Assalamualaikum warahmatullah

> Tapi ada beberapa hal yang saya perhatikan, KENAPA assunah dengan
> mudahnya dan ringan sering kali menghujat saudara Muslim lain yang pasti
> mereka adalah Saudara Kita..

Maaf ukhti, tapi sepertinya perilaku sebagian dari orang yang mengirim imel ke 
assunnah tidak bisa dijadikan parameter perilaku keseluruhannya. Lalu mengapa 
ukhti menjudge "assunnah dengan mudahnya menghujat saudara Muslim lain". 
Siapakah assunnah yang Anti maksud di sini? Apakah saya (ge-er amat), apakah 
akh Azhar, akh Indrawan? Saudara dhea s? Atau moderator?

Itu pun kalau benar yang ditulis Saudara dhea s adalah penghujatan terhadap 
saudara Muslim (dlm hal ini Yusuf Al Qaradhawy).

>> dhea s <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> assalamu alaikum
...
>> 2. moso, mau ke wc saja nabi ngajarin gimana
>> fiqhnya, terus masalah zakat ada yg kelewat???!!!
>> nggak mungkin khan. Apalagi jika baru muncul setelah
>> kedoktoran yusuf  qardhawy, tambah ngawur lagi.

Perhatikan kalimat di atas. Mengapa di anggap menghujat? Apakah karena ada 
kata-kata wc? Apakah karena ada tanda ???!!!? Apakah karena ada kata-kata 
ngawur? Apakah karena Yusuf Al Qaradhawy-nya gak pake huruf kapital?
Sepertinya, tidak ada dari kata-kata dhea s itu yang menghujat (pribadi) Yusuf 
Al Qaradhawy secara khusus.
Ketika orang-orang tarbiyah (singkatnya PKS lah) "mengkomentari" pemerintahan 
SBY lebih banyak daripada komentar anggota milis assunnah terhadap Yusuf Al 
Qaradhawy, kenapa mereka tidak sadar bahwa mereka sedang mencela dan menghujat 
(saya memakai terminologi mereka) saudara sesama muslim (dengan dalih amar 
ma'ruf nahi munkar).
Kalau dikatakan bahwa sby yang bukan 'ulama itu lebih layak untuk dikomentari 
daripada Yusuf Al Qaradhawy, tetap saja hal itu tidak menghilangkan status sby 
sebagai saudara sesama muslim kita. Terlebih lagi status beliau sebagai 
penguasa negeri ini di mana urusan umat berkumpul pada beliau.

Taruhlah, mungkin saudara dhea s memang bersalah karena tidak membuat perincian 
kesalahan Yusuf Al Qaradhawy dalam hal zakat ini. Tapi setidaknya ukhti bisa 
search di arsip milis untuk mengetahui kesalahan Yusuf Al Qaradhawy dalam 
masalah ini (dan masalah2 lain). Sehingga Anti bisa memahami bahwa mungkin Sdr 
dhea menganggap kesalahan Yusuf Al Qaradhawy sebagai kesalahan yang 'telah 
diketahui bersama' sehingga tidak perlu diulang pembahasannya lagi.

> Saya tidak tau pasti apakah memang Yusuf Qardhawi salah atau benar,
> karena saya tidak memiliki kemampuan sejauh itu...

Sebenarnya yang Anti bela itu apakah pribadi Yusuf Al Qaradhawy-nya atau 
pendapatnya? Kalau pribadinya, sebenarnya beliau tidak dicela di sini. Namun 
kalau pendapatnya, sungguh aneh, karena Anti belum memahami kuat/lemahnya 
pendapatnya tapi sudah berani membela (takutnya ntar jatuh ke taqlid, ukht)

> Yang saya pahami, bukankah kita harus menjaga Adab bergaul/berinteraksi
> dengan sesama Muslim, dan yang saya tau, bahwa Yusuf Qardhawi mau-tidak
> mau, suka-tidak suka, diakui oleh sebagian orang sebagai Ulama, tapi
> bukankah kita harus menjaga Silaturahim dengan seluruh umat Muslim apapun
> Manhaj nya? Dan tetap menjaga Adab berinteraksi dengan beliau karena
> beliau adalah tetap sebagai Ulama?

Kalau masalah diakui sebagai ulama oleh sebagian orang, Gus Dur juga diakui 
oleh sebagian orang sebagai ulama. Tapi ketika ada tulisan yang mencelanya, 
kenapa Anti tidak mengingatkan kami akan adab menjaga silaturahim dengan ulama?
Silaturahim, memang harus terjalin. Namun bukan berarti harus bertoleransi 
dalam hal yang diperselisihkan. Kalau memang ada perselisihan, maka sikap yang 
paling tepat adalah saling menasihati (bukan bertoleransi).

> Kita sering mengaku bahwa kita adalah yang paling Shahih

Sikap yang benar bagi penuntut ilmu (terutama yang masih kecil-kecilan kayak 
saya) adalah mengungkapkan dalil yang memang paling shahih MENURUT para ulama 
Ahlussunnah. Tidak ada yang berhak untuk menilai paling shahih atau tidak 
kecuali para ulama yang memang mengetahui.

> karena kita
> sebagai generasi Salaf,

Sepertinya tidak ada anggota milis ini yang mengaku sebagai generasi salaf. 
Kalau ada yang mengaku seperti itu berarti dia belum tahu.
Kita hanya berusaha mencontoh generasi salaf (i.e. Rasulullah shallallahu 
'alaihi wasallam dan para shahabatnya radhiyallahu anhum, tabiin dan 
tabiuttabiin rahimahumullah). Karena 'hanya berusaha' maka besar kemungkinan 
dalam banyak hal kita akan meleset.

> namun saya jadi berfikir, jangan-jangan "Salaf"
> hanya Merk/Bungkus tetapi akhlak dan Manhaj yang dijalankan terkadang
> tidak bercermin pada Rasulullah..

Saya kira tidak ada satu pun anggota milis ini yang mampu berkata sebagai 
representasi manhaj salaf. Tidak ada yang berhak berbicara atas nama manhaj 
salaf kecuali Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para shahabatnya 
radhiyallahu anhum, tabiin dan tabiuttabiin rahimahumullah. Karena mereka telah 
tiada, maka wakil mereka adalah para ulama ahlussunnah.
Maka wajarlah kalau anggota milis ini masih banyak cacat celanya dan tidak bisa 
merepresentasikan manhaj salaf dengan benar. Kalau mau lihat seperti manhaj 
salaf yang relatif benar, maka lihatlah ilmu dan akhlak para ulama.
Saya benar-benar terharu ketika pertama kali saya membaca teks bantahan Syaikh 
Bin Baz rahimahullah pada Abdurrahman Abdulkhaliq, ketika membaca teks jawaban 
Syaikh Al Albani rahimahullah pada partai FIS dan berbagai teks perdebatan 
antara para ulama dan orang-orang yang menyimpang dari manhaj salaf. Sungguh 
merupakan representasi yang bagus dari ILMU yang shahih dan AKHLAQ yang mulia 
ala manhaj salaf.

> Saya hanyalah seorang Muslimah yang ingin menjadi seorang "Muslimah" dari
> mana pun sumber nya, selama itu Shahih.. Maka dari itu saya tetap ikut
> Assunah untuk mendapatkan Dalil-dalil..

Selain dalil itu harus shahih, juga harus difahami berdasarkan pemahaman 
salafusshalih. Pemahaman salafusshalih itu bukan berarti pemahaman Syaikh Al 
Albani, Syaikh Bin Baz, Syaikh Fauzan rahimahumullah, tapi pemahaman Rasulullah 
shallallahu 'alaihi wasallam dan para shahabatnya radhiyallahu anhum. Kalaupun 
misalnya ada (ini kalau ada lho) pemahaman Syaikh Al Albani, Syaikh Bin Baz, 
Syaikh Fauzan rahimahumullah yang berbeda dari pemahaman salafusshalih, maka 
wajib bagi kita untuk berpegang pada pemahaman salafusshalih.

> Tapi saya GERAH melihat saudara2 saya menghina Saudara2 saya yang
> lain..

Tolong sebutkan yang menurut Anti sebagai penghinaan (japri juga boleh). Saya 
khawatir "kegerahan" Anti itu seperti "kegerahan" teman-teman saya orang-orang 
PKS ketika saya berusaha menjelaskan kesalahan Fi Dzilalil Qur'an tanpa 
sedikitpun menyebutkan Sayyid Quthb secara pribadi. Namun saya langsung 
mendapat protes "kegerahan" karena dianggap saya menghina Sayyid Quthb.

> yang begitu banyak Kedhozilam yang dapat kita Luruskan..

Kezhaliman yang paling zhalim adalah kesyirikan. Lalu apakah kita sudah 
meluruskan kesyirikan di sekitar kita? (astaghfirullah, mungkin saya juga belum 
maksimal dalam meluruskan kesyirikan di sekitar saya)

> Dan jika kita tetap Keras seperti ini.. Bagaimana orang yang tidak
> paham islam akan Tertarik untuk memperlajari Islam.. Karena mereka Takut
> duluan membaca Statement2 di Assunah...

Lalu apa yang akan kita da'wahkan? Apakah Islam yang shahih seperti apa adanya 
ketika dulu diturunkan bersih dari syirik dan bid'ah, ataukah Islam yang SESUAI 
SELERA dan menarik hati orang-orang yang tidak paham akan Islam.
Taruhlah mungkin cara da'wah para penuntut ilmu ada yang salah, tapi apakah 
kesalahannya lebih besar dari kesalahan para pembela bid'ah yang berkilah 
sebagai penjaga persatuan?

> Saya pun sependapat juga dengan Ibu Zubaedah. Saya kira sebagian besar
> dari orang2 yang mengaku manhaj salaf jika menasehati, atau menulis
> sesuatu tentang manhaj lain, ujung2nya adalah menghakimi.

Maaf ya, sepengetahuan saya manhaj yang diakui dalam Islam hanya satu, manhaj 
salaf. Maka ketika berbicara mengenai manhaj selain manhaj salaf, kita memang 
harus menyalahkan.
Rasulullah shalallahualaihiwasallam dan para shahabat ridwanullahi alaihim juga 
menyalahkan penyimpangan manhaj-manhaj selainnya.

> Maaf lho, ini
> pendapat saya karena apa yang saya alami memang demikian. Sampai2 sahabat
> saya yang baru ikut2an mengkaji tentang Islam dan hadir pada suatu
> diskusi dimana ada pembicara yang katanya bermanhaj salaf pun lagnsung
> bingung, apa benar Islam mengajarkan amar ma'ruf nahi mungkar macam begini.
> Maaf lho yaaa... saya bukan cerita negatif tentang orang yang bermanhaj
> salaf. Banyak hal yang baik yang dapat kita ambil dari mreka, dari
> antum semua. Tapi KEBANYAKAN..... SEKALI LAGI KEBANYAKAN caranya sangat
> tidak apik. sangat tidak bijak.

Lalu apakah cara yang bijak adalah cara yang sesuai selera orang yang masih 
baru ikut-ikutan mengaji tentang Islam?

> Oh iya, cerita aja, dekat rumah saya ada ustadz yang biasa kerja di Saudi,
> dan pernah menjadi murid dari beberapa ulama bermanhaj salaf seperti, syaikh
> bin baz, syaikh Utsaimin, dll. tapi subhanaLLah, yang saya amati sangat
> berbeda dengan 'style' nya beberapa penuntut ilmu yang membuat 'gerah' ibu
> zubaedah tadi. mudah-mudahan dengan semakin bertambahnya ilmu kita akan
> semakin bijak melihat begitu banyak persoalan kaum muslimin dewasa ini.

Sebenarnya hal ini butuh perincian. Boleh jadi ustadz tersebut memang menyerap 
ilmu dan akhlaq para masyaikh tersebut, atau sekedar mengikuti akhlaq mereka 
saja.
Soalnya banyak juga lulusan Universitas Madinah, murid para masyaikh, yang 
tidak bisa memahami manhaj salaf dan hanya mengambil manhaj salaf 
sepotong-potong saja.
Sebagian ada yang akhirnya malah menjadi Sururiyyin yang tidak segan-segan 
mencela para ulama yang notabene guru mereka (seperti ulah ustadz-ustadz 
syariahonline) dan menta'dil ahli bid'ah Indonesia Nurcholis Madjid (ingat 
ketika doktor Hidayat Nur Wahid rela menjadi inspektur upacara pemakamannya Cak 
Nur?)

Mohon koreksi dari teman-teman sekalian di milis ini kalau saya ada kesalahan.
Sebagai mantan orang tarbiyah, saya melayani japri bagi yang belum paham manhaj 
salaf. Mudah-mudahan bisa membantu.

Assalamualaikum warahmatullah


---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! Messenger's low  PC-to-Phone call rates.





Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke