Pada tanggal 6/8/06, Kartiko Adi Pramono <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

Assalamu'alaikum,


Wa alaykum salam,

Mohon penjelasan mengenai haramnya hipnotis. Karena saat ini di
kantor-kantor banyak diadakan pelatihan kepemimpinan yang menggunakan
metodologi itu. Ana sampai sekarang masih sangat awam mengenai hal itu
(belum tahu hukum dan dalil yang menjelaskan masalah itu). Bagaimana sikap
dan alasan jika lembaga mewajibkan mengikuti pelatihan dengan metodologi
seperti itu.


Izinkanlah saya yang masih pelajar ini untuk memberikan pendapat. Mohon agar pendapat saya diberi komentar dan koreksi dari para ulama di milis ini.

Semua orang sepakat bahwa science terbagi 2, yaitu eksakta dan noneksakta.

Eksakta adalah science yang membahas masalah2 yang relatif sederhana dan gampang dicerna akal, sehingga eksperimen2 untuk menghasilkan bukti2 empiris yang sahih dapat dilakukan dengan mudah. Hasilnya, teori2 dalam eksakta adalah berdasarkan dalil2 yang sahih, dan biasanya tidak ada banyak khilafiah.

Contoh eksakta adalah matematika, ilmu pengetahuan alam, dan engineering.

Noneksakta adalah science yang membahas masalah2 yang rumit, seperti perikemanusiaan dan filsafat. Seringkali, hal yg dibahas berada diluar jangkauan akal, dan eksperimen untuk memperoleh bukti2 yang sahih sangat sulit dilakukan. Akibatnya, orang2 lalu mengandalkan pendapat pribadi sebagai dasar teori, dan akibatnya muncul banyak khilafiah dan madzhab.

Contoh noneksakta adalah filsafat, ilmu pengetahuan sosial, dan psikologi.

Jika kita amati, maka nampak bahwa eksakta telah sukses memajukan peradaban manusia, namun noneksakta tidak. Akal manusia ternyata hanya bagus untuk membahas hal2 teknis saja. Solusinya: untuk noneksakta, manusia sangat memerlukan wahyu (Al-Qur'an dan As-Sunnah) sebagai dasar teori.

Jadi, manhaj seorang Muslim adalah hanya menggunakan science untuk hal2 eksakta saja, dan bersikap sangat waspada terhadap penggunaan science untuk hal2 noneksakta. Inovasi2 dalam eksakta sangat aman, namun inovasi2 dalam noneksakta seringkali menimbulkan bid'ah dan khurafat.

Untuk amannya, sebaiknya kita tinggalkan saja science2 noneksakta. Sebagai gantinya, kita pergunakan ilmu yang berbasis Al-Qur'an dan As-Sunnah. Bukankah hal2 seperti ilmu pengetahuan sosial dan psikologi telah dibahas tuntas oleh para ahli fikih kita?

Hari ini, banyak pelatihan2 kepribadian berbasis science, seperti pelatihan hipnotis yang sedang dibahas ini. Tentu saja, ini termasuk noneksakta.

Demi keselamatan kita, lebih baik pelatihan2 seperti ini kita tinggalkan saja, dan sebagai gantinya kita pergunakan pelatihan2 kepribadian (akhlak) yang berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah serta manhaj salafus salih.

Mohon jika ada yang bisa memberikan penjelasan yang lengkap mengenai itu,
ana akan sangat berterima kasih.

Wassalamu'alaikum,
Kartiko


Wassalamu alaykum
Rizki Mulyawan
Pelajar


__._,_.___

SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------





SPONSORED LINKS
Sunnah Islam Islam empire of faith
Islam koran Islam music Islam video


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke