----- Original Message -----
From: "Faisal" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, June 15, 2006 9:38 PM
Subject: [assunnah] Re: Tentang Shalat Malam

> Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuuh
 
wa`alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

> thanks untuk infonya sudara Naufal
> mungkin ada dalil yang bisa dijadikan acuan, agar saya menjadi lebih
> yakin?
>
> Wassalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuuh
> Faisal Abduh

Begini akhiy, shalat malam itu termasuk qiyamul lail, kalau shalat malam dilakukan setelah bangun tidur (artinya kita tidur dulu kemudian tengah malam bangun utk shalat) maka disebut tahajud, karena menurut istilah tahajud itu artinya bangun untuk shalat, sebagaimana yg disebutkan pada ayat ini:.
"Wa minal layli faTAHAJJAD bihi naafilatan laka..." (=Dan pada sebahagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu --ibadah-- tambahan bagimu) [Al Israa : 79]

Abdur Rahman bin AbdulQari, beliau berkata: Suatu ketika saya keluar bersama Umar bin Khatthab pada bulan Ramadhan ke masjid ternyata orang-orang berpencar-pencar terpisah; Ada yang shalat sendirian, ada yang shalat lalu diikuti oleh beberapa orang, lalu Umar berkata: "Saya punya pendapat seandainya saya dapat mengumpulkan mereka dengan satu imam tentu akan lebih baik", kemudian beliau bertekad untuk mengumpulkan mereka dengan imam Ubay bin Ka'ab. Kemudian saya keluar lagi brsama beliau pada malam yang lain, dan orang-orang sedang shalat berjamaah dengan mengikuti satu imam. Lalu Umar berkata: "Sebaik-baik bid'ah adalah ini, dan orang-orang yang tidur lebih baik dari pada yang ikut shalat malam ini (maksud beliau orang2 yang tidur dulu untuk bangun shalat di akhir malam), dan orang-orang saat itu shalat dipermulaan malam" (HR. Bukhari).
 
Jadi, shalat malam jika dilakukan setelah tidur dulu maka disebut tahajud, sedangkan jika dilakukan tanpa tidur dulu maka tidak disebut tahajud, walaupun tidur dulu atau tanpa tidur dulu dua2nya sama2 merupakan qiyamullail. Namun tidak jadi syarat mutlak bahwa jika ingin mengerjakan shalat malam harus tidur dulu, hanya saja yg lebih baik adalah dilakukan setelah tidur karena hal itu sesuai dgn makna "tahajud" dan juga sebagaimana yg dicontohkan oleh Rasulullah dan yg disebutkan oleh Umar bin Khaththab itu.
 
wallahu a'lam


> --- In [email protected], "Naufal" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuuh
> >
> > wa`alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh
> >
> > > rekan2 milis yang terhormat
> > > apakah bedanya antara tahajjud dan qiyamul lail?
> >
> > tidak beda, maknanya sama
> >
> > > kemudian apakah tahajjud bisa dilakukan kalau kita belum tidur?
> >
> > bisa
> >
> > > bagaimana orang yang bekerja malam hari, misalnya satpam yang tidak
> > > boleh tidur diwaktu malam karena tugas? berarti dia nggak bisa shalat
> > > tahajjud dong?
> >
> > nggak masalah, tetap bisa
> >
> > > terima kasih banyak atas tanggapan rekan2 sekalian, semoga Allah SWT
> > > selalu melindungi kita, amiin ya rabbal 'alamiin
> > >
> > > Wassalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuuh
> > >
> > > Faisal Abduh Bin Habiburrachman
__._,_.___

SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------





SPONSORED LINKS
Sunnah Islam Islam and the west
Islam empire of faith Islam music Islam video


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke