----- Original Message -----
Posted by: "agus purwanto" [EMAIL PROTECTED] dex_en
Date: Fri Jun 16, 2006 7:18 pm (PDT)
Assalamu'alaikum Wr. Wb
langsung saja pada permasalahan yang saya hadapi.
saya adalah anak ketiga dari tiga bersaudara, semua anggota keluargaku tidak
ada melaksanakan Ibadah. hanya saya (Maaf bukan bermaksud riya') yang
melakukan sholat, walau itu kadang - kadang saya masih kurang ikhlas dalam
menjalankannya.
yang ingin saya tanyakan adalah :
1. Bagaimana cara untuk mengajak sholat kedua orang tua saya, tanpa melukai
atau menyinggung perasaannya?
2. Apakah tidak musyrik bila saya minta doa pada kiyai atau orang "Pintar"
agar orang tua saya mau melakukan sholat.
3. Saya seorang Bujangan yang sudah berusia 24 tahun, saya kehidupan saya
masih menjadi tanggung jawab orang tua?
demikian keluhan saya, mohon saran dan arahannya

Alhamdulillah,
Saudaraku .....seandainya orang tua belum mengikuti dakwah yang haq dan 
masih berbuat syirik serta bid'ah, kita harus tetap berlaku lemah lembut 
kepada keduanya. Dakwahkan kepada keduanya dengan perkataan yang lemah 
lembut sambil berdo'a di malam hari, ketika sedang shaum, di hari Jum'at dan 
di tempat-tempat dikabulkannya do'a agar ditunjuki dan dikembalikan ke jalan 
yang haq oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Lengkapnya saya salinkan dari situs almanhaj, semoga bermanfaat.

BENTUK-BENTUK BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
sumber http://www.almanhaj.or.id

Bentuk-Bentuk Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua Adalah :

Pertama.
Bergaul dengan keduanya dengan cara yang baik. Di dalam hadits Nabi 
Shallallahu 'alaihi wa sallam disebutkan bahwa memberikan kegembiraan kepada 
seorang mu'min termasuk shadaqah, lebih utama lagi kalau memberikan 
kegembiraan kepada kedua orang tua kita.

Dalam nasihat perkawinan dikatakan agar suami senantiasa berbuat baik kepada 
istri, maka kepada kedua orang tua harus lebih dari kepada istri. Karena dia 
yang melahirkan, mengasuh, mendidik dan banyak jasa lainnya kepada kita.

Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa ketika seseorang meminta izin untuk 
berjihad (dalam hal ini fardhu kifayah kecuali waktu diserang musuh maka 
fardhu 'ain) dengan meninggalkan orang tuanya dalam keadaan menangis, maka 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, "Kembali dan buatlah 
keduanya tertawa seperti engkau telah membuat keduanya menangis" [Hadits 
Riwayat Abu Dawud dan Nasa'i] Dalam riwayat lain dikatakan : "Berbaktilah 
kepada kedua orang tuamu" [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]

Kedua.
Yaitu berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut. Hendaknya 
dibedakan berbicara dengan kedua orang tua dan berbicara dengan anak, teman 
atau dengan yang lain. Berbicara dengan perkataan yang mulia kepada kedua 
orang tua, tidak boleh mengucapkan 'ah' apalagi mencemooh dan mencaci maki 
atau melaknat keduanya karena ini merupakan dosa besar dan bentuk 
kedurhakaan kepada orang tua. Jika hal ini sampai terjadi, wal iya 
'udzubillah.

Kita tidak boleh berkata kasar kepada orang tua kita, meskipun keduanya 
berbuat jahat kepada kita. Atau ada hak kita yang ditahan oleh orang tua 
atau orang tua memukul kita atau keduanya belum memenuhi apa yang kita minta 
(misalnya biaya sekolah) walaupun mereka memiliki, kita tetap tidak boleh 
durhaka kepada keduanya.

Ketiga.
Tawadlu (rendah diri). Tidak boleh kibir (sombong) apabila sudah meraih 
sukses atau mempunyai jabatan di dunia, karena sewaktu lahir kita berada 
dalam keadaan hina dan membutuhkan pertolongan. Kedua orang tualah yang 
menolong dengan memberi makan, minum, pakaian dan semuanya.

Seandainya kita diperintahkan untuk melakukan pekerjaan yang kita anggap 
ringan dan merendahkan kita yang mungkin tidak sesuai dengan kesuksesan atau 
jabatan kita dan bukan sesuatu yang haram, wajib bagi kita untuk tetap taat 
kepada keduanya. Lakukan dengan senang hati karena hal tersebut tidak akan 
menurunkan derajat kita, karena yang menyuruh adalah orang tua kita sendiri. 
Hal itu merupakan kesempatan bagi kita untuk berbuat baik selagi keduanya 
masih hidup.

Keempat.
Yaitu memberikan infak (shadaqah) kepada kedua orang tua. Semua harta kita 
adalah milik orang tua. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala surat Al-Baqarah 
ayat 215.

"Artinya : Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka infakkan. 
Jawablah, "Harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapakmu, 
kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang 
sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebajikan yang kamu perbuat 
sesungguhnya Allah maha mengetahui"

Jika seseorang sudah berkecukupan dalam hal harta hendaklah ia 
menafkahkannya yang pertama adalah kepada kedua orang tuanya. Kedua orang 
tua memiliki hak tersebut sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam 
surat Al-Baqarah di atas. Kemudian kaum kerabat, anak yatim dan orang-orang 
yang dalam perjalanan. Berbuat baik yang pertama adalah kepada ibu kemudian 
bapak dan yang lain, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa 
sallam berikut.

"Artinya : Hendaklah kamu berbuat baik kepada ibumu kemudian ibumu sekali 
lagi ibumu kemudian bapakmu kemudian orang yang terdekat dan yang terdekat" 
[Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 3, Abu Dawud No. 5139 dan 
Tirmidzi 1897, Hakim 3/642 dan 4/150 dari Mu'awiyah bin Haidah, Ahmad 5/3,5 
dan berkata Tirmidzi, "Hadits Hasan"]

Sebagian orang yang telah menikah tidak menafkahkan hartanya lagi kepada 
orang tuanya karena takut kepada istrinya, hal ini tidak dibenarkan. Yang 
mengatur harta adalah suami sebagaimana disebutkan bahwa laki-laki adalah 
pemimpin bagi kaum wanita. Harus dijelaskan kepada istri bahwa kewajiban 
yang utama bagi anak laki-laki adalah berbakti kepada ibunya (kedua orang 
tuanya) setelah Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan kewajiban yang utama bagi 
wanita yang telah bersuami setelah kepada Allah dan Rasul-Nya adalah kepada 
suaminya. Ketaatan kepada suami akan membawanya ke surga. Namun demikian 
suami hendaknya tetap memberi kesempatan atau ijin agar istrinya dapat 
berinfaq dan berbuat baik lainnya kepada kedua orang tuanya.

Kelima.
Mendo'akan orang tua. Sebagaimana dalam ayat "Robbirhamhuma kamaa rabbayaani 
shagiiro" (Wahai Rabb-ku kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka 
berdua telah mendidik aku diwaktu kecil). Seandainya orang tua belum 
mengikuti dakwah yang haq dan masih berbuat syirik serta bid'ah, kita harus 
tetap berlaku lemah lembut kepada keduanya. Dakwahkan kepada keduanya dengan 
perkataan yang lemah lembut sambil berdo'a di malam hari, ketika sedang 
shaum, di hari Jum'at dan di tempat-tempat dikabulkannya do'a agar ditunjuki 
dan dikembalikan ke jalan yang haq oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Apabila kedua orang tua telah meninggal maka :

Yang pertama : Kita lakukan adalah meminta ampun kepada Allah Ta'ala dengan 
taubat yang nasuh (benar) bila kita pernah berbuat durhaka kepada kedua 
orang tua sewaktu mereka masih hidup.

Yang kedua : Adalah mendo'akan kedua orang tua kita.

Dalam sebuah hadits dla'if (lemah) yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan 
Ibnu Hibban, seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi 
wa sallam.

"Apakah ada suatu kebaikan yang harus aku perbuat kepada kedua orang tuaku 
sesudah wafat keduanya ?" Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Ya, 
kamu shalat atas keduanya, kamu istighfar kepada keduanya, kamu memenuhi 
janji keduanya, kamu silaturahmi kepada orang yang pernah dia pernah 
silaturahmi kepadanya dan memuliakan teman-temannya" [Hadits ini dilemahkan 
oleh beberapa imam ahli hadits karena di dalam sanadnya ada seorang rawi 
yang lemah dan Syaikh Albani Rahimahullah melemahkan hadits ini dalam 
kitabnya Misykatul Mashabiih dan juga dalam Tahqiq Riyadush Shalihin 
(Bahajtun Nazhirin Syarah Riyadush Shalihin Juz I hal.413 hadits No. 343)]

Sedangkan menurut hadits-hadits yang shahih tentang amal-amal yang diperbuat 
untuk kedua orang tua yang sudah wafat, adalah :

[1] Mendo'akannya
[2] Menshalatkan ketika orang tua meninggal
[3] Selalu memintakan ampun untuk keduanya.
[4] Membayarkan hutang-hutangnya
[5] Melaksanakan wasiat yang sesuai dengan syari'at.
[6] Menyambung tali silaturrahmi kepada orang yang keduanya juga pernah 
menyambungnya

[Diringkas dari beberapa hadits yang shahih]

Sebagaimana hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dari sahabat Abdullah 
bin Umar Radhiyallahu 'anhuma.

"Artinya : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 
"Sesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali 
silaturrahmi kepada teman-teman bapaknya sesudah bapaknya meninggal" [Hadits 
Riwayat Muslim No. 12, 13, 2552]

Dalam riwayat yang lain, Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma menemui 
seorang badui di perjalanan menuju Mekah, mereka orang-orang yang sederhana. 
Kemudian Abdullah bin Umar mengucapkan salam kepada orang tersebut dan 
menaikkannya ke atas keledai, kemudian sorbannya diberikan kepada orang 
badui tersebut, kemudian Abdullah bin Umar berkata, "Semoga Allah 
membereskan urusanmu". Kemudian Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhumua 
berkata, "Sesungguhnya bapaknya orang ini adalah sahabat karib dengan Umar 
sedangkan aku mendengar sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam :

"Artinya : Sesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali 
silaturrahmi kepada teman-teman ayahnya" [Hadits Riwayat Muslim 2552 (13)]

Tidak dibenarkan mengqadha shalat atau puasa kecuali puasa nadzar [Tamamul 
Minnah Takhrij Fiqih Sunnah hal. 427-428, cet. III Darul Rayah 1409H, lihat 
Ahkamul Janaiz oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani hal 213-216, cet. 
Darul Ma'arif 1424H]

[Disalin dari Kitab Birrul Walidain, edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua 
Orang Tua oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, terbitan Darul Qolam - 
Jakarta]

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke