----- Original Message -----
From: "lupus kecil" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, June 09, 2006 10:23 AM
Subject: [assunnah] kenalkan

> assalamualaikum waroh matullahiwabarokatuhu.
> rekan2 milist semuanya, pertama2 kenalkan ana abu latif (nm kunyah)
> anggota baru milist ini. mohon bantuannya rekan2 semuanya.
> saya pernah mendengar dari ustadz bahwa bacaan tasyahud yang benar adalah
> >>>>attahiyatul........assalamualaina ayyuhannabiyu wabarokatuhu
> assalamualaina..........>>>>
> apakah itu memang benar?
> sedangkan saya pernah membaca
> >>>>>assalamualaika ayyuhannabiyu.......>>>
> mana yang benar? kalau ada mohon disertai dalil 2 nya. terima kasih
> wassalamualaikum
>
> Abu Latif


Kesalahan membaca assalamu 'alaika ayyuhan nabiy dalam tasyahud.

Ada sebagian muslimin yang ketika membaca doa tasyahud dengan lafadz
..assalamu'alaika ayyuhannabiy.., padahal lafadz seperti ini diucapkan oleh
para sahabat ketika Nabi saw masih hidup, sedangkan ketika Beliau sudah
wafat, mereka mengucapkan dengan lafadz ...assalamu'alanabiy.... Pembahasan
ini diambil dari Qoulul Mubin fii Akhthail Mushollin dan Shifat Shalat Nabi.

Termasuk kesalahan di dalam shalat adalah ketika membaca tasyahud dengan
lafadz ..assalamu'alaika ayyuhannabiy...

Al-Bukhari meriwayatkan dalam kitab Shahihnya, bahwasanya Rasulullah saw
bersabda: Maka jika salah seorang dari kalian mengerjakan shalat, hendaklah
ia mengucapkan ... assalamu'alaika ayyuhannabiyyu warah matullahi
wabarakatuh...(HR. Bukhari II/311)

Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata: Telah disebutkan di dalam sebagian riwayat
adanya perubahan kata ganti pada diri Rasulullah saw. Ada yang menerangkan
bahwa kata ganti yang digunakan adalah dengan kata ganti orang kedua, hal
ini dilafadzkan dalam kata 'alaika, namun ketika Rasulullah wafat, ternyata
tidak lagi menggunakan kata ganti orang kedua.

Disebutkan di dalam Shahih Bukhari pada kitab Al-Isti'dzan XI/56 nomor 6265
sebuah riwayat dari jalur Abu Ma'mar, dari Ibnu Mas'ud setelah menyebutkan
hadits tentang doa tasyahud, dia berkata: Sedangkan Nabi saw sedang berada
di tengah-tengah kami, ketika telapak tanganku dilepas, kamipun berkata
assalam, ya'ni assalamu'alanabiy.

Sedangkan Abu 'Uwanah meriwayatkan dalam kitab shahihnya, kemudian
diriwayatkan juga oleh As-Siraj, Al-Jauzaqi, Abu Nu'aim Ashbahani dan
Al-Baihaqi dari beberapa jalur periwayatan yang bersambung pada Abu Nu'aim
guru Al-Bukhari dengan redaksi sebagai berikut: Ketika telapak tanganku
dilepas, kami berkata 'as salam 'alan nabiy'. Dalam redaksi ini tanpa
menyebutkan ya'ni (maksudnya). Begitu juga diriwayatkan oleh Abu Syaibah
dari Abu Nu'aim.

Imam As-Subki dalam kitab Syarhul Minhaj setelah memaparkan riwayat dari Abu
'Uwanah, menyatakan: Jika ucapan itu benar dari para sahabat, hal itu
menunjukkan bahwa penggunaan kata ganti 'ka' (pada 'alaika) tidak wajib
diucapkan karena cukup mengucapkan assalamu'alan nabiyy'. Saya (Ibnu Hajar)
berkata: Kesahihan hadits ini tidak perlu diragukan lagi, selain itu saya
juga menemukan riwayat lain yang menguatkan hadits ini.

Abdur Razzaq berkata: Kami diberi kabar oleh Ibn Juraij, aku diberi kabar
oleh 'Atha bahwa sahabat Rasulullah saw dulu mengatakan assalamu 'alaika
ayyuhan nabiy ketika beliau masih hidup. Namun setelah beliau wafat, para
sahabat mengatakan as salam 'alan nabiy, sanad hadits ini shahih. (Fathul
Bary II/314, perkataan Ibnu Hajar ini telah dinukil dan disepakati oleh
bebarapa ulama diantaranya Al-Qasthallani, Az-Zarqani, Al-Lakuni dan lain
sebagainya)

Ibnu Hajar juga berkata: Yang jelas, para sahabat dulu mengatakan assalam
'alaika ayyuhan nabiy, yakni dengan kata 'alaika ketika beliau masih hidup.
Sedangkan setelah Rasululah saw wafat, mereka tidak lagi menyebutkan dengan
lafadz seperti itu, namun yang mereka ucapkan adalah assalamu 'alan nabiy.
(Fathul Bary XI/56)

Syaikh Al-Bany dalam Kitab Sifat Shalat Nabi menjelaskan tentang riwayat doa
tasyahud dari Ibnu Mas'ud: Lafadz Ibnu Mas'ud yang berbunyi assalamu 'alan
nabiyy, oleh para sahabat, semua diucapkan dengan lafadz assalamu'alaika
ayyuhan nabiy dalam tasyahud ketika Nabi masih hidup. Ketika beliau sudah
wafat lafadz tersebut mereka ganti dengan: assalamu'alan nabiy. Tentunya
lafadz ini dipergunakan oleh para sahabat berdasarkan persetujuan dari Nabi.
Hal ini diperkuat oleh riwayat bahwa 'Aisyah mengajarkan lafadz tersebut
kepada para sahabat ketika membaca tasyahud, yaitu bacaan assalamu'alan
nabiy (dalam HR.Siraj dalam Musnadnya (9/1/2) dan Mukhallash dalam kitab
Al-Fawaid (11/54/1) dengan sanad shahih)

Referensi:
1. Qoulul Mubin fii Akhthail Mushalin, Syaikh Mashur Hasan Salman
2. Sifat Shalat Nabi, Syaikh Al-Bany

[Kontributor : Puji Hartono, 16 September 2002]
http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=92





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
You can search right from your browser? It's easy and it's free.  See how.
http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke