Wa'alaykumussalamu Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah, ash shalatuwassalamu 'ala rasulillah..
Abii Umi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamu'alikum > Saya juga masih baru belajar agama. Dan tertarik dengan manhaj Salafi ini karena setelah sering baca website www.almanhaj.or.id. dari segi akidah saya merasa memiliki kecocokan. karena pertama tertarik dengan Islam saya membaca kitab bukhari dan muslim serta terjemah Alquran. itu saja tiga buku yang saya punya. > Tapi untuk pemahamannya saya masih ingin mencari metoda (manhaj) yang sesuai. Dan menurut saya salafi adalah manhaj dengan akidah yang sesuai dengan yang saya pahami tentang islam melalui kitab bukhari, muslim dan terjemahan Alquran. ============= Alhamdulillahirabbil 'alamin. ============== > Walalupun demikian ada beberapa hal yang masih mengganjal hati saya tentang manhaj ini diluar aqidah yaitu segi akhlak. Banyak akhlak yang ditulis di milis atau di website almanhaj yang menurut saya itu akhlaknya sahabat bukan akhlak Nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi wassallam. dan kalau ada pertentangan dua akhlak antara akhlak sahabat dan Nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi wassallam manakah yang kita pilih?. Misalnya: > ustadz di almanhaj memiliki akhlak: tidak mau menjawab salam saudara muslimnya yang ISlam tapi menurutnya dia ahli bidah. maka dalam akhlak ini saya memilih tetap menjawab salamnya. karena dia adalah saudara muslim kita. Soal bidah setelah kita cukup ilmu baru kita berdiskusi baik2 dengannya dan memberinya nasihat. kalo belum kenal sudah tidak mau jawab salam, siapa yang mau tertarik dengan Salafi? =========== Barakallahu fiyka.. Akhi, banyak hal dalam agama ini yg belum kita ketahui dg benar. Maka mencari ilmu adalah prioritas dalam hidup kita. Hingga ajal menjemput. Sebagian thulab mungkin 'buru-buru' dalam mempraktekkan ilmu yg telah didapat. Sehingga terdapat kesalahan dalam aplikasi. Apalagi perihal muamalah sesama kaum muslimin. Maka hendaknya kita selalu mengembalikan permasalahan Diin kepada ulama. Ini penting, agar tidak terjadi sikap berlemah-lemahan (meremehkan) dan/atau melampaui batas (ghuluw) dalam beragama. Dalam hal ini, saya katakan.. Bahwa akhi mengetahui hal tsb (akhlaq buruk yg akhi sampaikan) hanya sebatas melalui buku/tulisan ulama. Misalnya perkataan Sufyan ats Tsauri perihal sikap terhadap ahl al bid'ah, bahwa jika hendak berpapasan dg ahlul bid'ah, maka kita harus mengambil jalan lain (memutar lewat jln lain). Kalau kita terapkan sikap2 salafush-shalih dg frontal, yg terjadi fitnah. Bukan dakwah. Tetangga kita yg pake qunut tiap shubuh gak akan kita kasih salam. Saudara sebelah rumah kita yg pake acara selamatan kematian, tidak kita tegur dan kita selalu memutar jalan bila hendak berpapasan. Padahal boleh jadi mereka (tetangga dan saudara sebalah rumah kita) melakukan hal tsb karena kebodohan, atau keterpaksaan, atau dalam keadaan tidak sadar (yg ini jelas tidak mungkin yah:) Akhi, buku2 ulama salafushshalih memang perlu kita baca. Dan memang harus kita pelajari. Namun, hendaknya kita mengambil ilmu darinya dengan bimbingan ulama rabbani. Istilah saya tadi, mengembalikan permasalahan2 Diin pada ahlinya/ulama agar kita dibimbing dalam memahami dan mengamalkannya. Alhamdulillah disekitar kita ada ta'lim salafy, kenapa kita tidak mengikutinya? Apakah kita akan membaca shahih Muslim dan memahaminya serta mengamalkannya atas dasar tingkat ilmu kita sendiri? Atau buku2 ttg/seputar sikap ahlussunnah thd ahlul bid'ah kita baca sendiri dan kita terapkan tanpa bimbingan ustadz2? Kita tak akan bisa akhi.. ===== > Ustadz di Almanhaj melarang duduk2 dengan ahli bidah. kalo saya sebaliknya jika ada ahli bidah justru kita duduk dan memberikan akhlak terbaik karena dia adalah saudara muslim kita. jika dia simpati, tentu kita akan dengan mudah menjelaskan paham salafi. dibandingkan dari awal sudah tidak simpati. ==== Walillahil Hamd, pahamilah sikap ahlussunnah thd ahlul bid'ah melalui bimbingan ustadz.. Mudah2an Allah memberikan hidayah-Nya bagi kita. Barakallahu fikum.. ===== > Ustadz di salafi menyuruh kita mengumumkan kepada khalayak ramai jika ada saudara kita yang kita dituduh ahli bidah. masa bodoh hatinya terluka atau tidak. yang penting orang2 tau akan kebidahannya. akibatnya apa? kita jadi dimusuhi masyarakat. kalo saya lebih memilih jika cukup ilmu main ke rumahnya bincang2 baik2 dan menjelaskan kebidahannya baik2. jika ia tak mau hidayah itu milik Allah. kita hanya menyampaikan. ====== Akhi, sebisa mungkin hindarkan sikap/perkataan "Kalau saya lebih memilih jika...." dalam hal Diin. Sebab Agama ini Assunnah, akhi. Hendaknya sikap dan perkataan kita sesuai dg assunnah melalui bimbingan ustadz Ahlussunnah. ========= > Bukankah kita mengenal 4 imam mazhab. dan akhlak mereka semua saling menghargai. dan ilmu kita ini belum menyamai keempatnya bukan? jadi meniru akhlak mereka menurut saya baik. bukankah imam malik, imam syafei juga salaf? bukankah jika dari segi fiqih ada perbedaan kita harus saling menghargai? > kecuali kita ini seperti Imam Syafei yang konon umur 8 tahun sudah hafidz quran dan umur 15 tahun sudah hafal kitab imam Malik dan jadi guru agama.. Itupun imam Syafei memiliki akhlak yang baik. ==== Mereka rahimahumullah adalah Imam2 Ahlussunnah. Harus kita contoh, sepanjang mereka tegak diatas assunnah. Sebab mereka juga manusia biasa, bukan Nabi penerima wahyu yg perkataan dan sikapnya otomatis adalah wahyu. Dan kita hakikatnya mencontoh assunnah yg dtg dari Nabi shalallahu 'alayhi wassalam. Hendaknya ini dicamkan. ====== > Saya cocok dengan manhaj Salaf ini. Karena menurut saya sesuai dengan Alquran dan Hadist bukhari dan muslim. hanya 3 akhlak di atas, saya masih belum masuk. Menurut saya 3 akhlak di atas tidak sesuai dengan akhlak Nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi wassallam. mungkin ada sahabat atau ulama salaf yang berakhlak demikian tapi yang jelas itu bukan akhlak Nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi wassallam. ===== Akhi Abii,... (Manhaj) Salafy adalah kesempurnaan. Sedangkan manusia adalah tempat salah dan khilaf. Akhi jelas akan menemui saudara2 akhi yg bernisbat pada manhaj assalaf ini, tidak seluruh bagian hidupnya benar semua. Dia tentu punya cela dan keliru. Sebab mereka juga manusia. Sedangkan kita dituntut untuk tawbah dan ruju' (kembali) pd kebenaran disaat tersalah. Dan setiap kaum Muslimin berada pada tingkat yg berbeda2 dalam pemahaman dan pengamalan Islam. Akhi Abii mungkin akan menjumpai saudara kita yg menisbatkan pada salafy namun ada beberapa hal yg perkataan atau sikapnya tidak mencerminkan seorang salafy. Namun yakinlah, di dunia ini hanya ada 3 golongan; Ulama, thulabul ilmi, dan juhala. Maka jadilah thalib jika memang tidak mampu menjadi seorang 'alim. ============================ > Semoga Allah azza wajalla membuka pintu hati saya dan memberikan hidayahNya. Amin. > > Wassallam > Abii ======= Barakallahu Fiyk... Wa'alaykumussalamu Warahmatullahi Wabarakatuh Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
