assalamu alaikum
saya pengen jernihkan suasana, nih. anda-anda ini nggak faham kata-kata dhea.
1. coba buka lagi e-mailnya dhea. Apakah dhe amenghujat yusuf qardhawi????
Tidak bukan??!!! Coba buka lagi, secara seksama. apakah dhea ngehujat yusuf
qardhawy???
wallahu a'lam
dhea
===
Abii Umi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alikum
Saya juga masih baru belajar agama. Dan tertarik dengan manhaj Salafi ini
karena setelah sering baca website www.almanhaj.or.id. dari segi akidah saya
merasa memiliki kecocokan. karena pertama tertarik dengan Islam saya membaca
kitab bukhari dan muslim serta terjemah Alquran. itu saja tiga buku yang saya
punya.
Tapi untuk pemahamannya saya masih ingin mencari metoda (manhaj) yang sesuai.
Dan menurut saya salafi adalah manhaj dengan akidah yang sesuai dengan yang
saya pahami tentang islam melalui kitab bukhari, muslim dan terjemahan Alquran.
Walalupun demikian ada beberapa hal yang masih mengganjal hati saya tentang
manhaj ini diluar aqidah yaitu segi akhlak. Banyak akhlak yang ditulis di milis
atau di website almanhaj yang menurut saya itu akhlaknya sahabat bukan akhlak
Nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi wassallam. dan kalau ada pertentangan dua
akhlak antara akhlak sahabat dan Nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi wassallam
manakah yang kita pilih?. Misalnya:
ustadz di almanhaj memiliki akhlak: tidak mau menjawab salam saudara muslimnya
yang ISlam tapi menurutnya dia ahli bidah. maka dalam akhlak ini saya memilih
tetap menjawab salamnya. karena dia adalah saudara muslim kita. Soal bidah
setelah kita cukup ilmu baru kita berdiskusi baik2 dengannya dan memberinya
nasihat. kalo belum kenal sudah tidak mau jawab salam, siapa yang mau tertarik
dengan Salafi?
Ustadz di Almanhaj melarang duduk2 dengan ahli bidah. kalo saya sebaliknya jika
ada ahli bidah justru kita duduk dan memberikan akhlak terbaik karena dia
adalah saudara muslim kita. jika dia simpati, tentu kita akan dengan mudah
menjelaskan paham salafi. dibandingkan dari awal sudah tidak simpati.
Ustadz di salafi menyuruh kita mengumumkan kepada khalayak ramai jika ada
saudara kita yang kita dituduh ahli bidah. masa bodoh hatinya terluka atau
tidak. yang penting orang2 tau akan kebidahannya. akibatnya apa? kita jadi
dimusuhi masyarakat. kalo saya lebih memilih jika cukup ilmu main ke rumahnya
bincang2 baik2 dan menjelaskan kebidahannya baik2. jika ia tak mau hidayah itu
milik Allah. kita hanya menyampaikan.
Bukankah kita mengenal 4 imam mazhab. dan akhlak mereka semua saling
menghargai. dan ilmu kita ini belum menyamai keempatnya bukan? jadi meniru
akhlak mereka menurut saya baik. bukankah imam malik, imam syafei juga salaf?
bukankah jika dari segi fiqih ada perbedaan kita harus saling menghargai?
kecuali kita ini seperti Imam Syafei yang konon umur 8 tahun sudah hafidz quran
dan umur 15 tahun sudah hafal kitab imam Malik dan jadi guru agama.. Itupun
imam Syafei memiliki akhlak yang baik.
Saya cocok dengan manhaj Salaf ini. Karena menurut saya sesuai dengan Alquran
dan Hadist bukhari dan muslim. hanya 3 akhlak di atas, saya masih belum masuk.
Menurut saya 3 akhlak di atas tidak sesuai dengan akhlak Nabi Muhammad
Sallallahu 'alaihi wassallam. mungkin ada sahabat atau ulama salaf yang
berakhlak demikian tapi yang jelas itu bukan akhlak Nabi Muhammad Sallallahu
'alaihi wassallam.
Semoga Allah azza wajalla membuka pintu hati saya dan memberikan hidayahNya.
Amin.
Wassallam
Abii
Chandraleka <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Wa'alaikum salam
Alhamdulillah ukhti telah memanfaatkan milis ini untuk membantu dalam
mengambil landasan hukum. Insya Allah milis ini cukup ilmiyah, karena apa
yang disampaikan semaksimal mungkin disertai alasan / argument baik dengan
ayat Al Qur'an, hadits atau fatwa ulama berdasar cara beragamanya para
shahabat. Ikut cara pemahamannya para shahabat. Bukan cara yang lain. Ukhti
bisa belajar banyak dari milis ini ...
Milis ini milis umum dan terbuka buat siapa saja. Dalam artian siapa saja
bisa join disini. Maka dari itu kita bisa menjumpai orang orang yang berbeda
tipikalnya, berbeda karakternya. Kalau asalnya dari Yogya atau Solo, mungkin
orangnya halus dan lemah lembut. Kalau asalnya dari Medan mungkin orangnya
tegas. Dst. Dan yang ikut milis ini bukan cuma dari Indonesia, tetapi juga
dari luar negeri.
Kemudian, ada juga yang join dengan latar belakang pendidikan bermacam
macam. Ada yang S1, S2, S3, SMA, D3, dll. Ada yang pandai menulis dan ada
yang tidak. Yang pandai menulis bisa lebih tepat memilih rangkaian kata kata
yang dituliskan. Ada juga yang terbiasa ikut milis dan ada yang masih baru
kenal internet. Yang baru kenal internet bisa salah faham ini postingan
siapa dan bingung cara mereply yang baik.
Semua ini berpengaruh ke cara penyampaiannya dalam menanggapi suatu
postingan...
Ketika ada seseorang yang sepertinya menghujat, kenapa kita tidak berbaik
sangka saja bahwa maksudnya itu menasehati. Tinggal dilihat saja
argumentasinya itu kuat atau tidak. Gampang kan? Cari lagi literatur dari
buku buku yang ada tentang suatu masalah. Banyak lagi diskusi (bukan debat
ya). Nah, ini namanya sikap yang ilmiyah. Jangan langsung antipati dan
apriori. (Bahasa mudahnya : tidak suka).
Yang penting harus ada upaya yang ilmiyah untuk ikut cara beragamanya para
Shahabat. Ikut kepada Manhaj Salaf. Dengan begitu semoga kita bukan orang
orang yang menjadikan Manhaj Salaf hanya sebagai bungkus saja. Memang sulit.
Kita dan para Shahabat berbeda jauh sekali. Kita malah sering jatuh bangun.
Banyak salahnya kita ini, diantaranya cara menasehati orang yang kita
lakukan tidak baik. Tetapi harus ada usaha untuk ikut kepada Manhaj Salaf.
Alhamdulillah dari tulisan ukhti, insya Allah ukhti sudah kagum dan setuju
dengan Manhaj Salaf. Alhamdulillah. Semoga ukhti menjadikan Manhaj Salaf
sebagai kulit dan juga isi (sekaligus) dari diri ukhti sendiri. Amiin.
Kalau orang berpegang pada Manhaj Salaf, tentunya akan membedakan mana yang
sunnah dan mana yang bid'ah. Sunnah dan bid'ah memang harus dibedakan. Tidak
boleh disatukan dan tidak boleh dicampurkan. Ini saya bicara konsep umum ya.
Tidak / belum menunjuk mana mana yang sunnah dan mana mana yang bid'ah.
Orang Muslim dan orang kafir pun juga harus dibedakan. Ada hak hak dan
kewajiban yang harus dipenuhi oleh seorang muslim dan ada hak hak dan
kewajiban yang harus dikenakan pada seorang kafir. Demikian juga Al Haq dan
Al Batil harus dibedakan tidak boleh disatukan. Anda tentu ingat bahwa Al
Qur'an itu namanya juga Al Furqan. Al Furqan artinya pembeda. Dan memang
antara yang haq dan yang batil itu harus dibedakan. Maka dari itu upaya
untuk membedakannya juga diperlukan. Diantaranya menentukan bahwa ini adalah
perbuatan sunnah dan ini adalah perbuatan bid'ah.
Yup, saya kira itu aja ya. Afwan kalau kepanjangan. Insya Allah makin lama
di sini ukhti makin paham dengan Manhaj Salaf, cara beragamanya para
Shahabat. Ini yang banyak orang cari, yaitu Agama Islam yang MURNI
sebagaimana yang dijalani oleh para Shahabat Nabi Shallallahu'alaihi wa
sallam. Yang tidak tercampur dengan bid'ah, yang terbedakan dengan bid'ah.
Jadi, jangan gerah ya...
Wassalamu'alaikum
Chandraleka
Independent IT Writer
----- Original Message -----
4. Re: Zakat penghasilan 2,5% (Yusuf Qardhawi)
Posted by: "zubaedah zubair" [EMAIL PROTECTED] zubaedah_81
Date: Wed Jul 26, 2006 6:11 am (PDT)
Assalamu'alaikum..
saya adalah salah seorang muslimah yang selalu melihat tulisan-tulisan di
Assunah, dan subhanalloh sangat membantu dalam mengambil landasan hukum..
Tapi ada beberapa hal yang saya perhatikan, KENAPA assunah dengan mudahnya
dan ringan sering kali menghujat saudara Muslim lain yang pasti mereka
adalah Saudara Kita..
...
Saya tidak tau pasti apakah memang Yusuf Qardhawi salah atau benar, karena
saya tidak memiliki kemampuan sejauh itu..
Yang saya pahami, bukankah kita harus menjaga Adab bergaul/berinteraksi
dengan sesama Muslim, dan yang saya tau, bahwa Yusuf Qardhawi mau-tidak mau,
suka-tidak suka, diakui oleh sebagian orang sebagai Ulama, tapi bukankah
kita harus menjaga Silaturahim dengan seluruh umat Muslim apapun Manhaj nya?
Dan tetap menjaga Adab berinteraksi dengan beliau karena beliau adalah tetap
sebagai Ulama?
Kita sering mengaku bahwa kita adalah yang paling Shahih karena kita sebagai
generasi Salaf, namun saya jadi berfikir, jangan-jangan "Salaf" hanya
Merk/Bungkus tetapi akhlak dan Manhaj yang dijalankan terkadang tidak
bercermin pada Rasulullah..
Kenapa kita selalu berkutat pada Perbedaan..??
Kenapa dalam millist ini, Tidak ada seorang pun yang pernah membahas
Kedhzoliman YAHUDI LAKNATULLAH ISRAEL terhadap saudara2 kita di Palestina
dan Lebanon..Dan apa yang bisa kita perbuat untuk membantu mereka?? Mungkin
anda langsung menbak bahwa saya adalah bagian dari orang PKS.. Saya hanyalah
seorang Muslimah yang ingin menjadi seorang "Muslimah" dari mana pun sumber
nya, selama itu Shahih.. Maka dari itu saya tetap ikut Assunah untuk
mendapatkan Dalil-dalil..
Tapi saya GERAH melihat saudara2 saya menghina Saudara2 saya yang lain..
Karena jika musuh-musuh bersama kita (para yahudi dan Kafir lain) membaca
Millist ini, dan melihat perpecahan ini, meraka pasti akan senang..
Dan satu yang saya pahami.. Saya akan coba melakukan apa yang bisa saya
lakukan untuk memperbaiki keadaan..
dibanding hanya Ribut dalam tataran Teori dan tidak Terjun dalam Realita
Kehidupan, yang begitu banyak Kedhozilam yang dapat kita Luruskan..
Dan jika kita tetap Keras seperti ini.. Bagaimana orang yang tidak paham
islam akan Tertarik untuk memperlajari Islam.. Karena mereka Takut duluan
membaca Statement2 di Assunah...
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates
starting at 1ยข/min.
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/