Wassalamualaikum warahmatullah,

Berikut siapa Sayyid Qutb dalam arsip milis assunnah dua tahun lalu
oleh dikutipkan oleh al akh Faidzin Firdhaus.

PEMBELAAN TERHADAP SAHABAT RASULULLAH DARI CELAAN SAYYID QUTUB


Sahabat Rasulullah r adalah perantara antara kita dengan Rasulullah,
semua ilmu agama baik itu pokoknya maupun cabangnya, baik itu
Al-Qur'an maupun hadits sampai kepada kita melalui perantara para
sahabat Rasulullah r, sehingga orang-orang kafir, munafiq, zindiq,
mubtadi', dan pengekor hawa nafsu mencela para sahabat ini dengan
cerita-cerita bohong, hadits-hadits dho'if (lemah), maudhu' (palsu)
bahkan yang tidak ada asalnya sama sekali, untuk memasukkan keraguan
ummat Islam pada pribadi para sahabat Rasulullah, sehingga
ujung-ujungnya mereka meragukan Al-Qur'an atau hadits-hadits yang
sampai kepada mereka walaupun hadits-hadits tersebut shohih, karena
semata-mata hadits itu datang dari sahabat yang mereka cela.

Cukuplah seorang muslim menahan lisannya dari mencela sahabat
Rasulullah  r ketika mendengar sabda Rasulullah r : "Janganlah kalian
mencela sahabatku, demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya,
seandainya salah seorang diantara kalian menginfaqkan emas sebesar
gunung uhud, tidak akan mencapai satu mud -sebanyak dua telapak tangan
orang dewasa- (dari apa yang mereka infaqkan) dan tidak juga
setengahnya. (HR. Bukhori Muslim ).

Demi Allah, bagaimana mungkin seorang muslim mampu menggerakkan
lisannya dan penanya mencela sahabat Rasulullah r, sedangkan Allah
telah
memuji mereka dalam firmannya : " Muhammad  itu adalah utusan Allah dan
orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang
kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku` dan
sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak
pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam
Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang
mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu
menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu
menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan
hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu'min).".(Al-Fath:
29).

Rasulullah dan para sahabat serta orang-orang yang mengikuti mereka
dengan baik sangat keras terhadap orang-orang yang mencela sahabat
Rasulullah r.

Berdasarkan ayat ini Imam Malik rahimahullah berpendapat bahwa
orang-orang yang membenci para Shahabat Rasulullah r adalah
orang-orang kafir. (Tafsir Ibnu Katsir IV hal. 216 ).

Berkata Imam An-Nawawi dalam Syarah Shohih Muslim 16/93 :
"Ketahuilah bahwa mencela sahabat Rasulullah r hukumnya haram, termasuk
dari perbuatan buruk yang diharamkan. Baik itu mencela sahabat yang
terkena fitnah ataupun yang lainnya. Karena mereka Mujtahid dalam
peperangan yang terjadi antara mereka. Al-Qodhi ('Iyadh) berkata :
'Mencela sahabat termasuk dosa besar, madzhab kami madzhab jumhur
yaitu merajamnya dan tidak membunuhnya. Berkata sebagian ulama'
madzhab Maliki orang yang mencela sahabat Rasulullah  r hukumannya
dibunuh"

Al-Imam Athohawy menjelaskan sikap Ahlus Sunnah terhadap sahabat
Rasulullah (Syarah Aqidah Thohawiyah hal 528) : "Kita mencintai
sahabat Rasulullah, dan kita tidak berlebihan dalam mencintai mereka.
Kita tidak berlepas diri dari salah seorangpun diantara mereka. Kita
benci orang
yang membenci mereka dan mengomentari mereka dengan komentar buruk.
Kita tidak menyebut mereka kecuali dengan kebaikan. Cinta pada mereka
adalah
iman dan ihsan. Benci pada mereka adalah kekufuran, kemunafikan dan
kedzoliman".

Maka tidak perlu kita heran, dengan kemunculan orang-orang pada zaman
ini yang siap menghunus pedang untuk membela sahabat Rasulullah r.

Sayyid Qutub (salah satu tokoh IM) adalah seorang yang jauh
tergelincir dalam hal ini. Walaupun telah diperingati dengan
"gamblang" oleh Syaikh Mahmud Muhammad Syakir (sastrawan, hidup semasa
dengan Sayyid Qutubh) dalam salah satu makalahnya yang dimuat oleh
majalah Al-Muslimun No. 3 tahun 1371 H, dengan judul "Laa tasubbuu
ashaabii", namun dengan keras kepala, tanpa malu dan tanpa takut
kepada Allah Sayyid Qutubh membantahnya dalam majalah Ar-Risalah No.
977, tanggal 24 Ramadhon 1952 M. Bahkan sampai akhir hayatnya dia
tetap mencetak buku "Al-Adalah Al-Ijtima'iyyah", dan menasehati orang
untuk membaca dan menjadikannya rujukan, sebagaimana yang ia nyatakan
sendiri dalam bukunya "Limadza A'damuni" hal. 79 (buku terakhir yang
ditulis oleh Sayyid Qutubh). Padahal didalam "Al-Adalah
Al-Ijtima'iyyah" itu ia mencela sahabat Rasulullah r, dan mengkafirkan
ummat Islam. Kenyataan ini membantah pembelaan dusta Farid Nu'man yang
fanatik buta.

Sayyid Qutubh Mencela Utsman Radhiyallahu anhu

Sayyid Qutubh dalam bukunya "Al-Adalah Al-Ijtima'iyyah" membawakan
banyak cerita bohong tentang ketidakadilan Utsman.
Ini adalah salah satu cerita yang paling buruk yang pernah  ia toreh
dalam kitab tersebut pada halaman 187-189 (cet ke-5) :

"Utsman memberi hadiah menantunya Al-Harits ibn al-Hakam dari harta
baitul mal sebanyak 200 dirham. Ketika hari telah menjadi pagi datanglah
zaid ibn al-Arqam, penjaga baitul mal. Dari wajahnya tampak kesedihan
dan air mata mulai menggenangi kedua matanya. Kemudian ia meminta agar
Utsman mencopotnya dari pekerjaannya (menjaga baitil mal). Ketika Utsman
mengetahui bahwa hadiah yang ia berikan kepada menantunya dari baitul
mal adalah penyebab pengunduran diri Zaid, ia berkata keheranan :
"Apakah engkau menangis karena aku menyambung silaturahmiku, wahai ibnul
al-Arqom !' Kemudian laki-laki yang penuh ruh keislaman dalam dirinya
itu berkata : 'Tidak wahai Amirul Mu'minin, akan tetapi aku menangis
karena engkau mengambil harta itu sebagai pengganti apa yang pernah
engkau infaqkan di jalan Allah pada masa Rasulullah r. Demi Allah, sudah
sangat banyak jika engkau memberikan 100 dirham saja. Maka Utsman marah
kepada laki-laki yang tidak mampu menahan perasaannya melihat harta kaum
muslimin diberikan kepada keluarga khalifah.Utsman berkata kepada Zaid :
Lemparkan kunci baitul mal itu wahai ibnu Al-Arqom, sesungguhnya kami
akan mengangkat orang selain kamu."

Perhatikanlah ! bagaimana Sayyid Qutub membawa cerita bohong ini tanpa
menyebutkan sumber dan sanad cerita tersebut, sehingga kaum muslimin
dapat menilai cerita tersebut. Mana sifat kehati-hatiannya terhadap
salah seorang yang dipastikan masuk surga oleh Rasulullah r, kepada
seorang yang Malaikatpun malu kepadanya ?.

Rasulullah bersabda : "Abu bakar dalam sorga, Umar dalam surga, Utsman
dalam surga, Ali dalam surga....." (HR. Imam Ahmad 1/187,188,189, Abu
Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban,  dan Hakim)

Dan sabdanya juga :"Apakah aku tidak malu kepada orang yang malaikatpun
malu kepadanya ?"(H.R Muslim)

Dalam buku yang sama, hal. 189, Sayyid Qutub mengatakan bahwa
pemberontakan yang dipimpin oleh Abdullah bin Saba' (seorang Yahudi)
lebih dekat dengan Ruh Keislaman dibanding sikap Utsman dan
pembantu-pembantunya dari bani Umayyah.

Ruh keislaman mana yang dimaksud oleh Sayyid Qutub ini ?. Sedangkan
Rasulullah r bersabda kepada Utsman : "Wahai Utsman, semoga Allah
memberikan baju kepadamu setelah aku. Dan orang-orang munafiq
menginginkan agar engkau menanggalkan baju tersebut" (HR: Imam Ahmad)

Mungkin roh keislaman yang dimaksud Sayyid Qutub adalah ruh kemunafikan!


Sayyid Qutub mencela sahabat Mu'awiyyah dan Amr bin Ash.

Berkata Sayyid Qutbh dalam kitabnya "Kutub wa Syakhshiyat" hal.242,
cet. Ke-tiga, Darus Syuruq : "Sesungguhnya Muawiyah dan Amr (Amr bin
Ash) tidaklah mampu mengalahkan Ali karena mereka berdua lebih tahu
tentang rahasia-rahasia jiwa, lebih mengerti akan tindakan yang
bermanfaat pada waktu yang tepat. Akan tetapi karena mereka dengan
bebas menggunakan semua senjata (segala cara). Hal ini berhubungan
erat dengan akhlaq mereka dalam memilih cara dalam pertarungan. Ketika
Mu'awiyah dan temannya (Amr bin Ash) condong menggunakan kebohongan,
penipuan, kemunafikan, dan jual beli kehormatan. Sedangkan Ali tidak
mampu menggunakan cara-cara rendah tersebut. maka jangan heran jika
keduanya sukses, sedangkan Ali gagal (kalah). Sesungguhnya itulah
kekalahan yang lebih mulia dari segala  kesuksesan" .

Ketika dibacakan perkataan Sayyid Qutub ini Syaikh Ibnu Baz berkata :
"Perkataan yang buruk ! Ini perkataan yang buruk!, celaan terhadap
Mu'awiyah dan Amr bin Ash. Semua perkataan ini buruk, perkataan yang
mungkar. Mu'awiyyah dan Amr bin Ash mujtahid tapi salah. Mujtahid jika
salah dimaafkan". Syaikh Soleh Al-Fauzan menambahkan :"Mujtahid jika
benar akan mendapat dua pahala dan jika salah mendapat satu pahala"

Kemudian Syaikh bin Baz ditanya : "Apakah kita tidak membrendel
kitab-kitab yang berisi perkataan ini?. Berkata Syaikh Ibnu Baz
:"Pantas untuk dirobek!".(Bara'atu Ulamail Ummat min tazkiyati ahlil
bid'ah wal madzammah, oleh Ashim bin Abdillah As-Sinani, hal. 32-33 ).

Sayyid Qutub bukanlah sahabat Rasulullah r dari kalangan muhajirin dan
bukan pula dari kalangan Anshor. Bahkan dengan celaan ini dia telah
mengambil tempatnya sendiri di luar golongan yang disebutkan oleh
Allah dalam surat Al-Hasyr ayat ke-10:

"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar),
mereka berdoa: "Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara
kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau
membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman;
Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang".

Tidakkah ayat ini cukup membuat Sayyid Qutub lari dari mencela sahabat
Rasulullah r ? Bagaimana mungkin Amr bin Ash orang yang dipuji oleh
Rasulullah r sebagai orang yang soleh dari bangsa quraisy ( HR. Ahmad:
1/161) disifati dengan peng- khianatan  , kedustaan dan kemunafikan.
Bagaimana mungkin Mu'awiyyah yang didoakan oleh Rasulullah r "Ya Allah
jadikanlah ia pemberi petunjuk, orang yang diberi petunjuk dan berilah
petunjuk (kepada manusia) dengan perantaraannya. ( HR. Imam Ahmad :
4/216) disifati dengan pengkhianatan, kedustaan dan kemunafikan.

On 6/9/06, didi tarmadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
>
>
>
>
> Assalamualaikum wr.wb.
>
>  saya mau tanya, siapa sebenarnya said qutb itu? mohon penjelasannya
>
>  _____________________
>  Do You Yahoo!?
>  Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
>  http://mail.yahoo.com
>
>  





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Everything you need is one click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke