ULAMA-ULAMA PEMBELA DAKWAH SALAFIYAH DAHULU HINGGA SEKARANG -SYAIKHUL ISLAM 
IBNU TAIMIYAH RAHIMAHULLAH-

Oleh
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halabi
Bagian Kedua dari Tiga Tulisan 2/3
sumber http://www.almanhaj.or.id


SYAIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYAH RAHIMAHULLAH

Adapun pada abad-abad pertengahan, (sebagaimana yang sudah saya katakan), 
dalam waktu yang singkat ini saya tidak bisa menyebutkan setiap ulama untuk 
setiap abad. Saya hanya akan menyebutkan orang-orang yang memiliki 
tanda-tanda yang menonjol.

Kami menyebutkan pada abad-abad pertengahan, pada abad ke delapan, Syaikhul 
Islam, seorang ulama besar, seorang imam, Abul Abbas, Ahmad bin Abdul Halim 
bin Abdus Salam, Ibnu Taimiyah, An-Numairi, Ad-Dimasyki, Al-Harani –semoga 
Allah memberi rahmat kepadanya-. Beliau telah menulis kitab-kitab, menyusun 
tulisan-tulisan, menempatkan kaidah-kaidah, dan menjawab masalah-masalah.

Demi Allah, demi Allah dan demi Allah hampir saya bersumpah secara khusus, 
bahwasanya tidak ada syubhat yang kamu hadapi di masa-masa ini. Setelah 
delapan abad dari kematian Imam ini, wahai saudaraku yang mendapatkan 
taufik, di dalam masalah aqidah dan agama yang termasuk masalah-masalah ahli 
bid’ah lalu kamu mencarinya di dalam kitab-kitabnya, kamu teliti di dalam 
tulisan-tulisannya dan risalah-risalahnya, atau fatwa-fatwa dan 
jawaban-jawabannya, maka kamu akan mendapatkan jawabannya. Jika kamu tidak 
mendapatkannya, maka hal itu disebabkan ketidak mampuan dalam mencarinya, 
bukan karena Ibnu Taimiyah tidak menyebutkan jawaban. Masalah ini saya 
harapkan agar dipahami secara baik. Sehingga nampak kemampuan Imam ini, 
kekuatan ilmunya, keluasan akalnya, kegeniusan otaknya –semoga Allah memberi 
rahmat kepadanya-.

Apabila kamu ingin tahu kedudukan Ibnu Taimiyyah, maka ketahuilah bahwa 
Ibnul Qayyim adalah muridnya. Apabila kamu ingin tahu ukuran kegeniusan yang 
diberikan oleh Allah kepada Ibnu Taimiyah, maka ketahuilah bahwa Imam Ibnu 
Katsir termasuk muridnya. Daftar nama-nama muridnya akan menjadi panjang 
dengan menyebutkan : Al-Mizzi, Ibnu Rajab, Ibnu Abdul Hadi, yang termasuk 
murid-muridnya atau murid-murid sahabat-sahabatnya dari kalangan imam-imam 
besar yang memenuhi sejarah Islam. Saya tidak hanya mengatakan, mereka 
memenuhi perpustakaan Islam saja. Bahkan mereka memenuhi sejarah Islam 
dengan kesungguhan, perjuangan, ilmu, akhlaq, adab, tingkah laku mereka dan 
banyak lagi hal-hal lainnya.

Imam Ibnu Taimiyah juga pada masanya, dia hidup pada masa bergelombangnya 
fitnah-fitnah dan tersebarnya ujian-ujian. Mulai fitnah Tartar sampai fitnah 
Rawafidh, juga fitnah tersebarnya madzhab Asy’ariyah yang menyimpang dan 
lain-lainnya. Dia turun di setiap medan bagai tentara berkuda yang besar 
dengan membawa pedang, pena, dan mata lembing. Dia menulis, berjihad, dan 
membela. Dia diperdaya, dimusuhi, dan bersabar. Hingga pada suatu saat dia 
mendapat kehormatan dari sebagian sulthan (penguasa). Sulthan tersebut 
datang kepada Ibnu Taimiyah dengan membawa musuh-musuhnya yang memfitnah 
tentang dirinya, memenjara, menyakiti, mengusir dan mendzaliminya. Sulthan 
berkata kepadanya : “Apa yang akan kamu lakukan kepada mereka ?” Dia 
menjawab : “Saya memberi maaf kepada mereka”. Maka mereka kagum kepadanya. 
Mereka berkata : “Wahai Ibnu Taimiyah, kami mendzalimimu dan kamu mampu 
untuk membalasnya, tetapi kamu memberikan maaf?” Dia menjawab : “Ini adalah 
akhlak orang-orang beriman”. Memang, akhlak ini tidak dimilki kecuali oleh 
orang-orang istimewa saja. Yaitu, kamu memberi maaf, padahal kamu pada 
posisi yang tinggi, terlebih-lebih setelah banyak didzalimi oleh orang yang 
diberi maaf. Oleh karena itu, apabila kita membaca sejarah, kita tidak 
mendengar seorang yang namanya Bakri dan Akhna’i kecuali karena Ibnu 
Taimiyah telah membantah keduanya. Nama Ibnu Taimiyah selalu naik dan 
melambung sebagaimana firman Allah.

“Artinya : Dan kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu?”[Alam Nashrah : 4]

Imam Ibnul Qayyim berkata tentang ayat ini : “Sesungguuhnya setiap orang 
yang menolong sunnah, meninggikan sunnah dan mendukung Ahlus Sunnah, dia 
mendapatkan bagian dari firman Allah “Dan kami tinggikan bagimu sebutan 
(nama)mu?” [Alam Nashrah : 4] Setiap orang yang merusak sunnah dan menentang 
Ahlus Sunnah, dia mendapatkan bagian dari firman Alllah.

“Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah yang 
terputus” [Al-Kautsar : 3]

Mereka (musuh-musuh sunnah) itu terputus. Sedangkan mereka 
(penolong-penolong sunnah) mendapatkan pertolongan dan derajat ketinggian.

Lihatlah anjuran dan jihad Ibnu Taimiyah terhadap bangsa Tartar dalam 
peperangan Syaqhab. Ada orang yang berkata : “Sesungguhnya kami pasti akan 
menang!”. Maka Ibnu Taimiyah berkata kepadanya : “Katakanlah insya Allah!”. 
Dia berkata : “Saya mengatakan insya Allah sebagai perwujudan bukan 
penundaan”. Karena dia percaya kepada pertolongan Allah. Merasa tenang 
dengan taufik dari Allah, dan bertawakal kepada Allah, maka Allah 
mencukupinya.

Inilah Ibnu Taimiyah. Dia telah menulis bantahan kepada Asy’ariyah dan 
Mutakallimin (ahli filsafat) dalam kitab-kitab yang besar. Diantaranya, 
kitab bantahan kepada Fakhruddin Ar-Razi yang telah membangun madzhabnya 
yang menyimpang dalam sebuah kitab, yang dinamakan dengan At-Ta’sis. Ibnu 
Taimiyah menulis bantahan kepadanya sebanyak 4 jilid. Kitab yang dibantah 
tersebut sekitar kurang lebih seratus halaman. Dibantah oleh Ibnu Taimiyah 
dengan kitab sebanyak 4 jilid. Berisi tentang penjelasan kesesatan Jahmiyah 
dan pembongkaran dasar-dasar bid’ah halamiyah (filsafat). Kitab tersebut, 
dua jilid besar telah dicetak dan selebihnya insya Allah akan dicetak dalam 
waktu dekat.

Dia juga menulis bantahan kepada Al-Amidi, Al-Ghazali, dan lain-lainnya 
dalam sebuah kitab yang besar sekali yang diberi nama “ Dar’u Ta’arudil Aql 
wan Naql”. Kitab tersebut punya nama lain. Kedua nama tersebut adalah nama 
satu kitab. Sebagian orang menyangka dua nama kitab itu untuk dua kitab. 
Yaitu kitab “Muwafaqatu Shahihil Manqul li Shahihi Ma’qul” yang di tulis 
untuk membantah kelompok di atas.

Dia juga menulis bantahan kepada kelompok Syi’ah yang buruk, dengan sebuah 
kitab yag diberi nama “Minhajus Sunnah Nabawiyah fi Naqdi Kalamisy Syi’atil 
Qadariyah” Dia menulis 10 jilid sebagai bantahan kepada salah satu pembesar 
mereka yang bernama Al-Muthahhar Al-Hilli atas kitabnya yang berjudul 
Minhajul Karomah. Dia membantahnya dalam 10 jilid.

Kelompok Syi’ah sudah dikenal sebagai musuh bebuyutan. Mereka selalu mencari 
kesalahan apa saja yang dilihatnya, kecuali Ibnu Taimiyah. Bahkan sampai 
sekarang mereka tidak bisa membantah dan menjawab hujjah-hujjah dan 
dalil-dalilnya. Oleh karena itu kamu melihat mereka diam, membisu, tidak mau 
berbicara. Kitab tersebut masih tetap dicetak, diterbitkan, bahkan 
diterjemahkan dan dipelajari. Di hadapan kitab tersebut tidak bisa bergerak. 
Inilah Ibnu Taimiyah, seorang imam yang merupakan ulama terbesar bagi da’wah 
yang agung dan penuh berkah ini.

Dengan melihat sejarah dan riwayat hidupnya, akan didapatkan banyak hal 
tentang Ibnu Taimiyah. Tetapi yang terlintas secara khusus dalam diri adalah 
suatu hal, yaitu bahwa Ibnu Taimiyah meninggal dunia di dalam penjara karena 
tipu daya dan di fitnah oleh musuh-musuhnya di hadapan Sulthan (penguasa). 
Meskipun demikian, ahli sejarah mengatakan tatkala Ibnu Taimiyah meninggal 
dunia di dalam penjara dan dikeluarkan jenazahnya, maka semua penduduk 
Damaskus keluar, kecuali empat orang karena takut. Bila mereka keluar akan 
dibunuh oleh orang-orang. Penduduk Damaskus semuanya keluar kepada 
jenazahnya. Oleh karena itu perkataan yang masyhur dari Imam Besar Ahmad bin 
Hambal adalah : “Katakanlah kepada ahlul bid’ah perjanjian antara kami dan 
kalian adalah hari jenazah”.
Kalau kita melihat muridnya, Imam Ibnul Qayyim (yang saya katakan) dan saya 
berharap tidak berlebih-lebihan : “Dia adalah murid terbaik dari ulama 
terbaik sepanjang abad”. Dia memahami prinsip-prinsip dakwah Ibnu Taimiyah. 
Mengolah kaidah-kaidahnya, kenyang dari semua sisi-sisinya, menimba dari 
semua sumber-sumbernya, dan melebihi syaikhnya dalam sesuatu yang tidak 
dicapai oleh syaikhnya, yaitu keindahan tutur katanya dalam menerangkan.

Tetapi saya ingin mengoreksi kepada diri saya dengan mengatakan, bahwa kita 
tidak mendapatkan perkataan Ibnu Taimiyah yang indah dalam karangannya, 
sebagaimana kita mendapatkan pada Ibnul Qayyim. Bukan berarti Ibnu Taimiyah 
tidak memiliki kemampuan yang sempurna dari sekedar membuat karangan dan 
melebihi Ibnul Qayyim. Tetapi karena kemampuannya atau kehidupannya penuh 
dengan cobaan. Beliau tidak memiliki waktu dan kesabaran yang cukup untuk 
menyusun makna-makna dan kata-kata sebagaimana yang dimiliki oleh muridnya 
Ibnul Qayyim. Ini adalah masalah yang sangat penting untuk dicermati.

Diantara hal-hal yang berkaitan dengan Ibnu Taimiyah, saya akan menyebutkan 
suatu yang penting. Bahwa Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah memiliki perkataan 
yang indah, yang dia terapkan sendiri pada dirinya, dan disebarkan oleh 
murid-murid beliau. Sampai sekarang kita mengulang-ulanginya, karena 
perkataan itu diambil dari firman Allah. Perkataan itu adalah.

“Dengan kesabaran dan keyakinan, keimanan dalam agama dicapai”

Perkataan ini dibenarkan oleh firman Allah.

“Artinya : Dan kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang 
memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka 
meyakini ayat-ayat Kami” [As-Sajdah : 24]

Inilah Ibnu Taimiyah, seorang ulama yang sangat masyhur dalam dakwah 
mentauhidkan Allah Azza wa Jalla.

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun VI/1423H/2002M, Diambil dari 
materi ceramah Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halabi 
Tanggal 3-6 Muharram 1423H di Ma’had Ali Al-Irsayd Surabaya dengan judul 
A’lam Dakwah Salafiyah Diterjemahkan oleh Azhar Rabbani dan Muslim Atsari]

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/zAINmC/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke