[EMAIL PROTECTED] 
Wed Jul 12, 2006 4:20 pm 
Tanya : possisi berjamaah berdua   
Afwan , khusus pembahasan mengenai posisi makmum yang sejajar dengan 
Imam ketika makmum cuman satu (Imam dan makmum cuman satu dan sesama 
laki laki), apa ada pembahasan lebih khusus?? soalnya dikalangan 
kaum muslimin beredar juga makmum
agak mundur sedikit dari Imam. 
Jazakallahu Khoiron

Assalaamu'alaykum,
Berikut ana kirimkan postingan lama,
Semoga bermanfaat
Wassalaamu'alaykum

DIMANAKAH TEMPAT BERDIRINYA MAKMUM APABILA SEORANG DIRI?

Oleh
Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
sumber http://www.almanhaj.or.id

Pertanyaan diatas perlu sekali kita jawab dengan jelas dan betul dengan 
mengambil keterangan dan contoh dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. 
Dimanakah sebenarnya tempat berdiri ma'mum apabila seorang atau sendiri.? 
Apakah dibelakang Imam atau seharusnya sejajar dengan Imam .? Dengan kita 
melakukan penyelidikan untuk mengetahui contoh yang pernah dikerjakan oleh 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dapatlah nantinya kita beramal sesuai 
yang dikehendaki oleh agama kita. Maka dibawah ini saya akan turunkan 
dalil-dalil yang tegas dan terang yang menunjukan tempat berdiri ma'mum kalau 
seorang

Dalil Pertama

"Artinya : Dari Ibnu Abbas, ia berkata ; "Aku pernah shalat bersama Nabi 
shallallahu 'alaihi wa sallam pada suatu malam. Lalu aku berdiri di sebelah 
kiri beliau, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memegang 
kepalaku dari belakangku, lalu ia tempatkan aku disebelah kanannya ...." 
[Shahih Riwayat Bukhari I/177]

Dalil Kedua

"Artinya : Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata ; "Nabi shallallahu 'alaihi wa 
sallam pernah berdiri shalat, kemudian aku datang, lalu aku berdiri disebelah 
kirinya, maka beliau memegang tanganku, lantas ia memutarkan aku sehingga ia 
menempatkan aku sebelah kanannya. Kemudian datang Jabbar bin Shakr yang 
langsung ia berdiri di sebelah kiri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. 
Lalu beliau memegang tangan kami dan beliau mendorong kami sehingga beliau 
mendirikan kami dibelakangnya". [Shahih Riwayat Muslim & Abu Dawud]

Dua Dalil Di Atas Mengandung Hukum Sebagai Berikut :

[1]. Apabila ma'mum seorang harus berdiri disebelah kanan Imam.
[2]. Dan ma'mum yang seorang itu berdiri disebelah kanan harus sejajar dengan 
Imam bukan di belakangnya. Saya katakan demikian karena di dalam hadits Jabir 
bin Abdullah sewaktu datang Jabbar bin Shakhr lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa 
sallam menempatkannya keduanya dibelakangnya. Ini menunjukan kedua sahabat itu 
tadinya berada disamping Nabi sejajar dengan beliau. Kemudian Nabi shallallahu 
'alaihi wa sallam mendirikan mereka di belakangnya. Tidak akan dikatakan "Di 
belakang" kalau pada awalnya sahabat itu tidak berada sejajar dengan beliau.
[3]. Apabila ma'mum dua orang atau lebih, maka harus berdiri dibelakang Imam.

Dalil Ketiga

"Artinya : Dari Ibnu Abbas, ia berkata ; "Aku pernah shalat di sisi/tepi Nabi 
shallallahu 'alaihi wa sallam dan Aisyah shalat bersama kami dibelakang kami, 
sedang aku (berada) di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, aku shalat 
bersamanya (berjama'ah)". [Shahih Riwayat Ahmad & Nasa'i].

Keterangan :

[1]. Perkataan, "Aku sahalat di sisi/tepi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, 
terjemahan dari kalimat "Shallaitu ila janbin nabiyi shallallahu 'alaihi wa 
sallam".
[2]. "Janbun" menurut kamus-kamus bahasa Arab artinya : sisi, tepi, samping, 
sebelah, pihak, dekat.
[3]. Jika dikatakan dalam bahasa Arab "Janban Li Janbin" maka artinya : Sebelah 
menyebelah, berdampingan, bahu-membahu.
[4]. Dengan memperhatikan hadits di atas dan memahami dari segi bahasanya, maka 
dapatlah kita mengetahui bahwa Ibnu Abbas ketika shalat bersama Nabi 
shallallahu 'alaihi wa sallam, ia berada di samping/sejajar dengan Nabi 
shallallahu 'alaihi wa sallam.
[5]. Hadits ini menunjukan bahwa perempuan tempatnya di belakang. Baik yang 
jadi ma'mum itu hanya seorang perempuan saja atau campur laki-laki dengan 
perempuan. 

Di dalam kitab Al-Muwattha karangan Imam Malik diterangkan bahwa Ibnu Mas'ud 
pernah shalat bersama Umar. Lalu Ibnu Mas'ud berdiri dekat di sebelah kanan 
Umar sejajar dengannya.

Diriwayatkan bahwa Ibnu Juraij pernah bertanya kepada Atha' (seorang tabi'in), 
"Seorang menjadi ma'mum bagi seorang, dimanakah ia (ma'mum) harus berdiri .? 
Jawab Atha', "Di tepinya". Ibnu Juraij bertanya lagi, "Apakah si Ma'mum itu 
harus dekat dengan Imam sehingga ia satu shaf dengannya, yaitu tidak ada jarak 
antara keduanya (ma'mum dan imam) ?" Jawab Atha'; "Ya!" Ibnu Juraij bertanya 
lagi, "Apakah si ma'mum tidak berdiri jauh sehingga tidak ada lowong antara 
mereka (ma'mum dan imam)? Jawab Atha' : "Ya". [Lihat : Subulus Salam jilid 2 
hal.31]

Dari tiga dalil di atas dan atsar dari sahabat dan seorang tabi'in besar, maka 
sekarang dapatlah kita berikan jawaban bahwa ; "Ma'mum apabila seorang saja 
harus berdiri di sebelah kanan dan sejajar dengan Imam".

Tidak ada keterangan dan contoh dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, 
yang menunjukan atau menyuruh ma'mum apabila seorang diri harus berdiri di 
belakang Imam meskipun jaraknya hanya sejengkal seperti yang dilakukan oleh 
kebanyakan saudara-saudara kita sekarang ini. 

Mudah-mudahan mereka suka kembali kepada sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa 
sallam. Aamiin ! [1]


[Disalin dari kitab Al Masaa-il (Masalah-Masalah Agama) jilid 1, Penulis Abdul 
Hakim bin Amir Abdat, Penerbit Darul Qolam, Jakarta, Cetakan III]
_________
Foote Note
[1]. Ditulis tanggal 21-3-198





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Something is new at Yahoo! Groups.  Check out the enhanced email design.
http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HADIRILAH! SILATURAHMI AKBAR-3 ULAMA MADINAH NABAWIYAH & UMMAT, MASJID ISTIQLAL 
JAKARTA, AHAD 20 JUMADIL TSANI 1427H/16 JULI 2006M, JAM 09.00 WIB S/D DZUHUR, 
BERSAMA SYAIKH PROF ABDURROZAK BIN ABDUL MUHSIN AL'ABBAD, SYAIKH DR SULAIMAN 
BIN SALIIMULLAH AR-RUHAILY, ULAMA SEKALIGUS GURU BESAR UNIVERSITAS ISLAM 
MADINAH. INFO : 08121055616, 08121055891, 08567505496
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke