On 6/9/06, Rahmah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 
> Akhi ahmad ridha.. ana ingin tahu pendapat antum tentan fenomena habaib di indonesia? .. dan juga amalan amalan mereka yang
> mengajak umat untuk melakukan bid'ah ? bagaimana pendapat antum mengenai amalan amalan mereka yang tidak ada dalam
> sunnah ?.. dan juga bagaimana pendapat antum pernikahan syarifah dengan pria non syarif ? antum juga mengatakan bahwa orang-
> orang yang mengaku 'alawiyyin belum tentu 'alawiyyin .. jadi bagaimana kita tahu seseorang itu termasuk 'alawiyyin atau bukan ? dari
> nasab bukan? kalau begitu di bawah ini adalah contoh nasab nasab yang mengaku 'alawiyyin di indonesia.. kalau boleh tahu menurut
> antum dari list ini mana yang bukan benar benar 'alawiyyin karena setau saya mereka semua mengaku keturunan Rasulullah SAW
>
 
Ya ukhti Rahmah, mengapakah pendapat ana yang ditanyakan? Terlebih jika menanyakan pendapat ana dalam masalah nasab karena ana bukanlah ahli nasab.
 
Sepertinya dalam masalah ini bercampur beberapa masalah.
 
1. sikap mengenai ahli bait, yakni keluarga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam (termasuk istri-istri beliau), termasuk juga keturunan 'Ali bin Abi Thalib, Ja'far bin Abi Thalib, 'Aqil bin Abi Thalib, Abbas bin Abdil Muththalib radhiallahu 'anhum, dan Bani al-Harits bin Abdil Muththalib.
 
2. sikap terhadap orang yang menghidupkan bid'ah dan aturan-aturan yang takbersumber dari agama.
 
 
Baiknya kita lihat penjelasan para ulama dalam masalah ini. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Aqidah Wasithiyyah menyertakan bahwa termasuk prinsip ahlus sunnah wal jama'ah adalah mencintai ahli bait Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam dan ber-wala' kepada mereka. Dijelaskan oleh Syaikh Ibn 'Utsaimin rahimahullah bahwa ahlus sunnah wal jama'ah mencintai mereka karena dua perkara yakni: (1) keimanan dan (2) kedekatan mereka dengan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Tidaklah ahlus sunnah wal jama'ah membenci mereka. Tidaklah pula ahlus sunnah wal jama'ah berkata sebagai mana perkataan Rafidhah.
 
Syaikh Shalih al-Fawzan hafizhahullah juga menjelaskan bahwa ahlus sunnah mencintai dan menghormati mereka; hal itu termasuk menghormati Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dan memuliakan beliau, dan karena hal itu adalah perintah Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta'ala berfirman (yang artinya):
 
"Katakanlah: "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan". (QS. asy-Syura 42:23).
 
(Lihat juga tafsir Ibnu Katsir mengenai ayat ini.)
 
Syaikh al-Fawzan juga menjelaskan bahwa hal itu (cinta) adalah jika mereka mengikuti Sunnah dan teguh pada agama. Sebagaimana para pendahulu mereka seperti al-'Abbas dan keturunannya dan 'Ali dan keturunannya. Sedangkan siapa yang menyelisihi Sunnah dan tidak berpegang teguh pada agama maka tidak boleh mencintainya, walaupun ia termasuk ahli bait.
 
Dengan demikian jelas bahwa kita mencintai dan melindungi mereka yang bertaqwa. Kita menghormati mereka sesuai tuntunan syari'at. Ingatlah bahwa kakek mereka yang mulia - bahkan makhluk yang paling mulia - yakni Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam tidak suka para shahabatnya berdiri untuk menyambut beliau. Tidaklah pantas jika ada manusia selain beliau - baik ahli bait atau bukan - yang menuntut perlakuan berlebihan.
 
Terkait masalah al-wala' wal bara'; tidaklah kita ber-wala' kepada ahli bid'ah terlebih ketika bid'ah itu terkait dengan kesyirikan. Lagi-lagi, cinta dan hormat kita kepada ahli bait dibatasi oleh tuntunan syari'at.
 
Termasuk berlebihan dalam masalah ghuluw dalam masalah nasab ini adalah membatasi pernikahan. Apakah ada bukti bahwa para ahli bait seperti 'Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu dan Abdullah bin Abbas radhiallahu 'anhuma membatasi seperti itu?
 
Bicara mengenai manusia tentu ada yang baik dan ada yang buruk. Ana memang tidak banyak berinteraksi dengan kalangan 'Alawiyyin. Kalau pun ada yang ana jumpai ya tidak minta diperlakukan macam-macam. Kalau ada yang minta macam-macam pun ya untuk apa diikuti kalau menyelisihi syari'at. Seingat saya sih juga ada teman waktu kuliah yang 'Alawiyyin. Ana tidak tahu asli atau bukan namun ana berprasangka baik kepada dia dan dia pun tidak pernah gembar-gembor. Ana baru tahunya pas dapat undangan nikah dia ada nama keluarganya (tapi lupa apa). Memang dia cerita banyak keluarganya yang condong ke Syi'ah.
 
Sikapilah 'Alawiyyin atau kelompok mana pun secara adil. Ada yang baik dan ada yang buruk. Jangan beranggapan muluk-muluk dan jangan pula berburuk sangka. Kalau kita bermuluk-muluk, ketika berjumpa yang buruk maka dapat saja berbalik 180 derajat menjadi kebencian. Hal ini juga ketika kita menghadapi masyarakat yang asing. Contoh misalnya kita datang ke suatu negeri Islam dan kita beranggapan bahwa semua orang di sana baik maka ketika berjumpa orang yang jahat bisa saja kita jadi membenci keseluruhannya.
 
BTW, orang India/Pakistan juga banyak yang pakai gelar Syed. Tidak tahu apakah ada kaitannya atau tidak. Kebetulan ada juga beberapa teman ana sekarang yang begitu. Dari cerita-cerita memang ada yang sepertinya condong pada 'Ali dan agak gimana terhadap Mu'awiyah radhiallahu 'anhu namun bukan Syi'ah juga; dia hormat terhadap Abu Bakar dan Umar radhiallahu 'anhu. Sepertinya lebih karena pengaruh cerita sejarah yang dia ketahui dan banyak dusta seputar masalah ini. Di Indonesia pun kan banyak yang seperti itu.
 
Terkait masalah ini, janganlah lupa bahwa Imam Mahdi yang akan memimpin umat ini adalah dari ahli bait; beliau bernama Muhammad bin Abdillah.
 
Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan. Allahu Ta'ala a'lam.
 
Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
--
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)
 
__._,_.___

SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------





SPONSORED LINKS
Sunnah Islam Islam empire of faith
Islam koran Islam music Islam video


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke