Wa'alaikumus salaam warahmatullah wabarakaatuh
Tergantung "PERBEDAAN" nya sampe mana, inti dari adanya tahjir adalah
memperingati umat agar mudharat yang timbul menjadi lebih kecil sehingga
timbul maslahat yang besar. Dalam tahjir pun harus dilakukan dengan ikhlas,
sebab jika tidak maka yang tersisa adalah keburukan. Tahjir itu merupakan
nasihat yang diberikan kepada sesama saudara muslim. Dalam melakukan tahjir
pun harus sesuai dengan syari'at, harus sesuai dengan kaidah kaidah yang
benar, tidak asal tembak saja, seperti harus ditegakkannya hujjah terlebih
dahulu kepada ahlul bid'ah yakni dengan memberikan dalil-dalil nya sampai dia
mengerti dan paham, dan kaidah lainnya. Yang perlu diingat bahwa hukum dasar
dari tahjir itu adalah haram sampai ada dalil yang membenarkannya. Untuk dapat
menimbang antar mudharat dan maslahat dengan cermat dan tepat diperlukan ilmu
yang sangat baik sekali, kalau tidak maka niscaya kerusakan yang timbul akan
banyak sekali.
Hasil yang diharapkan dari tahjir bukanlah kalah dan menang, atau nurut dan
tidak nurut yang hanya akan menimbulkan adu gengsi, tetapi hasil yang
diharapkan adalah tegaknya hujjah yang sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah
sesuai dengan pemahaman Sahabat. Ingat bahwa tahjir ini bukanlah senjata
pamungkas untuk menundukkan seseorang. Kalau kita lihat bagaimana para Ulama
begitu keras memerangi bid'ah dan kesesatan, yang kita pelajari bukan hanya
kerasnya saja tapi lihat juga ilmunya, lihat alasan para ulama sampai mereka
keras terhadap pemahaman atau pemikiran tersebut. Dengan ilmulah insya Allah
kita jadi paham kenapa para ulama seperti itu, dan bagaimana seharusnya kita
bersikap.
Dalam saling menasihati tidak harus selalu dengan tahjir, jika bisa dengan
lemah lembut itu lebih baik. Islam itu lembut pada tempatnya dan keras pada
tempatnya, tidak selalu lembut dan tidak selalu keras. Kita tidak perlu kesal
jika nasihat yang kita berikan tidak langsung diterima, mungkin lain kali dia
akan terima. Kalau kita kesal si fulan tidak mau menerima nasihat dari kita,
bukankah berarti kita telah mengajak si fulan kepada kita ? bukan lagi
mengajak si fulan kepada Allah dan Rasul-Nya shalallahu'alaihiwasalaam.
Wallahu'alam bishawaab.
Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakaatuh,
Dhanny Kosasih ibn Gunawan Kosasih ibn Koo Giong Hoa
ABU NAWANG ABU NAWANG <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Afwan ya ihwatillah, ana baru bergabung pd millis ini. ana mau nimbrung nih,
boleh kan? Ttg PERBEDAAN ini ana juga bingung sebab dari dulu selalu
dikedepankan diantara kita padahal itu hanya masalah furu' shg kita selalu
curiga mencurigai & melihat mereka dari kelompok mana. Hal ini tentu membuat
ukuwah islamiah terdegradasi! semua kelompok mengklaim sbg ahlus sunnah wal
jamaah, lebih fokus lagi menklaim sbg salafiyun tapi kenapa masih ada aktifis
da'wahnya yg suka menghujat, menta'zir bahkan menganggap salafiyun yg lain itu
surruri, hizbi dll. Jadi tdk hanya krn perbedaan pemikiran yg terkontaminasi
barat saja yg tdk di hargai tapi sekarang sama2 menuntut ilmu di timur
tengahpun juga saling menta'zir serta mengupas tuntas kesalahan (yg sebenarnya
hanya perbedaan pemahaman) ustad yg lain pd halaqohnya (bisa di baca pada
situs salaf yg lain) shg menimbulkan benih kebencian. jadi menurut ana, mari
kita rajut kembali ukuwah islamiah kita agar perbedaan yg ada tdk
semakin renngang.
wasalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/