Akhi wa Ukhty fillah,

Yang perlu antum ketahui adalah :
Wujud al-Ikhwan al-Muslimun di Indonesia adalah PK-Sejahtera
Bilamana di tubuh PKs itu ada ketua (misal ketua DPD atau DPW) maka dialah
ketua IM di daerah atau wilayah tersebut.

Permasalahan bukan hanya dari sisi kajian atau pemahaman
akan tetapi yang perlu di khawatirkan adalah da'wah Hizbiyyah yang mereka
(PKS) lakukan
Dari da'wah hizbiyyah ini, muncul berbagai model yang nota bene bertentangan
dengan manhaj salafus sholih

Itu sharing dari ana, jika ada salah mohon diluruskan

Wassalam


Pada tanggal 06/08/24, dhea s <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
> komentar, moga manfaat:
>   1. benar, jangan menggeneralisir penyimpangan satu kader PKS kepada
> semua kader atau angggota. Ini nggak baek. Tapi, jika kesalahan kader, terus
> partainya nggak komentar alias diem-diem saja, maka kondisinya bisa dimaknai
> s-7. Sama seperti keadaan satu ormas besar di Indonesia yang mendiemkan
> praktik kemusyrikan yg dilakukan anggotanya, dan tabarruk dgn kuburan sana
> dan kuburan sini. Maka pendiaman ormas itu adalah bisa dimaknai dan bukti
> jelas ormas itu setuju. Makanya, bedanya ahlus sunnah dgn yg lainnya adalah
> ahlus sunnah menjalankan nasihat, membudayakan kritik dan saling
> mengingatkan dalam berbagai tingkatannya, dari yg paling lembut hingga yg
> paling tegas.
>
>   2. ungkapan "jangan karena beda, maka bla bla bla." ini perlu
> didetailkan. Jika beda antara golkar, PDI, PKS, PPP, dll maka itu betul,
> sama-sama parpol pejuang demokrasi. (Kita mungkin masih inget, kunjungan
> sejumlah petinggi negara ini ke USA, dan eropa, diantaranya melaporkan
> kemajuan demokrasi. Inget ini)
>   3. Namun jika beda antara partai dengan da'wah ahlus sunnah, ya memang
> beda jauh. Parpol itu kerjannya tidak bisa keluar dari undang-undang 45 dan
> pancasila, sedangkan ahlus sunnah tidak mesti begitu. sebab Islam itu lintas
> negara. Kita saja hajinya ke saudi. Moso. mau haji ke kuburan sunan bonang,
> misalnya?? atau haji ke istiqlal JKT, hanya karena kita lahir di Indonesia?
> tidak bukan.
>   4. Perbedaan itu semua, inget, tidak keluar dari ke Islaman, jadi hak
> sesama muslim harus di jaga. Apa itu? hak dinasihati jika salah, hak salam,
> hak dijenguk jika sakit, hak disantuni jika butuh santunan.
>   wallahu a'lam
>   dhea
>   ===
>
> hanif hanif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           assalamu alaikum
>
> maaf,
> sebenarnya kalau mau keluar insya Allah mudah. Tinggal keluar saja
> langsung. Mau ijin atau nggak, terserah mana yg ahsan. Tergantung sikon.
> FYI, itu bukan kajian. Tetapi hanya pre-kajian. Kalau ingin kajian, ya
> datanglah langsung ke ahlinya yg faqih dalam agama. Saya sendiri adalah
> anggota PKS dan telah lama aktif. Mau ikut terserah, mau nggak juga
> terserah. Kalau pingin tahu, ya ikut sambil dibanding2kan dg yg lain. Dan
> tidak bisa perbuatan salah satu kader dijadikan alasan semua kader
> menyetujui. Ada banyak background. Dan pemahaman kader satu dg yg lain juga
> gak sama.
>
> Mengenai buku acuan. Liqo' saya terakhir di ITS justru menggunakan buku2
> salafus salih (ibnu taimiyah, ibnul qoyyim, etc). Ini semua tergantung dari
> tingkat pemahaman murobbi. Saya sebut liqo' terakhir karena saya sekarang
> "sendirian" di prancis. Liqo' saya sekarang dg antum semua di milis
> assunnah, milis PKS jerman, dan sesama muslim (terutama dari afrika
> utara-arab) di prancis
>
> Pesan saya, ikut atau nggak ikut harap tetap dijaga silaturrahim. Jangan
> hanya karena beda, gak nyapa. Gak saling kasih salam. Gak senyum. Padahal
> sama2 masih berstatus penuntut ilmu. Allahu a'lam
>
> salam,
>
> Hanif
>
> On 24/08/06, capi capi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > assalamualaikum
> > saya, ikut kajian dengan sistem liqo, dan memang kebanyakan sistem liqo
> > itu digunakan oleh IM. kebanyakan mereka memakai buku yusuf qardawi,
> hasan
> > albana. saya sarankan, sebaiknya jangan ikut. soalnya kebanyakan
> > ujung-ujungnya ke (partai) PKS dan sulit untuk keluar dari kelompok itu,
> > contoh seperti saya yang sekarang mau keluar dari kelompok itu sangat
> sulit.
> > lagi pula, dalam kajian itu kalau mereka menggunakan dalil, terkadang
> tidak
> > jelas menerangkannya. kalo saya bilang, lebih baik ikut ta'lim yang
> jelas
> > ilmu ustadnya.




Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke