assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh
komentar:
1. hadits "kullu mauludin...dst" atau "maa min mauludin illaa ...dst (HR. 
Bukhari dan Muslim) itu, khusus untuk orang yg lahir setelah kenabian Muhammad 
SAW. Tidak berlaku untuk orang yg hidup di zaman Nabi ADAM, NUH, Idris, Ibrahim 
dll, Karena pada masa nabi-nabi itu, belum ada yahudi dan nashrani.
2. Jika ada orang dilahirkan dari keluarga yg ketauhidannya dipertanyakan 
(sekuler, klenik, dll) maka ia tetap muslim. Hanya saja, ia kudu membetulkan 
aqidahnya dgn belajar plus meyakini ilmu yg ia pelajari itu. Ia tidak disuruh 
bersyahadat lagi. Kenapa? karena sekuler tidak menjadikan ia murtad. Percaya 
dgn klenik, juga ini kudu di detailkan, tidak boleh diglobalkan. Kenapa? karena 
sebagian keyakinan klenik tidak menjadikan orang murtad!! Detail ttg ini, 
panjang, coba buka kitab tauhid Ibn Abdul Wahhab.
  2. Saya mengira, arman amri ingin menjelaskan bahwa muamalah orang kafir itu 
sia-sia, sebagus apapun. Karena tidak dibangun di atas tauhid. Ini benar. Sebab 
Allah berfirman: la'in asyrakta, layahbathanna amaluka...
3. Wallahu a'lam
Dhea
  ===

Firdaus Prabowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
Mohon bantuan anggota milis untuk menjawab pertanyaan dari seorang
teman saya. Redaksi pertanyaannya secara utuh sebagai berikut:

"1. Ust. Arman Amri menjelaskan bahwa fithrah secara etimologi adalah
nilai yang dibawa sejak lahir berupa kecenderungan terhadap agama.
Sedangkan secara terminologi, simple, fithrah berarti Islam. Ini
merujuk pada ayat yang bunyinya (surat & ayatnya lupa) "Manusia
diciptakan atas fithrahnya tetapi orangtuanya yang mewarnainya menjadi
yahudi, nasrani, majusi..." Tidak disebutkan mewarnainya menjadi
Islam, karena Islam adalah fithrah manusia. Jadi jika seseorang
dilahirkan dalam keluarga selain Islam, sehingga terwarnai oleh
yahudi, nasrani, majusi (atau agama-agama bumi lainnya) maka untuk
kembali pada fithrahnya (Islam), harus mengucapkan syahadat (di depan
seorang alim disertai saksi, tentunya). Bagaimana jika seseorang
dilahirkan dalam keluarga muslim yang ketauhidannya dipertanyakan
(klenikis, sekuler, deelel)? Apakah perlu syahadah ulang?? Minta
hujjahnya ya..!!
2. Ustad juga menjelaskan, bahwa muamalah yang baik tanpa ketauhidan
berarti sia-sia. Bukankah dosa dan pahala ada perhitungannya
masing-masing di hadapan Allah SWT?? Minta hujjahnya dunkz!! 
3. Apakah sebuah jalan da'wah perlu ada struktur atau kepemimpinan?? 
Note: bagaimana dengan pendapat (aku ga yakin ini perkataan Ali bi Abi
Thalib atau hadits Rasulullah SAW) bahwa kebatilan yang terorganisir
mampu mengalahkan kebenaran yang tidak terorganisir?? Kondisi umat
Islam saat ini terpecah-pecah dalam banyak organisasi/pergerakan
padahal zionis terorganisir hingga tingkat dunia."

Afwan jika merepotkan.



         

                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail.





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/zAINmC/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke