli jannah.

"Artinya : Di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan
memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan
(bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"
[Fushilat : 31-32]

"Artinya : Di dalam jannah itu terdapat segala apa yang diingini oleh
hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal didalamnya"
[Az-Zukhruf : 71]

Sudah maklum juga bahwa "zuwaj" merupakan termasuk hal yang
diinginkan oleh hati dan ini bisa didapatkan oleh ahli surga, baik
yang laki-laki mupun wanita. Kaum wanita dipasangkan oleh Allah di
dalam jannah dengan suaminya yang dahulu dalam hidupnya di dunia.
Allah Ta'ala berfirman.

"Artinya : Ya Rabb kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga 'Adn
yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang shalih di
antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, Engkau-lah yang
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" [Ghafir : 8]


[Disalin dari kitab Fatawa Anil Iman wa Arkaniha, yang di susun oleh
Abu Muhammad Asyraf bin Abdul Maqshud, edisi Indonesia Soal-Jawab
Masalah Iman dan Tauhid, Pustaka At-Tibyan]


Ana hanya cerita hikmah saja dibawah ini:

1. Pertama ana yakin, keinginan utama para wanita adalah memiliki
kecantikan yang sangat luarbiasa. Ana yakin pasti wanita yang tidak
cantik tapi dia memiliki suami lebih dari satu pasti dia bakal resah
mungkin stress karena bayangan, apakah benar suami saya ini mencintai
saya, atau ada hal lain yang dikejarnya, terus jangan - jangan
dibelakang dia selingkuh.

2. Ana pernah membaca hadist di kitab riadhus sholihin, ana lupa
redaksinya. Di hadist itu dikatakan bahwa laki2x yang masuk surga akan
diberi kekuatan seperti 100 laki2x terkuat didunia. Maka bagi yang
sudah menikah pasti tahu hikmah ini, wanita pasti bahagia dengan
laki2x walau satu asal perkasa dari pada dua tapi loyo. Satu aja belum
habis, apalagi dua. Maka sebenarnya, para wanita yang masuk surga itu
walau punya suami satu tapi sebenarnya seratus orang. 

wallahu'alam

-----------------------------------------

Soal masalah gender, kita sering dengar kata-kata emansipasi,dsb.
Tapi ana cerita punya pengalaman dari sepupu isteri ana, - beberapa
hari yang lalu kami (ana & isteri) bersilaturahmi ke rumahnya tanpa
direncanakan -. 

Ya boleh dibilang kalau orang lain melihat kehidupannya (sepupu) ana
pasti semua orang bakal merasa iri, dari segi jasmani, dari segi
materi semua tercukupi bahkan berlebih. Bahkan isteri ana sempat
merasa "minder" sama sepupunya itu. Tapi sepupu ana itu cerita, (saat
itu tidak ada suaminya), dia cerita bahwa dia pernah punya pengalaman
miskin dan sekarang dia suah kaya. Awalnya dia merasa bahagia, bisa
memberi bantuan ke saudara, apapun yang di inginkan bisa dibeli.
Bahkan, jangankan gaji suaminya, gajinya saja sendiri tidak habis
dimakan berdua. Tapi apa yang dirasakan, dia merasa materi bukanlah
sumber kebahagiaan. Dia dan suaminya kadang dalam sebulan hanya
bertemu  4 - 5 hari saja. Dia kadang merasa ingin berhenti bekerja,
tapi seakan - akan sudah terjebak, karena tidak tahu apa yang harus
dilakukan dirumah.

Dari pengalaman itu, ana sebenarnya bisa menyimpulkan. Bagi
wanita-wanita yang belum pernah merasakan dunia emansipasi yang
sebenarnya dan mereka merasa bahwa dunia emansipasi memberikan
keadilan dan kebebasan, pada dasarnya mereka sudah tertipu. Mereka
telah ditipu oleh kedengkian wanita - wanita barat (kafir) yang
kehidupan mereka sudah terjerumus kedalam dunia emansipasi. Mereka
dengki melihat wanita2x muslimah memiliki para penasihat & penjaga
yang mencegah wanita2x muslimah jatuh kedalam lumpur kehinaan.

Pernah isteri ana protes sama ana, kenapa ana terlalu banyak
menasihati bahkan mengatur. Lalu ana katakan pada isteri ana, coba
ingat-ingat kembali, dulu sebelum menikah pasti pernah berketetapan
dalam hati. Bahwa nanti ingin menikah dengan seorang laki2 yang sholeh
yang bisa membimbing. Betulkan?? Nah saat ini ("abi") sedang melakukan
kewajiban itu, maka mungkin ("ummi") akan kecewa jika ("abi") diam
saja atau tidak peduli, apakah ("ummi") mau begini atau begitu
dibiarkan saja seperti kebanyakan suami takut isteri. Jadi kalau
merasa ada ganjalan hati dengan mendengar nasihat ini, bersabar saja.
Itu tandanya bahwa perbuatan itu suatu kesalahan yang harus diperbaiki
setelah mendengar nasihat ini." 

Ana pernah mengatakan sama isteri ana, "mau punya suami takut isteri
seperti kebanyakan orang, mungkin mereka saat masih muda sekarang
senang aja karena merasa menang bisa mengalahkan suami, tapi nanti
kalau sudah tua dan tidak menarik lagi, yang ada adalah ditinggalkan
suami. Punya suami tapi menjanda, tidak diperdulikan lagi."

Maka ana katakan, para wanita2x barat iri dan dengki dengan wanita2x
muslimah, karena tidak ada yang berani menasihati mereka, menghukum
mereka jika salah, yang ada hanya kedzaliman jika mereka tidak bisa
memuaskan nafsu-nafsu para pasangannya. Maka ketika kecantikan mulai
menjauh dari mereka, mereka mulai dijauhi dan bahkan dihina oleh para
laki-laki yang seharusnya menjaga mereka.

Karena itu, wanita2x yang sudah melihat kebajikan dalam Islam, maka ia
bersyukur kepada Allah karena diberikan hidayah.

wallahu'alam.




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Everything you need is one click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke