Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh
 
1.  Ketika shalat secara umum maka mata tertuju kepada tempat sujud, termasuk ketika sujud berdasarkan hadits2 berikut,
 
Dari Aisyah radhiyallaHu ‘anHa, dia berkata, “Ketika Rasulullah memasuki ka’bah, tidaklah pandangannya bergeser dari tempat sujudnya. Hingga beliau keluar darinya” (HR. al Hakim I/479, dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shifatush Shalaah hal. 69)
 
“Apabila shalat, beliau menundukkan kepalanya dan memandang tanah” (HR. al Baihaqi dan al Hakim)
 
Dan ketika ruku' kepala tidak diangkat (didongakkan ke atas) ataupun diturunkan, yang benar adalah yang tengah-tengah
 
Dari Aisyah radhiyallaHu ‘anHa, dia berkata, “Jika Rasulullah ruku’, beliau tidak mendongakkan kepalanya dan tidak pula menundukkannya. Akan tetapi diantara keduanya” (HR. Muslim no. 498 dan Abu Dawud no. 768)
 
2.  Disunnahkan mengangkat tangan ketika berdiri dari sujud setelah duduk tahiyyat (setelah raka'at kedua), hal ini berdasarkan perbuatan Ibnu Umar yang dinisbatkan kepada Rasulullah ShallallaHu 'alaiHi wa sallam
 
Dari Nafi’, ia berkata, “Jika Ibnu Umar memulai shalat, dia bertakbir dan mengangkat kedua tangannya. Jika hendak ruku’, dia angkat kedua tangannya. Dan saat mengucapkan, ‘Sami’allaHu liman hamidah’, dia angkat kedua tangannya. Dan jika bangkit dari dua raka’at, dia angkat kedua tangannya. Dia menisbatkannya kepada Nabi Allah” (HR. al Bukhari no. 739 dan Abu Dawud no. 727)
 
Namun demikian boleh juga secara kadang-kadang mengangkat tangan setelah berdiri dari sujud berdasarkan nash yang shahih.
 
3.  Disunnahkan ketika akan berdiri dari sujud untuk duduk tegak kemudian tangan bertumpu pada lantai lalu mengangkat lutut terlebih dahulu baru kemudian tangan.  Tangan boleh digengam dan boleh tidak.
 
Dari Malik bin al Huwairits radhiyallaHu ‘anHu, “Apabila beliau mengangkat kepalanya dari sujud kedua, beliau duduk dan bertumpu pada lantai (dengan kedua tangan) lalu bangkit berdiri” (HR. al Bukhari no. 824)
 
4.  Sepanjang pengetahuan saya tidak ada shalat ba'diyah shubuh
 
Semoga Bermanfaat
BarakallaHu fiik
 
 
 
 
 
 


hanif hanif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
asalamu alaikum,

Maaf tanya lagi masalah solat

1. Ketika ruku', mata melihat ke bawah persis atau melihat tempat sujud (jadi sedikit "ndhangak" dlm bhs jawanya. Maaf saya gak tahu bhs indonesianya "ndhangak". Apa mendongakkan kepala ya.
2. Ketika bangkit dari sujud dan mau berdiri lagi apakah harus mengangkat tangan di setiap rokaat, ataukan hanya mengangkat tangan di rokaat ganjil
3. Ketika bangkit dari sujud dan mau berdiri lagi, yg diangkat itu tangan dulu atau lutut dulu. Terus tangnnya berposisi menggenggam (kayak petinju) atau tidak menggenggam (dilebarkan telapaknya)
4. Apa ada solat sunnah sesudah subuh. Setahu saya sih haram, tapi kok org2 musta'rob (afrika utara) banyak yg solat sunnah ba'diyah subuh.

salam,

hanif




Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.  Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar" (QS. An Nisaa' : 48)
 
Dari Abu Dzar ra., Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Jibril berkata kepadaku, 'Barangsiapa diantara umatmu yang meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka pasti dia masuk surga'" (HR. Bukhari) [Hadits ini terdapat pada Kitab Shahih Bukhari]


Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out. __._,_.___

Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke