ISTIGHFAR DAN TAUBAT

Oleh
Syaikh Dr. Fadhl Ilahi
Bagian Pertama dari Dua Tulisan [1/2]
sumber http://www.almanhaj.or.id


Diantara sebab terpenting diturunkannya rizki adalah itsighfar (memohon 
ampun) dan taubat kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Menutupi 
(kesalahan). Untuk itu, pembahasan mengenai pasal ini kami bagi menjadi dua 
pembahasan.

Pertama : Hakikat Istighfar dan Taubat
Kedua : Dalil Syar'i Bahwa Istighfar Dan Taubat Termasuk Kunci Rizki.


Pertama : Hakikat Istighfar dan Taubat

Sebagian besar orang menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalah cukup 
dengan lisan semata. Sebagian mereka mengucapkan.

"Artinya : Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya".

Tetapi kalimat-kalimat diatas tidak membekas di dalam hati, juga tidak 
berpengaruh dalam perbuatan anggota badan. Sesungguhnya istighfar dan taubat 
jenis ini adalah perbuatan orang-orang dusta.

Para ulama -semoga Allah memberi balasan yang sebaik-baiknya kepada mereka- 
telah menjelaskan hakikat istighfar dan taubat.

Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani menerangkan : "Dalam istilah syara', taubat 
adalah meninggalkan dosa karena keburukannya, menyesali dosa yang telah 
dilakukan, berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha 
melakukan apa yang bisa diulangi (diganti). Jika keempat hal itu telah 
terpenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna" [Al-Mufradat fi Gharibil 
Qur'an, dari asal kata " tauba" hal. 76]

Imam An-Nawawi dengan redaksionalnya sendiri menjelaskan : "Para ulama 
berkata, 'Bertaubat dari setiap dosa hukumnya adalah wajib. Jika maksiat 
(dosa) itu antara hamba dengan Allah, yang tidak ada sangkut pautnya dengan 
hak manusia maka syaratnya ada tiga. Pertama, hendaknya ia menjauhi maksiat 
tersebut. Kedua, ia harus menyesali perbuatan (maksiat)nya. Ketiga, ia harus 
berkeinginan untuk tidak mengulanginya lagi. Jika salah satunya hilang, maka 
taubatnya tidak sah.

Jika taubatnya itu berkaitan dengan hak manusia maka syaratnya ada empat. 
Ketiga syarat di atas dan Keempat, hendaknya ia membebaskan diri (memenuhi) 
hak orang tersebut. Jika berbentuk harta benda atau sejenisnya maka ia harus 
mengembalikannya. Jika berupa had (hukuman) tuduhan atau sejenisnya maka ia 
harus memberinya kesempatan untuk membalasnya atau meminta ma'af kepadanya. 
Jika berupa ghibah (menggunjing), maka ia harus meminta maaf" [Riyadhus 
Shalihin, hal. 41-42]

Adapun istighfar, sebagaimana diterangkan Imam Ar-Raghib Al-Asfahani adalah 
" Meminta (ampunan) dengan ucapan dan perbuatan. Dan firman Allah.

"Artinya : Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun" 
[Nuh : 10]

Tidaklah berarti bahwa mereka diperintahkan meminta ampun hanya dengan lisan 
semata, tetapi dengan lisan dan perbuatan. Bahkan hingga dikatakan, memohon 
ampun (istighfar) hanya dengan lisan saja tanpa disertai perbuatan adalah 
pekerjaan para pendusta" [Al-Mufradat fi Gharibil Qur'an, dari asal kata 
"ghafara" hal. 362]

Kedua : Dalil Syar'i Bahwa Istighfar Dan Taubat Termasuk Kunci Rizki

Beberapa nash (teks) Al-Qur'an dan Al-Hadits menunjukkan bahwa istighfar dan 
taubat termasuk sebab-sebab rizki dengan karunia Allah Ta'ala. Dibawah ini 
beberapa nash dimaksud :

[1] Apa Yang Disebutkan Allah Subhana Wa Ta'ala Tentang Nuh Alaihis Salam 
Yang Berkata Kepada Kaumnya.

"Artinya : Maka aku katakan kepada mereka, 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu', 
sesunguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan 
kepadamu dengan lebat, dan membanyakan harta dan anak-anakmu dan mengadakan 
untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu 
sungai-sungai". [Nuh : 10-12]

Ayat-ayat di atas menerangkan cara mendapatkan hal-hal berikut ini dengan 
istighfar.

Ampunan Allah terhadap dosa-dosanya. Berdasarkan firman-Nya : "Sesungghuhnya 
Dia adalah Maha Pengampun".
Dditurunkannya hujan yang lebat oleh Allah. Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma 
berkata "midraaraa" adalah (hujan) yang turun dengan deras. [Shahihul 
Bukhari, Kitabul Tafsir, surat Nuh 8/666]

Allah akan membanyakan harta dan anak-anak, Dalam menafsirkan ayat "wayumdid 
kum biamwalin wabanina" Atha' berkata : Niscaya Allah akan membanyakkan 
harta dan anak-anak kalian" [Tafsir Al-Bagawi, 4/398. Lihat pula, Tafsirul 
Khazin, 7/154]

Allah akan menjadikan untuknya kebun-kebun.
Allah akan menjadikan untuknya sungai-sungai.
Imam Al-Qurthubi berkata : "Dalam ayat ini, juga yang disebutkan dalam 
(surat Hud : 3 "Artinya : Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhamnu 
dan bertaubat kepada-Nya) adalah dalil yang menunjukkan bahwa istighfar 
merupakan salah satu sarana meminta diturunkannya rizki dan hujan". [Tafsir 
Al-Qurthubi, 18/302. Lihat pula, Al-Iklil fis Tinbathil Tanzil, hal. 274, 
Fathul Qadir, 5/417]

Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkata :" Maknanya, jika kalian 
bertaubat kepada Allah, meminta ampun kepadaNya dan kalian senantiasa 
menta'atiNya, niscaya Ia akan membanyakkan rizki kalian menurunkan air hujan 
serta keberkahan dari langit, mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi, 
menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untuk kalian, melimpahkan air susu perahan untuk 
kalian, membanyakan harta dan anak-anak untuk kalian, menjadikan kebun-kebun 
yang di dalamnya bermacam-macam buah-buahan untuk kalian serta mengalirkan 
sungai-sungai diantara kebun-kebun itu (untuk kalian)". [Tafsir Ibnu Katsir, 
4/449]

Demikianlah, dan Amirul Mukminin Umar bin Khaththab Radhiyallahu 'anhu juga 
berpegang dengan apa yang terkandung dalam ayat-ayat ini ketika beliau 
memohon hujan dari Allah Ta'ala.

Mutharif meriwayatkan dari Asy-Sya'bi : "Bahwasanya Umar Radhiyallahu 'anhu 
keluar untuk memohon hujan bersama orang banyak. Dan beliau tidak lebih dari 
mengucapkan istighfar (memohon ampun kepada Allah) lalu beliau pulang. Maka 
seseorang bertanya kepadanya, 'Aku tidak mendengar Anda memohon hujan'. Maka 
ia menjawab, 'Aku memohon diturunkannya hujan dengan majadih[1] langit yang 
dengannya diharapkan bakal turun hujan. Lalu beliau membaca ayat.

"Artinya : Mohonlah ampun kepada Tuhamu, sesungguhnya Dia adalah Maha 
Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat".[Nuh : 
10-11]. [Tafsir Al-Khazin, 7/154]

[Disalin dari buku Mafatiihur Rizq fi Dhau'il Kitab was Sunnah oleh Dr. 
Fadhl Ilahi, dengan edisi Indonesia Kunci-kunci Rizki Menurut Al-Qur'an dan 
As-Sunnah hal. 7-18 terbitan Darul Haq, Penerjemah Ainul Haris Arifin, Lc]
________
Fote Note
[1] Majadih bentuk tunggalnya adalah majdah yakni salah satu jenis bintang 
yang menurut bangsa Arab merupakan bintang (yang jika muncul) menunjukkan 
hujan akan turun. Maka Umar Radhiyallahu 'anhu menjadikan istighfar sama 
dengan bintang-bintang tersebut, suatu bentuk komunikasi melalui apa yang 
mereka ketahui. Dan sebelumnya mereka memang menganggap bahwa adanya bintang 
tersebut pertanda akan turun hujan, dan bukan berarti Umar berpendapat bahwa 
turunnya hujan karena bintang-bintang tersebut. [Tafsir Al-Khazin, 7/154]

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Something is new at Yahoo! Groups.  Check out the enhanced email design.
http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HADIRILAH! SILATURAHMI AKBAR-3 ULAMA MADINAH NABAWIYAH & UMMAT, MASJID ISTIQLAL 
JAKARTA, AHAD 20 JUMADIL TSANI 1427H/16 JULI 2006M, JAM 09.00 WIB S/D DZUHUR, 
BERSAMA SYAIKH PROF ABDURROZAK BIN ABDUL MUHSIN AL'ABBAD, SYAIKH DR SULAIMAN 
BIN SALIIMULLAH AR-RUHAILY, ULAMA SEKALIGUS GURU BESAR UNIVERSITAS ISLAM 
MADINAH. INFO : 08121055616, 08121055891, 08567505496
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke