REALITA PERPECAHAN UMAT
Oleh
Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-'Aql
sumber http://www.almanhaj.or.id
Apakah perpecahan benar-benar melanda umat Islam ?
Benarkah hal itu terjadi ?
Persoalan ini terangkum dalam sembilan point.
Pertama.
Hadits mutawatir dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai
perpecahan yang melanda umat. Di antaranya adalah hadits iftiraq yang
berbunyi.
"Artinya : Umat Yahudi telah terpecah-belah menjadi tujuh puluh satu
golongan. Dan umat Nasrani telah terpecah belah menjadi tujuh puluh dua
golongan. Sementara umat ini (Islam) akan terpecah belah menjadi tujuh puluh
tiga golongan"
Hadits Nabi ini sangat masyhur, diriwayatkan oleh sejumlah sahabat dan
dicantumkan oleh para imam dan huffazh dalam kitab-kitab sunan, seperti Imam
Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Hakim, Ibnu Hibban, Abu Ya'la
Al-Maushili, Ibnu Abi Ashim, Ibnu Baththah, Al-Ajurri, Ad-Darimi, Al-Lalikai
dan lain-lain. Hadits ini dinyatakan shahih oleh beberapa ahli ilmu di
antaranya ; At-Tirmidzi, Al-Hakim, Adz-Dzahabi,As-Suyuthi, Asy-Syathibi dan
lainnya. Di samping banyak terdapat jalur sanad bagi hadits ini, secara
keseluruhan dapat mencapai derajat hadits shahih.
Kedua.
Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan bahwa
umat ini bakal mengikuti tradisi umat-umat terdahulu. Hadits tersebut
berbunyi.
"Artinya : Kalian pasti akan mengikuti tradisi umat-umat terdahulu,
sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Hingga sekalipun mereka
masuk lubang biawak, kalian pasti mengikutinya. "Kami bertanya : 'Wahai
Rasulullah, apakah mereka itu kaum Yahudi dan Nashrani ? Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab : 'Siapa lagi kalau bukan mereka!"
[Hadits Riwayat AL-Bukhari, silakan baca Fathul Bari, 8/300 dan Muslim
hadits no. 2669]
Hadits ini shahih muttafaqun alaihi, tercantum dalam kitab-kitab shahih dan
sunan
Dalam beberapa matan dan lafalnya secara eksplisit hadist ini menjelaskan
makna "menyerupai dan mengikuti" dimaksud. Diantaranya sabda Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Artinya : Ibarat bulu-bulu anak panah yang sama persis"
Dan beberapa lafal lainnya yang sama menunjukkan bahwa Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam memperingatkan bahaya perpecahan yang bakal
melanda umat ini. Bahwa hal itu pasti menimpa umat ini. Dan perpecahan yang
bakal terjadi itu bukanlah cela dan cacat atas Islam, atas Ahlus Sunnah wal
Jama'ah dan atas Ahlul Haq, namun merupakan kecaman terhadap orang-orang
yang memisahkan diri dari jama'ah. Orang-orang yang memisahkan diri dari
jama'ah tentunya bukan termasuk Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Sebab Ahlus Sunnah
wal Jama'ah adalah orang-orang yang memegang teguh Al-Qur'an dan Sunnah,
yang tetap berada di atas nilai-nilai ke-Islaman. Merekalah para penegak
kebenaran yang dibangkitkan Allah kepada manusia hingga hari Kiamat.
Jadi, perpecahan pasti terjadi berdasarkan berita yang sangat akurat,
meskipun relitas dan logika belum mampu membuktikan kebenarannya!.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menyampaikannya melalui
hadits-hadits beliau yang shahih dengan beragam lafal. Peringatan terhadap
bahayanya juga telah beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam sampaikan.
Peringatan yang disampaikan berkali-kali itu merupakan sinyalemen bahwa
perpecahan pasti terjadi tanpa bisa dihindari!.
Ketiga.
Adanya nash-nash Al-Qur'an dan As-Sunnah yang mencakup larangan mengikuti
jalan-jalan hawa nafsu dan perpecahan!
Di antaranya adalah.
[1]. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.
"Artinya : Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah,
dan janganlah kamu bercerai-berai" [Ali Imran : 103]
[2]. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.
"Artinya : Dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu
menjadi gentar dan hilang kekuatan" [Al-Anfal : 46]
[3]. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala
"Artinya : Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan
berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka" {Ali Imran :
105]
[4]. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala
"Artinya : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah
tentangtangnya" [Asy-Syura : 13]
[5]. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.
"Artinya : Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus,
maka ikutilah dia ; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain),
karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya" [Al-An'am :
153]
Secara gamblang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan
ayat di atas, beliau menarik sebuah garis lurus yang panjang kemudian
menarik garis-garis ke kanan dan ke kiri menyimpang dari garis lurus tadi.
Lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan bahwa garis lurus
tersebut adalah jalan Allah, sementara garis-garis ke kanan dan ke kiri
adalah jalan buntu yang menyimpang dari jalan yang utama yang lurus tadi[1].
Beliau juga menjelaskan bahwa pada jalan-jalan kesesatan tadi terdapat
juru-juru dakwah yang menyeru kepada jalan setan. Barangsiapa mengikuti
mereka, niscaya akan dilemparkan ke dalam jurang kehancuran [2]
Keempat .
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah melarang kita berbantah-bantahan dalam
firmanNya.
"Artinya : Dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu
menjadi gentar dan hilang kekuatan" [Al-Anfal : 46]
Sementara berbantah-bantahan itulah yang terjadi di antara kelompok-kelompok
itu hingga berpecah-belah menjadi bergolong-golongan.
Kelima.
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengancam siapa saja yang menyimpang dari
jalan orang-orang yang beriman (sahabat) dalam firmanNya.
"Artinya : Dang barangsiapa menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya
dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu'min, Kami biarkan ia
leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia
ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali"
[An-Nisaa : 115]
Ternyata apa yang disebutkan dalam ayat diatas benar-benar dilakukan oleh
segerombolan orang yang menentang Allah dan RasulNya serta mengikuti selain
jalan orang-orang yang beriman. Mereka itulah kaum munafikin, kaum penentang
dan kaum sempalan. Hanya kepada Allah saja kita memohon keselamatan
Jalan orang-orang yang beriman itulah jalan Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
Keenam.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menetapkan beberapa sanksi
atas orang yang memisahkan diri dari jama'ah, juga menjadi salah satu dalil
bahwa hal itu pasti terjadi! Dengan keras beliau Shallallahu 'alaihi wa
sallam mengancam siapa saja yang memisahkan diri dari jama'ah, berikut sabda
beliau.
"Artinya : Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi tiada illah yang
berhak diibadahi dengan benar selain Allah dan bersaksi bahwa aku adalah
utusa Allah kecuali dengan tiga alasan : (1) berzina setelah menikah. (2)
Membunuh jiwa tanpa hak (qishash). (3) Murtad dari Islam yang memisahkan
diri dari jama'ah" [Muttafaqun 'alaih, Al-Bukhari IV/317 dan Muslim V/106]
Ketujuh.
Secara implisit Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberikan
sinyalemen terjadinya perpecahan ketika beliau menyinggung tentang kelompok
Khawarij. Beliau menyebutkan bahwa kelompok Khawarij ini akan memisahkan
diri dari umat, akibatnya mereka melesat keluar dari agama. Istilah 'keluar
dari agama' bukan berarti kafir keluar dari Islam, akan tetapi maknanya
adalah keluar dari asas Islam, keluar dari hukum-hukum dan batas-batasnya.
Istilah 'keluar dari agama' kadang kala berarti kekafiran kadang kala tidak
sampai kepada batas kafir. Kadang kala bermakna memisahkan diri dari umat
Islam, yaitu dari jama'ah, atau memisahkan diri dari jalur Sunnah Nabi yang
dilalui oleh Ahlus Sunnah, yang merupakan Ahlu Islam sejati.
Kedelapan.
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan untuk memerangi siapa saja
yang memisahkan diri dari jama'ah, sebagaimana yang disinggung dalam hadits
di atas tadi. Sanksi tersebut merupakan sebuah ketetapan bagi sesuatu yang
pasti terjadi. Sebab sangat mustahil ketetapan Nabi itu ngawur dan hanya
kira-kira belakan.
Kesembilan.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga telah menjelaskan bahwa siapa
saja yang mati dalam keadaan memisahkan diri dari jama'ah, maka ia mati
dalam keadaan mati jahiliyah[3]. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam juga
menjelaskan bahwa perpecahan itu adalah adzab, menyempal itu adalah
kehancuran dan beberapa perkara lainnya yang menunjukkan bahwa perpecahan
pasti terjadi. Peringatan terhadap bahaya perpecahan bukanlah gurauan belaka
! Pasti melanda umat sebagai bala'. Perpecahan tidak akan terkadi bila kaum
muslimin berada di atas keterangan ilmu, mengenal kebenaran, mengenal
Al-Qur'an dan As-Sunnah serta berpedoman Salafus Shalih, mencari kebenaran
tersebut hingga dapat membedakan antara haq dan batil. Siapa saja yang
mendapat hidayah, maka ia mendapatkannya dengan petunjuk ilmu. Dan siapa
saja yang sesat, maka ia sesat berdasarkan kekerangan yang nyata. Hanya
kepada Allah saja kita memohon keselamatan dari kesesatan.
Kesimpulannya.
Berdasarkan dalil-dalil qathi di atas, perpecahan pasti melanda umat ini.
Perpecahan adalah bala' dan adzab yang telah Allah Subhanahu wa Ta'ala
tetapkan dan tidak akan berubah!
Perpecahan dengan beragam bentuknya adalah tercela
Setiap muslim harus mengetahui bentuk-bentuk perpecahan dan para pelakunya
sehingga ia dapat menghindar dari jurang kesesatan!
[Disalin dari kitab Al-Iftiraaq Mafhumuhu asbabuhu subulul wiqayatu minhu,
edisi Indonesia Perpecahan Umat ! Etiologi & Solusinya, oleh Dr. Nashir bin
Abdul Karim Al-'Aql, terbitan Darul Haq, penerjemah Abu Ihsan Al-Atsari]
_________
Foote Note.
[1] Hari ini disebutkan dalam sejumlah hadits, sebagian dari jalaur sanad
itu dinyatakan shalih oleh Al-Hakim, dan disepakati oleh Adz-Dzahabi dan
Al-Albani. Silakan lihat kitab As-Sunnah karangan Ibnu Abi Ashim 1/13-14
[2] Ibid
[3] Hal ini telah disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh
Muslim dan lainnya
_____
From: [email protected]
Sent: Monday, September 04, 2006 11:23 AM
To: [email protected]
Subject: [assunnah] Perpecahan Umat
Assalamu 'alaikum wr.wb
Apakah yang dimaksud dengan mazhab dalam Islam ? Apakah hal tersebut
termasuk dalam kategori perpecahan umat ? Kemudian bagaimana sikap kita
dalam menyikapi banyaknya harokah-harokah Islam, aliran-aliran dalam Islam
seperti tareqat-tareqat ? Sepengetahuan saya hal-hal tersebut mencerminkan
perpecahan dalam Islam.
Terima kasih, wassalamu 'alaikum wr. wb
arya982
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/