Dan Mataharilah yang Mengelilingi Bumi
(Disarikan dari buku Matahari Mengelilingi Bumi karya Ustadz Ahmad Sabiq)
Untuk memudahkan penjelasan bahwa matahari yang mengelilingi Bumi maka yang harus difahami pertama kali adalah mengetahui siapa yang diam dan siapa yang bergerak ?. Berikut penjelasan dari al
Quran dan as Sunnah, serta penjelasan para salafush shalih yang menafsirkan ayat-ayat tersebut :
1. Bumi Diam, tidak bergerak.
Firman Allah
Taala,
Wa min aayaatiHi an taquumas samaa-u wal ardhu bi amrih
yang artinya Dan diantara tanda-tanda kekuasaannya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradatnya
(QS. Ar Rum : 25)
Pada terjemahan al Quran, al qiyaam pada QS. Ar Rum ayat 25 diterjemahkan sebagai berdiri, namun di ayat lain yaitu QS. Al Baqarah ayat 20, al qiyaam diterjemahkan dengan berhenti,
wa idzaa azhlama alaiHim qaamuu
yang artinya
dan apabila gelap menimpa mereka, mereka berhenti
(QS. Al Baqarah : 20)
Berkata Imam Ibnu Mandhur dalam Lisaanul Arab,
al Qiyaam juga bisa berarti berhenti dan tetap di satu tempat. Dikatakan kepada orang yang
berjalan, quflii, artinya, diamlah engkau di tempatmu sehingga saya datang kepadamu. Demikian juga kata qumlii maknanya sama dengan quflii. Dari sinilah para ulama menafsirkan firman Allah Taala,
wa idzaa azhlama alaiHim qaamuu
yang artinya
dan apabila gelap menimpa mereka, mereka
berhenti
(QS. Al Baqarah : 20)
Para ulama lughah dan tafsir mengatakan bahwa makna qaamuu adalah berhenti dan diam di satu tempat, tidak maju dan tidak mundur. Diantara makna ini adalah firman Allah Taala,
Wa min aayaatiHi an taquumas samaa-u wal ardhu bi amrih
yang artinya Dan diantara tanda-tanda kekuasaannya ialah behentinya langit dan bumi dengan iradatnya
(QS. Ar Rum : 25)
Artinya diam dan tetap, serta tidak bergerak dan tidak pula berputar (Lisaanul Arab 12/498)
Berkata Imam al Baghawi, Berkata Ibnu Masud radhiyallaHu anHu, Keduanya berhenti di tempatnya dengan izin Allah.
Berkata Ibnu Katsir tentang ayat di atas (yaitu QS. Ar Rum : 25), Firman Allah Taala di atas sama dengan firman Allah Taala, Dan Dia menahan langit jatuh ke Bumi (QS. Al Hajj 65). Juga firman-Nya, Sesungguhnya Allah menahan langit dan Bumi supanya jangan lenyap (QS. Faathir : 41).
Ini adalah dalil naqli pertama yang menjelaskan bahwa Bumi itu diam, tidak bergerak.
Yang kedua, Firman Allah Taala,
Am jaalal ardha qaraaran
yang artinya Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam
(QS. An Naml : 61).
Berkata Imam Ibnu Katsir, Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam. Qaraar maksudnya adalah diam, tenang, tetap tidak bergerak
serta tidak membuat guncang penghuninya, karena bumi seandainya seperti itu maka tidak mungkin bisa dibuat hidup (dihuni) dengan baik, akan tetapi Allah menjadikannya sesuatu yang terhampar, tidak berguncang dan tidak bergerak
Berkata Imam Baghawi, Makna qaraar adalah tidak bergerak bersama penghuninya.
Hal ini karena memang qaraar artinya adalah tetap dan tenang di suatu tempat, sebagaimana yang dikatakan oleh Imam al Fairuz Abadi dalam al Qamus al Muhith 2/119 dan Ibnu Mandhur dalam Lisaanul Arab 5/86.
Yang Ketiga, firman Allah Taala,
Wajalnaa fil ardhi rawaasiya an tamiida biHim
yang artinya Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka
(QS. Al Anbiyaa : 31)
Yang Keempat, firman Allah Taala
Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk (QS. An Nahl : 15)
Yang Kelima,
firman Allah Taala,
Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran (QS. Al Hijr : 19)
Imam Ibnu Katsir saat menafsirkan firman Allah Taala, Dan menjadikan padanya gunung-gunung, berkata, Maksudnya adalah gunung-gunung yang tinggi besar yang bisa untuk memantapkan bumi agar tidak bergerak bersama kalian
Berkata Imam al Qurthuby saat menafsirkan firman Allah Taala, Dan menjadikan padanya gunung-gunung, Maksudnya adalah
gunung-gunung yang bisa menahan dan mencegah bumi dari bergerak
Dalil yang keenam, Firman Allah Taala,
Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak (QS. An Nabaa : 6-7)
Imam Ibnu Katsir menjelaskan firman Allah Taala, Dan gunung-gunung sebagai pasak, Maksudnya ialah Allah Taala menjadikan di bumi pasak yang bisa memantapkan bumi sehingga menjadi tenang dan tidak bergerak bersama yang di atasnya.
Demikianlah nash-nash al Quran yang menjelaskan bahwa bumi itu diam, tidak bergerak. Lalu jika bumi itu diam apakah dia bisa bergerak mengelilingi matahari !?
2. Mataharilah yang bergerak.
Berdasarkan firman-firman Allah Taala berikut ini,
Dan matahari berjalan di tempat peredarannya.
Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui (QS. Yasiin : 38)
Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya (QS. Al Anbiyaa : 33)
Dari dalil di atas telah jelaslah bagi orang-orang yang berakal bahwa yang beredar adalah matahari sementara bumi diam tidak bergerak !.
Perhatikan hadits shahih berikut ini
:
Dari Abu Dzar radhiyallaHu anHu, berkata Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam kepada Abu Dzar radhiyallaHu anHu ketika matahari terbenam,
Tahukah kamu, kemanakah matahari itu pergi
?
Abu Dzar berkata, Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui
Beliau ShallallaHu alaiHi wa sallam bersabda,
Fa innaHaa tadzHabu hatta tasjuda tahtal arsyi fatastadzinu fayudzana laHa wa tuusyiku an tasjuda falaa yuqbala minHaa wa tastadzinu falaa yudzana laHaa yuqaalu laHar jiii min haytsu jiti fatathluu min maghribi fa dzaalika qauluHu taalaa,
wa syamsu tajrii limustaqarril laHaa dzaalika taqdiirul aziizil aliimi
yang artinya,
Sesungguhnya matahari itu pergi hingga ia sujud di bawah arsy, lalu ia minta izin (untuk terbit lagi) lalu ia diizinkan. Dan hampir terjadi ketika ia hendak sujud lalu tidak diterima dan minta izin lalu tidak diizinkan. Dan dikatakan kepadanya, Kembalilah ke tempat kamu datang kepada-Ku, maka ia terbit dari barat. Itulah firman Allah Taala,
Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui (QS. Yaasin : 38). (HR. al Bukhari dalam Kitab Shahihnya dalam Bab Shifatisy Syamsi wal Qamari bi Husbaanin)
Siapakah yang bergerak pergi pada hadits tersebut, matahari ataukah bumi ? Yang pasti jawabannya adalah matahari.
Maka dari itu para salafush shalih menyatakan bahwa mataharilah yang beredar mengelilingi Bumi bukan sebaliknya. Berkata Imam Ibnu Hazm,
Terdapat sebuah dalil yang tetap dan bisa langsung disaksikan dengan panca indra bahwa matahari yang mengelilingi bumi dari timur ke barat dan barat ke timur (al Fishal 2/99)
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah,
Siapa pun yang berada di Bumi lalu melihat keadaan matahari saat terbit, saat berada di tengah-tengah, juga saat tenggelam; di tiga waktu ini matahari berada pada kejauhan yang sama dan juga dalam satu bentuk, maka dia akan mengetahui bahwa matahari itu beredar dalam sebuah garis edar yang berbentuk bulat (Majmu Fatawaa 6/597)
Berkata al Hafizh Ibnu Hajar saat menerangkan hadits Abu Dzar dalam Shahih Bukhari,
Maksud dari keterangan ini adalah menjelaskan bahwa matahari beredar setiap hari setiap malam. Hal ini berbeda dengan apa yang diklaim oleh ahli perbintangan (astronom) bahwa matahari menempel di garis orbit dan hal ini berkonsekwensi bahwasannya yang beredar itu garis orbitnya, sedangkan zhahir hadits ini bahwa mataharilah yang beredar dan bergerak (Fathul Bari 6/360)
Berkata Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz,
Al Quran dan as Sunnah serta kesepakatan para ulama dan realita yang ada menunjukkan bahwa matahari beredar di garis edarnya sebagaimana yang ditetapkan oleh Allah Taala sedangkan bumi itu tetap tidak bergerak, yang mana Allah menyiapkan sebagai tempat tinggal dan Allah memantapkannya dengan gunung-gunung agar tidak bergerak bersama mereka (al Adillah an Naqliyah wal Hissiyah hal. 26 dan 30)
Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih al
Utsaimin,
Sesungguhnya mataharilah yang beredar mengelilingi bumi yang dengannya terjadi pergantian malam dengan siang (Syarah Arbain Nawawi hal. 289)
Demikianlah penjelasan ringkas bahwa mataharilah yang mengelilingi Bumi dan
semoga seluruh kaum muslimin dapat terbuka mata hati dan akalnya untuk menerima nash-nash dari al Quran, as Sunnah dan pendapat para ulama serta menyakini pendapat itu sebagai pendapat yang kuat dan haq.
Akhirnya, di penghujung Buku Matahari Mengelilingi Bumi, Ustadz Ahmad Sabiq mengutip ucapan Nabiyullah Syuaib alaiHis sallam,
Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali (QS. Huud : 88)
Semoga Bermanfaat.
(Dalam tulisan ini terjemahan ayat-ayat al Quran yang saya gunakan adalah al Quran terjemahan Yayasan Penyelenggara Penterjemah al Quran yang ditunjuk oleh Menteri Agama RI dengan SK no. 26 tahun 1967. Salah seorang penterjemah al Quran ini adalah Prof. T. M. Hasbi ash Shidiqi.
Sedangkan sistematika dan
isi saya ambil marajinya dari Buku Matahari Mengelilingi Bumi yang disusun oleh Ustadz Ahmad Sabiq dengan penerbit Pustaka al Furqan)
Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free. __._,_.___
HADIRILAH! SILATURAHMI AKBAR-3 ULAMA MADINAH NABAWIYAH & UMMAT, MASJID ISTIQLAL JAKARTA, AHAD 20 JUMADIL TSANI 1427H/16 JULI 2006M, JAM 09.00 WIB S/D DZUHUR, BERSAMA SYAIKH PROF ABDURROZAK BIN ABDUL MUHSIN AL'ABBAD, SYAIKH DR SULAIMAN BIN SALIIMULLAH AR-RUHAILY, ULAMA SEKALIGUS GURU BESAR UNIVERSITAS ISLAM MADINAH. INFO : 08121055616, 08121055891, 08567505496
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Sunnah | Islam | Islam and the west |
| Islam empire of faith | Islam music | Islam video |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "assunnah" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
