Wa'alaikum salam warahmatullah Pak Handoyo, semoga Bapak dirahmati Allah Ta'ala
Shalat Dhuha sama dengan shalat - shalat yang lain (sepert shalat sunnah rawatib dan shalat sunnah tahajud). Cuma yang membedakan adalah waktu pengerjaannya yaitu di waktu dhuha (pagi). Semoga artikel berikut dapat bermanfaat. SHALAT DHUHA Keutamaan Shalat Dhuha, Dari Abu Dzarr radhiyallaHu 'anHu, Rasulullah ShallallaHu 'alaiHi wa sallam bersabda, "Bagi masing masing ruas dari anggota tubuh salah seorang diantara kalian harus dikeluarkan sedekah. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh untuk berbuat baik pun sedekah dan mencegah kemungkaran juga sedekah. Dan semua itu bisa disetarakan ganjarannya dengan dua rakaat shalat Dhuha" (HR. Muslim no. 720) Dari Abu Hurairah radhiyallaHu 'anHu, ia berkata, "Tidak ada yang memelihara shalat dhuha kecuali orang orang yang kembali kepada Allah (awwaabiin)" (HR. Ibnu Khuzaimah II/228, al Hakim dalam al Mustadrak I/314 dan lainnya) Hukum Shalat Dhuha, Shalat dhuha pada waktu dhuha (pagi hari) merupakan hal yang baik lagi disukai (Majmuu' al Fataawaa XXII/284 oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah). Namun tidak ada riwayat yang menunjukkan kewajiban shalat dhuha. Waktu Shalat Dhuha, Waktu shalat dhuha dimulai sejak terbit matahari sampai zawal (condong). Dan waktu yang terbaik untuk mengerjakan shalat dhuha adalah pada saat matahari terik. Dari Zaid bin Arqam, Rasulullah ShallallaHu 'alaiHi wa sallam bersabda, "Shalat awwaabiin (orang orang yang kembali kepada Allah) adalah ketika anak anak unta sudah merasa kepanasan" (HR. Muslim no. 748) Jumlah Raka'at Shalat Dhuha, Disyari'atkan kepada orang muslim untuk mengerjakan shalat dhuha dua, empat, enam, delapan atau dua belas raka'at berdasarkan hadits hadits shahih dan hasan sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para ulama. Dari Abu Darda' dan Abu Dzar radhiyallaHu 'anHuma, dari Rasulullah ShallallaHu 'alaihi wa sallam, Allah Ta'ala berfirman, "Wahai anak Adam, ruku'lah untuk-Ku empat raka'at di awal siang, niscaya Aku mencukupimu di akhir siang" (HR. at Tirmidzi no. 475 dan Ahmad dalam al Musnad VI/440, dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shahiih Sunan at Tirmidzi I/147) Dari Anas bin Malik radhiyallaHu 'anHu, ia berkata, "Bahwa Nabi pernah mengerjakan shalat dhuha enam raka'at" (HR. at Tirmidzi no. 273, hadits ini shahih lighairiHi, lihat Irwaa-ul Ghalil II/216 oleh Syaikh al Albani) Dari Ummu Hani radhiyallaHu 'anHa, ia berkata, " Selanjutnya Fathimah mengambilkan kain beliau dan menyelimutkannya ke beliau, setelah itu beliau shallallaHu 'alaiHi wa sallam mengerjakan shalat dhuha delapan raka'at" (HR. al Bukhari no. 1176 dan Muslim no. 336) Dari Abu Darda' radhiyallaHu 'anHu, Rasulullah ShallallaHu 'alaiHi wa sallam bersabda, "Barangsiapa mengerjakan shalat dhuha dua raka'at maka dia tidak ditetapkan termasuk orang orang yang lengah. Dan barangsiapa mengerjakan shalat dua belas raka'at maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga" (HR. al Haitsami dalam Majma'uz Zawaa-id II/237, dihasankan oleh Syaikh al Albani dalam Shahiih at Targhib wat Tarhiib I/279) Maraji' : Meneladani Shalat shalat Sunnah Rasulullah, Syaikh Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul, Pustaka Imam asy Syafi'i, Bogor, Cetakan Kedua, Rabi'ul Awal 1425 H/April 2004 M. Untuk masalalah niat berikut penjelasannya : Niat adalah tekad untuk mengerjakan suatu ibadah dengan maksud untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Oleh karena itu, shalat tidak sah jika tidak dibarengi dengan niat. Para ulama sepakat bahwa niat merupakan syarat sahnya shalat (ad Dasuqi I/232, Mugnil Muhtaj I/148, Bidayah al Mujtahid I/67 dan Kasyaf al Qanna' I/313). Rasulullah ShallallaHu 'alaiHi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung niatnya, dan setiap orang mendapatkan apa yang diniatkannya" (HR. al Bukhari dan Muslim) Letak niat semua peribadahan termasuk shalat adalah di dalam hati, bukan di lidah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, "Tak seorang pun pernah menukil dari Nabi maupun dari salah seorang sahabatnya, bahwa beliau melafalkan niat sebelum bertakbir, baik dengan suara pelan maupun jahr, dan beliau juga tidak pernah memerintahkan hal itu" Melafalkan niat ketika shalat adalah perbuatan bid'ah, dan tidak ada seorang pun yang mengatakan bahwa melafalkan niat adalah mustahab (sunnah). Barangsiapa yang berpendapat bahwa melafalkan niat adalah sunnah, berarti dia telah menyelisihi sunnah Rasulullah ShallallaHu 'alaiHi wa sallam dan ijma' empat imam serta selainnya (Lihat Majmu' Fatawa XXII/233 oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah). Juga di Kitab Zaadul Ma'aad (I/51) oleh Ibnul Qayyim rahimahullah, dijelaskan bahwa melafalkan niat adalah bid'ah. Tidak seorang pun meriwayatkannya dengan sanad shahih atau dha'if, musnad ataupun mursal. Tidak satu lafazh pun. Tidak dari salah seorang sahabat beliau dan tidak pula dianggap baik oleh tabi'in atau pun Imam yang empat. Maraji' : Panduan Fiqih Lengkap Jilid 1, Syaikh Abdul Azhim bin Badawi Al Khalafi, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Jumadil Akhir 1426 H/Juli 2005 M. Shahih Fiqh Sunnah Jilid 1, Syaikh Abu Malik Kamal bin As Sayyid Salim, Pustaka at Tazkia, Jakarta, Cetakan Pertama, Shafar 1427 H/ Maret 2006 M. HANDOYO ASNAN <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Asalamualaikum saya mau tau tata cara pelaksanaan sholat dhuha yang lengkap dari mulai awal niatnya sampai dengan doanya yang lengkap. barangkali dari semuanya milis asunah ada tau dan bisa jadi panduan bagi saya untuk pelaksanaanya tiap hari saya tunggu sekali sebelemnya saya ucapkan trimakasih Wasalamualikum --------------------------------- Do you Yahoo!? Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail Beta. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Great things are happening at Yahoo! Groups. See the new email design. http://us.click.yahoo.com/iDk17A/hOaOAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG TERPERCAYA -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
