Syubhat, dakwah keras tidak ampuh ?
Saudaraku,
Banyak sekarang kelompok-kelompok yang diluar ahlussunnah mengambil perkataan para ulama ahlussunnah,
untuk dipertentangkan satu dengan lainnya terkadang untuk menghambat
dakwah dengan memaksakan agar perkataan ulama ahlussunnah menjadi
bumerang bagi dakwah ini, padahal kalau kita mengkaji, tidak perna ada
sedikitpun perkataan ulama ahlussunnah bententangan dengan al-Qur'an dan as-Sunnah, untuk mendakwahkan yang haq dan menghancurkan yang bathil. wAllahu a'alam
Kaedah yang akan kita bicarakan nanti bukanlah kaedah baru yang datang dari mulut-mulut orang yang membenci ahlussunnah, bukan pula perkataan ulama yang berada dalam kelompok tertentu, apalagi perkataan seseorang yang mengaburkan dakwah ahlussunnah wal jama'ah . Risalah singkat ini diambil dari kitab Sittu Duror min Ushuul Ahlil Atsar semoga Allah ta'ala membaguskan Ilmunya yang membuat risalah ini.
Namun, lihatlah sekilas sejarah para shalafus shalih, sebaliknya engkau akan temukan bahwa tidak ada sepenggal zaman-pun yang luput dan terlewatkan dari usaha para ulama dalam membantah dan menumbangkan para penentang, sekalipun ia termasuk orang-orang muslim yang baik.
Saat sebahagian besar dari hizb (kelompok-kelompok) Islam memendam istilah "an-Naqdudz dzaatiy" (kritik terhadap diri sendiri), membunuh semangat al-amru bil ma'ruuf wan nahy 'anil munkar (memerintahkan yang baik dan melarang dari yang munkar) dan mencabut sesuatu kesalahan dan kelemahan kaum muslimin dengan alasan jikalau hal ini akan menutup cacat dan cela kaum muslimin untuk mengatur strategi menghancurkan orang-orang kafir.
Dan orang-orang yang memutar-mutar lidah mereka dengan mengingkari
kritik terhadap yang bathil, meski di antara mereka yang memiliki
kebaikan dan ke shalihan - akan tetapi, dia lemah semangat dan disisi
lain ia tak mampu untuk mengetahui titik-titik kebenaran dan yang shahih. Bahkan pada hakikatnya ia bagaikan seorang yang lari dari medan perang jihad
tatkala ia lari dari tempat dimana ia seharusnya berada di tempat itu
untuk menjaga agama Allah ta'ala serta membelanya. Sehingga orang yang
berdiam diri dari kalimatul haqq (menegakkan kebenaran) maka dosanya sama dengan orang yang mengucapkan kebathilan.
Dari Abu 'Ali ad-Daqaq berkata: " Orang-orang yang diam dan enggan mengungkapkan kebenaran adalah syetan yang bisu, dan orang yang mengucapkan kebathilan adalah syetan yang berbicara"
Rosulullah
Perhatikan pesan Rosulullah ,
hanya ada 1 (satu) yang selamat. Sementara diluar sana, mereka mengajak
orang-orang awam untuk mau merapat pada jama'ah mereka, contohnya
dengan mengatakan bahwa mereka adalah ahlul bait Rosulullah
, sementara perbuatan mereka jauh api dari panggannya, malah menentang sunnah Nabi kita
, atau kelompok mengatas namakan daulah islamiyah!!.
- "Janganlah kalian memporak-porandakkan shaf atau barisan dari dalam!"
- "Jangan kalian menebar debu dari dalam"
- "kita bekerjasama pada hal-hal yang kita sepakati, dan saling mengerti dalam hal-hal yang tidak kita sepakati"
- "Sudahlah, banyak yang lari dengan cara dakwah seperti anda!"
Oleh karena itu semua, jika ada seseorang membantah dan mengingkari mukhalif dalam hal tata cara beribadah yang aneh (syudzuuzin fiqhiyy) atau dalam hal ucapan atau tindakan bid'ah, maka sepantasnyalah anda berterimakasih kepadanya atas bantahannya dan pembelaannya yang ia telah lakukan semampu dia. Jangan anda merendahkannya atau bersikap sinis kepadanya dengan mengatakan "Kenapa dia tidak menyerah atau membantah orang-orang sekuler?!"
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah berkata: "Memerintahkan kepada as-Sunnah dan mencegah dari perbuatan bid'ah adalah merupakan "al-amru bi ma'ruuf wan nahyu 'an munkar" dan ia termasuk amal shalih yang paling afdhal atau mulia." (Minhaajus Sunnah, Juz.5 hal.253)
Oleh karenanya, kelompok-kelompok diluar ahlussunnah yang ada sekarang ini hendaknya berlapang dada dan tidak mengeluh dengan dada sempit dan sesak dengan kritik yang dialamatkan kepada mereka.
Jika ada seorang mukmin ingin meluruskan jalan maka dikatakan
kepadanya. "jangan sekarang, nanti orang-orang akan lari", maka katakan
padanya: "Lalu kapan lagi ia mengetahui kesalahan dan kekeliruannya,
dan kapan ia bisa menjauh diri darinya ? Kapan ia bisa mengobati yang
sakit dan menguatkan yang lemah ? Padahal Rosulullah telah bersabda:
"Seorang
mukmin itu bagaimana cermin bagi mukmin (yang lain) dan seoarang mukmin
itu saudara bagi mukmin (yang lain); ia menutupi sesuatu yang hilang
dari saudaranya itu dan menjaga (dari sesuatu yang datang) dari
belakang." (Sunan Abu Daud, Juz 2 No.304 dan hadits ini shahih)
Dan bukanlah termasuk kebaktian dan kesetian kepada sesama mukmin
ketika anda menolong saudara anda yang lain dalam kebathilan yang ia
perbuat dengan alasan bahwasanya ia sedang dihadapi orang-orang diluar
islam.
Rosulullah telah bersabda:
" Tolonglah saudaramu yang berbuat dzalim dan yang medzalimi,"Yaa
Rosulullah, kami menolongnya ketika ia sedang didzalimi tentunya, tapi
bagaimana kami menolongnya ketika ia berbuat dzalim?" tanya shahabat." Kalian menghalanginya atau mencegahnya dari berbuat dzalim" Jawab Rosulullah
(HR.Bukhori no.444 dan 6952) dan dijelaskan dalam riwayat Muslim dari
jalan Jabir radhiyAllahu 'anhu disebutkan dengan lafazh: "jika ia berbuat dzalim, maka laranglah ia (berbuat zhalim); dengan begitu berarti kamu menolongnya" (HR.Muslim no.2584)
jadi membantah para mukhalif sama halnya dengan membela da mempertahankan Islam dari dua sisi:
- Bahaya dari Luar:
yakni bahaya yang berasal dari orang-orang kafir tulen, yang tidak mengetahui cahaya islam, maksudnya agar kelompok diluar Islam dapat melihat mana islam yang murni dibawa oleh Rosulullah shallalahu 'alayhi wa sallam mana yang bathil. dengan tujuan agar memperlihatkan bahwa Islam tetap eksis hingga akhir zaman. - Bahaya dari Dalam:
yakni dari kaum muslimin sendiri yang berwujud pada kebanyakan firqoh dan kelompok dimana tokoh-tokohnya dengan bebas menyelimuti hati para generasi muda umat ini. Dimana mereka berlindung pada baju yang dibungkus dengan agama, sehingga orang awam tidak menyadari kerusakan yang ditinggalkannya.
"Orang-orang yang kemudian senantiasa berjalan di bawah naungan al-Qur'an dan as-Sunnah adalah orang-orang yang mempunyai bagian dan kedudukan yang tinggi dalam hal mencegah perpecahan kaum muslimin dengan mengembalikan mereka pada koridor yang mulian al-Qur'an dan as-Sunnah, dengan jalan menghancurkan apa yang telah dibangun oleh para kelompok dan golonngan mereka yang telah menceraiberaikan ummat dengan landasan dan pondasi yang bathil menurut timbangan syar'i " (Hukmul Intimaa' 'ilaa al-Ahzab hal.53,54)
Maraji':
Sittu Durar min ushuul ahlil atsar
Maktabah al-Umarani al-Ilmiyah, UEA, cet.1/1420H
ed.Indonesia, Pustaka at-Tauhid, cet.1/1423H
SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
| Sunnah | Islam | Islam and the west |
| Islam empire of faith | Islam music | Islam video |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "assunnah" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
