Syubhat, dakwah keras tidak ampuh ?

Sumber:http://

Saudaraku,
Banyak sekarang kelompok-kelompok yang diluar ahlussunnah mengambil perkataan para ulama ahlussunnah, untuk dipertentangkan satu dengan lainnya terkadang untuk menghambat dakwah dengan memaksakan agar  perkataan ulama ahlussunnah menjadi bumerang bagi dakwah ini, padahal kalau kita mengkaji, tidak perna ada sedikitpun perkataan ulama ahlussunnah bententangan dengan al-Qur'an dan as-Sunnah, untuk mendakwahkan yang haq dan menghancurkan yang bathil. –wAllahu a'alam

Kaedah yang akan kita bicarakan nanti bukanlah kaedah baru yang datang dari mulut-mulut orang yang membenci ahlussunnah, bukan pula perkataan ulama yang berada dalam kelompok tertentu, apalagi perkataan seseorang yang mengaburkan dakwah ahlussunnah wal jama'ah . Risalah singkat ini diambil dari kitab Sittu Duror min Ushuul Ahlil Atsar –semoga Allah ta'ala membaguskan Ilmunya yang membuat risalah ini.

Saya merasa berkepentingan untuk menyertakan pasal atau dasar kelima ini dalam risalah ini. Hal ini dikarenakan sebagian dari jiwa-jiwa yang lemah dan yang masih sedikit ilmunya masih merasakan kesempitan dada (sebagai tanda masih kurang begitu setuju) ketika mereka membaca bantahan-bantahan seperti ini. Mereka menganggap bahwa sikap mereka ini lebih dekat kepada sikap seorang yang wara' (menahan diri dari perbuatan sia-sia) dan lebih bisa menjaga kehormatan dan nama baik sesama kaum muslimin.

Namun, lihatlah sekilas sejarah para shalafus shalih, sebaliknya engkau akan temukan bahwa tidak ada sepenggal zaman-pun yang luput dan terlewatkan dari usaha para ulama dalam membantah dan menumbangkan para penentang, sekalipun ia termasuk orang-orang muslim yang baik.

Saat sebahagian besar dari hizb (kelompok-kelompok) Islam memendam istilah "an-Naqdudz dzaatiy" (kritik terhadap diri sendiri), membunuh semangat al-amru bil ma'ruuf wan nahy 'anil munkar (memerintahkan yang baik dan melarang dari yang munkar) dan mencabut sesuatu kesalahan dan kelemahan kaum muslimin dengan alasan jikalau hal ini akan menutup cacat dan cela kaum muslimin untuk mengatur strategi menghancurkan orang-orang kafir.

Dan orang-orang yang memutar-mutar lidah mereka dengan mengingkari kritik terhadap yang bathil, meski di antara mereka yang memiliki kebaikan dan ke shalihan - akan tetapi, dia lemah semangat dan disisi lain ia tak mampu untuk mengetahui titik-titik kebenaran dan yang shahih. Bahkan pada hakikatnya ia bagaikan seorang yang lari dari medan perang jihad tatkala ia lari dari tempat dimana ia seharusnya berada di tempat itu untuk menjaga agama Allah ta'ala serta membelanya. Sehingga orang yang berdiam diri dari kalimatul haqq (menegakkan kebenaran) maka dosanya sama dengan orang yang mengucapkan kebathilan.


Dari Abu 'Ali ad-Daqaq berkata: " Orang-orang yang diam dan enggan mengungkapkan kebenaran adalah syetan yang bisu, dan orang yang mengucapkan kebathilan adalah syetan yang berbicara"

Rosulullah saw telah mengabarkan pada kita bahwa umat ini akan terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua)  golongan, dan keselamatan hanya milik 1 (satu) golongan yang senantiasa berada pada manhaj kenabian. Maka perhatikanlah, apakah golongan ahlussunah sama dengan golongan tasawuf, dengan khawarij, mu'tajilah,murjiah,qodariyyah,jahmiyah dan diluar itu semua.

Perhatikan pesan Rosulullah saw, hanya ada 1 (satu) yang selamat. Sementara diluar sana, mereka mengajak orang-orang awam untuk mau merapat pada jama'ah mereka, contohnya dengan mengatakan bahwa mereka adalah ahlul bait Rosulullah saw, sementara perbuatan mereka jauh api dari panggannya, malah menentang sunnah Nabi kita saw, atau kelompok mengatas namakan daulah islamiyah!!.

Apa yang kita dapati dari mereka ?? kecuali perkataan bathil dibawah ini:
  • "Janganlah kalian memporak-porandakkan shaf atau barisan dari dalam!"
  • "Jangan kalian menebar debu dari dalam"
  • "kita bekerjasama pada hal-hal yang kita sepakati, dan saling mengerti dalam hal-hal yang tidak kita sepakati"
  • "Sudahlah, banyak yang lari dengan cara dakwah seperti anda!"
Seperti itulah para pengacau yang mengaku ahlussunnah dari dalam, padahal mereka adalah golongan penentang Ahlussunnah. Maka katakan pada mereka : " Apakah orang-orang bathil itu diam dan kita juga akan diam, ataukah mereka menyerang i'tiqad melalui media televisi,internet,majalah,pergerakan,partai dan kita hanya dituntut diam karenanya ?!  Jawablah: demi Allah ,tidak!!

Oleh karena itu semua, jika ada seseorang membantah dan mengingkari mukhalif dalam hal tata cara beribadah yang aneh (syudzuuzin fiqhiyy) atau dalam hal ucapan atau tindakan bid'ah, maka sepantasnyalah anda berterimakasih kepadanya atas bantahannya dan pembelaannya yang ia telah lakukan semampu dia. Jangan anda merendahkannya atau bersikap sinis kepadanya dengan mengatakan "Kenapa dia tidak menyerah atau membantah orang-orang sekuler?!"

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah berkata: "Memerintahkan kepada as-Sunnah dan mencegah dari perbuatan bid'ah adalah merupakan "al-amru bi ma'ruuf wan nahyu 'an munkar" dan ia termasuk amal shalih yang paling afdhal atau mulia." (Minhaajus Sunnah, Juz.5 hal.253)

Oleh karenanya, kelompok-kelompok diluar ahlussunnah yang ada sekarang ini hendaknya berlapang dada dan tidak mengeluh dengan dada sempit dan sesak dengan kritik yang dialamatkan kepada mereka.

Jika ada seorang mukmin ingin meluruskan jalan maka dikatakan kepadanya. "jangan sekarang, nanti orang-orang akan lari", maka katakan padanya: "Lalu kapan lagi ia mengetahui kesalahan dan kekeliruannya, dan kapan ia bisa menjauh diri darinya ? Kapan ia bisa mengobati yang sakit dan menguatkan yang lemah ? Padahal Rosulullah saw telah bersabda:
"Seorang mukmin itu bagaimana cermin bagi mukmin (yang lain) dan seoarang mukmin itu saudara bagi mukmin (yang lain); ia menutupi sesuatu yang hilang dari saudaranya itu dan menjaga (dari sesuatu yang datang) dari belakang." (Sunan Abu Daud, Juz 2 No.304 dan hadits ini shahih)

Dan bukanlah termasuk kebaktian dan kesetian kepada sesama mukmin ketika anda menolong saudara anda yang lain dalam kebathilan yang ia perbuat dengan alasan bahwasanya ia sedang dihadapi orang-orang diluar islam.
Rosulullah saw telah bersabda:
" Tolonglah saudaramu yang berbuat dzalim dan yang medzalimi,"Yaa Rosulullah, kami menolongnya ketika ia sedang didzalimi tentunya, tapi bagaimana kami menolongnya ketika ia berbuat dzalim?" tanya shahabat." Kalian menghalanginya atau mencegahnya dari berbuat dzalim" Jawab Rosulullah saw (HR.Bukhori no.444 dan 6952) dan dijelaskan dalam riwayat Muslim dari jalan Jabir –radhiyAllahu 'anhu disebutkan dengan lafazh: "jika ia berbuat dzalim, maka laranglah ia (berbuat zhalim); dengan begitu berarti kamu menolongnya" (HR.Muslim no.2584)

jadi membantah para mukhalif sama halnya dengan membela da mempertahankan Islam dari dua sisi:

  1. Bahaya dari Luar:
    yakni bahaya yang berasal dari orang-orang kafir tulen, yang tidak mengetahui cahaya islam, maksudnya agar kelompok diluar Islam dapat melihat mana islam yang murni dibawa oleh Rosulullah shallalahu 'alayhi wa sallam mana yang bathil. dengan tujuan agar memperlihatkan bahwa Islam tetap eksis hingga akhir zaman.
  2. Bahaya dari Dalam:
    yakni dari kaum muslimin sendiri yang berwujud pada kebanyakan firqoh dan kelompok dimana tokoh-tokohnya dengan bebas menyelimuti hati para generasi muda umat ini. Dimana mereka berlindung pada baju yang dibungkus dengan agama, sehingga orang awam tidak menyadari kerusakan yang ditinggalkannya.
Syaikh Bakr bin 'Abdullah Abu Zaid hafizhahullahu berkata :
"Orang-orang yang kemudian senantiasa  berjalan di bawah naungan al-Qur'an dan as-Sunnah adalah orang-orang yang mempunyai bagian dan kedudukan yang tinggi dalam hal mencegah perpecahan kaum muslimin dengan mengembalikan mereka pada koridor yang mulian al-Qur'an dan as-Sunnah, dengan jalan menghancurkan apa yang telah dibangun oleh para kelompok dan golonngan mereka yang telah menceraiberaikan ummat dengan landasan dan pondasi yang bathil menurut timbangan syar'i " (Hukmul Intimaa' 'ilaa al-Ahzab hal.53,54)

Maraji':
Sittu Durar min ushuul ahlil atsar
Maktabah al-Umarani al-Ilmiyah, UEA, cet.1/1420H
ed.Indonesia, Pustaka at-Tauhid, cet.1/1423H

__._,_.___

SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------





SPONSORED LINKS
Sunnah Islam Islam and the west
Islam empire of faith Islam music Islam video


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke