YAHUDI MUSUH AGAMA !!!

Oleh
Redaksi Majalah Salafiyah Al-Ashalah
sumber http://www.almanhaj.or.id


Musuh-musuh Islam dan orang-orang bodoh yang mengikuti mereka, berusaha 
menggambarkan bahwa hakikat permusuhan kita melawan Yahudi hanyalah 
permusuhan memperebutkan wilayah perbatasan, permasalahan pengungsi dan 
sumber air. Dan permusuhan seperti ini mungkin diselesaikan dengan cara 
hidup berdamai dan mengganti para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal 
dengan tempat tinggal baru, serta memperbaiki kondisi kehidupan mereka, 
menempatkan mereka di berbagai wilayah, dan mendirikan pemerintahan sekuler 
yang hidup dibawah kaki tangan Yahudi ; yang menjadi dinding keamanan bagi 
negara Yahudi.

Tidaklah mereka semuanya mengetahui, bahwa permusuhan kita dengan Yahudi 
adalah permusuhan yang terjadi semenjak dahulu kala, semenjak pemerintahan 
Islam pertama berdiri di Madinah Al-Munawarah dengan pimpinan Rasul (utusan 
Allah) untuk seluruh manusia yaitu Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. 
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan kepada kita tentang hakikat 
kedengkian Yahudi dan permusuhan mereka terhadap umat Islam, umat Tauhid.

“Artinya : Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras 
permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan 
orang-orang musyrik ….” [Al-Ma’idah : 82]

Lihatlah bagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala mendahulukan Yahudi daripada 
orang-orang musyrik dalam permusuhan (terhadap umat Islam), padahal 
millah/kepercayaan orang kafir adalah satu, hanya saja mereka berbeda-beda 
tingkatan dalam permusuhan mereka terhadap umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi 
wa sallam.

“Artinya : orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan senang kepada kamu 
hingga kamu mengikuti agama mereka …” [Al-Baqarah : 120]

Semenjak awal kali kaum muslimin menghirup udara Islam : Orang-orang Yahudi 
telah melakukan permusuhan terhadap umat Islam dan Nabi mereka Shallalahu 
‘alaihi wa sallam. Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak 
luput dari gangguan orang-orang Yahudi. Mereka telah berusaha membunuh Nabi 
Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam tiga kali, (Pertama) mereka berusaha 
menimpakan batu ke kepala Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, 
(Kedua) mereka meletakkan racun dalam (makanan) yaitu paha kambing, (Ketiga) 
ketika Labid bin Al-Asham Al-Yahudi –semoga laknat Allah Subhanahu wa Ta’ala 
ditimpakan kepadanya- menyihir Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Inilah dia Amerika membekali orang-orang Yahudi dengan senjata tercanggih 
yang menghancurkan ; untuk membunuh anak-anak, wanita, orang tua penduduk 
Palestina yang beragama Islam, dan mereka menyibukkan dunia dengan pemilihan 
umum Amerika untuk menutup-nutupi korban-korban pemubunuhan yang dilakukan 
Yahudi terhadap penduduk Palestina yang muslim.

Inilah dia Inggris, membekali Yahudi dengan senjata penghancur yang 
menyebabkan korbannya terbunuh mengerikan, senjata yang menghentikan gerakan 
pemuda Palestina ; maka umat Islam ini adalah sasaran yang dituju oleh 
Yahudi dan penolong-penolongnya, baik pemudanya, para orang tua, anak-anak, 
dan para wanita.

Dan inilah penolong-penolong Yahudi, memalingkan umat dari luka-luka yang 
diderita penduduk Palestina yang muslim, menutupi kejahatan-kejahatan yang 
dilakuakn Yahudi dengan mengadakan acara-acara pertandingan-pertandingan 
olah raga, dan pertunjukan-pertunjukan yang menghilangkan kesadaran umat 
serta menidurkan mereka.

Apakah kaum muslimin tidak mengetahui, bahwa permusuhan kita dengan Yahudi 
adalah permusuhan aqidah, permusuhan budaya, permusuhan peradaban, 
permusuhan yang tidak akan dapat dihilangkan begitu saja ?!

Bukankah Yahudi telah membakar Masjidil Aqsa ? Bukankah mereka telah membuat 
lubang dibawah Masjidil Aqsa, agar Masjid Aqsa runtuh dengan sendirinya? 
Bukankah mereka telah membunuh kaum muslimin ketika sujud di bulan Ramadhan 
di Masjid Al-Khalil ?! Bukankah mereka telah membelah perut-perut 
wanita-wanita yang hamil, dan membunuh anak-anak yang masih menyusui, dan 
membakar tumbuh-tumbuhan maupun bangunan ?!

Bukankah orang-orang Yahudi berusaha merubah masjid-masjid di Palestina 
menjadai kafe-kafe minuman keras dan tempat perjudian ?! Bukankah mereka 
telah menjadikan sebagian masjid-masjid itu sebagai kandang-kandang binatang 
ternak dan tempat penimbunan sampah?

Lalu tiba-tiba ada yang menyatakan : Sesungguhnya permusuhan kita dengan 
Yahudi hanyalah permusuhan dalam memperebutkan wilayah perbatasan[1], dan 
jalan penyelesaiannya adalah : Mendirikan negara Palestina kecil, ibu 
kotanya di Al-Quds Asy-Syarif, supaya [pemeluk tiga agama (Islam, Kristen 
dan Yahudi) hidup (bersama) –demikianlah yang mereka kira-. Apakah mereka 
tidak mengetahui bahwa agama yang diridhoi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala 
hanyalah Islam ?! Atau apakah mereka tidak mengetahui bahwa nabi Ibrahim 
‘Alaiahis Salam berlepas diri dari Yahudi dan Nashara disebabkan kesyirikan 
dan penyembahan berhala yang mereka lakukan?
“Artinya : Ibrahim bukan orang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan 
tetapi dia adalah seorang yang hanif/lurus lagi muslim/berserah diri (kepada 
Allah) dan sekal-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik” 
[Ali-Imran : 67]

Sesungguhnya penyelesaian yang dipahami orang-orang Yahudi adalah Jihad 
–dengan menegakkan syarat-syarat jihad- untuk menegakkan kalimat Allah 
Subhanahu wa Ta’ala, dan orang-orang Yahudi tidak akan pernah menginginkan 
perdamaian, yang mereka inginkan hanyalah umat Islam menyerah, ruku’ dan 
menghinakan diri kepada mereka, dan menghapuskan makna Jihad dari kamus kaum 
muslimin, dan juga yang mereka inginkan hanyalah agar umat Islam menjadi 
budak Yahudi dan pekerja serta pegawai mereka, yang mana orang Yahudi 
memukul umat Islam dengan sandal-sandal mereka, dan menggiring umat Islam 
dengan cemeti mereka kapan saja mereka kehendaki.

Sesungguhnya hakekat permusuhan kita dengan Yahudi tidak akan berakhir 
dengan didirikannya negara kecil yang membawa syiar Islam, namun tidak 
menegakkan syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan bagaimana permusuhan ini 
bisa berakhir ! Sedangkan kaum muslimin membaca dalam shalatnya 17 kali 
sehari.

“Artinya : (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni’mat 
kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai (Yahudi) dan bukan (pula 
jalan) mereka yang sesat (Nashara)” [Al-Fatihah : 7]

Yang dimaksud “mereka yang dimurkai” dalam ayat diatas adalah Yahudi, 
sedangkan yang dimaksud “orang-orang yang tersesat” adalah Nashara, sesuai 
kesepakatan ahli tafsir hingga hari kiamat. Maka peperangan yang menentukan, 
yang akan memusnahkan orang-orang Yahudi akan terjadi kelak, suatu hal yang 
tidak bisa dihalangi : Peperangan iman, peperangan dalam rangka (ibadah) 
karena Allah Subhanahu wa Ta’ala

“Artinya : Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kaum muslimin memerangi 
Yahudi, dan kaum muslimin akan membunuh mereka, hingga orang Yahudi 
bersembunyi dibelakang batu dan pohon, lalu batu dan pohon berkata : Wahai 
muslim! Wahai Abdullah ! Ini ada orang Yahudi dibelakangku kemarilah, 
bunuhlah ia kecuali pohon Ghorqod, sesungguhnya pohon ini adalah pohon orang 
Yahudi” [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]

Ini adalah janji yang benar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam 
yang mana beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berbicara dari hawa 
nafsu, janji yang akan memastikan akhir permusuhan (umat Islam) melawan 
Yahudi, tidak sebagaimana gambaran surat-surat kabar yang tersesat dan 
menyesatkan.

[Majalah Al-Ashalah edisi 30, hal.5-6, Penerjemah Abu Hasan Arif]

[Disalin dari Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, Edisi 15 Th III Rajab 
1426H/Agustus 2005M, Penerbit Ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya, Jl Sultan 
Iskandar Muda 46 Surabaya]
_________
Foote Note
[1]. Mahmud Abdul Halim (salah seorang murid generasi pertama Hasan Al-Banna 
–pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir) membuat pasal pembahasan dengan 
judul “Fi Qadhiyyatul Filistin” (Tentang Permasalahan Palestina) dalam 
kitabnya yang berjudul “Al-Ikhwan Al-Muslimun Ahdats Sona’at At-Tarikh”, ia 
menceritakan tentang Lajnah Amerika Inggris dalam perkara Palestina, dimana 
Hasan Al-Banna menghadiri rapat dengan lajnah itu dan menyampaikan 
ceramahnya.

Hasan Al-Banna berkata :
“Hal yang ingin saya sampaikan adalah hal yang sederhana dari sisi agama, 
karena hal ini terkadang tidak dimengerti oleh dunia Barat, oleh karena itu 
saya ingin menjelaskannya secara ringkas : Saya tegaskan, bahwa permusuhan 
kita terhadap Yahudi bukanlah permusuhan agama, karena Al-Qur’an 
menganjurkan persaudaraan dan menjalin pershabatan dengan mereka, dan agama 
Islam adalah syari’at insaniyyah (syari’at manusia) sebelum menjadi syari’ah 
kaumiyyah (syariat suatu kaum), agama Islam juga memuji mereka, dan 
menjadikan kesepakatan antara kita dengan mereka.

“Artinya : Dan janganlah kamu berdebat dengan ahli kitab, melainkan dengan 
cara yang paling baik” [Al-Ma’idah : 46]

Ketika Al-Qur’an memuat masalah Yahudi, Al-Qur’an hanya membicarkan dari 
sisi ekonomi dan undang-undang, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Maka disebabkan kezaliman orang-oran Yahudi, Kami haramkan atas 
mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi 
mereka” [An-Nisa : 160]

Demikian pula DR Yusuf Al-Qardhawi mengatakan :

“Sesungguhnya kami tidak memerangi kalian (Yahudi) lantaran aqidah Yahudi 
yang kalian anut, dan bukan pula lantaran bangsa kalian adalah bangsa 
Yahudi” (Majalah Al-Bayan edisi 124, lihat kitab Al-Qardhawi Fil Mizan hal. 
218, -pent)

Asy-Syaikh Salim bin Id Al-Hilali –hafidhaullah- memberi komentar terhadap 
perkataan Al-Banna diatas dengan mengatakan : “Sesungguhnya perkataan 
Al-Banna menghancurkan dan bukannya membangung ; menghancurkan puluhan ayat 
Al-Qur’an yang menunjukkan dengan dalil yang pasti bahwa permusuhan terhadap 
Yahudi adalah permusuhan agama, diantara ayat-ayat itu adalah.

“Artinya : Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata 
bagimu” [An-Nisa : 101]

“Artinya : Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras 
permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan 
orang-orang musyrik” [Al-Maidah : 82]

“Artinya : Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu 
hingga kamu mengikuti agama mereka” [Al-Baqarah : 120]

“Artinya : Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak 
(pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah 
diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang 
benar (agama Allah), (yaitu orang-orang ) yang diberikan Al-Kitab kepada 
mereka, sampai mereka membayar jiyah dengan patuh sedang mereka dalam 
keadaan tunduk” [At-Taubah : 29]

Sesungguhnya Yahudi adalah manusia yang paling memusuhi orang yang beriman, 
dan mereka adalah makhluk yang paling jahat. (Lihat kitab Al-Jama’at 
Al-Islamiyyah Di Dhauil Kitab was Sunnah …., karya Asy-Syaikh Salim 
Al-Hilali, hal. 284-285, -pent)

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/





Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke