Wa'alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh ...

ya sebarkan salam itulah kuncinya. Dlm arti denotatif maupun konotatif

Di paris sini, ada org yg selalu muram. Dan saya lihat nggak pernah ada yg
menyapa. Akhirnya saya bilang ke dia,"assalamu alaikum". Dan itu berulang2.
Sekarang saya akrab dg dia. Paling tidak, wajahnya nggak cemberut lagi
ketika ketemu.

Jangan hanya karena berjilbab apalagi bercadar maka kita menjauh dari
masyarakat. Ingat kalau ada apa2 dg kita, pertama yg menolong kita adalah
tetangga. Tentu saja dibalik itu semua ada rencana Allah. Tetapi kita nggak
bisa mengabaikan logika dan nalar. Allah mmeberi kita logika dan nalar untuk
digunakan bukan hanya sebagai hiasan.

Sering2 lah mengundang acara makan2 dg tetangga. Bukannya selamatan /
tahlilan. Atau bagi2kan lah makanan. Orang itu paling suka kalau dikasih
makanan. Apa motif org ikut tahlilan? Motif pertama adalah agar dapat makan
enak dan yg kedua ikut2an. Kalau kita bisa memenuhi motif pertama, insya
Allah kebidayaan tahlilan itu bisa dikikis. Nggak percaya, dulu saya hidup
di kampung yg padat dan suka sekali ikut tahlilan agar dpt makan enak. Tapi
setelah saya tahu tahlilan itu nggak boleh, saya berhenti (padahal saya cuma
ikut makan2 dan nggak ikut baca2 doa di tahlilan)

Saya kira di indo ada acara kerja bakti bersih2. Ikutlah acara itu. Dan
tunjukkan semangat kerja. Karena biasanya org merasa jijik, palagi
membersihkan selokan yg penuh kotoran dan susah sekali hilang baunya.

Org akan menilai sifat dan sikap kita; dan bukan penampilan kita. insya
Allah.

salam dari paris,

hanif



On 20/06/06, Chandraleka <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Wa'alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh ...
>
> Masyarakat kita ini perlu waktu untuk pembelajaran.
> Saya masih ingat ketika sewaktu kuliah dulu saya membaca biografi dari A.
> Hassan yang menulis buku Soal Jawab A. Hassan. Beliau hidup sekitar tahun
> 1945 (sekitar itu, saya lupa persisnya, Allahu'alam). Beliau mengatakan
> kurang lebihnya, 'sekarang ini kalau bertemu dengan orang yang mengucapkan
> salam, itu sudah luar biasa.'
>
> Dari situ saya mengambil kesimpulan bahwa pada masa A. Hassan hidup, orang
> yang mengucapkan salam itu sangat jarang sekali. Apalagi orang yang
> shalat.
> Alhamdulillah, dakwah terus menyebar dengan pertolongan Allah. Kalau kita
> bandingkan dengan keadaan sekarang, maka banyak sekali orang orang yang
> mengucapkan salam. Dan sekarang ini kalau ada orang yang tidak shalat 5
> waktu, maka dia akan malu dengan sendirinya...
>
> Sewaktu saya kecil, juga demikian, banyak orang yang mengolok olok orang
> yang memakai jilbab. Dengan tudingan ninja, dll. Apalagi dengan adanya isu
> biskuit beracun ... Tetapi alhamdulillah, Allah menolong tersebarnya
> cahaya
> Islam. Sekarang ini makin banyak orang yang memakai jilbab. Bahkan kalau
> ada
> wanita yang belum mengenakan jilbab, kemudian ditanya ke mereka, kenapa
> tidak memakai jilbab? Mereka akan menjawab, 'saya belum mampu'. Perkataan
> mereka ini menunjukkan bahwa mereka mengagumi pakaian jilbab dan memandang
> memakai jilbab itu lebih baik!
>
> Dan saya berbaik sangka, demikian halnya dengan cadar dan hal hal lain
> yang
> merupakan ajaran Islam.
>
> Tinggal bagaimana sikap kita kepada masyarakat terutama tetangga kita. Ya,
> yang paling ringan dan mudah adalah dengan salam. Kalau bertemu ya kita
> ucapkan salam, terus menyapanya, 'mau kemana, mbak ... atau bu ...'
> Atau bisa juga dengan memberi makanan. Istilahnya 'nganterin makanan' ke
> rumahnya. Bilang aja, 'ini lagi ada kelebihan rendang, jadi ini buat
> keluarga ibu ...'
>
> Yup, itu aja. Mungkin dari ikhwah yang lain bisa ada tips.
>
> Mereka berusaha menutup cahaya Islam, tetapi tidak mampu.
> Wassalamu'alaikum
>
> Chandraleka
> Independent IT Writer
>
>
> ----- Original Message -----
> 10a. tanya dakwah di masyarakat...
> Posted by: "ririn maharani" [EMAIL 
> PROTECTED]<maharani_232001%40yahoo.com>maharani_232001
> Date: Sat Jun 17, 2006 7:11 pm (PDT)
>
> Assalamualaikum, warahmatullahi wabarakatuh...
>
> --- cut ---
>
> Adakah saran dan tips supaya keberadaan ahwat yang berhijab hitam2 dan
> bercadar bisa dipahami dan tidak dicitrakan negatif dengan pikiran yang
> macam-macam seperti aliran hitam, ninja, teroris dll... serta dakwah dapat
> diterima dengan baik di masyarakat, tanpa ada prasangka yang macam2.
> atas nasihatnya saya ucapkan jazakumullah khoir.




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/iDk17A/hOaOAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke