Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kepada ikhwan fillah, semoga Allah memberi rahmat kepada antum semua.
Kepada ikhwan fillah, semoga Allah memberi rahmat kepada antum semua.
Barangkali pernah baca/mendengar bagaimana keyakinan Jama'ah Tabligh?
Semalam dari ba'da isya sampai jam 23.00 saya diskusi dengan seorang tablighi yang keliatannya sudah 'berilmu' dikalangan mereka. Hasil dari diskusi itu saya simpulkan sbb:
1. Mereka punya struktur cara berdakwah yang sistematis yang dibuat-buat oleh pimpinannya Moh. Ilyas. Mereka menganggap bahwa cara mereka berdakwah adalah cara yang terbaik, mengalahkan cara dakwah ulama2 lainnya termasuk ulama Arab Saudi yang hanya duduk2 di majelis ilmu dalam menyampaikan dakwahnya.
2. Ilmu yang mereka dapati sangat minim, namun mereka punya semangat untuk berdakwah. Bahkan dikalangan mereka orang bodoh pun didorong-dorong untuk berdakwah. Saya mengkiaskan cara berdakwah mereka dengan seorang dokter. Kalau dokter itu kuliah baru 1 semester, lantas dia berani menyuntik pasien, apa gak berbahaya? Walau diakui mereka sama-sama punya semangat yang tinggi, sang dokter ingin agar pasiennya cepet sembuh, demikian juga orang2 JT ingin orang2 yang mereka dakwahkan agar cepet sadar, kembali ke Islam. Namun caranya batil. Dengan bekal ilmu ala kadarnya mereka berani berdakwah. Saya bilang hati2 dalam menyampaikan agama, seandainya disampaikan salah maka ancamannya neraka....beda dengan dokter tadi. Kalau salah suntik, paling bengkak, atau tragisnya si pasien akan meninggal dunia. Tapi kalo menyampaikan perkara agama dan yang disampaikan adalah kebatilan...maka siap2 dia masuk neraka karena telah berdusta meskipun tidak disadarinya karena kajahilannya terhadap ilmu agama.
3. Keyakinan mereka dibangun di atas cerita2, mulai dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, para shahabat, dst...bahkan sampai kepada Moh. Ilyas sang pendiri JT. Namun saya beranggapan cerita mereka dibangun di atas cerita yang tidak bersumber dari dalil yang shahih. Bahkan keyakinan mereka mengarah kepada cerita yang ditambah-tambah dari sumber yang aslinya. Dia menceritakan saat temennya kehilangan STNK, dia menyuruh temannya untuk shalat hajat 2 raka'at dan baca Yasin....terus gak lama kemudian STNK nya ditemukan. Ada juga yang kehilangan kunci motornya, dia nasehati temennya seperti orang pertama maka gak lama kemudian ada orang yang mengembalikan kuncinya. Saat saya tanya darimana dalilnya untuk shalat hajat dan baca Yasin untuk mengembalikan barang yang hilang? Dia bilang saya belum tahu (?). Saya tanya lagi apakah tau bahwa shalat hajat dalilnya lemah? Dia juga gak tau. Aneh saya pikir...
4. Dia bilang, orang JT berusaha menjalankan sunnah dari yang terbesar sampai yang terkecil. Saya tanya lagi: omongan antum harus konsekuen, apakah perjalanan/khuruj 3 hari, 7 hari, 40 hari ada sunnahnya? Memang tidak ada katanya, tetapi dia melihat perjalanan para shahabat untuk berdakwah ke suatu negeri atas perintah Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam. Mereka mentakwilkan cara shahabat demikian dengan khuruj-nya JT.
5. Mereka menafsirkan kisah2 para shahabat dengan penafsiran diri sendiri. Khuruj 10 orang dianggap sama seperti 10 nama malaikat (yang wajib diketahui). Khuruj 7 orang sama seperti kisah Ashabul Kahfi, dst...
6. Saya berkesimpulan bahwa mereka termasuk ustadz, dan pimpinannya menganggap bahwa JT adalah sama layaknya seperti Rasulullah dan para shahabatnya. Ada cerita mereka diantaranya:
- Ketika Rasulullah menyuruh Zaid bin Usamah yang katanya jahil dalam ilmu agama, mereka pun menyuruh seseorang diantara mereka yang jahil dalam ilmu agama untuk berdakwah dan memimpin rombongan dakwahnya.
- Kalau Rasulullah menyuruh para shabatnya untuk berjihad, maka mereka pun melakukan hal yang sama lewat perintah pemimpinnya. Aneh sekali, padahal mereka gak punya kekuatan, dana, mesin perang, dsb....hanya modal semangat dan nekat mereka jihad.
- Kalau para sahabat meninggalkan anak dan istrinya untuk berjihad, maka mereka pun melakukan hal yang sama dengan meninggalkan anak dan istrinya untuk khuruj....kalo istri sahabat mampu ditinggal suaminya selama 4 bulan, demikian juga khurujnya mereka sampai 4 bulan lamanya...
- Kalo sahabat bergerombol dalam melakukan perjalanan ke suatu negeri untuk jihad, mereka pun bergerombol untuk khuruj ke suatu daerah dan silaturahmi dari rumah ke rumah menyampaikan dakwahnya. Aneh...mentakwilkan perbuatan para shahabat dengan khurujnya JT.
7. Kalo dibacakan Al-Qur'an yang berisi ayat-ayat ancaman, maka sesuai anjuran pemimpinnya (dalam kitabnya) mereka diusahakan menangis walaupun hanya pura-pura....
Itulah diantara hasil diskusi saya semalam yang saya ingat.
Maka bagi yang mau berfikir, hendaklah meninggalkan JT untuk keseluruhannya baik keyakinannya, cara ibadahnya, dakwahnya dsb...JT dibangun diatas ketidakpastian dalil dan pemahaman para pemimpinannya, sedikit sekali berpegang pada pemahaman para salafush shalih... Wallahu a'alam
Semalam dari ba'da isya sampai jam 23.00 saya diskusi dengan seorang tablighi yang keliatannya sudah 'berilmu' dikalangan mereka. Hasil dari diskusi itu saya simpulkan sbb:
1. Mereka punya struktur cara berdakwah yang sistematis yang dibuat-buat oleh pimpinannya Moh. Ilyas. Mereka menganggap bahwa cara mereka berdakwah adalah cara yang terbaik, mengalahkan cara dakwah ulama2 lainnya termasuk ulama Arab Saudi yang hanya duduk2 di majelis ilmu dalam menyampaikan dakwahnya.
2. Ilmu yang mereka dapati sangat minim, namun mereka punya semangat untuk berdakwah. Bahkan dikalangan mereka orang bodoh pun didorong-dorong untuk berdakwah. Saya mengkiaskan cara berdakwah mereka dengan seorang dokter. Kalau dokter itu kuliah baru 1 semester, lantas dia berani menyuntik pasien, apa gak berbahaya? Walau diakui mereka sama-sama punya semangat yang tinggi, sang dokter ingin agar pasiennya cepet sembuh, demikian juga orang2 JT ingin orang2 yang mereka dakwahkan agar cepet sadar, kembali ke Islam. Namun caranya batil. Dengan bekal ilmu ala kadarnya mereka berani berdakwah. Saya bilang hati2 dalam menyampaikan agama, seandainya disampaikan salah maka ancamannya neraka....beda dengan dokter tadi. Kalau salah suntik, paling bengkak, atau tragisnya si pasien akan meninggal dunia. Tapi kalo menyampaikan perkara agama dan yang disampaikan adalah kebatilan...maka siap2 dia masuk neraka karena telah berdusta meskipun tidak disadarinya karena kajahilannya terhadap ilmu agama.
3. Keyakinan mereka dibangun di atas cerita2, mulai dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, para shahabat, dst...bahkan sampai kepada Moh. Ilyas sang pendiri JT. Namun saya beranggapan cerita mereka dibangun di atas cerita yang tidak bersumber dari dalil yang shahih. Bahkan keyakinan mereka mengarah kepada cerita yang ditambah-tambah dari sumber yang aslinya. Dia menceritakan saat temennya kehilangan STNK, dia menyuruh temannya untuk shalat hajat 2 raka'at dan baca Yasin....terus gak lama kemudian STNK nya ditemukan. Ada juga yang kehilangan kunci motornya, dia nasehati temennya seperti orang pertama maka gak lama kemudian ada orang yang mengembalikan kuncinya. Saat saya tanya darimana dalilnya untuk shalat hajat dan baca Yasin untuk mengembalikan barang yang hilang? Dia bilang saya belum tahu (?). Saya tanya lagi apakah tau bahwa shalat hajat dalilnya lemah? Dia juga gak tau. Aneh saya pikir...
4. Dia bilang, orang JT berusaha menjalankan sunnah dari yang terbesar sampai yang terkecil. Saya tanya lagi: omongan antum harus konsekuen, apakah perjalanan/khuruj 3 hari, 7 hari, 40 hari ada sunnahnya? Memang tidak ada katanya, tetapi dia melihat perjalanan para shahabat untuk berdakwah ke suatu negeri atas perintah Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam. Mereka mentakwilkan cara shahabat demikian dengan khuruj-nya JT.
5. Mereka menafsirkan kisah2 para shahabat dengan penafsiran diri sendiri. Khuruj 10 orang dianggap sama seperti 10 nama malaikat (yang wajib diketahui). Khuruj 7 orang sama seperti kisah Ashabul Kahfi, dst...
6. Saya berkesimpulan bahwa mereka termasuk ustadz, dan pimpinannya menganggap bahwa JT adalah sama layaknya seperti Rasulullah dan para shahabatnya. Ada cerita mereka diantaranya:
- Ketika Rasulullah menyuruh Zaid bin Usamah yang katanya jahil dalam ilmu agama, mereka pun menyuruh seseorang diantara mereka yang jahil dalam ilmu agama untuk berdakwah dan memimpin rombongan dakwahnya.
- Kalau Rasulullah menyuruh para shabatnya untuk berjihad, maka mereka pun melakukan hal yang sama lewat perintah pemimpinnya. Aneh sekali, padahal mereka gak punya kekuatan, dana, mesin perang, dsb....hanya modal semangat dan nekat mereka jihad.
- Kalau para sahabat meninggalkan anak dan istrinya untuk berjihad, maka mereka pun melakukan hal yang sama dengan meninggalkan anak dan istrinya untuk khuruj....kalo istri sahabat mampu ditinggal suaminya selama 4 bulan, demikian juga khurujnya mereka sampai 4 bulan lamanya...
- Kalo sahabat bergerombol dalam melakukan perjalanan ke suatu negeri untuk jihad, mereka pun bergerombol untuk khuruj ke suatu daerah dan silaturahmi dari rumah ke rumah menyampaikan dakwahnya. Aneh...mentakwilkan perbuatan para shahabat dengan khurujnya JT.
7. Kalo dibacakan Al-Qur'an yang berisi ayat-ayat ancaman, maka sesuai anjuran pemimpinnya (dalam kitabnya) mereka diusahakan menangis walaupun hanya pura-pura....
Itulah diantara hasil diskusi saya semalam yang saya ingat.
Maka bagi yang mau berfikir, hendaklah meninggalkan JT untuk keseluruhannya baik keyakinannya, cara ibadahnya, dakwahnya dsb...JT dibangun diatas ketidakpastian dalil dan pemahaman para pemimpinannya, sedikit sekali berpegang pada pemahaman para salafush shalih... Wallahu a'alam
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__._,_.___
SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
SPONSORED LINKS
| Sunnah | Islam | Islam empire of faith |
| Islam koran | Islam music | Islam video |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "assunnah" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
