>From: Nuryanto, Arief" <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Mon Sep 4, 2006 5:30 pm 
>Assalamu'alaikum wa rahmatullohi wa barokatuh
>Ikhwah fillah...
>Adakah yang mengetahui/memiliki artikel berkenaan dengan riwayat2 
>tentang Fatimah Radiyallohu 'anha putri Rasululloh 
>Shallallohu 'alaihi wa sallam ?
>Jazakumulloh

Alhamdulillah
Tulisan-tulisan yang menjelaskan keutamaan Fatimah Radhiyallahu anha sebagai 
putri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan juga sebagai seorang 
pemuka para wanita penghuni sorga, sudah banyak tersebar, dan salah satu 
dari sekian banyak karya tulis tersebut saya kutipkan dari situs almanhaj, 
semoga bermanfaat.

WASIAT SEBELUM TIDUR

Oleh
Majdi As-Sayyid Ibrahim
sumber http://www.almanhaj.or.id

"Artinya : Ali berkata, Fathimah mengeluhkan bekas alat penggiling yang 
dialaminya. Lalu pada saat itu ada seorang tawanan yang mendatangai Nabi 
Shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka Fathimah bertolak, namun tidak bertemu 
dengan beliau. Dia mendapatkan Aisyah. Lalu dia mengabarkan kepadanya. 
Tatkala Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tiba, Aisyah mengabarkan 
kedatangan Fathimah kepada beliau. Lalu beliau mendatangi kami, yang kala 
itu kami hendak berangkat tidur. Lalu aku siap berdiri, namun beliau 
berkata. 'Tetaplah di tempatmu'. Lalu beliau duduk di tengah kami, sehingga 
aku bisa merasakan dinginnya kedua telapak kaki beliau di dadaku. Beliau 
berkata. 'Ketahuilah, akan kuajarkan kepadamu sesuatu yang lebih baik dari 
pada apa yang engkau minta kepadaku. Apabila engkau hendak tidur, maka 
bertakbirlah tiga puluh empat kali, bertasbihlah tiga puluh tiga kali, dan 
bertahmidlah tiga puluh tiga kali, maka itu lebih baik bagimu daripada 
seorang pembantu". [1]

Wahai Ukhti Muslimah !
Inilah wasiat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bagi putrinya yang suci, 
Fathimah, seorang pemuka para wanita penghuni sorga. Maka marilah kita 
mempelajari apa yang bermanfa'at bagi kehidupan dunia dan akhirat kita dari 
wasiat ini.

Fathimah merasa capai karena banyaknya pekerjaan yang harus ditanganinya, 
berupa pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, terutama pengaruh alat penggiling. 
Maka dia pun pergi menemui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk 
meminta seorang pembantu, yakni seorang wanita yang bisa membantunya.

Tatkala Fathimah memasuki rumah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, dia tidak 
mendapatkan beliau. Dia hanya mendapatkan Aisyah, Ummul Mukminin. Lalu 
Fathimah menyebutkan keperluannya kepada Aisyah. Tatkala beliau tiba, Aisyah 
mengabarkan urusan Fathimah.

Beliau mempertimbangkan permintaan Fathimah. Dan, memang beliau mempunyai 
beberapa orang tawanan perang, ada pula dari kaum wanitanya. Tetapi 
tawanan-tawanan ini akan dijual, dan hasilnya akan disalurkan kepada 
orang-orang Muslim yang fakir, yang tidak mempunyai tempat tinggal dan 
makanan kecuali dari apa yang diberikan Rasulullah. Lalu beliau pergi ke 
rumah Ali, suami Fathimah, yang saat itu keduanya siap hendak tidur. Beliau 
masuk rumah Ali dan Fathimah setelah meminta ijin dari keduanya. Tatkala 
beliau masuk, keduanya bermaksud hendak berdiri, namun beliau berkata. 
"Tetaplah engkau di tempatmu". "Telah dikabarkan kepadaku bahwa engkau 
datang untuk meminta. Lalu apakah keperluanmu?".

Fathimah menjawab."Ada kabar yang kudengar bahwa beberapa pembantu telah 
datang kepada engkau. Maka aku ingin agar engkau memberiku seorang pembantu 
untuk membantuku membuat roti dan adonannya. Karena hal ini sangat berat 
bagiku".

Beliau berkata. "mengapa engkau tidak datang meminta yang lebih engkau sukai 
atau lebih baik dari hal itu ?". Kemudian beliau memberi isyarat kepada 
keduanya, bahwa jika keduanya hendak tidur, hendaklah bertasbih kepada 
Allah, bertakbir dan bertahmid dengan bilangan tertentu yang disebutkan 
kepada keduanya. Lalu akhirnya beliau berkata. "Itu lebih baik bagimu 
daripada seorang pembantu".

Ali tidak melupakan wasiat ini, hingga setelah istrinya meninggal. Hal ini 
dikatakan Ibnu Abi Laila. "Ali berkata, 'Semenjak aku mendengar dari Nabi 
Shallallahu 'alaihi wa sallam, aku tidak pernah meninggalkan wasiat itu".

Ada yang bertanya. "Tidak pula pada malam perang Shiffin ?".

Ali menjawab. "Tidak pula pada malam perang Shiffin". [2]

Boleh jadi engkau bertanya-tanya apa hubungan antara pembantu yang diminta 
Fathimah dan dzikir ?

Hubungan keduanya sangat jelas bagi orang yang memiliki hati atau pikiran 
yang benar-benar sadar. Sebab dzikir bisa memberikan kekuatan kepada orang 
yang melakukannya. Bahkan kadang-kadang dia bisa melakukan sesuatu yang 
tidak pernah dibayangkan. Di antara manfaat dzikir adalah.

[1]. Menghilangkan duka dan kekhawatiran dari hati.
[2]. Mendatangkan kegembiraan dan keceriaan bagi hati.
[3]. Memberikan rasa nyaman dan kehormatan.
[4]. Membersihkan hati dari karat, yaitu berupa lalai dan hawa nafsu.

Boleh jadi engkau juga bertanya-tanya, ada dzikir-dzikir lain yang bisa 
dibaca sebelum tidur selain ini. Lalu mana yang lebih utama .? Pertanyaan 
ini dijawab oleh Al-Qady Iyadh : "Telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu 
'alaihi wa sallam beberapa dzikir sebelum berangkat tidur, yang bisa dipilih 
menurut kondisi, situasi dan orang yang mengucapkannya. Dalam semua dzikir 
itu terdapat keutamaan".

Secara umum wasiat ini mempunyai faidah yang agung dan banyak manfaat serta 
kebaikannya. Inilah yang disebutkan oleh sebagian ulama :

Pertama.
Menurut Ibnu Baththal, di dalam hadits ini terkandung hujjah bagi keutamaan 
kemiskinan daripada kekayaan. Andaikata kekayaan lebih utama daripada 
kemiskinan, tentu beliau akan memberikan pembantu kepada Ali dan Fathimah. 
Dzikir yang diajarkan beliau dan tidak memberikan pembantu kepada keduanya, 
bisa diketahui bahwa beliau memilihkan yang lebih utama di sisi Allah bagi 
keduanya.

Pendapat ini disanggah oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar. Menurutnya, hal ini bisa 
berlaku jika beliau mempunyai lebihan pembantu. Sementara sudah disebutkan 
dalam pengabaran di atas bahwa beliau merasa perlu untuk menjual para 
tawanan itu untuk menafkahi orang-orang miskin. Maka menurut Iyadh, tidak 
ada sisi pembuktian dengan hadits ini bahwa orang miskin lebih utama 
daripada orang kaya.

Ada perbedaan pendapat mengenai makna kebaikan dalam pengabaran ini. Iyadh 
berkata. "Menurut zhahirnya, beliau hendak mengajarkan bahwa amal akhirat 
lebih utama daripada urusan dunia, seperti apapun keadaannya. Beliau 
membatasi pada hal itu, karena tidak memungkinkan bagi beliau untuk 
memberikan pembantu. Kemudian beliau mengajarkan dzikir itu, yang bisa 
mendatangkan pahala yang lebih utama daripada apa yang diminta keduanya".

Menurut Al-Qurthuby, beliau mengajarkan dzikir kepada keduanya, agar ia 
menjadi pengganti dari do'a tatkala keduanya dikejar kebutuhan, atau karena 
itulah yang lebih beliau sukai bagi putrinya, sebagaimana hal itu lebih 
beliau sukai bagi dirinya, sehingga kesulitannya bisa tertanggulangi dengan 
kesabaran, dan yang lebih penting lagi, karena berharap mendapat pahala.

Kedua.
Disini dapat disimpulkan tentang upaya mendahulukan pencari ilmu daripada 
yang lain terhadap hak seperlima harta rampasan perang.

Ketiga.
Hendaklah seseorang menanggung sendiri beban keluarganya dan lebih 
mementingkan akhirat daripada dunia kalau memang dia memiliki kemampuan 
untuk itu.

Keempat.
Di dalam hadits ini terkandung pujian yang nyata bagi Ali dan Fathimah.

Kelima.
Seperti itu pula gambaran kehidupan orang-orang salaf yang shalih, mayoritas 
para nabi dan walinya.

Keenam.
Disini terkandung pelajaran sikap lemah lembut dan mengasihi anak putri dan 
menantu, tanpa harus merepotkan keduanya dan membiarkan keduanya pada posisi 
berbaring seperti semula. Bahkan beliau menyusupkan kakinya yang mulia di 
antara keduanya, lalu beliau mengajarkan dzikir, sebagai ganti dari pembantu 
yang diminta.

Ketujuh.
Orang yang banyak dzikir sebelum berangkat tidur, tidak akan merasa letih. 
Sebab Fathimah mengeluh letih karena bekerja. Lalu beliau mengajarkan dzikir 
itu. Begitulah yang disimpulkan Ibnu Taimiyah. Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata. 
"Pendapat ini perlu diteliti lagi. Dzikir tidak menghilangkan letih. Tetapi 
hal ini bisa ditakwil bahwa orang yang banyak berdzikir, tidak akan merasa 
mendapat madharat karena kerjanya yang banyak dan tidak merasa sulit, 
meskipun rasa letih itu tetap ada".

Begitulah wahai Ukhti Muslimah, wasiat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam 
yang disampaikan kepada salah seorang pemimpin penghuni sorga, Fathimah, 
yaitu berupa kesabaran yang baik. Perhatikanlah bagaimana seorang putri Nabi 
dan istri seorang shahabat yang mulia, harus menggiling, membuat adonan roti 
dan melaksanakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangganya. Maka mengapa engkau 
tidak menirunya ?


[Disalin dari kitab Al-Khamsuna Wasyiyyah Min Washaya Ar-Rasul Shallallahu 
'Alaihi Wa Sallam Lin Nisa, Edisi Indonesia Lima Puluh Wasiat Rasulullah 
Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Bagi Wanita, Pengarang Majdi As-Sayyid 
Ibrahim, Penerjemah Kathur Suhardi, Terbitan Pustaka Al-Kautsar]
__________
Foote Note
[1] Hadits Shahih, ditakhrij Al-Bukhari 4/102, Muslim 17/45, Abu Dawud 
hadits nomor 5062, At-Tirmidzi hadits nomor 3469, Ahmad 1/96, Al-Baihaqy 
7/293
[2] Ditakhrij Muslim 17/46. Yang dimaksud perang Shiffin di sini adalah 
perang antara pihak Ali dan Mu'awiyah di Shiffin, suatu daerah antara Irak 
dan Syam. Kedua belah pihak berada di sana beberapa bulan

_________________________________________________________________
FREE pop-up blocking with the new MSN Toolbar - get it now! 
http://toolbar.msn.click-url.com/go/onm00200415ave/direct/01/






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/zAINmC/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke