Dosa Besar dan Dosa Kecil
Imam Ibnul Qayyim berkata, Dosa itu dibagi menjadi dosa kecil dan dosa besar berdasarkan nash Al Quran, As Sunnah, Ijma Salafush Shalih dan qiyas (Madarij As Salikin 1/342)
Berikut beberapa dalil yang digunakan dalam permasalahan tersebut :
- Allah Taala berfirman, Jika kamu menjauhi dosa dosa besar diantara dosa dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan kesalahanmu (dosa dosamu yang kecil) (QS An Nisa : 31)
Imam Al Qurthubi berkata, Ketika Allah Taala melarang dosa dosa besar dalam surat ini, Dia menjanjikan bagi orang yang menjauhinya keringanan terhadap dosa dosa
kecil (Tafsir Al Qurthuby 5/158)
- Allah Taala berfirman, (Yaitu) orang yang menjauhi dosa dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan kesalahan kecil (QS An Najm : 32)
- Dari Abu Hurairah radhiyallaHu anHu, Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam bersabda, Shalat lima waktu, dari (shalat) Jumat ke (shalat) Jumat yang lain dan dari (puasa) Ramadhan ke (puasa) Ramadhan yang lain adalah penghapus dosa dosa kecil diantara waktu waktu tersebut selama tidak melakukan dosa besar (HR. Muslim no. 233)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan dosa besar adalah setiap dosa yang diancam dengan siksa khusus seperti berzina, mencuri, durhaka kepada
kedua orangtua, menipu, bersikap jahat kepada kaum muslimin dan lainnya.
Sedangkan hukum pelakunya dari segi nama adalah mukmin yang kurang keimanannya. Disebut juga ia beriman dengan keimanannya dan fasiq akibat dosa besar yang ia lakukan, namun ia tidak keluar dari keimanan. Allah Taala berfirman,
Dan jika ada 2 golongan dari orang orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Sesungguhnya orang orang mukmin bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (QS Al Hujurat : 10)
Allah Taala menyebut dua kelompok yang saling berperang sebagai saudara meskipun kedua kelompok tersebut melakukan dosa besar dan juga kepada kelompok yang ketiga yaitu kelompok yang mengishlah keduanya.
Namun ada satu
dosa besar yang tidak akan diampuni oleh Allah Taala dan dapat menyebabkan pelakunya keluar dari Islam yaitu dosa syirik atau menyekutukan Allah Taala dengan yang lain, sebagaimana firman-Nya,
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya (QS An Nisa : 48)
Maraji :
Muzilul Ilbas fii Al Ahkam ala An Nas, Said bin Shabir Abduh, Griya Ilmu, Jakarta, Cetakan Pertama, Syaban 1426 H/September 2005 M.
Semoga Bermanfaat
Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak
akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar" (QS. An Nisaa' : 48)
Dari Abu Dzar ra., Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Jibril berkata kepadaku, 'Barangsiapa diantara umatmu yang meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka pasti dia masuk surga'" (HR. Bukhari) [Hadits ini terdapat pada Kitab Shahih Bukhari]
Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out. __._,_.___
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "assunnah" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___
