KEUTAMAAN PUASA

Oleh
Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilaaly & Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid
Bagian Pertama dari Dua Tulisan 1/2
sumber http://www.almanhaj.or.id


Banyak sekali ayat yang tegas dan muhkam (qath'i) dalam Kitabullah yang 
mulia, memberikan anjuran untuk puasa sebagai sarana untuk taqarrub kepada 
Allah 'Azza wa Jalla dan juga menjelaskan keutamaan-keutamaannya, seperti 
firman Allah.

"Artinya : Sesungguhnya kaum muslimin dan muslimat, kaum mukminin dan 
mukminat, kaum pria yang patuh dan kaum wanita yang patuh, dan kaum pria 
serta wanita yang benar (imannya) dan kaum pria serta kaum wanita yang sabar 
(ketaatannya), dan kaum pria serta wanita yang khusyu', dan kaum pria serta 
wanita yang bersedekah, dan kaum pria serta wanita yan berpuasa, dan kaum 
pria dan wanita yang menjaga kehormatannya (syahwat birahinya), dan kaum 
pria serta wanita yang banyak mengingat Allah, Allah menyediakan bagi mereka 
ampunan dan pahala yang besar" [A-Ahzab : 35]

Dan firman Allah.

"Artinya : Dan kalau kalian puasa, itu lebih baik bagi kalian kalau kalian 
mengetahuinya" [Al-Baqarah : 184]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan dalam hadits yang 
shahih bahwa puasa adalah benteng dari syahwat, perisai dari neraka. Allah 
Tabaraka wa Ta'ala telah mengkhususkan satu pintu surga untuk orang yang 
puasa. Puasa bisa memutuskan jiwa dari syahwatnya, menahannya dari 
kebiasaan-kebiasaan yang jelek, hingga jadilah jiwa yang tenang. Inilah 
pahala yang besar, keutamaan yang agung ; dijelaskan secara rinci dalam 
hadits-hadits shahih berikut ini, dijelaskan dengan penjelasan yang 
sempurna.

[1]. Puasa Adalah Perisai [1]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh orang yang sudah kuat 
syahwatnya dan belum mampu untuk menikah agar berpuasa, menjadikannya 
sebagai wijaa'[2] bagi syahwat ini, karena puasa menahan kuatnya anggota 
badan hingga bisa terkontrol, menenangkan seluruh anggota badan, serta 
seluruh kekuatan (yang jelek) ditahan hingga bisa taat dan dibelenggu dengan 
belenggu puasa. Telah jelas bahwa puasa memiliki pengaruh yang menakjubkan 
dalam menjaga anggota badan yang dhahir dan kekuatan bathin. Oleh karena itu 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah 
mampu ba'ah[3] hendaklah menikah, karena menikah lebih menundukkan 
pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barangsiapa yang belum mampu 
menikah, hendaklah puasa karena puasa merupakan wijaa' (pemutus syahwat) 
baginya" [Hadits Riwayat Bukhari 4/106 dan Muslim no. 1400 dari Ibnu Mas'ud]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa surga 
diliputi dengan perkara-perkara yang tidak disenangi, dan neraka diliputi 
dengan syahwat. Jika telah jelas demikian -wahai muslim- sesungguhnya puasa 
itu menghancurkan syahwat, mematahkan tajamnya syahwat yang bisa mendekatkan 
seorang hamba ke neraka, puasa menghalangi orang yang puasa dari neraka. 
Oleh karena itu banyak hadits yang menegaskan bahwa puasa adalah benteng 
dari neraka, dan perisai yang menghalangi seseorang dari neraka.

Bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Artinya : Tidaklah seorang hamba yang puasa di jalan Allah kecuali akan 
Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim" 
[Hadits Riwayat Bukhari 6/35, Muslim 1153 dari Abu Sa'id Al-Khudry, ini 
adalah lafadz Muslim. Sabda Rasulullah : "70 musim" yakni : perjalanan 70 
tahun, demikian dikatakan dalam Fathul Bari 6/48]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Puasa adalah perisai, seorang hamba berperisai dengannya dari api 
neraka" [Hadits Riwayat Ahmad 3/241, 3/296 dari Jabir, Ahmad 4/22 dan Utsman 
bin Abil 'Ash. Ini adalah hadits yang shahih]

Dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah maka di antara 
dia dan neraka ada parit yang luasnya seperti antara langit dengan bumi" [4]

Sebagian ahlul ilmi telah memahami bahwa hadits-hadits tersebut merupakan 
penjelasan tentang keutamaan puasa ketika jihad dan berperang di jalan 
Allah. Namun dhahir hadits ini mencakup semua puasa jika dilakukan dengan 
ikhlas karena mengharapkan wajah Allah Ta'ala, sesuai dengan apa yang 
dijelaskan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalm termasuk puasa di jalan 
Allah (seperti yang disebutkan dalam hadits ini).

[2]. Puasa Bisa Memasukkan Hamba Ke Surga

Engkau telah tahu wahai hamba yang taat -mudah-mudahan Allah memberimu 
taufik untuk mentaati-Nya, menguatkanmu dengan ruh dari-Nya- bahwa puasa 
menjauhkan orang yang mengamalkannya ke bagian pertengahan surga.

Dari Abu Umamah Radhiyallahu 'anhu katanya, "Aku berkata (kepada Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam) :

"Wahai Rasulullah, tunjukkan padaku suatu amalan yang bisa memasukkanku ke 
surga.? ; beliau menjawab : "Atasmu puasa, tidak ada (amalan) yang semisal 
dengan itu" [Hadits Riwayat Nasa'i 4/165, Ibnu Hibban hal. 232 Mawarid, 
Al-Hakim 1/421, sanadnya Shahih]

[3]. Pahala Orang Puasa Tidak Terbatas *

[4]. Orang Puasa Punya Dua Kegembiraan*

[5]. Bau Mulut Orang Yang Puasa Lebih Wangi dari Baunya Misk*

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, (bahwasanya) Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Semua amalan bani Adam untuknya kecuali puasa [5] , karena puasa 
itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya, puasa adalah perisai, jika salah 
seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan 
berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka 
ucapkanlah : 'Aku sedang berpuasa'[6]. Demi dzat yang jiwa Muhammad di 
tangan-Nya, sesunguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi 
Allah daripada bau misk[7] orang yang puasa mempunyai dua kegembiraan, jika 
berbuka mereka gembira, jika bertemu Rabbnya mereka gembira karena puasa 
yang dilakukannya" [Bukhari 4/88, Muslim no. 1151, Lafadz ini bagi Bukhari]

Di dalam riwayat Bukhari (disebutkan).

"Artinya : Meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena puasa untuk-Ku, 
dan Aku yang akan membalasnya, kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat 
yang semisal dengannya"

Di dalam riwayat Muslim.

"Artinya : Semua amalan bani Adam akan dilipatgandakan, kebaikan dibalas 
dengan sepuluh kali lipat yang semisal dengannya, sampai tujuh ratus kali 
lipat. Allah Ta'ala berfirman : "Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku 
dan Aku yang akan membalasnya, dia (bani Adam) meninggalkan syahwatnya dan 
makanannya karena Aku" Bagi orang yang puasa ada dua kegembiraan ; gembira 
ketika berbuka dan gembira ketika bertemu Rabbnya. Sungguh bau mulut orang 
yang puasa di sisi Allah adalah lebih wangi daripada bau Misk"

[Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii 
Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam 
oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan 
Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata]
_________
Foote Note
[1] Pelindung
[2] Maksudnya memutuskan syahwat jiwa
[3] Yang mampu menikah dengan berbagai persiapannya
[4] Dikeluarkan oleh Tirmidzi no. 1624 dari hadits Abi Umamah, dan di dalam 
sanadnya ada kelemahan. Al-Walid bin Jamil, dia jujur tetapi sering salah, 
akan tetapi di dapat diterima. Dan dikeluarkan pula oleh At-Thabrani di 
dalam Al-Kabir 8/260,274, 280 dari dua jalan dari Al-Qasim dari Abi Umamah. 
Dan pada bab dari Abi Darda', dikeluarkan oleh Ath-Thabrani di dalam 
Ash-Shagir 1/273 di dalamnya terdapat kelemahan. Sehingga hadits ini SHAHIH
[5] Yakni : Baginya pahala yang terbatas, kecuali puasa karena pahalanya 
tidak terbatas.
[6] Dengan ucapan yang terdengar oleh si pencerca atau orang yang mengganggu 
tersebut, ada yang mengatakan : diucapkan di dalam hatinya agar tidak saling 
mencela dan saling memerangi. Yang pertama lebih kuat dan lebih jelas, 
karena ucapan secara mutlak adalah dengan lisan, adapun bisikan jiwa 
dibatasi oleh sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam seperti yang 
diriwayatkan oleh Abu Hurairah : "Sesunguhnya Allah memaafkan bagi umatku 
apa yang terbetik dalam hatinya selama belum diucapkan atau diamalkannya" 
(Muttafaqun 'alaih). Maka jelaslah bahwa ucapan itu mutlak tidak terjadi 
kecuali oleh ucapan yang dapat dididengar dengan suara yang terucap dan 
huruf. Walallahu a'lam.
[7] Lihat apa yang telah ditulis oleh Ibnul Qayyim dalam Al-Wabilu Shayyin 
minal Kalami At-Thayyib hal.22-38

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/






Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke