SALAFUS SHOLEH ANTARA ILMU DAN IMAN (BAG. 1)

Penulis: Syaikh Abdulloh bin Abdurrohman Al Jibrin hafizhohulloh
Diterjemahkan Oleh: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc

Kata Pengantar Syaikh Abdulloh bin Abdurrahman Al Jibrin
Segala puji hanya bagi Alloh, aku memuji, memohon pertolongan dan  petunjuk 
hanya kepadanya. Juga aku memohon kepada-Nya taufik untuk  mendapatkan ilmu 
yang benar. Semoga salam dilimpahkan kepada Nabi termulia Muhammad, keluarga 
dan para sahabatnya.
Wa Ba'du:
Ini adalah sebuah risalah yang telah aku sampaikan pada salah satu masjid, 
kemudian direkam oleh sebagian pelajar dan ditranskrip. Aku ingin 
menyebarkannya agar manfaatnya merata dan supaya pembaca mengetahui apa yang 
dimiliki oleh para salaf (pendahulu) umat ini berupa iman yang kuat, kemantapan 
akidah, istiqomah di atas kebenaran,  berpegang teguh dengan sunnah dan dalil, 
mempraktekkan syariat. Dan agar pembaca tahu hasil dari semua itu yang 
merupakan salah pengaruh positifnya berupa pengorbanan dalam rangka memenangkan 
al haq dengan jiwa dan harta, peperangan dalam mempertahankan keyakinan 
terhadap agama ini, meskipun keluarga mereka terkena bahaya kala itu. Orang 
yang seperti ini, dia akan mendapatkan akhir yang terpuji, sebagaimana para 
salaf ini, semoga Alloh mencurahkan rahmat-Nya kepada mereka dan menjadikan 
kita termasuk di antara orang yang mengikuti mereka. Wa  shallohu 'ala Muhammad 
wa aalihi wa sallam.
Abdulloh bin Abdurrahman Al Jibrin
10/1/1413

MUQADDIMAH
Segala puji bagi Alloh semoga sholawat dan salam semoga dilimpahkan kepada 
Rosululloh, keluarga dan para sahabatnya serta orang yang  berloyalitas 
kepadanya. Amma Ba'du:[*]
[*] Asal risalah ini adalah ceramah Syaikh Abdulloh bin Abdurrahman Al Jibrin, 
kemudian ditranskrip dalam tulisan kertas lalu aku perbaiki dan hapus lafadz 
yang berulang-ulang dan menambah tambahan yang sesuai dengan susunan 
kalimatnya. Kemudian aku bacakan kepada Syaikh Jibrin lalu beliau 
menshohihkannya dan mengizinkan untuk dicetak dan disebarkan, agar bermanfaat 
untuk semua. Semoga Alloh menjadikannya dalam timbangan amalan beliau dan 
memberikan pahala dan balasan bagi semua yang terlibat dalam mencetaknya, 
sesungguhnya Alloh Maha Mendengar lagi Maha  Penerima do'a.

Cinta sejati ialah cinta karena Alloh subhanahu wa ta'ala. Kita memohon kepada 
Alloh cinta-Nya dan cinta orang yang mencintai-Nya. Sebagaimana kita memohon 
kepada Alloh agar menjadikan kita termasuk orang-orang yang mencintai Nabi-Nya 
yang jujur, para sahabatnya yang baik, yang ucapan mereka dijadikan sebagai 
hujjah, karena ilmu mereka terhadap agama ini. Perkataan mereka tidak akan 
terucap kecuali kepastian, dan tidak berbuat kecuali karena dalil dan mereka 
tidak akan meriwayatkan hadits kecuali setelah tatsabbut (mengadakan 
pengecekan). Oleh karena itu Alloh menerangkan keutamaan. Alloh berfirman:
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ
"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia" (QS Ali Imran: 
110)

Dan sunnah juga menerangkan keutamaan mereka, sebagaimana dalam sabda 
Rosululloh shalallahu 'alaihi wa sallam:
إِنَّ  خَيْرَكُمْ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُم ثُمَّ الَّذِيْنَ  
يَلُوْنَهُم ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُم قَالَ عِمْرَانُ فَلاَ أَدْرِيْ  أَ 
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ بَعْدَ قَرْنِهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثَةً  ثُمَّ يَكُوْنُ 
بَعْدَهُمْ قَوْمٌ يَشْهَدُوْنَ وَلاَ يُسْتَشْهَدُوْنَ و  يَخُوْنُوْنَ وَلاَ 
يُئْتَمَنُوْنَ وَيَنْذُرُوْنَ وَلاَ يُوْفُوْنَ وَ  يَظْهَرُ فِيْهِمْ السَّمْنُ
"Sebaik-baik kalian adalah generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian 
generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya –Imran mengatakan, "Aku tidak 
tahu, apakah  beliau mengatakannya dua atau tiga kali setelah generasi beliau. 
Kemudian setelah itu akan ada suatu kaum yang memberikan persaksian padahal 
mereka tidak diminta memberikan persaksian, mereka berkhianat sehingga tidak 
bisa dipercaya, mereka bernazar tapi tidak dipenuhi dan  muncul pada mereka 
obesitas (kegemukan)." (HR Al Bukhori 2651 dan Muslim  2535)
Dalam risalah singkat ini kita akan mengetahui siapa salaf itu, ilmu dan amalan 
mereka. Mereka adalah suri teladan.  Semoga Alloh memberikan taufik kepada kami 
untuk menggambarkan langkah-langkah mereka, dan mengikuti petunjuk mereka. Wa 
sholallahu 'ala Nabiyina Muhammad wa aalihi wa sallama tasliman katsiran.

PENGERTIAN SALAF DAN KEUTAMAANNYA
Para ulama mengartikan kata salaf untuk kaum muslimin yang ada pada qurun 
mufadhalah (generasi-generasi unggulan), bermakna kaum muslimin yang ada pada 
tiga generasi pertama islam yang mereka namakan salaf. Sementara orang-orang 
setelahnya disebut dengan generasi khalaf, jika mereka masih muslim.
Kata Khalaf, kurang bila dibandingkan dengan salaf, terkadang khalaf itu jelek. 
Sebagaimana diterangkan dalam Al Quran dalam firman-Nya:
فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ 
فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيّاً
"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan  
sholat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui 
kesesatan." (QS Maryam: 59)

Generasi salaf adalah generasi sahabat Rasulullah, generasi tabi'in (generasi 
setelah generasi sahabat), generasi tabi'ut tabi'in (generasi setelah generasi 
tabi'in) dan pengikut generasi tabi'ut tabi'in.
Para sahabat yaitu orang-orang yang melihat nabi shalallahu 'alaihi wa sallam, 
dalam keadaan beriman kepada beliau, dan wafat dalam keadaan iman, baik laki 
atau wanita. Mereka telah mencapai puncak kemuliaan. Hal itu karena mereka 
mendahului yang lainnya, mereka menemani Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam, 
mengambil ilmu dari beliau shalallahu 'alaihi wa sallam dan mendengar langsung 
sabda beliau. Tidak diragukan lagi bahwa ini satu keistimewaan.
Generasi tabi'in adalah mereka yang pernah melihat salah seorang sahabat dan 
menyadari penglihatannya, meskipun  yang ditemuinya seorang sahabat yang masih 
kecil. Orang seperti ini diberi istilah tabi'i karena dia pengikut generasi 
sebelumnya. Generasi tabi'in berlanjut lalu sebagian di antara mereka ada yang 
berumur panjang yaitu sampai penghujung abad kedua, namun mereka ini 
bertingkat-tingkat. Di antara para pembesar generasi tabi'in dari  penduduk 
Madinah yaitu Fuqaha' Al Sab'ah (para ahli fikih Madinah yang tujuh) yang 
sempat bertemu dengan para shahabat seperti Sa'id bin Musayyib, Ubaidullah bin 
Ubaidillah bin Utbah bin Mas'ud, Al Qasim bin Muhammad bin Abu Bakr, dan 
anak-anak sahabat lainnya yang mengambil ilmu dari pembesar para sahabat, 
sempat mendapati Khulafa'ur Rasyidin atau sebagiannya. Ashagir tabi'ien 
(tabi'in kecil) yaitu yang melihat sebagian kecil dari para sahabat. Mereka 
menyebutkan bahwa Al A'masy sempat mendapati Anas bin Malik, sehingga 
ditetapkan bahwa dia melihat Anas, sehingga Al A'masy dikategorikan generasi 
tabi'in kecil.
Sedangkan generasi tabi'ut tabi'in yaitu orang-orang yang sempat melihat 
tabi'in, meskipun tabi'in generasi akhir dan orang yang diriwayatkan (gurunya) 
pernah melihat salah seorang sahabat, atau sempat mendapati salah seorang di 
antara mereka meskipun generasi akhir. Dan diceritakan bahwa generasi sahabat 
tidak tersisa satu pun bersamaan dengan berakhirnya abad pertama. diriwayatkan 
bahwa sahabat yang paling terakhir wafat adalah Anas bin Malik yang wafat tahun 
sembilan puluh tiga hijriah, akan tetapi ada juga yang menceritakan bahwa ada 
di antara para sahabat  yang sampai usia seratus seperti Thufail. Di antara 
generasi tabi'ut tabi'in ini adalah para imam seperti Malik bin Anas, Abu 
Abdirrahman bin Al Auza'i dan orang yang sezaman dengan mereka. Mereka ini 
termasuk akabir tabi'in (pembesar tabi'in), di antara mereka ada yang menjadi 
ulama dan para pengemban ilmu. Generasi tabi' tabi'in masih ada sampai 
menjelang abad ketiga atau pertengahan abad ketiga.
Sedangkan atba' tabi' tabi'in (generasi setelah tabi' tabi'in), di antaranya 
adalah Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Syafi'i, Imam Ahmad dan yang lainnya. 
Mereka ini termasuk akabir atba' tabi' tabi'in. Singkat kata bahwa kaum 
muslimin yang ada qurun mufaddhalah disebut salaf.
Mereka disebut salaf karena mereka telah berlalu. Salaf artinya orang sudah 
lewat. Salaf dari sesuatu maksudnya sesuatu yang sudah lewat masanya. Mereka 
telah berlalu zamannya, namun mereka berlalu di atas istiqomah, di atas aqidah 
yang benar. Tidak di antara mereka yang menyimpang, ahli bid'ah; Mereka ini 
adalah pengawal ilmu, di antara mereka ada yang menjadi ahli bid'ah baik laki 
atau wanita. Secara umum, mereka semua adalah qudwah (suri tauladan).

FAKTOR KEUTAMAAN SALAF
Kenapa para salaf dilebihkan diatas generasi setelahnya? Syara' telah 
menjelaskan keutamaan mereka, begitu juga sunnah telah menjelaskan keutamaan 
mereka. Imam Ahmad menyebutkan dalam risalahnya As Shalat bahwa Nabi shalallahu 
'alaihi wa sallam, bersabda :
أَنْتُمْ  خَيْرٌ مِنْ أَبْنَائِكُمْ وَ أَبْنَاؤُكُمْ خَيْرٌ مِنْ أَبْنَائِهِمْ 
وَ  أَبْنَاؤَ أَبْنَائِكُمْ خَيْرٌ مِنْ أَبْنَائِهِم
"Kalian lebih baik dari anak-anak kalian, anak-anak kalian lebih dari anak-anak 
mereka dan cucu-cucu kalian lebih baik daripada anak-anak mereka." (HR  Al 
Bazaar 2774 dari hadits Anas dan lihat Thobaqaat Al Hanabilah  1/270-271)
Maksudnya bahwa kebaikan (keunggulan) itu untuk yang pertama-tama. Tidak 
diragukan lagi bahwa generasi pertama  telah mencapai puncak kemuliaan yaitu 
menemani Rasulullah, sehingga mereka lebih baik dari generasi setelahnya.
Oleh karena itu, para ulama ahli hadits sepakat menyatakan para sahabat itu 
'udul (adil) yang diterima riwayatnya, tidak ada di antara mereka yang dinukil 
bahwa dalam riwayatnya ada kelemahan, dusta atau yang ditolak. Namun riwayat 
mereka diterima, dan disepakati bahwa semua mereka 'udul (adil). Ini salah satu 
dari keistimewaan mereka. Dan terdapat dalam hadits shahih, sabda Rasulullah 
shalallahu 'alaihi wa sallam:
إِنَّ  خَيْرَكُمْ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُم ثُمَّ الَّذِيْنَ  
يَلُوْنَهُم ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُم قَالَ عِمْرَانُ فَلاَ أَدْرِيْ  أَ 
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ بَعْدَ قَرْنِهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثَةً  ثُمَّ يَكُوْنُ 
بَعْدَهُمْ قَوْمٌ يَشْهَدُوْنَ وَلاَ يُسْتَشْهَدُوْنَ و  يَخُوْنُوْنَ وَلاَ 
يُئْتَمَنُوْنَ وَيَنْذُرُوْنَ وَلاَ يُوْفُوْنَ وَ  يَظْهَرُ فِيْهِمْ السَّمْنُ
"Sebaik-baik kalian adalah generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian 
generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya – Imran mengatakan, "Aku 
tidak tahu, apakah beliau mengatakannya dua atau tiga kali setelah generasi 
beliau. Kemudian setelah itu akan ada suatu kaum yang memberikan persaksian 
padahal mereka tidak diminta memberikan persaksian, mereka berkhiat sehingga 
tidak bisa dipercaya, mereka bernadzar tapi tidak dipenuhi dan  muncul pada 
mereka obesitas (kegemukan)" (takhrijnya sudah lewat). Dalam hadits ini juga 
terdapat bukti keunggulan mereka.

URUTAN KEUTAMAAN SALAF
Urutan keutamaan mereka sebagaimana urutan keberadaan mereka. Yang paling utama 
adalah generasi pertama yang berakhir masanya dengan tahun seratus, kemudian 
diikuti oleh generasi kedua yang berakhir dengan tahun dua ratus (hijriah), 
kemudian diikuti oleh generasi ketiga yang berakhir dengan tahun tiga ratus.
Ini kalau kita menganggap satu generasi itu sama dengan seratus tahun. Di 
antara para ulama ada berpendapat bahwa satu generasi yaitu sekelompok orang 
yang saling bertemu pada satu masa, usia-usia mereka berdekatan, kemudian 
mereka wafat. Yang paling akhir wafat berarti dialah akhir dari generasi 
tersebut. Tidak disangsikan lagi bahwa mereka yang ada pada zaman itu, atau 
abad-abad itu memiliki keutamaan, kemuliaan, aqidah yang selamat. Sehingga 
mereka menjadi yang terbaik.
Begitu juga, bid'ah belum muncul. Jika ada perbuatan bid'ah yang muncul, maka 
akan segera dihancurkan dan pelakunya akan terhina. Sehingga dengan ini mereka 
menjadi yang lebih baik dari yang lain. Oleh karena itu mereka menjadi panutan, 
ucapan-ucapan mereka dijadikan sebagai hujjah (argumentasi), terutama perkataan 
ulama-ulama mereka dan ahli ibadah di antara mereka yang mengerti tentang agama 
Alloh ini, yang beribadah kepada Alloh dengan landasan cahaya dan dalil. Ucapan 
mereka dijadikan dalil, karena kita berprasangka baik kepada mereka. Mereka 
tidak akan  melakukan satu amal kecuali berlandaskan dalil, tidak akan 
mengatakan sesuatu atau meriwayatkan sesuatu kecuali setelah ricek (cek ulang).
Oleh karena itu mursal shahabat bisa diterima, menurut kesepakatan para ulama. 
Sedangkan mursal kibar tabi'in masih diperselisihkan, namun pendapat yang 
terkuat (menyatakan) bisa diterima jika ada bukti keabsahannya, meskipun 
sanadnya tidak bersambung.
Begitu juga dengan perkataan mereka yang mereka jadikan hujjah atau pendapat 
mereka; semua ini bisa dijadikan dalil. Dikatakan, "Perkataan ini pernah 
diucapkan oleh Fulan seorang sahabat, atau seorang tabi'in atau perkataan ini 
pernah dikatakan oleh orang sebelum kita yaitu Fulan dari generasi tabi'in dan 
mereka adalah para ulama besar yang tidak akan mengucapkan sesuatu kecuali 
bersumber dari keyakinan".

HAKIKAT ILMU SALAF
Yang dimaksud dengan ilmu yaitu ilmu yang benar, ilmu yang diwarisi dari para 
Rasulullah, warisan para nabi Alloh. Sebagaimana sabda  Rasulullah shalallahu 
'alaihi wa sallam:
إِنَّ  الْعُلَمَاءَ هُمْ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ  
يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ  فَمَنْ 
أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
"Sesungguhnya para ulama itu adalah pewaris para nabi dan para nabi itu 
tidaklah mewariskan dinar dan dirham. Mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barang 
siapa yang mengambilnya berarti dia telah mengambil warisan yang  banyak" 
(Diriwayatkan oleh Abu Daud no. 3641, Tirmidzi 2682, Ibnu majah  no. 223 dari 
hadits Abu Darda')
Ilmunya para salaf diambil langsung dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wa 
sallam, sahabat yang kecil mengambil ilmu dari sahabat yang sudah dewasa, yang 
dewasa dari sahabat sebelumnya mereka, sampai kemudian mereka menyambungnya ke  
sumbernya yang murni yaitu Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam.
Alloh telah memperbanyak ulama dari mereka dan orang-orang setelah mereka, 
untuk menjaga ilmu yang benar ini, membersihkannya dan menjaganya dari 
kedustaan-kedustaan yang masuk kepada ilmu ini. Karenanya mereka meletakkan 
sanad yang bisa didapatkan dalam kitab-kitab hadits, sehingga sebuah perkataan 
tidak akan diterima kecuali setelah mengecek keabsahannya.
Para ulama menyebutkan bahwa para salaf tidak pernah bertanya kepada para 
sahabat tentang sanad (jalur periwayatan), akan tetapi (manakala) mereka 
melihat sikap terlalu gampang meriwayatkan sesuatu yang belum dicek 
keabsahannya, maka mereka mengatakan, "Sebutlah rijal (orang-orang) kalian! 
(sehingga mereka bisa mengetahui dari mana dia mendapatkan suatu riwayat). Jika 
mereka  menyebutkan orang yang terpercaya, mereka akan tahu bahwa hadits atau 
atsar tersebut bisa diterima. Sedangkan jika menyebutkan orang yang lemah, 
bukan ahli hadits, maka mereka tahu bahwa hadits tersebut tidak sah. Inilah 
yang menjadi penyebab penyebutan sanad (jalur periwayatan). Ini adalah bukti 
antusiasme para salaf dalam menjaga sunnah dan membentenginya dari semua yang 
hendak memasukinya.


Abu abdirrahman bin misdi al-carati


---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HADIRILAH! SILATURAHMI AKBAR 3 ULAMA MADINAH NABAWIYAH & UMMAT, MASJID ISTIQLAL 
JAKARTA, AHAD 20 JUMADIL TSANI 1427H/16 JULI 2006M, JAM 09.00 WIB S/D DZUHUR, 
SYAIKH PROF ABDURROZAK BIN ABDUL MUHSIN AL'ABBAD, SYAIKH DR SULAIMAN BIN 
SALIIMULLAH AR-RUHAILY
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke