wa'alaykumussalam warohmatullahi wabarokatuh
   
Saya ambilkan dari postingan di milis ini sebelumnya:
RE: [assunnah] Siapa Syekh Alawy ?

BENARKAH Muhammad Alwi Al Maliki SEORANG MUHADDITSUL HARAMAIN ?
[Majalah Al-Furqon Gresik, Edisi 5 Thn. III hal. 2]
 

Pengagum Alwi Al Maliki memprotes :...Untuk masalah ini silahkan 
ustadz baca kitab XXX oleh Muhadditsul Haramain Sayyid Muhammad Alwi 
Al Maliki, ana tunggu jawaban Ustadz Aunur Rofiq. (0815 4803 0XXX )

Redaksi Al Furqon Menjawab :
Kami tidak memiliki kitab yang disarankan tersebut. Sejauh ini kami 
belum mengetahui ada yang menggelari Muhammad Alwi Al Maliki dengan 
Muhadditsul Haramain kecuali orang-orang yang fanatik kepadanya atau 
semadzab. Simak perkataan Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Mufti Arab 
Saudi terdahulu ketika memberi muqoddimah kitab hiwar ma'a Maliki fi 
Raddi Mungkaraatihi (Dialog dengan Al Maliki, Bantahan Kemungkaran dan 
kesesatannya) karya Syaikh Abdullah bin Mani', anggota Kibar 
Ulama Saudi, kata beliau: "...saya telah mencermati kemungkaran-
kemungkaran di kitab karangan Muhammad Alwi maliki dan dalam

muqodimah kitabnya yang tercela yang dinamakan Ad Dzakho'ir Al
Muhammadiyyah. Dalam buku itu dia menisbatkan sifat-sifat ilahiyyah
kepada Rasulullah, semisal: "Rasulullah memegang kunci-kunci langit 
dan bumi, beliau berhak membagi tanah di surga, mengetahui perkara 
ghaib, ruh, dan lima perkara yang hanya diketahui Allah, makhluk 
diciptakan karena beliau, malam kelahirannya lebih agung ketimbang 
lailatul qadar, dan tidak ada sesuatu yang terjadi kecuali karena 
beliau". Contohnya dia mengakui qosidah-qosidah yang dia nukil dari 
kitab Ad Dzakho'ir yang berisi istighotsah dan meminta perlindungan  
kepada nabi, sebab beliau adalah tempat berlindung ketika terjadi 
musibah. Karena kemana lagi berlindung kalau bukan kepadanya, dan 
masih banyak lagi...Dan sungguh menggelisahkan saya munculnya 
kemungkaran  yang jelek ini, bahkan sebagiannya jelas-jelas bentuk 
kekufuran nyata dari Muhammad Alwi Al Maliki. 

Sebagaimana banyak ulama merasa sesak dengan banyaknya kesesatan dan
kesyirikan yang dia tulis dibukunya, terutama Lembaga Ulama-Ulama 
Besar. Oleh karena itu Lembaga tersebut menerbitkan keputusan no. 86 
tgl 11/11/1401 H, berupa pengingkaran kepada dakwah Al Maliki yang 
mengajak kepada syirik, bid'ah, kemungkaran, kesesatan dan 
menjauhkan dari petunjuk salaf umat ini berupa akidah yang selamat 
dan peribadatan yang benar kepada allah dalam uluhiyyah dan 
rububiyyah-Nya".(lihat Muqoddimah kitab Syaikh Abdullah  bin Mani' 
ini).

Al Maliki juga menulis juga menulis kitab lain yaitu Mafahim Labudda 
An Tushohhah (Namun patut disayangkan kitab ini telah telah 
diterjemahkan oleh penerbit berinisial PZZ,dengan judul yang kami 
singkat  PYHD, Namun Al Alhamdulillah Majalah Al Furqon edisi 
8/tahun III/Rabiul Awwal 1425 hal 19 telah memberikan bantahan 
singkatnya yang diterjemahkan dari kitab Syaikh Shalih bin Abdul 
Azis Alu Syaikh ). Kitab ini tidak jauh beda dengan kitab yang 
pertama tadi. Oleh karena itu dibantah oleh Syaikh Shalih bin Abdul 
Azis alu Syaikh ( MenAg Saudi Arabia sekarang ) dalam kitab Hadzihi 
Mafahimuna. Dalam kitab tersebut Syaikh Shalih membongkar kedok Al 
Maliki yang katanya ahli hadits itu. Ternyata dia bukan ahli hadits. 

Dengan indikasi ini, kami yakin kitab yang disarankan untuk dibaca 
isinya kurang lebih sama. Maka silahkan membaca dua kitab tersebut 
agar memahami kebenaran yang sesungguhnya. Semoga Allah menunjuki 
kita semua ke jalan kebenaran. (Majalah Al Furqon Gresik, Edisi 5 
Thn. III hal. 2, dengan judul asli "Tuduhan tak Berdasar" )

 
::: KESIMPULAN :::

Kitab penuh penyimpangan aqidah karya Muhammad alwi al maliki :

1.Ad Dzakho'ir Al Muhammadiyyah 
2.Mafahim Labudda An Tushohhah

Kitab bantahan atas kesesatan Muhammad alwi al maliki 

1. Hiwar ma'a Maliki fi Raddi Mungkaraatihi wa Dholalatihi 
( Membantah kitab Ad Dzakho'ir...)
Karya Syaikh Abdullah al  mani'
Anggota Kibar Ulama Saudi
2. Hadzihi Mafahimuna
(Membantah kitab Mafahim Labudda ...)
Karya Syaikh Shalih bin Abdul Azis Alu Syaikh
Menag  Arab Saudi sekarang

Mengenal lebih dekat dengan "Syaikh"nya Nahdatul Ulama

Pertanyaan : "Didaerah Jawa Timur banyak saudara-saudara yang kita
belajar di pondok pesantren salafiyyah (Ustadz Ali Saman berkomentar:
Masya Allah...Salafiyyah NU, Nahdatul Ulama ?!?!?! ) sangat 
mengagungkan sosok Kyai Sayyid Muhammad Alwi Al Maliki, Siapakah 
sosok syaikh tersebut ? Apakah benar dia seorang Muhaddits Ahlus 
Sunnah? Apakah sekarang masih hidup ? Apakah sumbangsih Syaikh 
Sayyid Muhammad Alwi Al Maliki terhadap perkembangan dakwah 
salafiyyah di Saudi pada umumnya dan para alumninya di Indonesia 
pada khususnya ?

Ustadz Ali Saman menjawab :
Ikhwanifillah A'azakumullah...saya kemaren membaca di majalah Al 
Furqon ( Al Furqon Gresik, Edisi 5 Thn. III hal. 2) perdebatan 
antara Ustadz Aunur Rofiq dengan salah satu pengagum Syaikh Muhammad 
Alwi Al Maliki, pengagum Alwi Al Maliki tersebut mengatakan bahwa 
syaikhnya adalah Muhadditsul Ahlus Sunnah. Syaikh Muhammad Alwi Al
Maliki duhulunya adalah pernah ngajar di haram (tanah suci), dan 
orang salafy. Kemudian setelah itu banyak penyimpangan-penyimpangan. 
Salah satunya buku yang menunjukkan penyimpangannya adalah dia 
menulis buku yang berisi pengkultusan Nabi Shalllallahu 'Alaihi 
Wassalam dan mengarang tentang sunnahnya maulid nabi 
Shalllallahu 'Alaihi Wassalam.

Kemudian habis itu, ia dikeluarkan atau dipecat dari mengajar di 
halaqah di masjidil haram oleh kepemimpinan tinggi masjid al 
haramain. Bahkan terjadilah hiwar (debat/dialog) yang sangat kuat 
sekali antara syaikh Sulaiman Ibnu Mani'  (Anggota Kibar Ulama 
Saudi) dengan Syaikh alwi almaliki di Mekkah, dan hiwar/dialog itu 
direkomendasikan oleh Syaikh AbdulAzis bin Baz ( Mufti Kerajaan Arab 
Saudi waktu itu ) dan terbitlah bukunya  dan sudah 
diterjemahkan "Dialog dengan Alwi Al Maliki",

Silahkan baca bukunya.....Syaikh Sulaiman Ibnu Mani' membantah dengan
nash Al Quran, Sunnah Nabi Shalllallahu 'Alaihi Wassalam, dan akal
terhadap pendapat alwi al maliki yang membolehkan Maulid Nabi. 
 

Ikhwanifillah A'azakumullah....Syaikh Alwi Al Maliki sebenarnya 
memiliki manhaj yang baik sebelum ia dikeluarkan dari mengajar di 
masjidil haram.

TETAPI sekarang manhajnya sudah rusak, akidahnya sudah rusak, dan 
banyak disana ia menghalalkan tawassul yang diharamkan oleh Allah 
dan RasulNya, bahkan mengagungkan Rasulullah sampai-sampai 
menjadikan Rasulullah Shalllallahu 'Alaihi Wassalam seolah-olah 
sebagai ilah atau sebagai Tuhan, dan hal ini adalah sumber dari 
kesesatan agama Syi'ah, yang mereka mengagungkan Rasulullah 
Shalllallahu 'Alaihi Wassalam melebihi derajat yang Allah turunkan 
kepada dia (Rasulullah Shalllallahu 'Alaihi Wassalam). Syaikh Alwi 
Al Maliki setelah disuruh taubat oleh para ulama disana ( Saudi 
maksudnya ). Ia tidak mau taubat dari perbuatan dosanya, Akhirnya 
pemerintah setempat memutuskan menghukum Syaikh Sayyid Alwi AlMaliki 
sebagai tahanan rumah. Dan menurut cerita teman saya, suatu ketika 
ia pernah nekad untuk keluar untuk sholat ied di masjidil haram,dan 
ketika keluar dari masjidil haram dan  para syabab tahu bahwa orang
tersebut adalah syaikh yang memiliki dan mendakwahkan aqidah tauhid 
yang rusak, akhirnya para syabab langsung mengerubungi dia untuk 
berusaha memukulinya, akhirnya mulai saat itu, pemerintah setempat 
melarang ia dari sholat id (ditempat umum). Syaikh alwi al maliki 
menyebarkan kesesatan ajarannya melalui pembangunan ma'had 
diberbagai tempat dengan nama ma'had "Ar ribath", dia membungkus 
kesesatan ajarannya dengan slogan ajaran cinta kepada ahlul bait 
(allawiyyin) , yang sebenarnya adalah mencela kepada ahlul bait itu 
sendiri !!!. Ma'had Ar ribath di Mekkah didirikan oleh dia di tempat 
yang sangat tersembunyi sekali, "laa ya'rifuha illa ahluha" / "tidak 
ada orang yang tahu kecuali orang - orang yang menginduk kepada 
ma'had ini". Sampai saya sendiri pernah mencoba mencari tahu ma'had 
ar ribath kayak apa ???, tapi tidak ketemu...karena mereka tahu 
bahwa saya dari jam'iyyah islamiyyah dari penampilan saya.  Di 
Maroko dan Madinah didirikan ma'had ar ribath juga.

Santrinya memiliki ciri khas yang sangat unik sekali diantaranya 
memakai gamis seperti yang saya pakai TETAPI gamis mereka nyapu 
masjid/lantai (isbal maksudnya ) dan memakai selendang hijau (coba 
antum teliti, penampilan kyai-kyai NU...niscaya antum akan tahu 
dengan siapa dia belajar). Sampai-sampai  ketika mereka keluar masuk 
di perkemahan dan hotel-hotel jama'ah haji mereka mengatakan "Kita  
ini dari Islamic University menawarkan  kambing kurban 200 riyal ?" 
padahal kambing yang kita beli itu harganya 350 riyal. "Sisanya dari 
mana ? "Sisanya ? Wallahu a'lam bish showab", Mengapa mereka berani 
menjual kambing dengan 200 riyal ?, karena mereka menyembelih 
kambing sebelum hari id dengan dalil bahwa (kata mereka) madzab 
Syafi'iyyah membolehkannya. Padahal tidak ada madzab syafi'i yang 
membolehkannya !!!. Kemudian habis itu ya ikhwan...ciri-cirinya 
mereka itu, Masya Allah...kelihatannya mereka iltizam kepada sunnah, 
padahal mereka itu menindas-nindas dan menguburkan sunnah itu 
sendiri. Sunnahnya bagaimana? Sunnah yang mereka sering tampakkan 
adalah hadits yang berbunyi (yang artinya) "Sholat menggunakan siwak 
itu pahalanya lebih dari 70 kali sholat", padahal hadits ini adalah 
hadits yang dho'if !!! Kalaupun seandainya hadits ini adalah hadits 
yang shohih, maka derajatnya hasanun lighoirihi. Ketika mau sholat, 
mereka langsung ambil siwak, meskipun imam sudah takbir, mereka 
tetap sibuk siwak-an, padahal Rasulullah Shalllallahu 'Alaihi 
Wassalam mengatakan "fa idzaa kabbara fakkabaruu.."Apabila ia (imam)
bertakbir, bertakbirlah kalian..". ngga' usah pakai ushalli...ngga' 
usah pakai siwak. Adapun mengenai murid-muridnya ...Murid-muridnya 
banyak sekali bertebaran di Indonesia, bahkan  sekarang ini banyak 
dan lebih banyak lagi, mereka membuat jam'iyyah lanjutan setelah 
Ma'had Ar Ribath...yaitu Jam'iyyah Al Ahqaf. Apel siaganya tiap pagi
adalah...keliling kuburan syaikh mereka. Oleh karena tidak pantas 
mereka menisbatkan pesantrennya kepada salafiyyah, karena salafiyyah 
adalah ..salafy adalah ashhabunnabi Shalllallahu 'Alaihi Wassalam wa 
ashhabul kiram, itu yang kita nama salafiyah.dan kita tidak menyebut 
pesantren mereka dengan pesantren salafiyyah !!! Salafiyyah yang 
mereka (murid Alwi Al Maliki di Indonesia dan Nahdatul 'Ulama) 
maksudkan adalah pesantren tradisional, ngajinya pake kitab kuning, 
mandinya dengan 2 qullah meskipun  sudah kotor/butek/keruh airnya 
sampai-sampai membuat kulit gatal. ( maksudnya orang - 
orang "salafiyyah" NU mengganggap bahwa air yang telah mencapai 2 
qullah tidak dapat ternajisi oleh apapun...padahal pemahaman yang 
benar tidaklah demikian, baca keterangan Ustadz. Abdulhakim bin Amir 
Abdat mengenai hadits masalah ini pada AsSunnah edisi 06/tahun 
VII/1424 H/2003 M hal. 11 ) 

Nah oleh sebab itu, Ikhwanifillah A'azzakumullah....dikatakan pula 
Syaikh Alwi Al Maliki ini memiliki ziarah (kunjungan) ke Indonesia 
setiap satu tahun sekali, ziarahnya langsung ke Jawa Timur, ke 
tempat para fans nya ( maksudnya bekas muridnya ), Saya orang jawa 
timur...dan banyak bertemu dengan pengikut-pengikut mereka ini. 
Bahkan satu cerita mengatakan, Wallahu a'lam cerita ini betul atau 
tidak...bahkan  diantara orang-orang yang diziarahi terutama orang-
orang madura... arek-arek situbondo itu...mereka rela menikahkan 
anaknya dengan syaikh ini, dalam rangka mengambil keturunan habaib. 
Perlu kita ketahui keturunan habaib tidak ada fungsinya disisi Allah 
swt kecuali dengan taqwa !!!. Habaib banyak...habaib banyak di 
Indonesia...yang ngaku habaib ...habib...habib...habib, tapi 
perbuatannya...adalah menyalahi  Sunnah Rasulullah 
Shalllallahu 'Alaihi Wassalam, bukan pencinta Rasulullah 
Shalllallahu 'Alaihi Wassalam. Katanya habaib juga masih main
perempuan... Katanya habaib juga masih jualan tanah surga, 
katanya...perbuatan macam apa yang dilakukan para habaib seperti ini ???

Ikhwanifillah... antum coba sekarang lihat di Bogor, kebetulan saya
waktu itu tinggal di Jakarta dan saya suka ke Bogor...disana ada 
kuburan yang dikeramatkan milik habib fulan... omzetnya setiap hari 
atau setiap minggu, melebihi 30 Juta, oleh karena itu mereka tidak 
mau meninggalkan kerjaan seperti ini...bayangkan 1 minggu dapat 30 
juta...bandingkan dengan gaji pegawai negeri...satu minggu dapat 
berapa ??? belum potongan-potongan yang lain..., yang datang disana 
juga para pejabat - pejabat, seperti inilah kondisi umat kita, yang 
mau dibohongi oleh pemuja-pemuja kuburan habaib. Dan parahnya...para 
prajurit-prajurit alawiyyin (maksudnya murid alwi al maliki) ini 
banyak mengajar di Pesantren NU, seperti Pesantren Tebu Ireng, 
Pesantren Kyai As'ad, dan Pesantren Ash Shidiqiyyah di Kedoya 
Jakarta. Ciri-ciri mereka sama...kalau pake gamis, 
sorbannya/selendangnya berwarna hijau...kalau pake sarung, ngga' 
tahu saya ciri-ciriya...(SELESAI TANYA JAWAB )


Sumber : ditranskrip dari CD Dakwah Bedah Buku Intensif 2004 CD-3,
Sesi tanya jawab (kajian tanggal 13 Dzulhijjah 1424 H) dengan Ustadz 
Ali Saman Hasan, Lc ( Alumni Univ. Islam Madinah, sekarang mengajar 
di Ma'had Al Irsyad Tengaran, Salatiga ) 

"HAINURUS BIN HAMZAH (Student)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            assalamu'alaikum
  alhamdulillah, saya selamat menunaikan ibdah umrah dan telah 
kembali ke tanah air pada minggu yang lepas. saya ingin berkongsi 
cerita dengan rakan - rakan salafi yang berada di assunnah group dan 
mohon di beri penerangan.
  sewaktu saya di madinah, saya telah berkenalan dengan seorang 
ustaz dari lombok, indonesia. dan beliau menjadi rujukan jemaah 
terutamanya golongan tua.
  saya bertanya "ustaz, siapakah ulama yang sering memberi kuliah di 
masjid nabawi"
  beliau menjawab "ulama yang memberi kuliah di masjid nabawi 
semuanya wahabbi, bertentangan dengan fahaman kita di malaysia dan 
indonesia"
  alangkah terkejutnya saya dengan apabila mendengar jawapan ustaz 
tersebut.
  saya bertanya "jika semua mereka ulama wahabbi, siapakah dia ulama 
ahlu sunnah yang terkenal di makkah dan madinah?"
  beliau menjawab "ulama kita ialah syaikh muhammad sayed alawi al 
makki"   terus saya terdiam   sewaktu di makkah, saya berjumpa 
dengan kawan - kawan ustaz tersebut. kesemua mereka berasal dari 
lombok, indonesia. sepanjang berada di makkah ustaz - ustaz ini 
telah mengajak jemaah yang tua membuat bacaan yassin dan tahlil di 
hotel tempat saya menginap.

  sewaktu di makkah, saya bertanya lagi kepada kawan - kawan ustaz 
tersebut dengan soalan yang sama.

  saya bertanya "ustaz, siapakah ulama yang sering memberi kuliah di 
masjid haram"   salah seorang dari ustaz tersebut 
menjawab "kebanyakkan ulama wahabbi yang mengajar di masjidil haram"
  saya bertanya "ustaz - ustaz ni berlajar di mana"
  salah seorang dari ustaz tersebut menjawab "kami belajar di 
madrasah al solattiyyah, makkah" (jika tidak silap saya begitulah 
nama madrasah yang di beritahu)
  soalan saya
  1. siapakah dia syaikh muhammad sayed alawi al makki yang sebutkan 
itu. dan benarkah madrasah tersebut berada di makkah.
  2. jika benar nama syaikah muhammad sayed alawi al makki memang 
wujud berserta dengan madrasah, mengapa mufti makkah tidak mengambil 
tindakan menutup madrasah ini.
  sekian
  abu rumaisha
  bangi, selangor
  malaysia
  
 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
You can search right from your browser? It's easy and it's free.  See how.
http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke