ADA APA DI BALIK GEMPA TSUNAMI ?

Oleh
Syaikh. Prof. Dr. Abdurrazzak bin Abdul Muhsin Al Badr
Bagian Terakhir dari Dua Tulisan 2/2
Sumber http://www.almanhaj.or.id

Keempat :
Bumi adalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dia-lah yang telah 
menciptakannya dan menjadikannya ada. Dia pula yang telah menciptakan 
manusia dia atasnya. Maka Dia pula-lah yang berhak untuk bertindak 
sekehendak-Nya. Perhatikanlah sebagian perbuatan Allah Subhanahu wa Ta’ala 
terhadap bumi-Nya dalam ayat:

"Artinya : Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesunguhnya Kami mendatangi 
bumi, lalu kami kurangi bumi itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? 
Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat 
menolak ketetapan-Nya ; Dia-lah Yang Maha cepat hisab-Nya". [Ar-Ra'd: 41]


Sebagian ahli tafsir menerangkan bahwa maksud dari "Kami kurangi bumi itu 
(sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya"  adalah dengan tenggelamnya 
(sebagian bumi -pent), gempa dan berbagai macam bencana. Jadi Allah 
Subhanahu wa Ta’ala mengurangi bumi dari tepi-tepinya sesuai dengan 
kehendak-Nya, tidak ada yang bisa menolak keputusan-Nya.

Jika kita telah sadar bahwa bumi ini adalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, 
dan yang berhak untuk bertindak di dalam-Nya adalah Allah Subhanahu wa 
Ta’ala juga; maka mari kita sama-sama merenungi apa hikmah di balik 
penciptaan kita di muka bumi ini?. Tidak lain dan tidak bukan adalah dalam 
rangka menegakkan kalimat tauhid Allah Subhanahu wa Ta’ala, mentaati 
perintah-Nya, mengikuti syari'at-Nya,  merendahkan diri di hadapan-Nya, 
patuh terhadap perintah-Nya dan perintah rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa 
Sallam;. Kita wajib beriman terhadap ayat-ayat yang jelas, hujjah-hujjah 
yang tinggi serta dalil-dalil agung yang menjelaskan kesempurnaan Allah 
Subhanahu wa Ta’ala dan kewajiban untuk taat kepada-Nya lantas mengikhlaskan 
ibadah hanya untuk-Nya. Hingga kita dapat menjalankan tujuan penciptaan kita 
dengan sempurna; yaitu menjalankan perintah-Nya dan mengikuti rasul-Nya 
Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Kelima:
Seharusnya seorang muslim bersikap tenang dalam menghadapi musibah yang 
menimpanya atau menimpa saudaranya ; yakni dengan mendekatkan diri kepada 
Allah Subhanahu wa Ta’ala, yakin dan bertawakkal kepada-Nya. Sesungguhnya 
musibah itu  akan membuahkan bertambahnya iman seorang mu'min, bertambah 
baiknya hubungan dia dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta semakin 
sempurna kedekatan dia dengan-Nya. Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu 
‘alaihi wa Sallam  bersabda :

"Artinya : Alangkah mengagumkan kondisi seorang mu'min; seluruh perkaranya 
adalah kebaikan. Jika dia mendapatkan nikmat, bersyukur, dan itu adalah 
merupakan kebaikan baginya. Dan jika dia tertimpa musibah, bersabar, itupun 
merupakan kebaikan baginya". [HR Muslim]

Dan hal ini tidak akan ada kecuali dalam diri seorang mu'min.

Keenam:
Sesungguhnya seorang yang beriman akan sadar bahwa musibah-musibah ini tidak 
lain dan tidak bukan adalah akibat dosa-dosa. Tidaklah terjadi suatu 
malapetaka melainkan gara-gara perbuatan dosa, dan malapetaka itu tidak akan 
dicabut (oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala) kecuali dengan taubat. Allah 
Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan:

"Artinya : Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya". 
[Al-'Ankabut : 40]

Saat inilah  seharusnya seorang mu'min mendekat kepada Allah Subhanahu wa 
Ta’ala dengan membawa taubat dan berserah diri kepada-Nya, sehingga dia 
dapat memetik pelajaran dari musibah yang menimpa orang lain. "Sesungguhnya 
orang yang bahagia adalah yang dapat memetik pelajaran dari (apa yang 
menimpa) saudaranya, kebalikannya orang yang merugi adalah jika 
saudaranyalah yang mengambil pelajaran dari apa yang menimpa dirinya".

Ketujuh :
Terakhir,  kita memiliki beberapa kewajiban terhadap saudara-saudara kita 
yang tertimpa musibah besar ini, di antaranya;

[a]. Berdo'a agar Allah Subhanahu wa Ta’ala meringankan penderitaan mereka, 
serta menjadikan musibah ini sebagai titik tolak bagi mereka untuk kembali 
kepada kebaikan dan bertaubat kepada-Nya. Kita juga memohon agar Allah 
Subhanahu wa Ta’ala menenangkan ketakutan mereka, menutupi aurat mereka dan 
memberi rizki orang-orang yang ditimpa kelaparan.

[b]. Juga kita berkewajiban untuk mengulurkan tangan membantu mereka semampu 
kita. Saat ini  ribuan orang sama sekali tidak memiliki tempat tinggal, 
rumah, makanan dan minuman. Sedangkan kita hidup dalam kenikmatan. 
Bersyukurlah kepada AllahSubhanahu wa Ta’ala atas nikmat dan karunia-Nya, 
kemudian bantulah saudara-saudara kita semampunya!.

Kami tutup khutbah ini dengan sebuah doa agung dan berbarakah,  yang selalu 
dibaca oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam; setiap malam sebelum 
merebahkan tubuhnya di peraduan:

Artinya: "Segala puji bagi Allah Yang telah memberi kita makan, minum dan 
mencukupi kita, serta memberi kita tempat tinggal. Betapa banyak orang yang 
tidak mendapatkan yang mencukupi dia serta memberi dia tempat tinggal". [HR 
Muslim dari Anas bin Malik]

Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin (3X), hinakanlah kesyirikan 
dan kaum musyrikin, serta hancurkanlah musuh-musuh agama kami.

Ya Allah, ringankanlah musibah yang menimpa saudara-saudara kami di manapun 
mereka berada, kuatkanlah mereka wahai Yang Maha Agung lagi Maha Pemurah. Ya 
Allah, tenangkanlah rasa takut mereka,  obatilah kelaparan dan dahaga 
mereka, tutupilah aurat mereka, karuniakanlah kepada mereka tempat tinggal 
yang baik, wahai Yang Maha Agung lagi Maha Pemurah.

Ya Allah, kembalikanlah kami dan mereka kepada-Mu dengan baik, berilah kami 
taufik untuk bertaubat kepada-Mu, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang 
beriman dan mengikuti rasul-Mu Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, juga 
karuniailah kami -wahai Yang Maha Agung lagi Maha Pemurah- taufik untuk 
mengerjakan hal-hal yang Engkau cintai dan ridhai, bantulah kami untuk 
melakukan kebaikan dan ketakwaan, janganlah Engkau jadikan kami bergantung 
kepada diri sendiri, meskipun hanya sekejap mata.

Ya Allah, ampunilah segala dosa kami, baik yang kecil maupun yang besar, 
yang terdahulu maupun yang akan datang, serta yang tersembunyi maupun yang 
terlihat. Ya Allah, sesungguhnya kami telah mendzalimi diri kami, jika 
Engkau tidak mengampuni dan mengasihi, niscaya kami akan menjadi orang-orang 
yang merugi.

Hanya ini yang dapat kami sampaikan, kami mohon ampunan kepada Allah 
Subhanahu wa Ta’ala untuk kita dan seluruh kaum muslimin dari segala dosa, 
mintalah ampun kepada-Nya, niscaya Dia akan ampuni. Sesungguhnya Allah Maha 
Pengampun lagi Maha Penyayang.

[Ditranskrip dan diterjemahkan dari khutbah Jum'at Syeikh. Prof. Dr. Abdur 
Razzak bin Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr –Hafizhahullahu- oleh: Anas 
Burhanuddin dan Abdullah Zaen (Mahasiswa S-2 Univ. Islam Madinah). 
Disebarkan oleh FSMS (Forum Silaturrahim Mahasiswa as-Sunnah) Surabaya 
2004/1425]

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Something is new at Yahoo! Groups.  Check out the enhanced email design.
http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke