Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh
Akhi Faidzin Firdhaus, ana coba jawabnya pertanyaan antum tentang qunut nazilah ya,
Qunut Nazilah sunnahnya dilakukan ketika shalat fardhu yaitu pada raka'at terakhir setelah ruku' dan ketika i'tidal.
Jika di dalam shalat jama'ah, maka imam membacanya dengan jahr dan mengangkat tangan serta makmum mengamininya, begitulah penjelasan Syaikh al Albani dalam Buku Sifat Shalat Nabi ShallallaHu 'alaiHi wa sallam.
Dan dapat dilaksanakan atas seruan ulama-ulama yang kita yakini ilmu dan amalnya, sebagaimana seorang mufti Saudi Arabia menyerukan untuk melakukan Qunut Nazilah untuk menolong bangsa Palestina saat ini.
Untuk nash-nash dan lafazh Qunut Nazilah, semoga penjelasan berikut ini dapat bermanfaat,
Qunut
Nazilah
Disyariatkan membaca qunut dengan suara keras pada rakaat terakhir setelah ruku dalam shalat lima waktu ketika ada musibah dan bencana. Dari Ibnu Abbas radhiyallaHu anHu, dia berkata,
Rasulullah telah berqunut sebulan berturut-turut dalam shalat zhuhur, ashar, maghrib, isya dan shubuh yaitu dalam rakaat terakhir ketika itidal sehabis mengucapkan, samiallaHu liman hamidah. Disitu beliau berdoa untuk kebinasaan Banu Sulaim, Ral, Dzakwan dan Ushayyah. Sementara makmum di belakang beliau mengamininya (HR. Ahmad 1/301, Ibnu Khuzaimah no. 618, al Hakim 1/225, al Baihaqi 2/200 dan lainnya)
Berkaitan pula dengan tata cara qunut nazilah, Syaikh Albani rahimahullah menjelaskan dalam Sifat Shalat Nabi ShallallaHu alaiHi wa sallam bahwa jika Rasulullah ShallallaHu
alaiHi wa sallam ingin mendoakan kecelakaan atau keselamatan untuk seseorang, beliau melakukan qunut pada rakaat terakhir setelah ruku, lalu beliau membaca doa qunut dengan keras sambil mengangkat kedua tangannya sedangkan makmum yang berada di belakangnya mengaminkan doa beliau.
Adapun salah satu lafazh qunut nazilah terdapat pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallaHu anHu,
Nabi apabila hendak berdoa untuk keselamatan atau kebinasaan suatu golongan, beliau berqunut sesudah selesai ruku. Ketika selesai membaca, SamiallaHu liman hamidah rabbanaa wa lakal hamd, (beliau membaca),
AllaHumma anjil waliidabna waaliidi wa salamatabna Hisyaamin wa ayyaasyabna abii rabiiata wal mustadhafiina minal muminiina, AllaHummasydud wath-ataka alaa mudhara wa-ajalHaa
alayHim siniina kasinii yuusuf
yang artinya
Ya Allah, selamatkanlah al Walid bin al Walid, Salamah bin Hisyam, Ayasy bin Abi Rabiah dan kaum mukminin yang lemah (tertindas), Ya Allah kuatkan cengkeraman-Mu atas suku Mudhar dan turunkanlah bencana kelaparan kepada mereka seperti yang menimpa pada zaman (Nabi) Yusuf (HR. al Bukhari no. 4560, lihat pula Shahiihul Jaamiush Shaghiir no. 4655)
Demikian pula terdapat riwayat yang sah dari Umar bin Khaththab radhiyallaHu anHu,
Menangkanlah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka, Ya Allah laknatlah kaum kafir ahlul kitab. Ya Allah, cerai beraikan kesatuan kata mereka, goyahkan telapak kaki mereka, dan turunkan kepada mereka bencana-Mu yang tidak Engkau tarik kembali dari kaum yang berbuat kejahatan (HR. Abdurrazzaq no. 4969)
Maraji :
- Fikih Sunnah Jilid 2, Syaikh Sayyid Sabiq, PT. Al Maarif, Bandung, Cetakan Kesembilan, 1990.
- Panduan Fiqih Lengkap Jilid 1, Syaikh Abdul Azhim bin Badawi Al Khalafi, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Jumadil Akhir 1426 H/Juli 2005 M.
- Shahih Fiqh Sunnah Jilid 1, Syaikh Abu Malik Kamal bin As Sayyid Salim, Pustaka at Tazkia, Jakarta, Cetakan Pertama, Shafar 1427 H/ Maret 2006 M.
- Sifat Shalat Nabi ShallallaHu alaiHi wa sallam, Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Shafar 1427 H/Maret 2006 H.
AllaHumma anjil filistiin wal mustadhafiina minal muminiina,
AllaHummasydud wath-ataka alal yahuud wa-ajalHaa alayHim siniina kasinii yuusuf
Ya Allah selamatkan bangsa Palestina dan kaum yang lemah dari golongan mukminin,
Ya Allah kuatkan cengkeraman-Mu atas bangsa yahudi dan turunkanlah bencana kelaparan kepada mereka seperti yang menimpa pada zaman (Nabi) Yusuf
Faidzin Firdhaus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamualaikum
Mengenai berita makar-makar neo syiah ini saya ada beberapa pertanyaan:
1. Siapakah Dr Muhammad Bassam itu? Tsiqoh kah dia?
2. Apakah keyakinan kita akan kesesatan (dan kekufuran) agama Syiah melazimkan kita untuk mempercayai setiap berita yang disampaikan oleh semua orang tanpa peduli ketsiqohannya yang menceritakan mengenai kezaliman dan makar-makar Syiah?
3. Apakah kita bisa menerima berita umum (bukan hadits Nabawi maupun atsar salafusshalih) dari seseorang dari seseorang yang tidak dikenal atau tidak tsiqah? (misalnya berita tentang pergerakan intelijen Mossad, CIA dll)
4. Apa sikap kita terhadap berita yang bersliweran di sekitar kita? Ada berita yang pro hizbullah ada yang kontra.
Mengenai qunut nazilah:
1. Apakah boleh dilaksanakan pada shalat munfarid (bagi seorang laki-laki yang masbuk) atau hanya pada shalat jamaah?
2. Wanita yang shalat di rumah apakah melakukan qunut nazilah juga?
3. Siapa yang menentukan kapan kita melakukan qunut nazilah atau tidak? Apakah harus ada seruan resmi dari pemerintah, seruan resmi dari ulama, atau cukup pendapat imam masjid saja?
4. Bagaimana doa qunut nazilah yang syar'i?
5. Ketika imam membaca doa qunut untuk menolong mujahidin di Libanon, apakah kita mengaminkan atau tidak? Soalnya mujahidin di Libanon kebanyakan (lazimnya menurut pemikiran orang awam) adalah hizbullah syiah.
Curhat:
Saya sangat risau dengan kecenderungan pembelaan orang-orang awam di sekitar saya pada hizbullah syiah.
Terutama pada pembelaan orang-orang yang mengaku sebagai aktivis harokah.
Saya ambil satu contoh saja: yaitu mengenai beredarnya sms yang konon dari Hassan Nasrallah yang berbunyi kurang lebih: Hassan Nasrallah meminta semua muslim untuk membacakan surat al fath pada malam hari.
Mereka begitu bersemangat untuk mengamalkannya dan menyebarkan sms itu ke orang-orang awam maupun mad'u-nya.
Ada minimal tiga kerusakan yang mereka (para kader harokah itu) buat:
1. Mengakui hizbullah sebagai bagian dari Islam yang harus dibela.
2. Menyebarkan berita yang terkait dengan suatu ritual tertentu (membaca surat al fath) tanpa mengetahui bid'ahnya amalan tersebut.
3. Berani menyebarkan berita hanya berdasarkan ghiroh saja, tanpa ilmu dan tanpa mau mengecek kebenarannya. (asal forward saja)
Orang-orang semacam itukah yang dibanggakan oleh Hasan Al Banna sebagai Arruhul Jadid fi Jasadil Ummah?
Ternyata orang yang membanggakan dan yang dibanggakan sama-sama bobrok.
Semakin yakinlah saya akan ketidakjelasan manhaj mereka yang mengantarkan mereka pada ketidakjelasan sikap dan seterusnya.
Semakin yakinlah saya bahwa kebenaran ada bersama Ulama Ahlussunnah.
Kalau ada kesalahan mohon dikoreksi.
Kalau ada kata-kata kasar atau kesombongan yang tidak sesuai dengan akhlaq salaf mohon nasehat.
Pertanyaan-pertanyaan mohon dijawab.
Terimakasih
Assalamualaikum __._,_.___
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
![]()
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "assunnah" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___
Kirim email ke
