Afwan yaa akhi, fasiltas kantor ana cuman bisa kirim/terima e-mail saja, tanpa 
bisa browsing internet.

Ana mau tanya siapa nama syaikhnya?
Sumbernya terjemahannya diambil dari situs apa ?

Syukron Jazakallah khoiron katsiron

-----Original Message-----
From: Ruudv_AvL [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, August 15, 2006 10:37 PM
To: [email protected]
Subject: [assunnah] >>Bagaimana Jihad di Palestina saat ini?<<

Apa hukum jihad di Palestina sekarang ini?

Syaikh menjawab :

Masalah ini harus ditinjau dari berbagai segi (yang pertama), sudah
seyogyanya kita mengetahui dengan jelas masalah Palestina, Palestina
merupakan bumi yang diberkahi dan suci. Al-Qur'an mensifati bumi Palestina
dengan bumi yang diberkahi sebanyak lima kali, dan ayat yang paling jelas
adalah ayat pertama dari surat al-Isra' : “yang telah kami berkahi
disekitarnya”

(Yang kedua) Negeri kaum muslimin sudah sepantasnya dijaga oleh kaum
muslimin itu sendiri, dan agar kaum muslimin melawan orang-orang yang ingin
merampasnya. Orang-orang yahudi –laknat Allah atas mereka dan semoga Allah
membinasakan mereka- adalah penjajah atas Negara kaum muslimin di Palestina,
maka wajib bagi kaum muslimin mereka untuk melawan dan memerangi serta
mengeluarkan orang-orang yahudi dari bumi Palestina agar mereka kembali
ketempat asal mereka

(Yang ketiga), yang harus diketahui bahwa jihad adalah puncaknya islam
sebagaimana dalam hadits Muadz bin Jabal –ra- “Tiangnya agama islam adalah
sholat dan puncaknya adalah jihad di jalan Allah”. Akan tetapi tidaklah
pantas jika kita mengangkat panji jihad bukan pada tempatnya atau
menempatkan jihad bukan pada tempat yang sudah ditentukan oleh Allah dan
rasul-Nya. 

Sebuah hadits yang telah dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan selainnya bahwa
Ibnu Umar telah menyebutkan sebuah hadits Nabi saw yaitu Islam dibangun di
atas lima hal…. kemudian seorang berkata: “Dan jihad. Orang tersebut
bermaksud mengatakan bahwa jihad merupakan salah satu rukun islam yang lima-
maka Ibnu umar berkata jihad merupakan hal yang baik tapi inilah yang telah
dikatakan oleh Rasulullah saw (jihad bukan termasuk rukun Islam yang
lima-pent)

Jihad akan terus ada sampai hari kiamat tidak akan sirna selamanya, akan
tetapi jihad mempunyai syarat-syarat (yang harus ditunaikan dulu sebelum
melakukannya-pent), yang telah dijelaskan oleh para ulama. Jihad mengandung
sebab-sebab yang bersifat maknawi, pendidikan, aqidah dan materi.
Sebab-sebab yang bersifat aqidah dan pendidikan adalah aplikasi penghambaan
kita kepada Allah, kita menolong agama Allah, "apabila kalian menolong agama
Allah niscaya Allah akan menolong kalian" (QS. Muhammad : 7) "dan Allah
pasti akan menolong orang-orang yang menolong agama-Nya" (QS. Al-Hajj : 40).
Oleh karena itu haruslah kita menolong agama Allah dahulu hingga Allah
menolong kita. Apakah makna menolong agama Allah? Maknanya kita menegakkan
agama Allah, kita menegakkan syariat Allah, kita menjadi hamba Allah yang
sesungguhnya.

Perkara yang kedua, persiapan yang bersifat materi/jasmani, “persiapkan
apa-apa yang sanggup kalian persiapkan, dari kekuatan fisik maupun dari
kuda-kuda yang ditambatkan” (QS.Al-Anfaal : 60). Akan tetapi mana yang lebih
utama, kita mempersiapkan berbagai senjata? Sedangkan aqidah kita
berantakan, akhlak kita seperti akhlak orang yahudi, dan kebiasaan kita
seperti kebiasaan yahudi.

Kita telah banyak mengikuti kebiasaan orang-orang yahudi sebagaimana telah
disabdakan oleh Nabi saw "Kalian akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan kaum
sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal sehasta demi sehasta, hingga mereka
masuk kelubang biawakpun kalian ikuti. Para sahabat berkata : yahudi dan
nashara? Nabi bersabda siapa lagi kalau bukan mereka?!”

Dengan demikian dalil aqli dan naqli serta realita memperkuat bahwa hal
pertama yang harus dilakukan adalah menanamkan agama Allah dalam diri kita,
yaitu dengan kita menolong agama Allah, dan kita kembali kepada Allah,
sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi kita saw "Apabila kalian telah
berjual beli dengan cara I'nah, dan kalian telah mengambil ekor-ekor sapi,
ridho dengan persawahan, serta kalian meninggalkan jihad, Allah akan
menimpakan kehinaan kepada kalian, tidak akan dicabut kehinaan itu hingga
kalian kembali kepada agama kalian". Semua maksiat diatas telah kalian
lakukan, salah satunya meninggalkan jihad hingga Allah timpakan kehinaan
atas kalian. Barangsiapa yang melakukan hal-hal tersebut maka akan
ditimpakan atas mereka kehinaan. Kemudian bagaimana agar kehinaan tersebut
bisa terangkat? Apakah dengan menegakkan jihad? Tidak, kembali untuk
menegakkan jihad diwaktu sekarang tidak bermanfaat, karena manusia yang
berkata aku akan kembali kepada jihad tidak paham akan jihad, maka harus
kita kembali kepada asasnya yaitu sebagaimana sabda Nabi "hingga kalian
kembali kepada agama kalian". (hadits diatas tidak mengatakan hingga kalian
menegakkan jihad akan tetapi sabda Nabi berbunyi : hingga kalian kembali
kepada agama kalian-pent)

Oleh karena itu kami katakan bahwa memerdekakan Palestina, mengeluarkan
orang-orang yahudi dari bumi Palestina, merupakan salah satu dari kewajiban
atas umat Islam. Tidak sepantasnya kita ridho dan hanya diam saja dengan
kehinaan dan kesengsaraan. Namun wajib bagi kita untuk mengambil sebab-sebab
yang syar'i dan melaksanakan ketentuan Allah guna mendapatkan
pertolongan-Nya, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw
didalam shohih Bukhari dan Muslim "Kalian memerangi orang-orang yahudi
hingga mereka berlarian dan bersembunyi di balik pepohonan dan bebatuan,
hingga pepohonan dan bebatuan berkata : Wahai muslim, wahai hamba Allah …."

Dengan demikian yang menang atas orang-orang yahudi, yang membunuh yahudi,
yang mengeluarkan orang yahudi dari negeri kaum muslimin adalah muslim,
hamba Allah jika kita kembali kejalan Allah maka kita ditolong atas orang
yahudi. Adapun kita mempergunakan keadaan kaum muslimin yang dirundung duka
dan luka untuk kepentingan suatu kelompok, maka ini tidaklah diridhoi oleh
agama kita dan tidak diterima oleh seorang yang mukhlis dari kita. Realita
yang terjadi pada pergerakan-pergerakan hizbiyyah serta kelompok-kelompok
yang lain adalah mereka sibuk dengan kejadian tragis di Palestina, mereka
sibuk dalam mengekspos pembunuhan, penghancuran dan selainnya, dan
sebernarnya mereka hanya duduk-duduk saja

Mereka sibuk dengan ketragisan di chechnya, dan di Bosnia tapi apa yang
telah mereka hasilkan? Tidak ada sedikit pun, namun tiba-tiba mereka datang
dan berkata: Kalian wahai salafiyyun tidak menganjurkan manusia untuk
berjihad, kalian tidak menginginkan agar negeri kaum muslimin bebas.
“Sesungguhnya mereka tidaklah berkata melainkan hanya perkataan dusta”. (QS.
Al-Kahfi : 5)

Demi Allah, sejarah akan bersaksi bahwa dakwah salafiyah ini merupakan
dakwah yang sangat antusian untuk menjadikan kaum muslimin sebagai
sebaik-baik umat yang dikeluarkan untuk manusia. Akan tetapi mereka yang
tidak ingin berjalan diatas ketentuan Allah tergesa-gesa dalam bertindak
hingga menjatuhkan umat dalam kesedihan, penyesalan, pembunuhan, dan
pengrusakan. Lihatlah realita mereka di al-Jazair. Apa yang telah dihasilkan
oleh revolusi mereka, pembunuhan, Pengrusakan dan hancurnya mobil-mobil …..
Apa yang dihasilkan di Mesir? Apa yang dihasilkan di Suria? Apa yang
dihasilkan oleh mereka yang mengatakan kami keluar dari pemerintah yang
tidak berhukum dengan hukum Allah ….. Mereka tidak merubah sesuatupun
melainkan malah menambah kesengsaraan, menambah fitnah, menambah kehancuran.
Dahulu manusia dalam ketenangan, kedamaian sekarang berubah menjadi
kesengsaraan dan kepedihan

Sesungguhnya yang terjadi di Palestina adalah penyalah gunaan keadaan
manusia untuk mencapai apa yang diinginkan oleh para pemimpin. Sebelum kita
melihat kepada intifadhoh maka lihatlah kepada intifadhoh yang terdahulu
yang selama berpuluh-puluh tahun bergejolak namun apa yang dihasilkan? Hanya
menghasilkan perdamaian ….. Maka harus kita berangkat dari realita yang
(pahit ini) dan jangan sampai kita ditunggangi oleh ahli bathil. Siapakah
yang mengatakan bahwa batu bisa menghancurkan tank-tank? Dan siapa yang
mengatakan bahwa ketapel bisa mengalahkan rudal sedangkan anda dan musuh
anda sama-sama bermaksiat kepada Allah ta’ala?!

Ada seorang ikhwah dari Baitul Maqdis bercerita kepada saya (penulis) bahwa
dia telah mengunjungi para korban yang terluka, kami berkunjung kepada 32
orang lebih, 30 orang diantara mereka tidak sholat. Mereka datang dan
berkata : nasrani yang ikut dan turun kejalan untuk demonstrasi dan terbunuh
dia sahid Apabila terbunuh karena ikut revolusi maka mereka sahid. Pemabuk,
pezina, syirik kepada Allah asalkan dia ikut revolusi, maka dia mati sahid.
Palestina tidak akan bebas hanya dengan angan-angan, Palestina tidak akan
bebas dan merdeka hanya dengan slogan-slogan

Palestina membutuhkan para pejantan, yang melakukan ketaatan kepada Allah,
seperti dalam hadits "Wahai muslim, wahai hamba Allah dibelakangku ada
yahudi kemarilah dan bunuh dia". Merekalah yang akan membebaskan Palestina,
merekalah yang akan membebaskan rumah-rumah kaum muslimin yang terampas 

Kita mohon kepada Allah agar dikembalikan keagama kita dengan baik, dan agar
diangkat kehinaan dari kita, diangkat kehinaan dari saudara-saudara kita
serta negeri-negeri kaum muslimin, dan agar dikembalikan apa-apa yang
terampas dari negeri kaum muslimin kepada negeri Islam. Alhamdulillah Rabbil
'alamin 

Maraji':
www.islamfuture.net 





Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke