Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh, Terima kasih atas penjelasan dari saudara saya Said Mirza mengenai mengumumkan kabar kematian. Mohon maaf, saya ingin mengulang pertanyaan saya yang lain pada posting sebelumnya agar menjadi jelas. Apakah yang dibaca oleh ma'mum shalat fardhu yang dijaharkan hanya "Amin" dan "Rabbana lakal hamdu" (atau "Rabbana walakal hamdu") ? Mohon dapat disebutkan dalil-dalilnya.
Disamping itu, saya membaca sebuah hadits sebagai berikut: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Artinya : Aku diutus dengan pedang. Saat Hari Kebangkitan sudah dekat, supaya Allah saja yang disembah. Ditimpakan kehinaan dan kerendahan kepada orang yang menentang perintahku. Rezekiku ditetapkan berada di bawah ujung tombak. Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, niscaya ia termasuk dari mereka." [Hadits Riwayat Ahmad] Adakah diantara saudara-saudara saya pada milis ini yang dapat menjelaskan mengenai hal-hal berikut: (1) Apakah derajat hadits tersebut shahih atau hasan? (2) Bagaimana tafsir atas kalimat dalam hadits tersebut, "Aku diutus dengan pedang"? Bagaimana sebab-musabab dikeluarkannya sabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam tersebut? Yang saya pahami ialah bahwa beliau berhasil menegakkan sebuah negara Islam tidak dengan pedang. Beliau mampu menegakkannya tatkala berhasil menanamkan aqidah kepada umat. Jangan-jangan inilah yang menjadi salah satu bahan bagi pihak yang membenci Islam dengan menuduh bahwa Islam disebarkan melalui kekerasan. Mohon maaf seandainya pertanyaan saya pernah dibahas sebelumnya. Jazakumullah khairan katsiran. Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh, Abu Farhan --- In [email protected], "Said Mirza" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, > Berhubungan dengan pertanyaan no. 4, berikut saya ringkaskan dari buku > "Tutunan lengkap mengurus jenazah" oleh syaikh Al-Albani. Untuk lebih > jelasnya silahkan merujuk ke buku tersebut. > > > Pemberitaan kematian yang diperbolehkan > Oleh Syaikh Al-Albani > > Diperbolehkan mengumumkan kematian bila tidak diikuti dengan cara- cara yang > mirip dengan penyebaran berita yang pernah dilakukan pada zaman jahiliyah. > Pemberitahuan adakalanya menjadi suatu keharusan bila ternyata tidak ada > orang yang melakukan pengurusan jenazah. > > Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata, "Rasulullah shalallahu 'alaihi > wassalam mengumumkan kematian an-Najasyi di hari wafatnya seraya keluar ke > masjid dan membentuk shaf, kemudian mentakbiri (menshalatinya) dengan empat > takbir." (HR. Syaikhain dan lainnya) > > Mengenai hal ini al-Hafizh Ibnu Hajar berkomentar, "Dijadikannya bab itu, > antara lain mengisyaratkan bahwa pemberitaan kematian sesungguhnya tidaklah > dilarang secara keseluruhan (mutlak). Penyebaran berita kematian yang > dilarang adalah yang biasa dilakukan di zaman jahiliyah, berupa menyuruh > utusan tertentu untuk menyiarkannya dari pintu ke pintu rumah penduduk > termasuk di pasar-pasar ..." > > Saya (syaikh Albani) berpendapat, apabila cara-cara seperti disinggung Ibnu > Hajar kita asumsikan sebagai cara-cara jahiliyah, maka penyiaran berita > lewat mikrofon di atas menara-menara mesjid adalah juga bentuk na'yun yang > disamakan dengan cara-cara jahiliyah. Adakalanya perbuatan itu diikuti > dengan perkara haram lainnya seperti memungut upah dari pekerjaan > menyebarkan berita kematian. > > Lebih disukai, bagi penyiar berita kematian, untuk meminta orang- orang yang > diberitahukannya agar memohonkan ampunan (beristighfar) bagi simayat. Ini > berdasarkan hadits Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah > shalallahu 'alaihi wassalam mengutus para komandan pasukannya dengan > berwasiat kepada mereka, "Hendaknya kalian serahkan panji kepemimpinan > pasukan kepada Zaid bin Haritsah. Bila Zaid gugur hendaklah Ja'far bin Abi > Thalib yang mengembannya. Dan bila Ja'far gugur pula, maka Abdullah bin > Rawahah al-Anshari yang menggantikannya." ... > > Kemudian pada suatu hari Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam menaiki > mimbar dan menyeru orang-orang untuk shalat berjama'ah, beliau bersabda, > "Telah kembali kebaikan atau telah dijelaskan kebaikan maukah kalian aku > beri kabar tentang pasukan tentara yang tengah melakukan penyerangan? Mereka > berangkat dan berhadapan dengan musuh mereka, Zaid telah gugur sebagai > syahid, maka mohonkanlah ampun baginya dan saksikan ia sebagai syahid. > Kemudian panji itu emban oleh Abdullah bin Rawahah dan ia pun gugur sebagai > syahid, maka mohonkanlah ampun baginya. Selanjutnya panji itu diemban oleh > Khalid bin Walid, padahal ia bukan termasuk pemimpin pasukan namun ia > berinisiatif sendiri." ... (HR Ahmad) > > wassalamu'alaikum > Said Mirza > > > On 6/20/06, w_suroso <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh, > > (1) Adakah diantara saudara-saudara saya pada milis ini yang dapat > > berbagi ilmu perihal Sifat Shalawat Nabi oleh Ustadz Abdul Hakim bin > > Amir Abdat? > > (2) Adakah yang tahu alamat sekretariat lembaga da'wah Persis dan Al > > Irsyad di Depok? > > (3) Apakah yang dibaca oleh ma'mum shalat fardhu hanya "Amin" > > dan "Rabbana lakal hamdu"? Mohon saudara-saudara saya dapat > > menginformasikan dalilnya. > > (4) Perkenankan saya mengulang pertanyaan lama saya pada milis ini > > yang belum kunjung ada yang menjawab. Syaikh Al-Albany dan Syaikh Al- > > Jabrin menyatakan larangan berikut: "Mengumumkan kematian lewat > > menara-menara atau tempat lain, karena cara mengumumkan yang seperti > > itu terlarang dalam syariat." > > Demikian pula, Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat [dalam Risalah > > Bid'ah, Pustaka Abdullah, 2004, Bab Bid'ah-bid'ah di dalam Masjid] > > menganggapnya sebagai bid'ah. > > Mohon penjelasan dari saudara-saudara saya pada milis ini (yang paham > > dalam ilmu) mengenai bagaimana seharusnya cara tercepat dan > > terpraktis mengumumkan kabar kematian tetangga, yang tidak dianggap > > bid'ah. > > Semoga Allah subhanahu wa ta'ala senantiasa memberi kekuatan dan > > petunjuk kepada para ahli ilmu dan penuntut ilmu yang berusaha teguh > > meniti jalan yang benar ini. > > Jazakumullah khairan katsiran. > > Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh, > > Abu Farhan ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Check out the new improvements in Yahoo! Groups email. http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG TERPERCAYA -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
