Untuk hal seperti ini simple saja, tidak usah harus pemerintah melakukan boikot 
secara resmi. Cukup dari kita masing-masing saja, selama ada produk alternatif 
yang bukan buatan Yahudi dan sekutunya ya kita gunakan produk alternatif 
tersebut; misalnya coca-cola yang katanya sebagian keuntungannya digunakan 
untuk mensupport Israel; lebih baik kita hindari meminum coca-cola karena 
selain minum coca-cola tidak ada manfaatnya, masih ada produk lain yang bisa 
kita minum. Setidaknya dengan tidak menggunakan produk-produk tersebut, hati 
kita terasa lebih lapang walaupun belum bisa memberikan bantuan secarfa fisik 
kepada saudara kita yang tertindas.
 
Memang sulit sekali mengingat sebagian besar peralatan-peralatan teknologi 
tinggi adalah hasil impor dari negri kafir (Amerika dan Israel), di perusahaan 
saya sendiri sebagian besar teknologi adalah dari Amerika bahkan ada beberapa 
barang yang benar-benar buatan Israel. Kalau memang dalam kapasitas saya 
mengambil keputusan tentu saya tidak memilih produk dari Israel, tetapi 
kebanyakan dari kita memang tidak memiliki kemampuan/kapasitas sebagai 
pengambil keputusan, pemimpin kitalah yang mampu.
 
Kalau kita mau boikot secara total produk negri kafir seperti sebagian besar 
aktivis serukan apakah mungkin, karena kalau saja mereka benar-benar konsekuen 
tentu mereka tidak menyebarkan seruannya melalui dunia Internet, karena setahu 
saya yang bekerja di IT, protokol internet TCP/IP dikembangkan oleh Israel dan 
Amerika, bahkan PC yang kita gunakan, keyboard yang kita tekan, monitor yang 
kita tatap sebagian besar adalah produk negri kafir ???
 
Benar kata akhi Abu Harits, biar para pemimpin yang memiliki pengetahuan yang 
menentukan hal ini.
 
Wallahu'alam

________________________________

From: [email protected] on behalf of Abu Harits
Sent: Fri 8/4/2006 11:02 AM
To: [email protected]
Subject: [assunnah] >>Embargo Produk Kafir Dan Solidaritas Islam<<




EMBARGO PRODUK NEGARA KAFIR

Oleh
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Al-Halaby Al-Atsary
sumber http://www.almanhaj.or.id

Pertanyaan.
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Al-Halaby Al-Atsary ditanya : Bagaimana tentang
pemboikotan ekonomi atas negeri-negeri kafir ?

Jawaban.
Mengenai muqatha'ah (boikot) terhadap (produk) orang kafir, adalah masalah
politik bukan masalah syar'i. Jika ia masalah syar'i, maka tentu Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam sudah memboikot orang-orang Yahudi. Padahal
ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam meninggal dunia, baju besi
beliau masih tergadaikan pada orang Yahudi. Jadi masalah ini bisa bermanfaat
bisa tidak.

Lalu siapa yang menentukan ada tidaknya pemboikotan ? mereka adalah para
ulama dan para politisi muslim dan para negarawan muslim yang memiliki ilmu
syar'i dan memahami realitas, mengetahui sebab akibat. Jika tidak, maka
boikot justru tidak merugikan orang kafir, (tetapi) dapat berbalik merugikan
umat Islam sendiri. Jadi ada tidaknya muqatha'ah, (itu) tergantung maslahah
syar'iyyah rajihah.

Akhirnya semoga pertemuan ini berguna dan bermanfaat, mengandung kebaikan
dan memperbaiki. Wa akhiru da'wana an alhamdulillah Rabb Al-Alamin.

SOLIDARITAS NEGARA-NEGARA ISLAM

Oleh
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Al-Halaby Al-Atsary

Pertanyaan.
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Al-Halaby Al-Atsary ditanya : Bagaimana sikap
Negara-negara Islam terhadap penindasan, penjajahan serta pembantaian yang
dialami oleh umat Islam di Afghanistan, Irak, dan sebagainya ?

Jawaban.
Negara-negara Islam sendiri dalam posisi lemah, tertekan dan tertindas.
Orang yang lemah tidak dapat menolong yang lemah, orang yang pincang tidak
dapat menolong orang yang pincang. Namun sayang sekali, hingga hari ini
Negara-negara Islam itu belum tersadar untuk menolong agama Allah dengan
sebenar-benarnya. Padahal Allah mensyaratkan pertolonganNya kepada umat
Islam dengan pertolongan mereka kepada agama Allah.

"Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah,
niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. [Muhammad : 7]

"Artinya : Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa" [Al-Hajj : 40]

Jadi tertindasnya umat Islam bukan karena faktor politik, militer, ekonomi,
teknologi atau yag lain, akan tetapi tidak datangnya pertolongan Allah,
karena mereka tidak menolong Allah.

Allah berfirman.

"Artinya : Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara
kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan
menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan
orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan
bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar
akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi
aman sentausa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu
apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu,
maka mereka itulah orang-orang yang fasik" [An-Nur : 55]

Inilah syarat bagi orang Islam untuk menjadi pemimpin.

[1]. Beriman
[2]. Beramal shalih
[3]. Beibadah secara tauhid, tidak syirik sama sekali.

"Artinya : Dan musibah apapun yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh
perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari
kesalahan-kesalahanmu)" [Asy-Syura : 30]

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edidi 11/Tahun VIII/1425H/2005M. Rubrik
Soal-Jawab yang diangkat dari sesi dialog dari ceramah Syaikh Ali Hasan
Al-Halabi tgl 9 Desember 2004 di Masjid Kampus IAIN Surabaya]




Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke