MEMBONGKAR KESESATAN DAN PENYIMPANGAN GERAKAN-GERAKAN DA'WAH -IKHWANUL MUSLIMIN-

Oleh
Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary Al-Medany
Bagian Terakhir dari Dua Tulisan 2/2

MENGHIDUPKAN BID'AH
Jamaah Ikhwanul Muslimin juga banyak sekali menghidupkan bidah. Sa'id Hawwa 
menyatakan dalam bukunya At-Tarbiyyah Ar-Ruhiyyah (pembinaan  mental): "Ustadz 
Al-Banna beranggapan bahwa menghidupkan hari-hari besar Islam (selain dua hari 
'ied), adalah termasuk tugas harakah-harakah (gerakan) Islam. Beliau juga 
menganggap bahwa suatu hal yang aksiomatik alias pasti, kalau dikatakan bahwa 
pada zaman modern ini memperingati hari besar semacam maulid nabi dan yang 
sejenisnya, dapat diterima secara fiqih dan harus mendapat prioritas 
tersendiri."

Dikisahkan juga oleh Mahmud Abdul Halim dalam bukunya Ahdats Shana'atha  
At-Tarikh (1/109) bahwa ia sering bersama-sama Hasan Al-Banna menghadiri maulid 
nabi. Ia (Hasan Al-Banna) sendiri terkadang maju ke pentas untuk menyanyikan 
nasyid (nyanyian) maulid nabi dengan suara keras dan nyaring. Setelah menukil 
banyak kisah Al-Banna tersebut,  Syaikh Farid berkomentar:

"Semoga Allah memerangi pelaku-pelaku bidah. Alangkah bodohnya mereka, alangkah 
lemahnya akal mereka. Sesungguhnya mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang 
tidak pantas dilakukan bahkan oleh anak kecil sekalipun."

Dalam lembaran-lembaran majalah Ad-Dakwah, yang dipimpin oleh Umar At-Tilimsani 
tatkala dia masih menjabat salah satu Mursyid partai Ikhwanul Muslimin (nomor 
21 hal 16/Rabi'ul Awwal 1398 H), tercetus banyak ungkapan yang penuh dengan 
kebidahan dan ghuluw (pengkhutusan/berlebih-lebihan) terhadap Nabi.

Di antaranya dalam makalah di bawah judul: Fi dzikra maulidika ya dhiya' 
Al-Alamin (dalam memperingati hari kelahiranmu, wahai sinar alam  semesta)

TA'ASHUB / FANATIK TERHADAP PENDAPAT ULAMANYA
Syaikh Muqbil menyatakan dalam Al-Makhraj Minal Fitan hal. 86: "(banyak) dari 
kalangan pengikut Ikhwanul Muslimin yang mengetahui bahwa mereka bodoh dalam 
masalah dien. Apabila kita menyatakan kepadanya : ini halal, atau ini haram 
adalah sudah kita tegakkan dalil-dalilnya, ia akan mengelak sambil menjawab: 
Yusuf Qordhawi di dalam al-halal wal haram bilang begini, Sayyid Sabiq dalam 
Fiqhus Sunnah, atau Hasan Al-Banna di dalam Ar-Rasail atau Sayid Quthub dalam 
tafsir Fi Dzi lalil Quran bilang begini! Bolehkah dalil-dalil yang jelas 
dipatahkan dengan ucapan-ucapan mereka?"

Karena itulah banyak diantara mereka yang masih meremehkan hukum "merokok" 
misalnya, yang telah ditegaskan keharamannya oleh ulama ahlul hadits, lewat 
berbagai tinjauan, karena mengikuti fatwa syaikh mereka Yusuf Qordhawi yang 
tidak jelas dalam menerangkan hukumnya.

MANHAJ DAKWAH YANG MELENCENG DARI SYARIAH
Kerusakan manhaj dakwah mereka diawali oleh propaganda "Tauhidu As-Sufuf" 
(menyatukan barisan) kaum muslimin yang mereka dengung-dengungkan. Dimana 
propaganda itu berkonotasi mengabaikan adanya berbagai penyimpangan aqidah yang 
membaluti tubuh umat Islam. Menurut mereka, cukup kita meneriakan : wa Islamah 
(wahai Islam), maka kita pun bersatu.

Hasan Albana pernah berkata :

"Dakwah Ikhwanul Muslimin tidaklah ditujukan untuk melawan satu aqidah, agama, 
ataupun golongan, karena faktor pendorong perasaan jiwa para pengemban dakwah 
jama'ah ini adalah berkeyakinan fundamental bahwa semua agama samawi berhadapan 
dengan musuh yang sama, yaitu atheisme" [Lihat qofilah Al-Ikhwan As-siisi 
1/211].

Utsman Abdus Salam Nuh mengomentari ucapan itu dalam bukunya At-Thoriq ila 
Jama'ati Al-Umm halaman 173: "Bagaimana bisa disebut dakwah Islamiah, kalau 
tidak sudi memerangi aqidah-aqidah yang menyimpang, sedangkan Islam sendiri 
diturunkan untuk memberantas berbagai penyimpangan keyakinan dan membersihkan 
hati manusia dari keyakinan-keyakinan itu."

Inti pemahaman inilah yang akhirnya melahirkan gerakan yang disebut Pan 
Islamisme, yang menyatukan umat Islam dengan berbagai keyakinannya dibawah satu 
panji. Ikhwanul Muslimin juga banyak mempergunakan berbagai sarana yang tidak 
sesuai dengan syari'at untuk mengembangkan dakwahnya.

Diantaranya : Mengadakan pertunjukan sandiwara. Dalam hal ini, Syaikh Muqbil 
memberikan tanggapan: "Sesungguhnya pertunjukan sandiwara itu, kalaupun tidak 
dikatakan dusta, amatlah dekat dengan kedustaan. Kita meyakini keharamannya, 
selain itu juga bukan merupakan sarana dakwah yang dipergunakan ulama kita 
terdahulu."

Imam Ahmad meriwayatkan satu hadits dari Ibnu Mas'ud, bahwasanya Rosulullah 
bersabda : Manusia yang paling keras disiksa hari kiamat nanti ada tiga : Orang 
yang membunuh seorang nabi atau dibunuh olehnya, seorang pemimpin yang sesat 
dan menyesatkan, dan pemain lakon (mumatsil). [Dalam musnadnya I/407, berkata 
Ahmad Syakir dalam ta'liknya IV/65 : Sanadnya shahih, dan di shahihkan pula 
oleh Syaikh Al Bany dalam Ash Shohihah no. 281]

Beliau melanjutkan : "Yang dimaksud mumatsil disitu adalah pelukis atau orang 
yang melakonkan perbuatannya di hadapan orang lain. Sebagaimana ditegaskan 
dalam kamus". (lihat Al-Makhroj ? Minal Fitan halaman 90). Para ulama juga 
lebih mengharamkan (sandiwara) lagi, tatkala sering terjadi dalam sandiwara 
seseorang harus memerankan diri sebagai orang kafir, bahkan penyembah berhala 
yang mempraktekkan ibadahnya di hadapan patung. Dan banyak lagi yang lainnya.

[Syaikh Dr. Sholeh Al Fauzan menjelaskan : "Pendapat saya, bahwa sandiwara 
(itu) Tidak Boleh!! Karena beberapa  sebab:

[1]. Tujuan sandiwara adalah membuat para hadirin tertawa
[2]. Tasyabuh dengan orang-orang yang tidak baik
[3]. Cara da'wah seperti ini bukanlah cara da'wah yang dicontohkan nabi 
Shalallahu 'Alaihi wa Sallam dan para Salafusholih. Sandiwara-sandiwara 
tersebut tidaklah dikenal kecuali dari orang-orang kafir yang menular kepada 
kaum muslimin dengan alasan da'wah. dpun menjdikn sandiwara sebagai wasilah 
da'wah "ini Juga Tidak Benar, karena wasilah da'wah adalah Taufiqiyah/ sudah 
tetap diatur. lih. Al Ajwibatu mufidah hal: 62-63]

[Syaikh Bakar Abu Zaid berkata dalam bukunya : "At-Tamstil" hal 18: "Akhirnya 
para ulama peneliti mengetahui bahwa bibit sandiwara ini dari syiar ibadah 
orang-orang Yunani." Syaikh Hamud ibnu Abdillah at-Tuwajiri juga menegaskan: 
"Sesungguhnya menjadikan sandiwara sebagai sarana da'wah kepada Allah bukanlah 
termasuk Sunnah Rasul dan Sunnah  Khulafaur Rasyidin. Akan tetapi ini adalah 
cara da'wah yang diada-adakan di jaman kita. Lihat Al Hujjatul Qowiyyah hal: 
64-64 oleh Syaikh Abdussalam Ibnu Barjas, cet Daarussalaf]

MENDAHULUKAN URUSAN POLITIK DARIPADA SYARI'AT
Meski secara lahir, jama'ah Ikhwanul Muslimin selalu menggembar-gemborkan harus 
tegaknya kekuasaan Islam, namun secara mengenaskan mereka hanya menjadikan itu 
sebagai slogan umum yang aplikasinya meninggalkan dakwah tauhid dan menjejali 
orang awam hanya dengan propaganda politik mereka.

Kita sudah bosan dengan dengungan politik yang membuat manusia jahil dengan 
agamanya, mereka hidup terpecah belah dengan tidak mengenal agamanya, tidak 
mengenal bagaimana shalat yang sesuai dengan sunnah RasulNya Shalallahu 'Alaihi 
wa Sallam. Apakah kita akan menyibukkan manusia dengan politik ??? Padahal 
keadaan umat seperti ini ???Mengapa  manusia tertipu dengan slogan ini, padahal 
jika mansuia belajar dien, maka dengan sendirinya manusia akan menolak yang 
berasal dari luar agamanya.

Contohnya, ketika mereka mengakui bahwa syarat pemimpin Islam yang ideal adalah 
ilmu dan taqwa, mereka justru mengangkat Mujadidi sebagai pemimpin Afghanistan, 
hanya demi menyenangkan banyak pihak termasuk dunia barat.

Hal itu diungkapkan oleh Abdullah Al-Azhom dalam majalah Al-Jihad nomor  52 
maret 1989 : "Mujadidi adalah profil pemimpin ideal menurut dunia Internasional 
khususnya barat. Hal itu akan memuluskan jalan Afghanistan untuk menjadi negara 
yang diakui di dunia secara  formal....." (At-Thoriq 214) juga akan kita 
dapati, bahwa para pengikut  gerakan Ikhwanul Muslimin lebih banyak berbicara 
dan mengulas tentang  politik daripada aqidah, dalam majalah, buku-buku bahkan 
di podium-podium, sampai-sampai dikala menyampaikan khotbah jum'at."

Masih banyak lagi penyimpangan dakwah Ikhwanul Muslimin yang tak mungkin 
dirinci disini satu persatu. Semuanya sudah banyak diulas ulang oleh para ulama 
ahlul Hadits. Yang jelas, gerakan ini turut membidani kelahiran berbagai 
gerakan sejenis di berbagai negara. Di Libanon seperti At-Tauhid, di Palestina 
Hammas, di Mesir Jama'ah Islamiah, di Aljazair FIS, di Malaysia Darul Arqom, di 
Indonesia seperti NII (Negara Islam Indonesia) yang sebelumnya dikenal dengan 
Darul Islam atau DI TII, Al-Usroh, Komando Jihad, JAMUS (Jama'ah Muslimin), dan 
lain-lain.

[Disalin dari tulisan Membongkar Kesesatan Dan Penyimpangan  Gerakan-Gerakan 
Islam, Penulis Abu Ihsan Al-Atsari Al-Medany, Ta'liq Abu Unaisah Al-Atsary dan 
Ibnu Bilal Al-Banyuwangi]


_______________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
You can search right from your browser? It's easy and it's free.  See how.
http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke