Wa'alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
 
Terus terang ya akhi ana tidak bisa menjawab pertanyaan antum.
Akan tetapi ana bisa menerangkan sedikit bagaimana pula keingintahuan ana terhadap bidang ini. 
 
Awalnya hati ana jatuh cinta semenjak membaca Kitab kecil berupa ringkasan dari Kitab karya Al-Imam Al-Laalikaa'i rohimahullahuta'ala yang telah diterjemahkan dalam bahasa inggris, yaitu 'I'tiqod Ahlis-Sunnah Waljama'ah' kalau ana tidak lupa.  Kemudian Kitab Sifat Shalat Nabi salallahu'alayhi wasallam karya Al-Imam Al-Muhaddits Albani rohimahullahuta'ala. 
 
Kedua kitab (Imam) ini yang selalu membuat ana ingin tahu akan orang-2 atau para Imam yang merekam dan meriwayat serta menyaring hadits-2 sahih dari yang dlo'if. 
 
Dari situ ana berinisiatif memperhatikan dengan seksama nama-2 para Imam Ahlis-Sunnah, wallahi yang sebagian besar sangat amat asing bagi ana.  Karena memang pepatah mengatakan "Tak Kenal Maka Tak Sayang". 
 
Jadi jalan satu-satunya ana harus banyak mengenal mereka rohimahullah ajma'in, dengan membaca buku-2 yang sangat erat hubungannya dengan sejarah hidup mereka serta hadits-2 yang mereka bawa dan kritik.  Disamping harus juga membaca kitab praktis mempelajari Ilmu Hadits.  Sehingga ana membeli beberapa buku yang telah diterjemahkan dari basasa Aslinya ke bahasa inggris (karena ana tidak bisa membeli buku terjemahan bahasa Indonesia karena terbatas jarak ana tinggal) walaupun berupa ringkasan.  Seperti The Men of Madina (terjemahan dari sebagian Kitab At-Tabaqat Ibn Sa'ad), Rijal Narators of the Muwatta Al-Imam Muhammad oleh Syaih AbdulHayy Al-Lucknawi.  Dan kebetulan ana mendapat hadiah dari teman datang dari tanah air yaitu Silsilah Hadits Ad-Do'ifah (komplit), sedangkan Sahihah-nya baru jilid I (still better than nothing!).  Juga beli buku yang tidak ada hubungan khusus tapi ana usahakan yang mencantumkan penilaian atau kritik hadits oleh para Imam Hadits walaupun di footnote-nya.
 
Perlu diketahui...
Telah ana pelajari dari beberapa informasi yang cukup, bahwa terjemahan kitab-2 bermanhaj salaf apalagi khusus masalah ilmu ini dalam bahasa inggris tidak sekaya atau sebanyak dalam bahasa Indonesia.  Sungguh beruntung antum sekarang berada di tanah melayu ini, dengan banyak serta kecakapan dari para Asatidz menterjemahkan banyak kitab para Imam yang berharga lagi mulia.
 
Tapi ya akhi..., walaupun ana telah lakukan ini cukup lama sudah lima tahunan, belum bisa ana menilai sendiri hadits-2 mana yang sahih dan mana yang do'if atau maudlu'.  Sungguh amat jauh ana bisa mencapai tingkat ini. 
 
Kekurangan ana yang ana sadari adalah:
 
1.   Ana tidak bisa berbahasa Arab (baik menulis maupun membaca kecuali kalau ada harakatnya), sedang para Imam Hadits mereka sangat amat Ahli akan hal itu.
 
2.  Ana tidak hafal Kitabullah sedangkan Mereka hafal serta amat memahami kandungannya secara riwayah mapun dirayah.
 
3.  Ini yang terpenting: ana tidak tahu banyak hadits apalagi menghafal ratusan, ribuan dan ratus-ribuan hadits, yang ana hafal bisa dihitung dengan jari.  Sedangkan mereka para Imam Muhaddits sedikitnya ribuan hadits yang mereka kuasai.
 
4.  Banyak lagi syarat-2 lain yang harus dipenuhi.  seperti harus mempunyai guru-2 hadits, waktu yang khusus, memakan waktu cukup lama, kecerdasan, sabar, serta jangan lupa harta harus juga dikorbankan untuk biayanya.
 
Bagi ana tidak putus harapan, cukup rajinkan diri membaca kitab para Imam Muhaddits walaupun hanya terjemahan, kitab-2 yang lain subjectnya tapi selalu mencantumkan penilaian hadits-2. 
 
Ingat dan Hafalkan hadits-2 yang sahih sebagai hujjah dan landasan beragama sebagai nasihat untuk diri kita dan sekitarnya, juga hadits-2 dlo'if dan Maudlu' sebagai peringatan untuk kita ketahui agar jangan dijadikan landasan beribadah dan beramal karena bahaya yang besar akibatnya di akhirat nanti.
 
Walhasil..  apa jeleknya kalau kita yang awam selalu bersandar pada kitab-2 Beliau para Imam Al-Muhaddits.  Tidak ada keraguan sedikitpun bagi kita untuk mengikuti mereka, mereka golongan orang yang telah disebutkan di Kitabullah dan Sunnah, orang yang Adil ditengah-tengah, Selamat, yang selalu dilindungi Allah, Ghuraba' Tooba ya ahli Ghuraba', penerus dan pembawa risalah Rasulullah salallahu'alayhi wasallam.  wallaahu'alam...
 
Ya akhi mungkin pendapat ana ini salah bagi antum, semoga Allah azza wajall mengaruniakan antum tentunya lebih dari ana akan niat yang mulia lagi berharga bagi ummat ini, yaitu menekuni bidang ini.  Semoga Allah tabaraka wata'ala memberkahi segala apa yang antum niatkan dan usahakan demi tegaknya agama yang mulia ini, amin.
Afwan jikalau ada perkataan ana yang kasar lagi tak berakhlaq, wallaahu musta'an...
 
Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh, ahmad ibnu muhammad alkherid
----- Original Message ----
From: Herisman Saridewi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, August 26, 2006 2:26:26 AM
Subject: [assunnah] Metode Penilaian Hadits

Ass.Wrwb...
Ikhwan..akhwat. ..atau Asaatidz yang saya hormati...
Saya ingin sekali mengetahui tatcara menilai/memandang derajat suatu hadits, apakh doif, hasan, sahih, mursal dan lain-lain baik dari segi sanad ataupun matan. Kitab apa saja yang dipakai untuk melihat untaian sanad tersebut???Sebab kebanyakan orang hanya menerima hadits dari mulut seorang yang mengaku ustadz tetapi ketika ditanyakan kepada ustadz yang lain ternyata derajatnya hasan, bahkan dlo'if jadi saya agak bingung niih. Mohon siapa saja yang pernah meneliti derajat suatu hadits dapat memberikan informasi baik dari cara atau kitab yang dipakai.
Sayang sekali banyak orang begitu yakin terhadap suatu hadits tapi dia sendiri belum tahu secara pasti apa derajatnya hasan, sahih atau dlo'if.
Kebetulan saya memiliki waktu yang banyak disela-sela pekerjaan, jadi saya akan manfaatkan untuk dapat menguasai ilmu meneliti derajat suatu hadits.
Kalau masalah tingkatan dan syarat-syarat perawi saya pernah tahu karena pernah buka buku tentang ilmu mustolahul hadist. Tapi cara menilai kuat tidaknya suatu hadist saya belum terlalu banyak tahu.
Saya juga ingin bertanya kepada antum semua yang ahli atau pernah tahu tentang derajat hadist yang berkenaan dengan perintah shalat 5 waktu pada saat nabi Muhammad isro dan mi'raj, apakah benar derajat hadits tersebut tingkatannya mencapai hasan saja??? atau adakah hadits lain yang derajatnya sohih tentang adanya waktu shalat 5 waktu. Dalam diskusi dengan teman-teman masih banyak mencari.
Sekali lagi mohon bantuannnya. . semoga menjadi pahala di sisi Allah bagi siapa saja yang mau berbgai informasi kepada orang yang sungguh-sungguh mendalam sumber Islam.
Syukroon...
Wassalaam.Wrwb

[Catatan Admin]
Sekali lagi kami sampaikan kepada antum yang mengirimkan email ke milis Assunnah, penulisan salam MOHON UNTUK TIDAK DISINGKAT. Hal ini masih merupakan himbauan dari kami kepada anggota milis Assunnah, belum menjadi ketentuan posting di milis Assunnah. Namun, mengingat masih banyaknya anggota milis Assunnah yang tidak "memperdulikan" hal tersebut, kami mungkin akan me-revisi ketentuan posting berkaitan dengan masalah penulisan salam tersebut. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan.
Wallahu'alam

------------ --------- --------- ---
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!


__._,_.___

Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke