KAPAN SESEORANG MENYALAHI PAHAM SALAF DAN DIKATAKAN BUKAN SALAFI ? DAN 
BAGAIMANA METODE MEMBANTAH AHLI BIDÂ’AH ?

Oleh
Syaikh DR Muhammad Musa Alu Nashr
sumber http://www.almanhaj.or.id


Pertanyaan
Syaikh DR Muhammad Musa Alu Nashr ditanya : Kapan seseorang dikatakan 
menyelisihi paham salaf, dengan kata lain kapan dia dikatakan bukan seorang 
salafi ? dan bolehkah kita katakan bahwa si fulan salafi aqidahnya tetapi 
ikhwani manhajnya?

Jawaban
Bukanlah tiap orang berhak -baik seorang alim ataupun penuntut ilmu- untuk 
mengeluarkan ataupun memasukkan seseorang kedalam salafiyyah. Karena 
salafiyyah bukanah perusahaan, yayasan sosial, ataupun partai politik. 
Salafiyyah adalah Islam itu sendiri.Tidak seorangpun dapat mengeluarkan 
seseorang dari dalam Islam, sebab seseorang tidak akan keluar dari Islam 
kecuali dengan kekafiran ataupun mengingkari sesuatu perkara prinsip yang 
telah diketahui secara pasti dalam agama. Seseorang tidak akan keluar dari 
Islam kecuali dengan beberapa persyaratan yang telah disebutkan ulama.

Ungkapan yang diperbolehkan sebatas: " si fulan telah menyelisihi manhaj 
salaf, sifulan telah meyelisihi aqidah, menyelisihi apa-apa yang diperbuat 
salaf" hal ini kita nyatakan jika dia keliru dalam pemahaman salaf atau 
menjauhi kebenaran salaf.dalam masalah-masalah ataupun kaedah-kaedah 
tertentu .

Adapun orang orang yang mencampur adukkan berbagai macam pola, dia 
menyatakan rela dengan aqidah salaf tetapi tidak dengan manhaj salaf, maka 
hal ini tidak pernah didapati dalam manhaj para salaf. Sebab seseorang harus 
menjadi seorang salaf yang tulen sejak dari ujung rambutnya hingga ujung 
kakinya.

Seorang yang mengaku salaf harus mengambil agama ini secara keseluruhannya. 
Dia harus rela dengan aqidah salaf dan manhaj salaf, berakhlak layaknya 
akhlak salaf, beramal sebagaimana yang diamalkan salaf. Inilah dia seorang 
salafi. Sebab Allah Subhanahu wa ta'ala mengatakan:" Hai orang-orang beriman 
masuklah kalian kedalam Islam secara keseluruahan". Kami tidak pernah tahu 
ada seseorang salafi yang rela atau mengakui kebenaran aqidah salaf 
sementara dia mengambil pemikiran hizbiyyah. Melihat dengan kaca mata 
hizbiyyah, dan tidak mendekat kecuali kepada hizbnya, loyalnya dan cintanya 
hanya pada hizb-nya , dia tidak akan tenang jika yang datang kepadanya bukan 
dari kelompoknya, sekalipun orang yang paling alim, paling benar dan paling 
tunduk mengikuti sunnah Nabi dan petunjuk para sahabatnya.

Sifat talfiq (memilih-milih mana yang dia suka berdasarkah hawa nafsu-pent) 
ataupun ganti-ganti warna ini, sangat bertentangan sekali dengan manhaj 
salaf.Ketika anda mengatakan "manhaj salaf" maka sebenarnya manhaj ini 
adalah manhaj yang sempurna yang masuk didalam cakupannya aqidah, negara, 
muamalah dan segala sesuatu yang menyangkut Islam baik hukum-hukumnya dan 
kaedah-kaedahnya.

Tetapi kesempurnaan hanya milik Allah Subhanahu wa ta'ala semata , dan yang 
maksum hanyalah Rasulullah seorang, dengan demikian kita jangan mengganggap 
bahwa seseorang salafi itu dapat steril dari berbagai kekurangan dan aib, 
atau steril dari segala ketergelinciran dan kekeliruan. Namun pasti sangat 
jelas beda seseorang yang keliru karena salah dalam memahami sesuatu masalah 
dengan seseorang yang dengan sengaja membangun mazhabnya dengan hal-hal yang 
bertentangan dengan paham salaf ; mencurahkan energi dan daya pikirya untuk 
membela dan mempertahankan ideologinya itu ; memberikan wala dan baro 
berdasarkan itu. wabillahi at-taufik.


BAGAIMANA METODE MEMBANTAH AHLI BID'AH

Pertanyaan.
Syaikh DR Muhammad Musa Alu Nashr ditanya : Bagaimana metode yang digunakan 
untuk membantah ahli bid'ah?

Jawaban
Apabila ahli bid'ah tersebut seorang tokoh ternama yang dikenal selalu 
menyebarkan bid'ahnya kepada khalayak ramai, maka dia harus dibantah didepan 
khalayak ramai pula dan di-tahzir agar orang-orang menjauhinya.

Sebaliknya jika dia orang biasa yang tidak dikenal dikhalayak ramai dan 
bid'ahnya hanya pada masalah-masalah yang kecil maka jangan dibantah didepan 
khalayak ramai dan disebarluaskan. Sebab ini merupakan salah satu metode 
yang ditempuh ahli bid'ah agar dapat dikenal dan masyhur.

Yaitu seorang ahli bidah yang tidak terkenal membuat bantahan terhadap 
salafiyyin pada satu masalah, kemudian dibantah kembali oleh salafiyyun dan 
tullabul-ilmi dengan menyebarkannya kepada orang banyak. Hal seperti ini 
membuat nama ahli bi'ah tersebut masyhur dan dikenal.

Tetapi perlu diperhatikan juga dalam membantahnya haruslah dengan dalil, 
hujjah dan dalil aqliyyah maupun naqliyyah.

[Seri Soal Jawab DaurAh Syar'iyah Surabaya 17-21 Maret 2002. Dengan 
Masyayaikh Murid-murid Syaikh Muhammad Nashirudiin Al-Albani 
Hafidzahumullahu diterjemahkan oleh Ustadz Ahmad Ridwan , Lc]

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/






Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke