SALAFIYAH DAN POLITIK

Oleh
Syaikh Abu Usamah Salim bin Ied Al-Hilaly
sumber http://www.almanhaj.or.id

Sesungguhnya salafiyah meniadakan untuk uluran apa saja kepada Hizbiyah 
Siasiyyah (gerakan politik) yang menjadikan kekuasaan sebagai tujuan dan 
bukan sebagai wasilah (perantara), mereka yang berusaha mencapai kekuasaan 
dengan segala makar, kelicikan dan tipu daya, serta menjadikan Islam sebagai 
syiar (simbol). Jika mereka telah mencapai apa saja yang diinginkan, 
merekapun berpaling dari jalan Islam !

Yang demikian itu karena makna politik didalam benak mereka adalah :

“Kemampuan memperdaya dan menipu, dan seni membentuk jawaban-jawaban yang 
bermuatan (politis), serta perbuatan-perbuatan yang mempunyai halusinasi, 
yang diibaratkan dalam bentuk bejana yang diletakkan didalamnya baik itu 
warna, rasa dan baunya.”

Politik seperti ini dalam pandangan salafiyyin (mereka yang mengikuti 
pemahaman salafus shalih) serupa dengan kemunafikan ; karena dalam politik 
seperti ini ada sikap tidak konsisten pada aqidah, mereka mengotori jiwa 
Islam, merusak keimanan, melepaskan ikatan Al-Wala' (loyalitas) dan Al-Bara' 
(kebencian), serta menipu kaum muslimin, para dai yang fajir (jahat) 
tersebut menjadikan politik sebagai tangga saja, mereka menggembor-gemborkan 
dakwaan untuk menolak kedzaliman, menolong kaum muslimin, meringankan bahaya 
atau menghilangkan kemungkaran. Dan kami telah melihat kebanyakan mereka itu 
berubah dan tidak merubah. Dan orang yang berbuat seperti cara mereka, tidak 
akan keluar dengan selamat dari permainan politik, dan tidak akan kembali 
dengan kemenangan.

Akan tetapi hal ini tidak berarti bahwa salafiyyah (dakwah yang menyeru 
kepada Al Qur’an dan sunnah dengan pemahaman sahabat nabi) tidak 
memperhatikan urusan kaum muslimin, tidak memahami keadaan/kondisi mereka, 
tidak berusaha dengan sunguh-sungguh memulai kehidupan Islam yang 
berlandaskan kepada Manhaj Nubuwah (ajaran nabi), kemudian setelah itu 
mewujudkan hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala dimuka bumi, agar agama itu 
seluruhnya menjadi milik Allah Subhanahu wa Ta’ala tiada sekutu bagi-Nya, 
agar tersebar keadilan dimana-mana. Oleh karena itu salafiyah menjadikan hal 
diatas sebagai salah satu dari tujuan-tujuannya, berusaha merealisasikan, 
beramal untuk mencapainya, serta mengajak kaum muslimin, khususnya para da’i 
“salafi” untuk bersatu diatasnya, agar kalimat mereka satu.

Meskipun demikian, kami melihat sebagian orang yang masih ingusan, 
menyangka/menuduh bahwasan dakwah salafiyyah pada saat ini tidak ada politik 
didalam manhajnya ! dia beralasan bahwa memulai kehidupan Islam bukan dari 
tujuan mereka, yang tercantum pada sampul belakang kitab-kitab mereka.

Sesungguhnya tuduhan ini hanyalah untuk merobohkan dakwah Salafiyyah, 
sekalipun ia berusaha mengatakan akan mendirikannya, semua itu ia lakukan 
untuk mengelabui teman-temannya. Dibawah ini ada keterangan yang sepatutnya 
untuk diketahui:

[1]. Sesungguhnya memulai kehidupan Islam diatas Manhaj Nubuwah (ajaran 
nabi) dan menumbuhkan masyarakat Rabbani, dan merealisasikan hukum Allah 
Azza wa Jalla dimuka bumi adalah hal yang ditegaskan oleh dakwah salafiyah 
dengan (tiada rasa harap dan takut), karena dakwah salafiyah akarnya kembali 
kepada generasi sahabat, dan metodenya adalah dasar-dasar yang telah 
ditetapkan oleh ulama Rabbani. Manhaj salafiyah dalam merubah adalah seperti 
para sahabat nabi dan ulama, yaitu dengan mengikuti sunnah bukan berbuat 
bid’ah. Dan manhaj seperti ini bertolak belakang dengan dakwah-dakwah masa 
kini yang mendakwahkan telah mendahului dalam segalanya dan dakwah-dakwah 
ini bagaikan tunas yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi tidak 
dapat tegak sedikitpun.

[2]. Sesungguhnya tujuan umum yang ditegaskan dakwah salafiyyah semuanya 
untuk merubah (kepada yang baik) :

[a]. Mengembalikan umat kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman 
sahabat Nabi , ini adalah merubah kondisi umat.

[b]. Membersihkan kotoran yang masih melekat pada kehidupan kaum muslimin 
berupa kesyirikan dengan berbagai macam bentuknya. Memperingatkan mereka 
dari perbuatan bid'ah yang munkar dan pemikiran-pemikiran batil yang masuk, 
mensucikan sunnah dari riwayat-riwayat yang dha’if dan palsu yang mengotori 
kebersihan Islam dan menghalangi kemajuan kaum muslimin, ini dalam rangka 
merubah kondisi umat.

[c]. Menyeru kaum muslimin untuk mengamalkan hukum-hukum Islam, berhias 
dengan keutamaan-keutamaan dan adab-adab agama yang membuahkan ridha Allah 
didunia dan akhirat, serta mewujudkan kebahagiaan dan kemuliaan bagi mereka 
: ini juga dala rangka merubah kondisi umat.

[d]. Dan sesungguhnya menghidupkan ijtihad yang benar sesuai dengan 
Al-Qur'an dan Sunnah serta pemahaman sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam untuk menghilangkan sikap fanatik madzhab, serta melenyapkan fanatik 
golongan agar kaum muslimin kembali bersaudara, dan bersatu diatas ajaran 
Allah Azza wa Jalla sebagai saudara, ini juga merubah kondisi umat.

[3]. Ini yang pertama, adapun hal lainnya, sesungguhnya tujuan-tujuan itu 
semuanya untuk memulai kehidupan Islam akan tetapi diatas manhaj Nubuwah 
(metode nabi), dan penyebutan masalah ini pada pembahasan setelahnya adalah 
termasuk dalam bab penyebutan hal yang khusus sesudah hal yang umum.

[4]. Adapun sesudah itu sesungguhnya salafiyyin menempuh manhaj (metode) 
perubahan berdasarkan Al-Qur'an yang tidak terdapat kebatilan didalamnya 
yaitu firman Allah Azza wa Jalla :

"Artinya : Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sebelum 
mereka merubah diri-diri mereka." [Ar-Ra'du : 11]

Maka medan perubahan ini adalah jiwa-jiwa manusia agar jiwa-jiwa itu tegak, 
istiqomah diatas manhaj Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan siap untuk menjadi 
pemimpin.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berjanji untuk mengokohkan (Islam dan kaum 
muslimin) tapi dengan syarat mereka mau merubah diri-diri mereka sendiri :

"Artinya : Jika kalian menolong Allah niscaya Allah akan menolong kalian dan 
mengokohkan kedudukan kalian." [Muhammad : 7]

Oleh karena itu kami melihat guru kami Syaikh Al-Albani memuji kata-kata 
yang masyhur dibawah ini :

"Tegakkanlah daulah Islam dalam jiwa-jiwa kalian niscaya daulah Islam itu 
akan tegak dibumi kalian."

Beliau memuji kalimat tersebut karena sesuai dengan Al Qur’an dalam metode 
memperbaiki masyarakat bukan lantaran beliau terpengaruh dengan pencetusnya.

Barangkali ada orang yang akan berkata : Sesungguhnya metode “Tasfiyah dan 
Tarbiyah” (mensucikan dan mendidik) itu tidak jelas, untuk orang-orang 
seperti ini telah dikatakan : "Sesungguhnya manhaj ini lebih terang dari 
matahari akan tetapi terkadang mata mengingkari cahaya matahari karena 
tertutup dengan debu."

Sesungguhnya manhaj ini adalah metode Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam yang Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus beliau untuk mengeluarkan 
manusia dari kegelapan kepada cahaya dan melahirkan umat terbaik yang 
dikeluarkan untuk manusia, menyuruh kebaikan serta melarang kemungkaran dan 
beriman kepada Allah Azza wa jalla.

"Artinya : Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul 
diantara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya pada mereka, mensucikan 
mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (As-Sunnah)." 
[Al-Jumu'ah : 2]

Sesungguhnya ini adalah ilmu dan tazkiyah (pensucian) dan kita tidak akan 
memperoleh ilmu kecuali dengan tasfiyah (pemurnian), dan sekali-kali tidak 
akan bisa mewujudkan pensucian melainkan dengan tarbiyah (mendidik).
Ini adalah pemahaman para pewaris Nabi, umat yang adil, yang mana Allah 
menyingkapkan kekaburan dengan mereka dan menghilangkan serta menghancurkan 
kezaliman, sebagaimana hal ini disebutkan dalam hadits yang hasan.

"Artinya : Ilmu ini akan dibawah oleh orang-orang yang adil, mereka 
meniadakan penyimpangan orang-orang yangmelampaui batas, melenyapkan 
orang-orang yang batil dan orang-orang yang bodoh."

Manhaj salaf menyelamatkan para pemuda/generasi umat dari jaring-jaring 
hizbiyyah, sebagaimana dalam hadits Bukhari dan Muslim :

"Artinya : Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mencabut ilmu 
sesudah Allah memberikan kepada kalian akan tetapi Allah mencabut ilmu 
dengan kematian para ulama hingga jika tidak tersisa seorang ulama manusia 
menjadikan pemuka-pemuka mereka orang-orang yang bodoh lalu mereka ditanya 
maka mereka berfatwa tanpa ilmu hingga mereka menyesatkan dan mereka sendiri 
tersesat."

Dakwah salafiyyah tidak mengarahkan untuk bentrok (secara frontal) dengan 
para penguasa dan undang-undang karena dakwah ini menginginkan perbaikan dan 
bersungguh-sungguh dalam memperbaiki. Karena hukum dan penguasa bukanlah 
tujuan menurut dakwah salafiyah tetapi hal itu adalah wasilah / sarana untuk 
beribadah kepada Allah semata dan agar agama ini menjadi milik Allah 
seluruhnya.

Bentrok dengan penguasa / kudeta dapat mengakibatkan urusan yang lebih 
besar, jika tidak percaya maka lihatlah fakta!

Demikian juga sesungguhnya peraturan Islam harus mempunyai penopang dan 
pembela dari rencana busuk musuh-musuh Islam dan para dai yang menghalangi 
jalannya :

“Artinya : Dialah yang menguatkanmu dengan pertolongan-Nya dan dengan 
orang-orang yang beriman.” [Al-Anfal : 62]

Dan tidaklah kaum muslimin menjadi penopang para rasul sesudah Allah, 
melainkan jika mereka terdidik diatas manhaj Rasulullah Shallallahu ‘alaihi 
wa sallam dan sahabat-sahabat beliau (semoga Allah meridhai 
mereka)..(contoh) jihad Afghanistan, jihad ini mempunyai pembela dan 
penopangnya dari rakyat Afghanistan...akan tetapi kaidah tasfiyah dan 
tarbiyah ini terlalaikan dengan perlawanan (terhadap musuh) sebelum 
tarbiyah, sehingga tatkala mencapai singgasana kekuasaan bercerai-berailah 
sesudah sebelumnya kuat, bermusuhan diantara mereka dan mereka menjadi 
lemah, dan hilang kekuatan mereka, runtuh dan hancur, dan para musuh 
pengintai mereka menunggu kesempatan.

Jika demikian (kenyataannya) haruslah dilakukan tashfiyah (pembersihan) dan 
tarbiyah (pendidikan) diatas manhaj Nabawi yang bersih yang terlahirkan 
darinya generasi yang menjadikan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan 
para sahabatnya sebagai panutan.

Disamping itu sesungguhnya salafiyyin tidak mengingkari orang-orang yang 
melakukan perubahan, akan tetapi mereka mengingkari metode perubahan, yang 
tidak bisa “mengenyangkan dan tidak bisa menghilangkan rasa lapar”, bahkan 
orang-orang yang tergesa-gesa dan orang-orang yang mengambil manfaat (dunia) 
menaiki metode itu untuk mengorbankan para pemuda muslim, mereka membuat 
kerusakan yang pada akhirnya mereka berguguran di sarang musuh dengan sebab 
ketergesa-gesaan mereka, dan sunnah Allah Azza wa jalla menimpa mereka 
sebagaimana yang dikatakan para ulama.

"Artinya : Barangsiapa tergesa-gesa sebelum waktunya maka diharamkan 
mendapatkannya."

Salafiyyun menolak metode-metode yang mendukung ahli batil serta menghina 
kaum muslimin menjadikan kaum muslimin berpecah-pecah, berkelompok-kelompok 
(berpartai-partai), permusuhan diantara mereka sangat sengit. Kemudian 
dilecehkannya aqidah serta syariat Islam.

Inilah yang diingkari salafiyyin, dan mereka selalu memperingatkan darinya, 
pendorong mereka dalam hal ini seluruhnya adalah firman Allah Subhanahu wa 
Ta’ala.

"Artinya : Aku tidak bermaksud kecuali mendatangkan perbaikan selama aku 
masih berkesanggupan. Dan tidak ada petunjuk bagiku melainkan denga 
pertolongan Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya 
kepada-Nyalah aku kembali." [Hud : 88]

Dan Allahlah yang menjanjikan ..

[Diterjemahkan dari majalah al-Asholah edisi 18 hal 29]

[Disalin dari Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyah, Edisi 10/Th 
II/2004/1425H]

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/






Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke