From: "hanif hanif" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sat Jun 17, 2006 9:55 pm
assalamu alaikum,
saya mau tanya tentang makna "Allah lebih dekat dari urat leher" 
sebagaimana dalam surat Qaf:16.
barokallaahu fiik,
hanif

Alhamdulillah,
Dibawah ini saya salinkan dari situs almanhaj penjelasan mengenai 'makna 
dekatnya Allah' semoga bermanfaat.

MAKNA DEKATNYA ALLAH

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
sumber http://www.almanhaj.or.id


[1]. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala

“Artinya : Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” [Qaff : 
16]

[2]. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala

“Artinya : Dan Kami lebih dekat kepadanya dari kamu” [Al-Waqi’ah : 85]

Ahlul takwil melancarkan sybuhat berupa tuduhan kepada ahlus sunnah bahwa 
merekapun telah melakukan takwil terhadap dua ayat di atas, yaitu ketika 
menafsirkan kata-kata “lebih dekat” yang dimaknai “lebih dekatnya malaikat”.

Jawaban terhadap syubhat itu ialah : “Bahwa penafsiran kata-kata “ Kami 
lebih dekat” pada dua ayat diatas dengan “dekatnya Malaikat” bukanlah 
takwil, bukan menyelewengkan perkataan dari makna dhahirnya. Dan hal ini 
akan jelas bagi orang yang merenungkannya.

Penjelasannya sebagai berikut.

[1]. Tentang ayat pertama :Sesungguhnya kata-kata “Kami lebih dekat” pada 
ayat itu terkait dengan sesuatu yang membuktikan bahwa maksudnya adalah 
“Malaikat yang lebih dekat” karena ayat tersebut berlanjut.

“Artinya : Dan Kami lebih dekat kepadanya dariapda urat lehernya, (yaitu) 
ketika dua orang Malaikat mencatat amal perbuatannya. Seorang duduk 
disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun 
yang diucapkan melainkan ada di dekatnya Malaikat pengawas yang selalu 
hadirs” [Qaf : 16-18]

Maka firman Allah : “Yaitu ketika dua orang Malaikat mencatat amal 
perbuatannya”, terdapat dalil bahwa yang dimaksud “lebih dekat” adalah 
dekatnya dua orang Malaikat yang mencatat amal perbuatannya.

[2]. Tentang  ayat kedua : Kata-kata “lebih dekat” pada ayat ini berkaitan 
dengan keadaan seseorang yang tengah menghadapi sakaratul maut. Ketika 
seorang sedang menghadapi sakaratul maut, maka yang datang untuk mencabut 
nyawanya adalah Malaikat, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara 
kamu, ia diwafatkan oleh Malaikat-malaikat (utusan) Kami, dan 
Malaikat-malaikat itu tidak melalaikan kewajibannya” [Al-An’am : 61]

Kemudian pada ayat Al-Waqi’ah : 85, lengkapnya berbunyi.

“Artinya  Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak 
melihat” [Al-Waqi’ah : 85]

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “kamu tidak melihat” pada ayat itu 
menyatakan dalil sangat jelas bahwa yang tidak kamu (manusia-pent) lihat 
adalah para Malaikat. Sebab ayat diatas menunjukkan bahwa penabut nyawa 
berada sangat dekat dengan manusia, dalm arti ia berada di tempat manusia 
itu berada, namun manusia tidak dapat melihatnya.

Dengan demikian, yang dekat dan berada di tempat manusia (yang sedang 
sakartul maut untuk dicabut nyawanya) tidak lain adalah Malaikat. Sebab 
adalah mustahil jika Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri yang berada di situ. 
Maka jelaslah bahwa yang dimaksud “lebih dekat” adalah dekatnya Malaikat.

Tinaggal sekarang permasalahannya, ayitu kalau yang dimaksud adalah dekatnya 
Malaikat, mengapa kata-kata “dekat” kemudian disandarkan kepada Allah, yakni 
: “Kami lebih dekat kepadanya”. Adakah contoh ungkapan lain dalam Al-Qur’an 
yang menandaskan bahwa sesuatu disandarkan kepada Allah, tetapi maksudnya 
adalah Malaikat?

Jawaban pertanyaan pertama : Karena Malaikat itu merupakan tentara dan 
utusan Allah. Dan dekatnya mereka kepada manusia hanyalah karena perintah 
Allah. Sehingga ketika mereka dekat dengan manusia, maka diakuinya kedekatan 
itu sebagai kedekatan Allah kepada manusia.

Jawaban pertanyaan kedua : Memang ada contoh ungkapan lain dalam Al-Qur’an 
yang menandaskan bahwa sesuatu disandarkan kepada Allah tetapi maksudnya 
adalah Malaikat. Misalnya firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya 
itu” [Al-Qiyamah : 18]

Disini Allah mengatakan : “Bila Kami (Allah) telah selesai membacakannya”. 
Sedangkan yang dimaksud adalah : “Bila Malaikat Jibril telah selesai 
membacakan Al-Qur’an kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam”. 
Sekalipun diakuinya bacaan itu sebagai bacaan yang disandarkan kepada Allah 
dengan firmanNya : Apabila Kami (Allah) telah selesai membacakannya” Mengapa 
? Sebab ketika Jibril membacakan Al-Qur’an kepada Rasulullah Shallallahu 
‘alaihi wa sallam, hanyalah semata-mata karena perintah Allah. Dengan 
demikian, boleh saja jika kemudian Allah mengklaim bahwa bacaan Jibril 
tersebut sebagai bacaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Begitu pula missal yang terdapat dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Maka tatkala rasa takut telah hilang dari Ibrahim dan berita 
gembira telah datang kepadanya, diapun bersoal-jawab dengan Kami tentang 
kaum Luth” [Hud : 74]

Kata-kata “bersoal jawab dengan Kami/Allah” maksudnya adalah bersoal jawab 
dengan para Malaikat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diutus untuk menemui 
Ibrahim

Kesimpulan: Dua ayat dalam surat Qaaf 16 dan surat Al-Waqi’ah : 85 di mana 
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan bahwa “Kami (Allah) lebih dekat”, 
maksudnya adalah “Malaikat lebih dekat” karena dekatnya Malaikat merupakan 
perintah Allah. Dan penafsiran ini bukan takwil terhadap ayat-ayat sifat dan 
bukan pula pengalihan makna dari makna  dzahirnya, berdasarkan penjelasan 
yang sudah dikemukakan di muka.

Alhamdulillah.

[Disarikan dari Al-Qawa’id Al-Mutsla, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih 
Al-Utsaimin, Penerjemah Ahmas Faiz Asifuddin, Disalin dari Majalah As-Sunnah 
Edisi 03/Tahun IV/1420H/1999M, Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, 
Jl Solo – Purwodadi Km 8 Selokaton Gondangrejo - Solo

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HADIRILAH! SILATURAHMI AKBAR-3 ULAMA MADINAH NABAWIYAH & UMMAT, MASJID ISTIQLAL 
JAKARTA, AHAD 20 JUMADIL TSANI 1427H/16 JULI 2006M, JAM 09.00 WIB S/D DZUHUR, 
BERSAMA SYAIKH PROF ABDURROZAK BIN ABDUL MUHSIN AL'ABBAD, SYAIKH DR SULAIMAN 
BIN SALIIMULLAH AR-RUHAILY, ULAMA SEKALIGUS GURU BESAR UNIVERSITAS ISLAM 
MADINAH. INFO : 08121055616, 08121055891, 08567505496
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke